RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun yang diwakili asisten Perekonomian dan Pembangunan Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) SOMA yang berlokasi di daerah Zona Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah memberikan apresiasi progres pembangunan PLTU tersebut yang dihadiri Plt Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan bebas Karimun (BP Karimun) Faisal Rizal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Karimun Abdullah, Plt BP Karimun Faisal Rizal, Agustriadi perwakilan PLTU PT Soma Daya Utama dan HRD PT Acset Indonesia Idris Al Ayubi ketika meninjau lokasi pembangunan PLTU SOMA.f.TRI HARYONO
” Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun mengucapkan terimakasih atas pembangunan PLTU SOMA yang berada di kawasan industri. Dan, hingga sekarang pembangunan infrastruktur sudah mencapai 60 persen dan diperkirakan pada bulan September tahun ini selesai dikerjakan,” kata Abdullah yang dihadiri juga , Senin (21/3).
Sehingga, permasalahan listrik kedepannya tidak menjadi kendala di wilayah industri yang mana PLTU SOMA akan mensuplay daya listrik ke perusahan-perusahaan yang ada di kawasan FTZ. Termasuk, untuk kebutuhan rumah tangga maupun perumahan nantinya.
” Pada intinya, Pemerintah Kabupaten Karimun sangat mendukung keberadaan PLTU SOMA. Agar, segera beroperasi dan memberikan daya listrik kepada industri maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sedangkan, Agustriadi perwakilan PLTU PT Soma Daya Utama (SOMA) mengatakan, akan menghasilkan daya listrik mencapai 2×31 Megawatt. Dimana, nantinya akan disalurkan kepada pelanggan sebanyak 2×25 Megawatt dengan luas lahan yang dipergunakan 17 hektar.
” Nanti kita juga memberikan suplay listrik kepada masyarakat juga, selain industri. Untuk mesin pembangkit sudah ada dilokasi dan saat ini progresnya pemasangan mesin mencapai 88 persen,” terangnya.
Sementara itu HRD PT Acset Indonesia Idris Al Ayubi sebagai man kontraktor pembangunan PLTU SOMA menjelaskan, progres pembangunan secara keseluruhan sudah mencapai 80 persen. Dimana, progres pekerjaan dibagi tiga bagian yaitu, progres engineering sudah 96 persen, kemudian progres propermen pengadaan alat-alat mesin 88 persen dan kontruksinya sudah 60 persen.
” Insyallah, September mendatang sudah selesai pekerjaan pembangunan fisik. Sekarang, jeti atau tempat bongkar muat batu batu sudah selesai dan tinggal izin dari KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun layak pakai,” ungkapnya.
Ditanya, untuk tenaga kerja lokal sendiri tidak menjadi masalah. Sebab, hingga sekarang pihaknya sudah menerima tenaga kerja lokal mencapai 40 persen dan 30 persen dari luar pulau Karimun. Sedangkan, untuk tenaga ahli dalam pemasangan mesin maupun elektrikal dari luar daerah.
” Sesuai permintaan dari pak Bupati Karimun, kita sudah masuk 70 persen secara di Kepri untuk tenaga kerja lokal,” kata Idris.
***
