CRBC Tertarik Investasi, Jembatan Batam–Bintan Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Kepri

0
2519
Foto/Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura bersama delegasi China Road and Bridge Corporation (CRBC) di Gedung Daerahz Tanjungpinang, Rabu (27/8).

RASIO.CO, Tanjungpinang – Jembatan Batam-Bintan digadang menjadi motor baru penggerak ekonomi Kepulauan Riau. Infrastruktur strategis ini diproyeksi mampu memperlancar mobilitas barang dan jasa, memangkas biaya logistik, serta membuka peluang investasi di sektor industri, perdagangan, hingga pariwisata.

Sinyal positif pembangunan jembatan tersebut terlihat setelah China Road and Bridge Corporation (CRBC), perusahaan konstruksi raksasa asal Tiongkok, menyatakan minat menjajaki peluang investasi. Hal itu disampaikan dalam audiensi dengan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (27/8).

Delegasi CRBC yang hadir antara lain Deputy General Manager Shi Yao Hua, Marketing Manager Li Honghe, dan Business Development Engineer Kelvin Gostalin. Mereka didampingi perwakilan KPN Corp, Lian Pongoh, serta perwakilan Yero Energy Indonesia, Slamet Riyanto.

CRBC merupakan anak perusahaan China Communications Construction Company (CCCC) yang berpengalaman menggarap proyek kelas dunia, termasuk Jembatan Suramadu, Jembatan Tayan, Tol Solo–Kertosono, dan Tol Cisumdawu.

Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, memaparkan konsep Jembatan Batam-Bintan yang dirancang sepanjang total 14,74 km, terdiri atas 7,68 km jembatan dan 7,06 km jalan penghubung. Dengan panjang tersebut, Batam-Bintan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, melampaui Suramadu.

Ia menyebut sejumlah kewajiban pemerintah daerah sudah dituntaskan, mulai dari DED, dokumen lingkungan, Andalalin, izin clearance, pengadaan lahan, hingga izin kawasan hutan. Saat ini, pemerintah pusat tengah melakukan review DED dan soil investigation untuk menentukan estimasi biaya pembangunan.

“Arus kendaraan Batam–Bintan akan jauh lebih lancar karena selama ini hanya mengandalkan kapal Roro. Dengan adanya jembatan, perputaran ekonomi Kepri semakin kuat dan memberi multiplier effect bagi sektor lain,” ujar Nyanyang.

Sementara itu, Lian Pongoh dari KPN Corp menegaskan komitmen mendukung percepatan pembangunan dengan menggandeng CRBC sebagai mitra potensial. “Proyek ini bukan hanya menghubungkan dua pulau besar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kepri,” katanya.

Nyanyang memastikan Pemprov Kepri terus melobi pemerintah pusat agar proyek masuk prioritas nasional. Gubernur Kepri Ansar Ahmad disebut telah melakukan pembicaraan intensif dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis maupun pembiayaan.

Dengan dukungan pusat, keterlibatan investor global, serta semangat masyarakat Kepri, Jembatan Batam-Bintan diharapkan segera terwujud sebagai simbol konektivitas dan akselerasi pembangunan ekonomi daerah.

Redaksi@www.rasio.co//

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini