Minggu, April 19, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 802

Kampung Restorative Justice, Selesaikan Perkara secara Kekeluargaan

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam menyambut baik dibentuknya kampung restorative justice di Batam. Keberadaan kampung restorative justice di Batam merupakan program Kejaksaan Agung yang dibentuk oleh Kejaksaan Negeri Batam.

Rudi berharap, keberadaan kampung restorative justice ini bisa memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat Batam. Ia mengungkapkan, penyelesaian perkara secara kekeluargaan dinilai penting demi memberikan keadilan, baik bagi pelaku maupun korban.

“Ini bukan berarti melindungi pelaku kejahatan, tapi untuk keadilan bersama. Lihat dulu kasusnya. Kalau memang harus dihukum, ya dihukum,” kata Rudi, saat menghadiri peresmian kampung restorative justice di Kelurahan Kibing, Batuaji, Batam Selasa (15/3).

Namun, lanjut Rudi, jika bisa diselesaikan secara mufakat bersama tokoh masyarakat dan pihak terkait, ia berharap kasus yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa dalam penanganan kasus dari kejaksaan yang mengutamakan nilai kekeluargaan,” katanya.

Dengan dibentuknya kampung restorative justice tersebut, budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan kekeluargaan ini dijunjung tinggi dalam rangka penegakan hukum. Untuk diketahui, pelaksanaan kampung restorative justice melibatkan seluruh unsur dari Forkopimda di Batam.

Restorative justice merupakan upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. Kampung restorative justice bertujuan untuk lebih memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat dan dalam penerapannya dilakukan secara baik dan profesional.

Adapun, syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah dihukum, kemudian ancaman hukuman dari perbuataanya itu kurang dari 5 tahun. Contohnya, kasus pencurian yang nilai barang curiannya tak lebih dari Rp 2,5 juta.

Di lokasi sama, Kepala Kejaksaan Negeri Batam menyampaikan, sesuai Peraturan Kejaksaan 15/2020 pasal I angka I yang mengatur tentang Keadilan Restoratif, maka kampung tersebut menjadi pelopor untuk menyelesaikan perkara tindak pidana secara kekeluargaan dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku dan korban, serta semua pihak yang berkaitan untuk sama-sama mencari penyelesaian masalah yang adil dengan menekankan pemulihan kembali ke keadaan semula, bukan pembalasan.

“Tidak semua perkata tindak pidana harus diproses hukum. Ada yang namanya restorative justice, penyelesaiannya bisa dilakukan secara musyawarah dan mufakat untuk mendapatkan keadilan dengan pemulihan kembali seperti keadaan semula,” katanya.

“Mencuri yang nilai kecil bisa diselesaikan antara korban dan pelaku bersama keluarga masing-masing serta pihak penegak hukum berkaitan lain menyelesaikan secara baik tanpa merugikan pihak manapun,” kata Herlina.

Restorative justice, jelas Herlina, bukan upaya melindungi pelaku kejahatan, namun sebagai penyelesaian yang mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan yang mana hasil akhirnya tanpa merugikan salah satu pihak, seperti yang ditekankan dalam poin pemulihan pada keadaan yang semula.

“Kampung restorative justice ini menjadi pelopor bagi kelurahan lain di Kota Batam untuk membentuk kampung serupa. Kampung restorative justice fungsinya untuk menyosialisasikan kebijakan restorative justice,” jelasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Efek Samping Daun Salam di Balik Manfaatnya yang Berlimpah

0

RASIO.CO, Jakarta – Efek samping daun salam ternyata berpotensi mengganggu kesehatan. Meski daun yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan ini dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, tidak semua orang cocok mengonsumsinya.

Dilansir dalam Alodokter.com, daun salam sejak dulu dipercaya memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol, melancarkan pencernaan, menurunkan kadar gula darah, hingga mencegah kanker.

Meski begitu, penggunaannya harus hati-hati karena beberapa penelitian menemukan bahwa daun salam bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi medis tertentu. Daun salam diduga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, di antaranya adalah:

Menurunkan gula darah dan kolesterol

Daun salam mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Zat tersebut dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes.

Mencegah batu ginjal

Daun salam juga dipercaya mampu mengurangi jumlah enzim urease penyebab batu ginjal dan gangguan lambung. Meski demikian, manfaat daun salam ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Mencegah kanker

Penelitian memaparkan bahwa ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan sel kanker kolorektal, kanker darah, dan kanker payudara.

Bukan hanya itu, daun salam juga dianggap mampu membantu pembentukan memori dan mengurangi peradangan di daerah luka. Namun, berbagai klaim tentang manfaat daun salam di atas masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut.

Apa Saja Efek Samping Daun Salam?

Hindarilah mengonsumsi daun salam secara utuh, walau sudah dibersihkan dan dimasak. Daun salam tidak dapat dicerna tubuh meski telah dikunyah. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan pada tenggorokan atau saluran pencernaan. Selain itu, daun salam tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh:

Penderita diabetes

Daun salam dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun, mengonsumsi daun salam bersamaan dengan obat diabetes dapat menyebabkan hipoglikemia akibat penurunan kadar gula darah yang berlebihan dan sulit dikontrol.

Ibu hamil dan menyusui

Wanita hamil atau menyusui perlu berhati-hati saat hendak mengonsumsi daun salam. Sampai saat ini, belum ada informasi yang akurat tentang takaran aman penggunaan daun salam untuk ibu hamil dan menyusui. Maka dari itu, ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi daun salam.

Pasien yang akan menjalani pembedahan

Jika Anda sudah dijadwalkan menjalani proses bedah dalam waktu dekat, hindarilah mengonsumsi daun salam, minimal sejak dua minggu sebelum menjalani operasi. Daun salam diduga dapat memperlambat kerja sistem saraf dan otak, sehingga berisiko mengganggu efek obat-obatan anestesi saat pembedahan dan setelahnya.

Secara umum, mengonsumsi daun salam sebagai makanan tergolong aman. Anda boleh saja sesekali menambahkan daun salam sebagai pelengkap masakan.

Namun, jika hendak mengonsumsi daum salam sebagai obat herbal, lebih baik Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter. Pasalnya, daun salam mungkin dapat menimbulkan efek samping atau memengaruhi obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

***

Ismail Sebut Alam Pemilik Balpres dan Rokok Ilegal di Jembatan IV Barelang

0

RASIO.CO, Batam – Kasus penyeludupan Balpres,rokok dan mikol yang diduga dimuat di pelabuhan tikus jembatan IV Barelang, Batam yang bergulir di PN Batam makin panas.

Pasalnya, dipersidangan atas pengakuan terdakwa Ismail Harum terungkap pemilik barang illegal tersebut diduga bernama alam, namun bebas berkeliaran diluar sementara Ismail meringkuk dalam sel.

“Pemilik barang Alam dan saat muat barang di jembatan IV Brelang dia ada,” kata Ismail di Ppn batam saat digelar secara virtual. Selasa(15/03).

Selain itu, kata terdakwa, saya merupakan orang suruhan membawa kapal dan diupah Rp4 juta perbulan.

“Pemilik kapal yang dijadikan saksi kemarin di jaksa,,” ujarnya.

Sebelumnya, Terungkap penggakuan terdakwa Ismail Harum dipersidangan kapal Bintang East sebelum tertangkap lima kali menyeludupkan rokok, ballpres serta mikol dari pelabuhan ilegal jembatan IV Barelang, Batam.

“Lima kali diperintahkan menyeldupkan barang tujuan palalawan-riau dan kelima tertangkap beacukai,”

“Ada enam orang kami, empat abk satu orang bernama syaiful dari pihak pemilik barang bernama alam,” kata Ismail di ruang sidang Wirjono Profjodikoro PN Batm yang digelar secara online, Selasa(15/03).

Lanjut terdakwa, barang illegal tersebut milik Alam dan ketika dilakukan pemauatan barang di jembatan IV barelang, Batam, alam ada memantau bahkan ketika tertangkap anak buahnya bernama syaiful ikut mengawal barang.

“Namun yang dijadikan tersangka hanya saya, padahal saya hanya orang suruhan dan digaji Rp4 juta perbulan,” ujar terdakwa.

Tedakwa menambahkan, kapal dari luar ke batam membawa sayur-sayuran dan keluar batam barulah membawa barang illegal bermacam-macam tergantung pesanan.

Adi@www.rasio.co //

Rudi Pastikan Pembangunan Infrastuktur Sampai ke Hiterland

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam hadir dalam kegiatan silaturahmi dengan kader posyandu, kader desa siaga, RTRW, LPM dan tokoh masyarakat Kecamatan Belakangpadang.

Rudi hadir bersama Wagub Kepri, Marlin Agustina dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Selain itu juga didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batam.

Dalam kesempatan itu, Rudi tidak hanya menyapa masyarakat setempat, tapi juga meninjau pembangunan infrastruktur di Kecamatan Belakangpadang. Termasuk pelabuhan ponton yang sebelumnya roboh.

“Pelabuhan ini sebenarnya memang sudah akan dibangun tahun ini, masih proses tender,” kata Rudi di Gedung Nasional, Kecamatan Belakangpadang, Selasa (15/3).

Rudi memastikan Pemko Batam tidak hanya fokus terhadap pembangunan di pusat Kota Batam. Tapi juga pembangunan infrastruktur di kecamatan-kecamatan Hinterland tak terkecuali Kecamatan Belakangpadang. Dijelaskannya bahwa pihaknya sudah merencanakan pembangunan Belakangpadang sebagai daerah pariwisata. Karena itu pembangunan infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting untuk terus digesa.

Mari kita bangun belakangpadang sebagai kota pariwisata, tidak hanya orang Batam yang berkunjung tapi juga wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Kehadiran Rudi disambut antusias masyarakat Belakangpadang, yang memang sudah menunggu sejak pagi di Gedung Nasional. Ketua Forum Kader Posyandu Kecamatan Belakangpadang mengatakan pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemko Batam yang selalu memperhatikan masyarakat di Kecamatan Belakangpadang.

“Apresiasi kepada Bapak Muhammad Rudi yang sudah bekerja keras membangun Kota Batam, tapi tidak melupakan Belakangpadang,” kata Suwardi.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih karena maskipun dalam pandemi Covid-19, insentif untuk kader posyandu tetap berjalan lancara dan tidak ada pengurangan.

“Tentu kami sangat berterimakasih, karena insentif ini sangat membantu kegiatan kami,” ujarnya.

 Redaksi@www.rasio.co//

Lima Kali Kapal Bintang East lolos Seludupkan Rokok, Ballbres dari Jembatan IV Barelang

0

RASIO.CO, Batam – Terungkap penggakuan terdakwa Ismail Harum dipersidangan kapal Bintang East sebelum tertangkap lima kali menyeludupkan rokok, ballpres serta mikol dari pelabuhan ilegal jembatan IV Barelang, Batam.

“Lima kali diperintahkan menyeldupkan barang tujuan palalawan-riau dan kelima tertangkap beacukai,”

“Ada enam orang kami, empat abk satu orang bernama syaiful dari pihak pemilik barang bernama alam,” kata Ismail di ruang sidang Wirjono Profjodikoro PN Batm yang digelar secara online, Selasa(15/03).

Lanjut terdakwa, barang illegal tersebut milik Alam dan ketika dilakukan pemauatan barang di jembatan IV barelang, Batam, alam ada memantau bahkan ketika tertangkap anak buahnya bernama syaiful ikut mengawal barang.

“Namun yang dijadikan tersangka hanya saya, padahal saya hanya orang suruhan dan digaji Rp4 juta perbulan,” ujar terdakwa.

Tedakwa menambahkan, kapal dari luar ke batam membawa sayur-sayuran dan keluar batam barulah membawa barang illegal bermacam-macam tergantung pesanan.

Adi@www.rasio.co //

DKP Lingga Distribusikan Bibit Ikan Nila

0

RASIO.CO, Lingga – Balai Benih lkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, mendistribusian bibit ikan Nila kepada Kelompok Mandiri, yang ditabur lansung dikolam yang telah disiapkan, di Objek Wisata Batu Ampar, Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri. Senin (14/3) siang.

Plt. Kepala DKP Lingga, Sutarman mengatakan, pendistribusian bibit ikan Nila ini, adalah untuk mendukung Objek Wisata Batu Ampar. yang mana setelah diserahkan bibit ikan ini, lansung kita ditabur pada kolam yang telah disiapkan.

“Ini adalah salah satu untuk menarik kunjungan bagi yang berekreasi di objek wisata Batu Ampar,” kata Sutarman usai penyerahan dan menabur bibit ikan Nila di Objek Wisata Batu Ampar.

Bibit ikan Nila yang kita tabur ini, jelas Sutarman, sebanyak 500 ekor bibit ikan Nila, ini merupakan bibit yang kita serahkan untuk tahap dua, karena pada tahap pertama kita sudah menyerahkan dan menabur bibit ikan Nila sebanyak 2000 ekor. di kolam yang juga pada objek wisata Batu Ampar ini.

Bibit ikan Nila yang kita tabur ini, lanjut Sutarman, akan menjadi faktor pendukung utama pada objek wisata Batu Ampar ini. untuk saat ini bibit yang ditabur ini hanya untuk kebutuhan objek wasita Batu Ampar, namun jika kapasitasnya bisa berlebih akan kita bawa juga keluar.

“Dipilihnya ikan Nila, karena Batu Ampar jauh dari laut dan berada jauh ke darat, disini nantinya akan dijadikan pusat ikan Nila, dan akan didirikan rumah makan ikan Nila, sehingga wisatawan berkunjung ke Batu Ampar bisa menikmatinya,” tutupnya.

Hadir saat pendistribusian dan menabur bibit ikan Nila, Plt. Kepala Dinas Perikanan Lingga bersama staff, Anggota DPRD Lingga dari Komisi II, Sekdes Desa Batu Kacang, serta Kelompok Mandiri penerima bibit ikan Nila.

Puspan

Wisatawan Singapura Kini Bebas Berlibur di Batam dan Bintan

0

RASIO.CO, Batam – Wisatawan Singapura yang masuk ke Kota Batam sekarang tidak hanya bisa berlibur di kawasan Nongsa Batam dan Lagoi Bintan dalam skema travel bubble. Tetapi, akses mereka sudah dibuka di seluruh kawasan Pulau Batam dan Bintan berdasarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2022 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 pusat.

“Berdasarkan surat edaran itu, kita tidak ada travel bubble lagi, tetapi turis sudah bisa berlibur ke tempat lain yang penting Pulau Batam dan Pulau Bintan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Minggu (13/03).

Sejak 24 Februari 2022, pemerintah sudah menerapkan perjalanan gelembung atau travel bubble untuk wisatawan asing asal Singapura. Lewat skema itu, turis Singapura hanya bisa berlibur di kawasan Nongsa Batam dan Lagoi Bintan.  Ia mengatakan pihaknya terus mendorong pelonggaran itu tidak hanya untuk Batam dan Bintan, tetapi juga ke beberapa daerah lain di Kepri seperti Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas.

“Kita terus evaluasi ini setiap minggunya, harapan kita seluruh Kepri bisa dikunjungi turis dari Singapura,” ujarnya. 

Setelah adanya surat edaran itu, menurut Buralimar, pemerintah Kepri akan mengeluarkan surat keputusan Gubernur Kepri, terutama mengatur wilayah-wilayah yang bisa dikunjungi turis dan beberapa aturan lainnya.

“Di SE 13 itu, daerah bisa menentukan kawasan yang bisa dikunjungi turis, Insya Allah dalam waktu dekat akan kita keluarkan SK Gubernur,” ujarnya. 

Menurut Buralimar, pelonggaran akses wilayah berdasarkan kawasan merupakan hasil evaluasi pemerintah pusat, salah satunya melihat angka kasus Covid-19. Selain itu, skema travel bubble dinilai kurang menarik bagi turis karena perjalanannya terbatas. Hal itu terlihat dari jumlah turis yang datang hanya berada di bawah 10 orang ke bawah setiap harinya.

“Makanya kita terus dorong diperluas seluruh Kepri,” kata Buralimar. 

Buralimar juga meminta kepada turis agar tidak pusing dengan aturan yang baru meskipun perubahannya begitu cepat. Misalnya dari Surat Edaran 10 menjadi Surat Edaran 13.

“Sebenarnya aturan itu saling memperkuat saja, tidak perlu adaptasi-adaptasi lagi, turis tidak perlu khawatir,” ujarnya. 

Pembukaan secara luas kawasan lokasi liburan wisatawan di Kepri mendapat respons baik dari pelaku wisata.

“Syukur kita, ini sudah mulai membaik, semoga ke depan semakin banyak turis yang masuk Batam,” kata Anddy, Chairman Nongsa Sensation. 

Menurut Anddy, selama uji coba travel bubble sekitar dua pekan yang lalu, sudah 52 orang turis Singapura yang berlibur ke kawasan Nongsa. Beberapa bulan ke depan, terutama bulan Maret sudah ratusan turis yang memesan paket liburan ke Nongsa Sensation.

“Yang menginap ada yang tiga hari dua malam bahkan sampai ada yang satu minggu,” kata Anddy. 

Dengan kebijakan baru itu, wisatawan dari Singapura sudah bisa berlibur di Batam dan Bintan tanpa terbatas di kawasan tertentu. Selain bisa menikmati berlibur di resort dan hotel, wisatawan bisa berkunjung ke desa wisata yang ada di Kota Batam dan menjajal kuliner yang berada di kota bandar madani ini. 

***

Sulfanow Pimpin Rapat Dengar Pendapat Umum

0

RASIO.CO, Karimun – Ketua Komisi I DPRD Karimun pimpin rapat Dengar Pendapat umum Bersama Mitra Kerja Komisi I DPRD kabupaten Karimun, yang didampingi Wakil Ketua Komisi I dan anggota komisi I tentang penyerahan notulen seminar dan pembahasan lanjutan dari hasil seminar bedah sejarah kabupaten Karimun Bertuah.

Mungkin gambar 15 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Turut Hadir dalam Rapat tersebut Ka Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Karimun, yang diwakili oleh Kabid Pendidikan dan kebudayaan, Ketua Dan Pengurus Inti lembaga adat Melayu, LAM Kab. Karimun Dan Ketua serta Pengurus Inti Aliansi Boedak Balai Bersatu Kabupaten Karimun.

Mungkin gambar 7 orang, orang duduk dan orang berdiri

***

Kantongi Izin Kemendikbudristek, Politeknik Lingga Jawab Kebutuhan Negara

0

RASIO.CO, Lingga – Setelah hampir setahun dibentuk oleh Yayasan Kemajuan Lingga Terbilang, Politeknik Lingga akhirnya resmi mendapat Surat Keputusan dari Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi dan akan menjadi satu-satunya politeknik pertanian yang ada di negeri Segantang lada Bunda Tanah Melayu.

Surat Keputusan Kemendikbudristek yang terbit pada tanggal 11 Maret 2022 tersebut, merupakan bentuk kepedulian mantan Bupati Lingga Alias Wello yang sejak ditunjuk sebagai Bupati Lingga pada periode 2016-2020 yang lalu langsung mencanangkan program pertanian sebagai salah satu program unggulan di Kabupaten Lingga yang merupakan wilayah kepulauan dengan luas lautnya melebihi luas daratan.

Alias Wello yang juga pelopor sekaligus Ketua Yayasan Kemajuan Lingga Terbilang mengaku dengan terbitnya SK tersebut, setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama dan melalui proses yang cukup panjang, kampus Politeknik di Kabupaten Lingga akan menjadi kampus pertanian pertama di Kepulauan Riau.

“Ini tentunya menjadi cikal bakal kita, untuk menjawab tantangan bangsa saat ini yang sedang krisis petani, dan tanggung jawab ini bukan hanya negara tapi kami sebagai warga negara juga memiliki tanggung jawab sehingga sejak dulu saya mengiginkan ada kampus pertanian di Kabupaten Lingga,” ujarnya saat dihubungi.

Pria yang menyandang lulusan terbaik (cumlaude) untuk program magister di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini mengaku bahwa program pertanian sangat penting bagi Kepulauan Riau yang merupakan daerah kepulauan tersebut. Bahkan tidak hanya di Kepulauan Riau, namun di Sumatera saat ini sangat membutuhkan studi yang fokus dibidang pertanian untuk menambah minat cikal bakal petani muda.

“Tentu target kita tidak hanya di Kepri, tapi di Sumatera ini bukan hal yang mustahil dari data Badan pusat statistik, di Pulau Jawa yang menjadi sentral pertanian selama ini di Indonesia minat orang menjadi petani sangat rendah dan terus turun setiap tahunnya,” ujar Alias Wello.

Berbagai lembaga penelitian seperti LIPI dan lainnya menjadikan persoalan petani muda sebagai masalah serius bagi Indonesia kedepan. Anak-anak muda sekarang sangat tidak berminat menjadi petani, bahkan di daerah penghasil beras seperti di Pulau Jawa hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata usia petani 45 – 49 tahun berada di angka 36,30 % dan untuk usia 30-44 berada diangka 24,06 persen.

“Angka tersebut tentu menjadi persoalan serius bagi kita, padahal pertanian sangat penting di Indonesia, karena kita semua membutuhkan kebutuhan pokok baik itu beras maupun kebutuhan pokok lainnya dari hasil bumi,” ujarnya.

Ancaman serius ini juga pernah diungkapkan oleh Badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 menyatakan bahwa hampir 80 persen petani di Indonesia lulusan Sekolah Dasar (SD) dan paling tinggi Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Ini tentu menjadi persoalan kita, mungkin tahun 2063 kita tidak punya lagi petani, karena orang bertani menjadi pilihan terakhir bukan pilihan utama atau pelarian, ini menjadi sangat serius,” ujar Plt Direktur Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas Mia Amalia dalam Webinar sistim pangan dan perencanaan kota IKN.

***

Marak Penipuan Kavling, BP Batam Minta Masyarakat Lebih Teliti

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menghimbau kepada seluruh masyarakat Batam agar tidak membeli Kavling Siap Bangun yang lokasi lahannya tidak pernah dialokasikan BP Batam sebelumnya. Mengingat BP Batam tidak lagi mengeluarkan izin program KSB usai tahun 2016 silam.

Hal ini disampaikan kembali oleh pihak BP Batam, seiring dengan maraknya keluhan dan laporan masyarakat terkait dengan penawaran penjualan kavling mengatasnamakan KSB sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan.

“Tentu menjadi perhatian kami, terkait maraknya promosi jual beli kavling mengatasnamakan KSB, apalagi yang sering kita lihat di media sosial. Kami tak henti-hentinya untuk kembali menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat, agar teliti dan hati-hati terhadap potensi penipuan penjualan kavling ilegal ini.” kata Tuty.

BP Batam menyampaikan hal ini karena tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban penipuan. Tergiur dengan promosi yang murah, karena ingin mendapat hunian dengan mudah, sebaliknya, masyarakat yang telah melakukan transaksi tanpa melakukan verifikasi dokumen legalitas lahannya, menjadi resah karena merugi, dan menyesal di kemudian hari.

Ariastuty menghimbau masyarakat Batam agar lebih hati-hati, teliti dan waspada terhadap penawaran-penawaran lahan yang diperjualbelikan dengan mengatasnamakan program KSB.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat  dapat melakukan konfirmasi ke BP Batam untuk kroscek keabsahan dokumen sebelum melakukan transaksi jual beli, tepatnya di bagian Ruang Konsultasi Direktorat Pertanahan BP Batam, di Gedung Bida Utama, Kantor BP Batam.

“Masyarakat silahkan datang lebih dulu (untuk konfirmasi legalitas dokumen) ke kami (Ruang Konsultasi Lahan), jangan sampai sudah transaksi, terdapat permasalahan, baru kemudian datang. Penting untuk teliti sebelum membeli, agar masyarakat tidak merugi.” Terang Tuty.

Lebih lanjut, Tuty mengatakan, bagi perusahaan – perusahaan yang sudah mendapat izin pada tahun sebelum 2016 terkait program KSB, hanya berupa izin pematangan lahan. Bukan untuk penjualan kavling, karena alokasi lahan tetap menjadi kewenangan BP Batam.

Sementara itu, dari sisi pengawasan dan pengamanan, secara intern, Direktorat Pertanahan bekerja sama dengan Direktorat Infrastruktur Kawasan dan Direktorat Pengamanan Aset. Bila terdapat laporan dari masyarakat terkait ini, maka BP Batam sesuai prosedur, akan melakukan analisa dan menindaklanjuti sesuai dengan peruntukkannya.

Selanjutnya, sesuai aturan hukum yang berlaku apabila terdapat sanksi pelanggaran undang-undang, dapat ditindaklanjuti melalui aparat penegak hukum.

Redaksi@www.rasio.co//