Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 62

Nadiem: Pengadaan Chromebook Diputuskan di Level Dirjen Kemendikbud

0

RASIO.CO, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim, mengklaim tidak pernah memutuskan pengadaan laptop Chromebook yang disebut merugikan keuangan negara sebesar Rp2,18 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Menurut Nadiem, seluruh keputusan terkait spesifikasi pengadaan laptop berada di level Direktur Jenderal (Dirjen), direktur, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bukan di tingkat menteri.

“Dalam sejarah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dari menteri sebelumnya, tidak pernah menteri menandatangani spesifikasi daripada laptop atau TIK,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim dikutip CNNIndonesia.

Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai penggunaan sistem operasi Chrome maupun Windows sepenuhnya menjadi kewenangan level direktorat.

“Fakta dari yang tanda tangan mengenai kebijakan spesifikasi itu, yaitu Chrome atau Windows, tidak terletak di tingkat menteri. Itu adalah wewenang di level direktur,” ujarnya.

Nadiem menjelaskan bahwa pada tahun 2020 terdapat Surat Keputusan Direktur Jenderal terkait perubahan spesifikasi laptop dalam program digitalisasi pendidikan. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan hasil bimbingan teknis yang dilakukan internal kementerian.

“Menteri tidak menandatangani apa pun yang berhubungan dengan pengadaan Kemendikbudristek dengan laptop Chromebook selama saya menjabat,” tegasnya.

Dalam perkara ini, Nadiem didakwa terlibat korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan CDM di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada periode 2019 hingga 2022.

Jaksa menyebut pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi tersebut tidak sesuai dengan perencanaan maupun prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Kasus ini juga menyeret sejumlah nama lain, yakni Ibrahim Arief, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, serta Jurist Tan yang hingga kini masih berstatus buron.

Total kerugian negara dalam perkara tersebut disebut mencapai Rp2,18 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek dan sekitar Rp621,39 miliar dari pengadaan CDM yang dianggap tidak diperlukan serta tidak memberikan manfaat.

Selain itu, jaksa juga menyebut Nadiem diduga menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui Gojek Indonesia.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa sebagian besar sumber dana PT AKAB berasal dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar Amerika Serikat.

***

Kasus Pengangkutan Timah dan Terak Timah Ilegal di Karimun, Dua Tersangka Diamankan

0

RASIO.CO, Karimun – Unit Gakkum Satpolairud Polres Karimun berhasil mengungkap kasus pengangkutan ilegal mineral dan batubara (minerba) berupa timah dan terak timah tanpa izin sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba.

Kasus tersebut terungkap setelah petugas menerima informasi masyarakat terkait adanya truk mencurigakan yang akan mengangkut muatan menuju Tanjung Buton, Riau.

Pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, petugas melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Roro Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan dua tersangka berinisial MS (45) dan JM (52), serta menetapkan satu orang lainnya berinisial JF sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit truk, enam batang timah seberat 67 kilogram, dan 307 karung terak timah dengan total berat sekitar 9,5 ton. Barang bukti tersebut diketahui berasal dari lokasi bekas pengolahan timah di wilayah Pangke Barat, Kabupaten Karimun, yang kemudian diangkut tanpa izin resmi untuk dikirim keluar daerah.

Untuk mengelabui petugas, para pelaku menyamarkan muatan timah dan terak timah dengan barang lain agar lolos dari pemeriksaan. Akibat aktivitas ilegal tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp167 juta.

Kasatpolairud Polres Karimun, Judit Dwi Laksono, menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan negara dan lingkungan.

“Kami akan tindak tegas setiap pelanggaran hukum terkait minerba ilegal demi menjaga sumber daya alam dan mencegah kerugian negara,” tegas Judit.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Karimun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sekaligus pengembangan kasus.

AM

Ketum SMSI Dukung Media Digital Independen dan Evaluasi Verifikasi Dewan Pers

0

RASIO.CO, Jakarta – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan media digital independen atau yang dikenal sebagai “media homeless” dan media baru di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, saat menghadiri kegiatan Fun Walk Dewan Pers bersama awak media dan masyarakat dalam rangka memperingati World Press Freedom Day 2026, Sabtu (10/5/2026).

Menurut Firdaus, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan pola baru dalam penyebaran informasi yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada model media konvensional dengan kantor fisik maupun struktur organisasi besar.

“Perkembangan media digital saat ini sudah sangat terbuka. Banyak kreator informasi yang bekerja secara mandiri tanpa kantor fisik, tetapi mampu menghadirkan informasi secara cepat dan menjangkau audiens luas. Fenomena ini tidak bisa diabaikan,” ujar Firdaus.

Ia menilai fenomena media homeless merupakan realitas baru dalam dunia pers dan komunikasi publik yang tumbuh seiring perkembangan era digitalisasi.

Istilah media homeless sendiri merujuk pada saluran informasi atau kreator konten digital yang menyajikan berita maupun informasi layaknya media massa, namun tidak memiliki struktur redaksi konvensional, kantor tetap, maupun sistem administrasi seperti perusahaan pers pada umumnya.

Model media baru tersebut berkembang pesat melalui berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, podcast, hingga media sosial lainnya.

Sebagian besar dijalankan secara mandiri dengan dukungan perangkat digital sederhana, namun tetap mampu membangun audiens besar melalui konten informatif maupun berbasis gaya hidup.

Firdaus menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini memiliki alternatif baru dalam memperoleh informasi. Karena itu, regulasi pers dinilai perlu lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan pola kerja media digital modern.

Selain membahas perkembangan media digital independen, Firdaus juga menyoroti sistem verifikasi administrasi media yang diterapkan Dewan Pers. Menurutnya, masih banyak perusahaan pers, khususnya media siber daerah dan media kecil, yang mengalami kendala dalam memenuhi persyaratan verifikasi administrasi.

“Banyak media yang tetap menjalankan fungsi jurnalistik dan memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi terkendala syarat administratif yang cukup berat. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Firdaus menilai sistem verifikasi media perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ia menegaskan perusahaan pers tetap harus berbadan hukum dan terdata di Dewan Pers, namun mekanisme verifikasi dinilai perlu disederhanakan agar lebih inklusif bagi media kecil maupun media digital independen.

Menurut Firdaus, fokus utama Dewan Pers sebaiknya diarahkan pada penegakan kode etik jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, bukan pada persyaratan administratif yang dianggap memberatkan sebagian perusahaan pers.

“Yang terpenting adalah media tetap menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab, menjunjung etika jurnalistik, dan memiliki legalitas sesuai undang-undang. Regulasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia berharap media baru nantinya dapat menjadi bagian dari organisasi konstituen Dewan Pers sehingga pendataan media sebagaimana diamanatkan undang-undang dapat berjalan lebih luas dan inklusif.

***

Deswita Ex-Waiters Firts Clubs Tersandung Kasus Vepe Narkoba di Pengadilan

0

RASIO.CO, Batam –  Kasus pengedar Vape mengandung narkoba dengan terdakwa Ex-Waitres First Clubs, Deswita L Hutagaol dan Lexsi Kelfica, bergulir di PN Batam. Kamis(07/05) pekan lalu.

Ironisnya, Diduga aktor utama berkeliaran diluar bernama Rahman yang ditetapkan Daftar Orang alias DPO.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Yuanne bersama hakim anggota Irpan Lubis dan Tri. Dalam persidangan, anggota saksi penangkap mabes polri bernama Dira membeberkan kronologi transaksi narkoba yang disebut berlangsung melalui operasi undercover buy.

Menurut Dira, terdakwa Deswita berperan mengambil barang dari Rahman sebelum menyerahkannya kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.

“Deswita mengambil barang dari Rahman lalu menyerahkan kepada pembeli undercover,” ujar Dira di hadapan majelis hakim.

Dari praktik tersebut, Deswita disebut memperoleh keuntungan jutaan rupiah. Ekstasi dibeli seharga Rp 700 ribu per butir lalu dijual Rp 800 ribu. Sementara vape narkotika dibeli Rp 2,6 juta dan dijual kembali Rp 3,5 juta.

Tak hanya itu, terdakwa Lexsi Kelfica juga disebut memiliki peran penting dalam transaksi. Ia diduga menjadi penghubung komunikasi antara Rahman dan Deswita serta memberi informasi terkait kedatangan pemasok narkoba ke lokasi hiburan malam tersebut.

“Atas bantuannya, Lexsi menerima upah sebesar Rp 350 ribu dari Rahman,” ungkap saksi di persidangan.

Fakta lain yang turut menjadi sorotan ialah metode penangkapan Lexsi. Polisi mengaku menggunakan alasan “salah kirim makanan” agar Lexsi kembali datang ke First Club sebelum akhirnya diamankan.

Padahal, berdasarkan keterangan saksi sendiri, tugas waiters di tempat hiburan malam itu hanya mengantar minuman dan buah kepada pengunjung. “Setelah kembali sekitar 30 menit kemudian langsung diamankan,” kata Dira.

Jaksa Penuntut Umum, Rumondang, dalam dakwaannya juga mengurai detail transaksi narkotika yang disebut berlangsung sejak sore hingga dini hari di First Club.

“Selanjutnya terdakwa Deswita L Hutagaol lalu menyerahkan 10 butir ekstasi merek Red Bull dan lima cartridge merek Side Piece kepada saudara Dira di toilet VIP Prada. Namun setelah diketahui saudara Dira merupakan polisi, terdakwa langsung diamankan,” ujar Rumondang saat membacakan surat dakwaan.

Dalam dakwaan disebutkan, transaksi bermula ketika polisi undercover memesan 10 butir ekstasi dan 10 cartridge vape narkotika melalui WhatsApp kepada Deswita. Karena stok tidak tersedia penuh, transaksi tetap dilanjutkan setelah disepakati pembayaran uang muka sebesar Rp 10 juta.

“Selanjutnya sekira pukul 13.00 WIB saudara Dira mentransfer uang tersebut melalui rekening BCA atas nama terdakwa Deswita L Hutagaol,” kata Rumondang.

Setelah menerima transfer uang, Deswita disebut menghubungi Rahman untuk mencarikan barang pesanan. Menjelang dini hari, Rahman menyerahkan 10 butir ekstasi kepada Deswita dan memberikan kontak seseorang bernama Aldi untuk menyediakan vape narkotika merek Side Piece.

Barang tersebut kemudian diserahkan kepada polisi undercover di toilet VIP Prada First Club sebelum penangkapan dilakukan.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau memastikan 10 butir pil berlogo Red Bull dengan berat 4,12 gram mengandung MDMA. Sedangkan cartridge vape mengandung zat MDMB-4en PINACA yang tergolong narkotika.

Kasus ini kembali menyoroti dugaan maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam Kota Batam. Sebab transaksi disebut berlangsung terbuka di ruang VIP klub malam dan melibatkan pekerja tempat hiburan tanpa hambatan berarti hingga tahap penyerahan barang.

Kini, dua waiters telah duduk di kursi terdakwa, sedangkan sosok yang disebut sebagai pemasok utama narkoba hingga kini masih belum tersentuh aparat penegak hukum.

Ad@www.rasio.co //

Lapas Dabo Singkep Gelar Razia Gabungan Bersama TNI-Polri, Sita Botol Kaca dan Paku

0

RASIO.CO, Lingga – Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dabo Singkep menggelar razia mendadak di seluruh kamar hunian warga binaan, Jumat (8/5) pagi.

Razia gabungan tersebut melibatkan aparat dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran handphone, pungutan liar (pungli), dan narkoba di lingkungan lapas. Kegiatan dilaksanakan usai pelaksanaan ikrar “Halinar” yang menjadi simbol komitmen penguatan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif melalui Kasubsi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Leo Candra, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh blok hunian warga binaan.

“Yang dirazia adalah seluruh kamar hunian yang ada di Lapas Dabo Singkep,” ujar Leo.

Dari hasil pemeriksaan, petugas gabungan menemukan beberapa barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan, yakni satu botol kaca bekas parfum dan sebuah paku. Namun demikian, petugas memastikan tidak ditemukan barang-barang terlarang kategori berat selama razia berlangsung.

“Tidak ada ditemukan barang-barang terlarang seperti narkoba, handphone, senjata tajam, dan lain-lain,” jelas Leo.

Menurutnya, penyitaan botol parfum dilakukan karena wadah berbahan kaca dilarang berada di dalam kamar hunian warga binaan demi alasan keamanan.

“Paling cuma ditemukan parfum, karena botolnya berbahan kaca maka kita ambil untuk diamankan,” katanya.

Leo menambahkan, keterlibatan aparat TNI dan Polri dalam razia gabungan tersebut bertujuan memperkuat situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan lapas agar tetap kondusif. Razia rutin tersebut juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam area hunian warga binaan.

Pihak Lapas Dabo Singkep berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala guna memperkuat sistem pengawasan dan mendukung proses pembinaan warga binaan berjalan dengan aman dan tertib.

Puspan

BP Batam Perkuat Kerja Sama dengan India, Investasi Tembus Rp258,6 Miliar

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi strategisnya sebagai pusat investasi dan perdagangan internasional di Asia Tenggara melalui kerja sama ekonomi dengan India.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, kepada Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5) lalu. Pertemuan itu membahas peluang peningkatan investasi India di Batam sekaligus mempererat hubungan ekonomi antara Batam dan India di berbagai sektor strategis.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan hubungan ekonomi Batam dan India menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan data BP Batam, nilai investasi India di Batam sepanjang periode 2016 hingga 2025 telah mencapai Rp258,6 miliar. Pencapaian tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan realisasi investasi sebesar Rp95,2 miliar,” ujar Fary.

Selain investasi, India juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar bagi Batam. Pada kuartal I tahun 2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai USD521,6 juta atau sekitar 11,14 persen dari total ekspor Batam. Menurut Fary, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor India terhadap potensi kawasan perdagangan bebas Batam.

“India merupakan mitra strategis yang memiliki potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan Batam. Pertumbuhan investasi dan perdagangan ini menjadi sinyal positif bagi iklim usaha di Batam,” katanya.

BP Batam saat ini juga terus mengembangkan ekosistem investasi melalui penguatan kawasan industri, logistik, serta perdagangan internasional guna menarik lebih banyak investor asing. Beberapa sektor yang dinilai potensial untuk dikerjasamakan meliputi industri manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.

Sementara itu, Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, mengapresiasi perkembangan ekonomi Batam yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi investor internasional.

“Batam merupakan salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Letaknya yang strategis dekat Singapura serta status Free Trade Zone menjadi nilai tambah utama,” ujar Ravi.

Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan Konsulat India sepakat menggelar forum bisnis secara hibrida yang akan mempertemukan pengelola kawasan industri Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama investasi Batam dan India sekaligus memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).

Melalui langkah diplomasi ekonomi ini, BP Batam optimistis posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pusat investasi global akan semakin kuat.

YD

Pelabuhan Boom Dabo Kian Memprihatinkan, Warga Harap Perhatian Pemprov Kepri

0

RASIO.CO, Lingga – Kondisi Pelabuhan Dabo atau yang dikenal masyarakat sebagai Boom Dabo kini semakin memprihatinkan dan membutuhkan rehabilitasi segera. Pelabuhan tertua di Kabupaten Lingga yang dibangun sejak tahun 1887 pada masa kolonial Belanda itu dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Sebagai salah satu ikon sejarah di Pulau Singkep, Pelabuhan Dabo memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat sejak era kejayaan tambang timah. Namun saat ini, sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap awning dan fasilitas bongkar muat barang.

Tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak, mengatakan kondisi Pelabuhan Dabo sudah lama menjadi perhatian warga. Menurutnya, rehabilitasi perlu segera dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap aman dan nyaman.

“Dulunya Boom Dabo ini sangat terkenal di masa kejayaan penambangan timah. Tapi kini kondisinya sangat memprihatinkan, terutama atap awning-nya dan bagian bongkar muat yang bisa membahayakan masyarakat,” ujar Ishak, Jumat (8/5) lalu.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2023 status pengelolaan Pelabuhan Dabo telah beralih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai pelabuhan regional.

Dengan status tersebut, Pelabuhan Dabo diharapkan mampu menjadi pusat mobilitas antarwilayah, baik antar kabupaten di Kepri maupun menuju provinsi tetangga.

“Status ini menjadikan Pelabuhan Dabo sebagai satu-satunya pelabuhan regional di Kabupaten Lingga yang diharapkan mampu melayani mobilitas antar kabupaten hingga antar provinsi secara maksimal,” jelasnya.

Ishak juga menyebut masyarakat kini berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi pelabuhan tersebut, terlebih setelah Pelabuhan Sei Tenam kembali dikelola Pemerintah Kabupaten Lingga pada 2025 lalu.

Menurutnya, rehabilitasi Pelabuhan Dabo sangat penting karena pelabuhan tersebut masih menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas transportasi dan distribusi barang.

“Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad biasanya sangat responsif terhadap persoalan seperti ini. Kami berharap perbaikan Pelabuhan Dabo bisa segera direalisasikan,” katanya.

Masyarakat berharap perbaikan infrastruktur Pelabuhan Dabo dapat masuk dalam prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri agar fungsi pelabuhan sebagai pusat transportasi dan ekonomi masyarakat Lingga tetap berjalan optimal.

Puspan

Tampil Praktis dan Irit, Honda Supra X 125 Cocok Temani Aktivitas Anak Muda di Kepri

0

RASIO.CO, Batam – Honda Supra X 125 masih menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian yang praktis, nyaman, dan hemat bahan bakar. Untuk mendukung kebutuhan mobilitas tersebut, Honda menghadirkan program promo menarik bagi konsumen di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.

Motor bebek andalan Honda ini dikenal tangguh dan efisien untuk digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, kuliah, hingga kebutuhan perjalanan jarak dekat maupun jauh.

Dengan desain ramping dan posisi berkendara yang nyaman, Honda Supra X 125 dinilai cocok digunakan oleh anak muda maupun masyarakat aktif di Kepulauan Riau yang membutuhkan kendaraan praktis untuk menunjang mobilitas.

Selain irit bahan bakar, Honda Supra X 125 juga dibekali sejumlah fitur penunjang kenyamanan. Beberapa di antaranya seperti bagasi praktis, gantungan barang multifungsi, hingga sistem kunci pengaman magnetik yang memberikan rasa aman saat berkendara. Motor ini menggunakan mesin 125cc SOHC berteknologi PGM-FI yang responsif namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar. Karakter mesin tersebut membuat Honda Supra X 125 tetap relevan digunakan untuk aktivitas harian masyarakat.

Sales Manager wilayah Kepulauan Riau, Duri Yanto, mengatakan Honda Supra X 125 masih menjadi pilihan karena memiliki karakter sederhana, fungsional, dan mudah digunakan.

“Honda Supra X 125 cocok digunakan untuk masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan kendaraan yang nyaman, irit, serta mudah digunakan sehari-hari. Karakter motor ini juga sesuai untuk anak muda yang aktif dan membutuhkan kendaraan praktis untuk menunjang aktivitasnya,” ujarnya.

Untuk mempermudah kepemilikan kendaraan, Honda menghadirkan berbagai program promo di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.

Di Batam, konsumen bisa mendapatkan program hemat hingga Rp1,6 juta. Sementara di Tanjung Balai Karimun tersedia promo hemat hingga Rp3,7 juta. Adapun di wilayah Bintan, Honda menawarkan program angsuran ringan mulai Rp27 ribu per hari.

Melalui program tersebut, Honda berharap dapat menghadirkan kendaraan harian yang nyaman, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat di Kepulauan Riau.

YD

Festival Literasi Nasional 2026, Sejumlah Sekolah Batam Masuk Daftar Terbaik

0

RASIO.CO, Batam – Sejumlah siswa dan guru dari berbagai sekolah di Batam, berhasil masuk nominasi 100 peserta terbaik berbagai Kategori lomba yang digelar dalam rangka Festival Literasi Nasional 2026  Nyalanesia.

Menyandang predikat sebagai 100 nominator tingkat nasional yang berhasil diraih oleh sejumlah sekolah di Batam ini, tentu merupakan prestasi yang cukup membanggakan, karena karya terbaik mereka berhasil menyingkirkan ribuan peserta lomba dari seluruh Indonesia.

Nominasi yang diraih tersebut diantaranya dalam Kategori Sekolah Aktif Baca Tulis, Kategori Sekolah Pecontohan Nasional, Katego Literasi digital dan Kategori Literasi numerasi.

Sejumlah sekolah yang masuk nominasi dalam Kategori lomba Puisi tingkat Nasional tersebut yakni :

• SDIT At Taubah

• SMPN 52 Batam

• SD Islam Nabilah

• SDN 004  Sekupang

• SDN 008  Sekupang

• SMPN 03 Batam

• SMP IT Darusalam 

• SMPN 41 Batam

• SDN 004 Bengkong

• SMP Islam Nabilah

• SD AL Azhar 2 Batam

• SMP Islam Integral Luqman Al Hakim 2 Batam

• SMP Muhammadiyah Batam

Selain itu,. prestasi juga ditorehkan  SMPN 46 Batam, dimana telah berhasil meraih Juara 1 literasi digital dan Juara 3 literasi Numerasi tingkat Batam, bahkan karya puisi sang Kepala Sekolah, Heni Mulatsih, masuk dalam nominasi 100 terbaik.

Selain itu sejumlah sekolah di Batam juga berhasil mendominasi 10 Nominator Penghargaan kategori Sekolah Aktif Literasi Digital tingkat Nasional, yakni :

• SMPN 46 Batam

• SDN 005 Sei Beduk

• SMPN 6 Batam

• SMP IT Al Furqon

• SDN 004 Bengkong

• SMPN 50 Batam

Nyalanesia selaku pelaksana kegiatan,selanjutnya mengundang para nominator tersebut untuk hadir di acara puncak Festival Literasi Nasional 2026, yang akan dilaksanakan pada  23 – 24 Mei mendatang di Surakarta, Jawa Tengah.

Untuk itu sejumlah guru dan kepala sekolah dari para nominator itu tersebut, saat ini tengah melakukan persiapan untuk hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Keberhasilan sekolah-sekolah di Batam dalam bidang Literasi ini, diyakini tak lepas dari kiprah Nyalanesia yang telah cukup aktif menggalakkan kegiatan literasi di Kota Batam.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Literasi Kota Batam, Yurhanudin,S.Pd.

Dikatakannya bahwa Fetival Literasi Daerah Kota Batam yang dilaksanakannya April lalu, telah menghasilkan nominasi Literasi digital, Literasi numerasi, Literasi Baca Tulis.

“Luar biasa aktif dan antusias peserta literasi di Kota Batam, yang mendaftar kemarin 172 Sekolah tingkat SD dan SMP, yang melaksanakan kegiatan sekitar 402 peserta, yang bisa masuk nominasi 10, ada yang rangking nasional 1, ada yang rangking 6 dan 4,” ungkapnya.

Lanjut disampaikan bahwa dari hasil Festival   Literasi tersebut, bahkan bisa menghasilkan sebuah buku yang berisi kumpulan Puisi terbaik dari para peserta siswa dan guru.

Selanjutnya Yurhanudin berharap dukungan dari pemerintah, pemangku adat dan orang-orang yang berkepentingan di Kota Batam, agar literasi di Kota Batam bisa lebih  dikenal dan semakin maju kedepannya. 

“Harapan kami tidak hanya peserta didik namun seluruh masyarakat harus mengenal literasi, tidak hanya literasi baca tulis tetapa ada juga literasi digital, literasi finansial, juga ada literasi berupa pembuatan puisi dan video,” ujarnya.

Terkait dengan Puncak Acara Festival Literasi Nasional di Kota Solo yang akan digelar pada 23-24 Mei 2026 mendatang, dikatakannya bahwa acara tersebut akan dihadiri peserta dari 17 Provinsi di Indonesia, termasuk Kota Batam yang akan memberangkatkan sekitar 19 orang yang dikatakannya telah mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Prestasi anak-anak ini, mudah-mudahan menjadi motivasi para pemangku-pemangku kepentingan, marilah kita mendukung anak-anak kita yang telah berliterasi membanggakan kota Batam,” pungkasnya.

Prestasi yang diraih anak-anak Batam ini, menjadi kebanggaan tersendiri, tidak saja bagi para pendidiknya namun juga warga masyarakat Batam pada umumnya.

Diantaranya, Yumaroh, S.Pd.SD, M.Pd yang merupakan Kepala SD 004 Bengkong, dimana salah satu anak didiknya dan juga Sekolah yang dipimpinnya masuk dalam nominasi daftar nominasi..

Ia mengatakan bahwa dengan adanya Festival Literasi nasional ini membawa dampak yang luar biasa. Puisi karya anak didiknya yakni Mohammad Alfiansyah yang berjudul Garis Khatulistiwa Kita, masuk.dalam nominasi 100 Puisi terbaik.

“Saya sebagai pendidik.merasa bangga, Alhamdulillah dari jumlah murid 342 ada 1 mendapatkan prestasi literasi numerasi Nasional yang nanti akan diselenggarakan di Solo, dan kami Insya Allah akan berangkat menghadiri festival itu, ini membawa dampak yang positif semangat untuk anak-anak, kami paham apa itu literasi untuk kehidupan, Nyalanesia itu, nyalakan masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Selanjutnya Ia berharap agar anak-anak memahami arti penting Literasi, yang itu akan berguna untuk menyiapkan masa depannya.

“Belajar itu tidak cuma di sekolah tapi di luar kita harus belajar membuka wacana, seperti salah satunya membuat puisi, itu salah satu belajar, belajar itu maknanya  berubah dari yang tidak tahu menjadi tahu, itulah belajar, harapan saya anak-anak memahami arti penting belajar itu,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 50 Batam, Liendriani, S.Pd, MM, yang juga turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak didik, terutamanya tim literasi digital yang berhasil masuk dalam 10 besar nominasi tingkat nasional.

Dikatakan juga bahwa Kegiatan yang diadakan Nyalanesia ini adalah kegiatan menggali potensi anak, sehingga anak didiknya yang tadinya belum tahu, kini  memiliki potensi dibidang Literasi digital.

“Alhamdulillah semoga ini menjadi awal bagi anak kami untuk bertumbuh sehingga mereka nanti menjadi siswa-siswa yang mempunyai bakat di bidang literasi, Kegiatan ini tidak dapat terlaksana tanpa adanya Tim Penggiat Literasi Kota batam, yang diketuai oleh Pak Yuhanudin, untuk itu kami ucapkan terimakasih,” pungkasnya.

Selain itu, Kepala SMP Negeri 46 Batam

Heni Mulatsih, S.Pt, yang sekolahnya dan bahkan dirinya masuk dalam nominasi 100 terbaik, turut menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang telah diraih ini.

“Yang pertama saya bersyukur atas prestasi ini, Harapan saya untuk kegiatan seperti ini akan ada terus karena akan mampu meningkatkan literasi kita sekolah,  anak-anak terutama, Mudah-mudahan kami masuk lagilah ke beberapa besar, untuk membawa nama Kota Batam, Aamiin,” ucapnya.

Disampaikannya juga bahwa SMPN 46 Batam telah meraih prestasi saat di gelar Festival Literasi Daerah di Batam lalu, yakni mendapatkan 2 gelar, Juara 3 Literasi Numerasi, Juara 1 Literasi Digital. 

Dan untuk tingkat Nasional nanti Literasi Digital sekolahnya termasuk dalam salah satu dari 10 nominasi terbaik. Selain itu, puisi karya Heni yang berjudul “Nahkoda Di Ujung Samudera” juga masuk nominasi 100 Karya terbaik.

“Puisi ini terinspirasi dari Sekolah saya ketika pertama kali saya ditugaskan, itu kondisi atap itu kalau diterpa angin dan hujan itu kayak mau terbang, jadi dari kondisi yang demikian itu saya ciptakan puisi, jadi riil yang terjadi kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Selanjutnya Koordinator Literasi SD IT At Taubah, Heni Septriana, S.Pd. Mengucapkan rasa terimakasih atas terselenggaranya kegiatan Festival Literasi Batam yang telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi Sekolahnya, yakni sebagai juara 1 Literasi Numerasi dan mendapatkan kesempatan untuk menghadiri Festival Literasi Nasional sebagai 10 Nominasi Terbaik Nasional.

“Terimakasih Kepada Nyalanesia dan juga Tim Literasi daerah Batam serta kepada semua tim yang telah terlibat di dalam kegiatan ini dan kami berharap pembangunan literasi Kota batam semakin maju,” ujarnya.

Kemudian Kepala Satuan Pendidikan SDS Al Azhar 2 Batam, Rini Kumalasari S,Pd, juga menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang berhasil diraih sekolahnya ini.

Dimana prastasi yang berhasil diraih adalah, 

nominasi 10 Sekolah Aktif Baca Tulis Nasional, lalu Nominasi 50 Sekolah Percontohan Nasional serta salah satu siswanya masuk nominasi 100 siswa terpilih nasional.

“Alhamdulillah kami akan diberangkatkan ke Solo untuk melaksanakan malam penganugerahan dari ketiga Nominasi tersebut. Besar harapan saya, semoga kegiatan Festival Literasi Nasional dapat teru s berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dan membawa manfaat atau sebagai penyemangat anak didik atau peserta didik di sekolah untuk lebih mencintai lagi dalam hal berliterasi atau numerasi dan digitalisasi,” tuturnya.

Lanjut Iapun menyampaikan ucapan Terimakasih kepada Nyalanesi, tim koordinator Literasi Batam serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam atas support dan apresiasi kepada sekolah-sekolah di batam, yang dapat nominasi untuk Festival Nyalanesia tersebut 

“Semoga kedepannya kegiatan yang bagus ini, membawa kebaikan untuk kita bersama khususnya di dunia pendidikan,” pungkasnya.

YD

Mantan Dirut Bank Jateng dan BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex

0

RASIO.CO, Semarang – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, dalam kasus dugaan korupsi kredit untuk PT Sritex.

Selain Supriyatno, majelis hakim juga membebaskan mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, dari seluruh dakwaan jaksa penuntut umum.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah atas dakwaan jaksa untuk seluruhnya. Memerintahkan terdakwa untuk dibebaskan seketika setelah putusan ini diucapkan,” kata Ketua Majelis Hakim, Rommel Franciskus Tampubolon, dalam sidang di Semarang dikutip Antara, Jumat (8/5).

Dalam pertimbangannya, hakim menilai para terdakwa tidak terbukti melakukan intervensi dalam proses persetujuan kredit PT Sritex. Hakim juga menyebut tidak ditemukan tekanan terhadap tim analis kredit selama proses pengajuan pinjaman berlangsung.

Selain itu, majelis hakim menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan maupun penyalahgunaan wewenang yang dilakukan terdakwa dalam pemberian kredit tersebut.

Hakim menilai kegagalan PT Sritex melunasi kredit disebabkan adanya manipulasi laporan keuangan yang dilakukan secara terencana oleh pihak perusahaan, sehingga kondisi tersebut tidak dapat dibebankan kepada para terdakwa. Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Supriyatno dan Yuddy Renaldi dengan hukuman 10 tahun penjara.

Tak hanya itu, mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB, Dicky Syahbandinata, juga divonis bebas oleh majelis hakim.

Sementara itu, dalam perkara terpisah, majelis hakim telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap dua mantan petinggi PT Sritex, yakni Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto. Iwan Setiawan Lukminto dijatuhi hukuman 14 tahun penjara, sedangkan Iwan Kurniawan Lukminto divonis 12 tahun penjara. Keduanya juga dikenakan pidana denda masing-masing sebesar Rp1 miliar serta dibebankan uang pengganti senilai Rp677 miliar.

***