Selasa, Juni 2, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 968

Jumlah Pasien Terus Berkurang, Tiga Kecamatan Zona Hijau

0

RASIO.CO , Batam- Penanganan Covid-19 di Batam terus membuahkan hasil. Jumlah pasien Covid-19 terus berkurang, tersisa 269 pasien dirawat hingga 29 Agustus 2021.

“Untuk zona hijau atau nol kasus Covid-19 bertambah satu, Kecamatan Batuampar. Sebelumnya yang sudah masuk zona hijau yakni Bulang dan Galang,” ujar Wali Kota Batam,Minggu (29/8) kemarin.

Secara keseluruhan, per kecamatan, lanjut Rudi, Belakangpadang dan Nongsa zona kuning. Selebihnya, masih zona merah. Namun, jika berdasarkan sebaran kasus di masing-masing kelurahan, hanya Kelurahan Belian yang masih zona merah.

“Terus terapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” katanya.

Ia mengungkapkan, penanganan Covid-19 di Batam tak lepas dari kerja keras semua pihak termasuk tenaga kesehatan, tenaga keamanan, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

“Kita berharap kasus Covid-19 di Batam segera berakhir,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga 29 Agustus 2021, jumlah pasien di Batam sebanyak 25.457 orang. Dari total itu, 24.384 orang sudah dinyatakan sembuh, 804 orang meninggal dunia, dan tersisa 269 pasien masih dirawat.

“Tingkat kesembuhan 95,7 persen. Meski banyak yang sudah sembuh, protokol kesehatan jangan sampai kendur,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

Amsakar Terpilih Sebagai Ketua KAHMI

0

RASIO.CO , Batam – Amsakar Achmad terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kota Batam periode 2021-2026.

Amsakar terpilih aklamasi dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) VI KAHMI Batam yang berlangsung di Hotel PIH Batam Center, Sabtu (28/8) lalu.

“Yang pertama saya sampaikan terimakasih karena sudah mengamanahkan saya sebagai ketua KAHMI Batam,” kata Amsakar.

Sejak awal Amsakar menyatakan komitmennya  bagi keberlangsungan perkaderan HMI. Ia juga siap mencurahkan waktu dan perhatiannya bagi KAHMI, sehingga dapat lebih memberikan maslahat bagi umat dan masyarakat.

“Ketika bisa membangun kebersamaan, maka tidak ada kerja yang tidak bisa kita selesaikan,” katanya.

Karena itu pihaknya akan segera menyelesaikan semua rekomendasi-rekomendasi yang dibahas dalam musda. Kemudian juga akan segera menyusun kepengurusan KAHMI Kota Batam dalam waktu dekat ini.

“Kita akan bahas berdiskusi lebih lanjut dalam menyusun kepengurusan,” jelasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Wagub Marlin Hadiri Lomba Tumpeng Merah Putih

0

RASIO.CO , Batam – Wagub Marlin hadiri Lomba Tumpeng Merah Putih di Mall Botania II, Batam, Minggu (29/8) kemarin.

Wagub Marlin Agustina berharap sektor pariwisata di Kepulauan Riau bangkit kembali. Pandemi covid-19 diharapkan terus melandai dan berakhir, sehingga segala sektor ekonomi kembali pulih terlebih kuliner-kuliner di yang selalu diburu wisatawan.

“Kita sangat berharap dan berdoa keadaan pandemi di Kepri terus membaik dan membaik. Pariwisata yang lesu hanpir dua tahun ini pun kita harapkan bangkit kembali, sehingga kreasi kuliner pelaku usaha di Kepri terus menggerakkan ekonomi,” katanya.

Wagub Marlin menyambut baik perlombaan tumpeng merah putih ini. Dia berharap acara ini terus terselenggara ke depannya, dan menjadi salah satu sektor yang mendukung bangkitnya kembali pariwisata Kepri.

Kolaborasi dan kerja sama semua pihak, diharapkan Wagub Marlin terus terjalin untuk menghidupkn sektor kuliner. Terlebih, banyak pelaku UMKM di Batam di sektor ini yang terdampak pandemi covid19.

“Kami akan terus mendukung dan mendorong UMKM di Kepri terus tumbuh,” kata Wagub Marlin.

Saat ini, kata Wagub Marlin, kondisi pandemi di Kepri terus melandai. Sudah menurun sebanyak lebuh dari 80 persen sepanjang Agustus ini bilang dibanding Juli lalu.

Keberhasilan ini, kata Wagub Marlin berkat dukungan semua komponen masyarakat Kepri. Ikhtiar bersama dengan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan serta PPKM terus memperlihatkan hasilnya.

Karena itu, Wagub Marlin berharap masyarakat Kepri tidak lalai setelah melihat penurunan kasus ini. Tetaplah berdisiplin dengan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.

“Kita ingin di Kepri level PPKM terus menurun. Juga berharap pandemi ini berakhir, sehingga pariwisata kembali bangkit, dan ekonomi semua sektor pulih kembali,” kata Wagub Marlin.

Saat perlombaan itu, tampak hadir Wakil Ketua TP PKK Kota Batam Erlita Sari Amsakar, Kadis Pariwisata Kepri Buralimar, GM Mall Botania 2 Lintar, Ketua Deaan Juri M Nur Apriliandi Nasution dan Ketua Panitia Pelaksana, Surya.

Redaksi@www.rasio.co//

Kenali Ciri-Ciri Gangguan Mental

0

RASIO.CO , Jakarta – Ciri-ciri gangguan mental sering kali tidak disadari, karena kerap dianggap sebagai perubahan emosi, pikiran, dan perilaku yang normal terjadi. Padahal, jika sudah berlarut-larut, terutama jika sudah mengganggu aktivitas dan kualitas hidup, kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak semakin parah.

Gangguan mental merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di Indonesia. Menurut data tahun 2018, setidaknya ada 10–13% penduduk Indonesia yang mengalami gangguan jiwa, bahkan 1,7% di antaranya menderita gangguan jiwa berat.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dari psikiater maupun psikolog, penderita gangguan mental atau ODGJ bisa mengalami kesulitan untuk menjalani hidup yang produktif.

Mereka juga bisa lebih rentan untuk menggunakan obat-obatan terlarang, kecanduan minuman beralkohol dan merokok, serta melakukan perilaku ­self-injury atau bahkan bunuh diri.

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental, mulai dari faktor genetik, pernah mengalami kejadian traumatis di masa lalu, gaya hidup yang tidak sehat, cedera pada otak, hingga stres berat yang berkepanjangan.

Selain itu, situasi yang sedang sulit, seperti pada masa pandemi COVID-19 ini, juga bisa membuat orang lebih rentan mengalami gangguan mental.

Ciri-ciri gangguan mental pada setiap orangnya bisa bervariasi, tergantung pada jenis gangguan mental yang dialami dan tingkat keparahannya. Namun, secara umum, orang yang mengalami gangguan mental akan menunjukkan salah satu atau beberapa ciri berikut ini:

1. Perubahan suasana hati

Kalau kamu atau orang di sekitarmu akhir-akhir ini sering merasa cemas, mudah marah, sedih, ketakutan yang berlebihan, dan lebih sensitif, ini perlu diwaspadai. Pasalnya, perubahan mood atau suasana hati ini mungkin bisa jadi salah satu ciri gangguan mental.

Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi karena adanya faktor pencetus tertentu, seperti stres karena tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau ada anggota keluarga atau kerabat yang meninggal, maka hal ini masih tergolong normal.

Perubahan mood baru patut dicurigai sebagai ciri-ciri gangguan mental ketika sudah terjadi dalam waktu lama, tidak jelas pencetusnya, dan sulit dikontrol.

2. Penurunan fungsi kognitif

Gangguan mental dapat membuat fungsi kognitif seseorang menurun, seperti sulit berpikir jernih, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, serta susah dalam mengambil keputusan. Pada tingkatan yang lebih parah, penderita gangguan mental juga bisa mengalami paranoid, delusi, atau halusinasi.

Hal tersebut bisa membuat penderita gangguan mental menjadi kurang produktif dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari di kantor, rumah, atau sekolah.

Gangguan pada fungsi kognitif ini bisa menjadi salah satu ciri dari depresi berat, skizofrenia, gangguan kepribadian, PTSD, atau gangguan mood, seperti gangguan bipolar.

3. Perubahan perilaku

Masalah pada kesehatan mental bisa juga memengaruhi perilaku seseorang. Ketika mengalami gangguan mental, seseorang bisa saja menjadi mudah tersinggung, cepat lelah atau merasa kurang bertenaga, kehilangan motivasi, kurang menikmati hubungan seksual, gugup, atau bahkan menjadi lebih agresif terhadap orang lain.

Mereka juga mungkin akan mengalami anhedonia, yaitu kondisi ketika seseorang tidak bisa merasakan kesenangan dan sulit menikmati hidup. Kondisi ini bisa membuat penderita gangguan mental merasa tertekan, tidak bahagia, dan kehilangan minat untuk melakukan sesuatu hal yang sebelumnya dianggap menarik.

Anhedonia cukup umum dialami oleh penderita depresi, anoreksia, skizofrenia, PTSD, dan gangguan bipolar. Selain itu, penderita ganggguan mental juga bisa mengalami burnout, yaitu kondisi stres berat yang membuat penderitanya kehilangan minat terhadap pekerjaan. Akibatnya, hal ini dapat menurunkan pefroma kerja.

4. Gangguan tidur dan makan

Gangguan tidur juga merupakan salah satu ciri gangguan mental. Penderita gangguan jiwa biasanya akan merasa susah tidur, terlalu banyak tidur, atau mungkin tidak bisa tidur sama sekali (insomnia). Hal ini bisa membuat mereka menjadi kurang berenergi dan tidak produktif saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain gangguan tidur, penderita gangguan mental juga bisa mengalami gangguan makan, misalnya jadi tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan (stress eating). Hal ini bisa meningkatkan risiko mereka terkena obesitas atau kekurangan nutrisi.

5. Menarik diri dari lingkungan sosial

Penderita gangguan mental tertentu, seperti depresi, gangguan bipolar, PTSD, gangguan cemas, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia, biasanya akan sering menarik diri dari lingkungan sosial.

Mereka juga kerap merasa sulit beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya kepada orang lain, bahkan memutus hubungan secara mendadak dengan keluarga dan teman-temannya.

6. Kurang percaya diri atau kerap merasa rendah diri

Rendahnya rasa percaya diri sebetulnya tidak selalu menandakan bahwa seseorang mengalami gangguan mental. Ini mungkin bisa saja karena sifat pemalu yang normal dimiliki.

Namun, jika perasaan rendah diri tersebut kerap membuat seseorang sering menyalahkan diri sendiri, membenci atau menyakiti diri sendiri, atau bahkan memiliki ide atau sudah mencoba untuk bunuh diri, maka hal ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri gangguan mental yang perlu diwaspadai.

Pada intinya, ciri-ciri gangguan mental memang agak mirip dengan masalah emosi atau perilaku yang normal terjadi, tetapi jika diperhatikan dengan seksama, perbedaannya terlihat cukup jelas, kok.

Jika kamu atau kenalanmu ada yang menunjukkan ciri tersebut, sebaiknya periksakanlah kondisi ini ke dokter atau psikolog. Penanganan yang tepat penting dilakukan sejak dini sebelum gangguan mental semakin parah dan menimbulkan penurunan kualitas hidup secara signifikan.

Selain itu, pengetahuan mengenai kesehatan mental juga penting untuk dimiliki setiap orang, agar mereka bisa mengenali ciri-ciri gangguan mental dan segera mencari pertolongan ketika mengalaminya. Hal ini juga penting untuk menghilangkan stigma sosial dan diskriminasi terhadap para ODGJ.

Sumber : Alodokter.com

Pelaksanaan Rekrutmen Seleksi Kompetensi Guru PPPK Diundur

0

RASIO.CO, Lingga – Disdikpora Kabupaten Lingga, menyampaikan Pelaksanaan Rekrutmen Seleksi Kompetensi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahun 2021 diundur.

Dijadwalkan kegiatan Seleksi Kompetensi tahap pertama yang semula, pada tanggal 30 Agustus 2021, diundur menjadi tanggal 13-17 September 2021. Kepala Disdikpora Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, khusus wilayah Kabupaten Lingga, jumlah pendaftar belum disampaikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Maupun juga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), namun Formasi rekrutmen kebutuhan ditetapkan sebanyak 442 orang yang tersebar di 13 Kecamatan,” kata Junaidi Adjam kepada media, Ahad (29/8/2021).

Untuk itu, lanjut Junaidi, Panitia Kabupaten telah diminta untuk Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan telah ditetapkan di SMA Negeri.2 Singkep, serta sebanyak 52 perangkat Komputer, dalam pelaksanaan TUK dibuat dalam 8 sip selama 4 hari.

“Alhamdulillah, panitia Kabupaten Lingga telah berkoordinasi dng SMA Negeri.2 Singkep, Proktor dan operator dengan hasil yang diharapkan pelaksanaan Uji Kompetensi I ini, tidak ada kendala baik perangkat maupun jaringan,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi ini ada 3 Tahap: pertama khusus guru honor yang telah bertugas di sekolah negeri,
Kedua guru honor di sekolah swasta, dan Ketiga Tamatan Perguruan Tinggi Keguruan yang sudah memiliki Sertifikat Pendidik.

Dalam pelaksanaan Rekrutmen guru PPPK ini, sepenuhnya Tanggungjawab Kementrian PAN-RB dan Kemendikbud-Ristek), yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Puspan

Ahua Dan Wicing Miliki Sabu 0,22 Masuk Tahap Tuntutan

0

RASIO.CO, Batam – Dua terdakwa kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 0,22 gram bernama Jailani alias Ahua dan Hartono alias Wicing terindiksi bakal direhab, pasalnya jika terbukti sebagai penguna.

Kedua terdakwa dijerat pasal kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf A Jo Pasal 54 UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman paling lama 4 tahun dan Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi social.

Sedangkan dakwaan ke satu terdakwa dijerat JPU Rumondang dan Mega Tri Astuti,  Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun.

Hingga saat ini, kasus kedua terdakwa dipersidangan masuk tahap Tuntutan JPU.

Diketahui, Jailani alias Ahua dan Hartono alias Wicing diduga membeli sabu tersebut di Kampung Aceh, Simpang Dam, Mukakuning, Batam sekira Maret 2021.

Usai melakukan transaksi juarl beli disana, kedua terdakwa di ciduk petugas Satnarkoba Polresta Barelang di Nagoya City Walk , Batam.

Kemudian pada saat akan dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa  mencoba untuk melarikan diri dan membuang bungkusan plastik transparan yang diduga narkotika jenis sabu ke jalan menggunakan tangan kirinya.

Pengakuan terdakwa Jailani Als Ahua Hartono Als Wicing yang didapatkan dengan cara membelinya dari Sdr. Abang (DPO) seharga Rp.150 ribu. Seberat 0,22 gram.adi@www.rasio.co //

Muklis Beli Sabu 0,77 Gram di kampung Aceh Berujung Bui

0

RASIO.CO, Batam – Kampung Aceh selalu menjadi tren untuk lalu Lalang bagi pedagang ataupun pengecer barang haram jenis sabu, bahkan kasusnya ratusan masuk kepersidangan Pengadilan negeri(PN) Batam.

Bukakanya membuat jera, justru tren kasus masuk kepersidangan makin meningkat tajam di pengadilan, ironisnya barang haram tersebut diduga berasal dari kampung Aceh, Simpang Dam, Batam.

Parahnya, para terdakwa terciduk pengecer kelas teri, salah satunya terdakwa Muklis bin Ibrahim register perkara 500/Pid.Sus/2021/PN Btm dengan JPU Herlambang Adhi Nugroho.

Terdakwa Muklis dengan barang bukti 0,77 gram didakwa Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dikutip sipp pn batam, terdakwa Muklis membeli sabu seharga Rp500 ribu di Kampung Aceh, Simpang Dam, Mukakunig Batam sekira May 2021.

Usai membeli disana, Terdakwa Muklis menuju rumah kostnya di Bengkong Nusantara Blok I No.27, Sadai, Batam. Membagi-bagi sabu dalam beberapa paket untuk akan dijual lagi.

Terdakwa membeli sabu di kampung Aceh disalah satu pondok kepada Roby(DPO) dan tak berkutik saat diciduk team Satnarkoba Polresta Barelang di rumah kosnya dengan barang bukti 0,77 gram.

redaksi@www.rasio.co //

297 Pejabat BP Batam Dilantik

0

RASIO.CO, Batam – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melantik 297 pejabat tingkat II, III, IV dan Manajemen di lingkungan BP Batam di pelataran parkir BP Batam, Batam Centre, Jumat(27/08). Sore.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 153, 154 dan Nomor 155 Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Struktural Tingkat II, III, IV di Lingkungan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengatakan, pelantikan hari ini merupakan implementasi dari PP Nomor 41 tahun 2021.

“Diharapkan dengan pelantikan pejabat struktural dan manajemen pada hari ini, BP Batam dapat segera melaksanakan amanat PP Nomor 41 tahun 2021, khususnya di bidang perizinan agar dapat segera berjalan,” kata Muhammad Rudi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah hari ini sejumlah 297 Pejabat Tingkat II s.d. IV dan pejabat managerial Badan Usaha yang dipromosikan. Pejabat tingkat II, III dan IV yang dipromosikan terdiri dari 19 orang tingkat II, 55 orang tingkat III, 117 orang tingkat IV.

Pejabat Managerial Badan Usaha yang dipromosikan terdiri dari 5 orang Direktur, 2 orang Wakil Direktur, 8 orang General Manager, 2 orang Kepala Satuan, 28 orang Manager, 61 orang Asisten Manager.

Muhammad Rudi berharap, dengan dilantiknya pejabat struktural dan manajemen yang secara otomatis mengemban amanat dan tugas baru, dapat melaksanakan tugas dengan profesional, penuh tanggung jawab, jujur, amanah, berdedikasi tinggi dan penuh loyalitas untuk kemajuan BP Batam.

“Saya harap Bapak/Ibu ke depan dapat mencari inovasi kegiatan dan menyelesaikan target-target pembangunan sesuai dengan unit kerja masing-masing. Selamat Bekerja!” kata Muhammad Rudi.

Adapun pejabat tingkat II yang dilantik, antara lain:

1. Imam Bachroni, dilantik sebagai Direktur Infrastruktur Kawasan.

2. Moch Badrus, dilantik sebagai Direktur Pengamanan Aset.

3. Purnomo Andiantono, dilantik sebagai Kepala Kantor Perwakilan BP Batam Jakarta.

4. Asep Lili Holillulloh, dilantik sebagai Direktur Peningkatan Kinerja.

5. Mochammad Nasrun, dilantik sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi.

6. Konstantin Siboro, dilantik sebagai Kepala Satuan Pemeriksaan Intern.

7. Lilik Lujayanti, dilantik sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia.

8. Endry Abzan, dilantik sebagai Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan dan Manajemen Kinerja.

9. Ilham Eka Hartawan, dilantik sebagai Direktur Pengelolaan Pertanahan.

10. Siswanto, dilantik sebagai Kepala Biro Keuangan.

11. Sylvia Jeannete Malaihollo, dilantik sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi.

12. Harlas Buana, dilantik sebagai Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

13. Budi Susilo, dilantik sebagai Kepala Biro Umum.

14. Fesly Abadi Paranoan, dilantik sebagai Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis.

15. Mulyadi Iskandar, dilantik sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian.

16. Arham S. Torik, dilantik sebagai Direktur Restrukturisasi.

17. Binsar Oktavidwin Tambunan, dilantik sebagai Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.

18. Memet E. Rachmat, dilantik sebagai Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum.

19. Dendi Gustinandar, dilantik sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan.

20. Amran, dilantik sebagai Direktur Badan Usaha Bandar Udara.

21. Afdhalun Hakim, dilantik sebagai Direktur Badan Usaha Rumah Sakit.

22. Denny Tondano, dilantik sebagai Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal.

23. Irfan Syakir Widyasa, dilantik sebagai Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK.

24. Ariastuty Sirait, dilantik sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol.

Turut hadir dalam pelantikan Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin.

redaksi@www.rasio.co //

2 Puskesmas di Lingga Terima Mobil Ambulance

0

RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga serahkan dua unit mobil Ambulance, untuk Puskemas Resang, Kecamatan Singkep Selatan dan Puskesmas Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, untuk operasional bagi dua Puskesmas tersebut, penyerahan dilaksanakan di Puskesmas Lanjut, Singkep Pesisir, Lingga, Kepulauan Riau. Jum’at (27/8).

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan, pemerintah daerah terus berupa meningkatkan pelayanan, diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak, baik dari Kabupaten, Kecamatan sampai pada tingkat Desa, agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.

“Alhamdulillah, kita telah menyerahkan 2 unit ambulance untuk operasional Puskesmas Lanjut dan Puskemas Resang, namun saya tidak ingin hanya sebatas seremonial ini saja, gunakanlah sebaik-baiknya dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Bupati Lingga dalam sambutannya di Puskesmas Lanjut.

Bupati Lingga menyampaikan, penyerahan ambulance ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status Puskesmas Lanjut maupun Puskesmas Resang, menjadi puskesmas rawat inap, karena untuk mendapatkan pelayanan rawat inap syarat mutlak, harus ada mobil ambulance dan dokter umum.

“Untuk Puskesmas Lanjut, dua syarat tersebut sudah mencukupi, hanya saja Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus ditingkatkan, jika ingin penambahan jumlah SDM segera berkoordinasi, kalau disini sudah final langsung diusulkan ke dinas, dan nanti dinas yang mengusulkan ke BKPSDM dari sana baru ke saya,” terangnya.

Setelah ambulance digunakan, jelas Bupati Lingga, yang terpenting adalah perawatan, karena dari anggaran APBD maka perawatan wajib dilakukan, diharapkan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan disegala sektor, terutama kesehatan mendapat perhatian dari provinsi, pusat maupun pihak swasta.

“Untuk pelayanan tenaga kesehatan terhadap pasien terutama yang bertugas diruang IGD, agar dapat bersikap sesuai SOP dalam melayani, karena pelayanan memang tidak ada standar kepuasan, itu merupakan resiko sebagai pelayan namun tetap sesuai dengan SOP,” paparnya.

Bupati Lingga, juga mendukung apa yang disampaikan Wakil Ketua Komisi III, Yanuar, yang membidangi kesehatan, perlu adanya suatu pelatihan pada tenaga kesehatan.

“Ada beberapa contoh baru selesai kuliah, tanpa ada pengalaman di rumah sakit swasta langsung honor dan ini perlu ada pelatihan, seperti cara memasang infus dan menyuntik, karena kadang suntik tangan kanan salah tangan kiri salah sehingga tangan pasien berdarah, bahkan tak dapat memasang infus,” tutupnya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nasiruddin bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar didampingi Plt Kepala Dinkes-PPKB, Mulkan Azima, Plt Kepala Dinas Pariwisata Lingga, Abdul Kadir, Camat Singkep Selatan, Sabirin dan Camat Singkep Pesisir, Riki Sarman Timur.

Selain penyerahan ambulance, kegiatan disejalankan dengan penyerahan bantuan peralatan wisata oleh Dinas Pariwisata Kepri, yang diwakili oleh Dinas Pariwisata Lingga, berupa Tangki Air, Kipas Angin, Tenda, Sleeping Bag/Kantong tidur dan perlengkapan snorkling, yang diserahkan kepada Pokdarwis Desa Tanjung Harapan, Desa Batu Berdaun, Desa Sedamai, Desa Sungai Buluh dan Desa Benan.

Puspan

Polres Kuansing Gelar FGD Radikalisme dan Anti Pacasila

0

RASIO.CO, Teluk Kuantan – Jajaran Kepolisian Polres Kuansing gelar Focuss Group Discussion(FGD) bagi Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa di Aula Sanika  Satyawada. Jumat(27/08). 

FGD ini mengambil tema  Sinergitas Elemen Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Paham Radikalisme dan Anti Pancasila pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

Kegiatan ini dibuka Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata SIk MSi  diwakili Waka Polres Kuansing Kompol. Antoni Lumban Gaol SH, MH.

Selain Waka Polres juga hadir Kasat Binmas AKP Efrion, Kasat Intelkam AKP Riand Samudro, Ustad H. Irsyad Azizi,Lc.MA, para Bhabinkamtibmas polres,Pengurus Cabang GP. Ansor dan Banser Kuansing, anggota Senkom, tokoh masyarakat, mahasiswa.

Kapolres Kuansing menjelaskan, seiring dengan kemajuan zaman bangsa indonesia kembali dihadapkan dengan masalah radikalisme dan anti pancasila yang mengancam stabilitas dan persatuan bangsa.

Penyebaran paham radikalisme dan anti Pancasila ini mengikuti pesatnya perkembangan teknologi.

Masa pandemi covid-19 ini, sehingga menjadi celah bagi masuknya ideologi dan pemahaman radikal serta Anti Pancasila oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa dan ini perlu diantisipasi  semenjak dini.

Sementara itu, Ustad H. Irsyad Azizi,Lc,MA, salah satu pemateri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga sanak saudara keluarga agar tidak masuk ke dalam kelompok radikalisme atau pun menjadi teroris yang mana itu sangat di larang oleh agama.

Cara kita membersikan radikalisme itu mari lah kita mencari akarnya sehingga kita dapat mencegahnya.

Sedangkan, Kasat Intelkam Polres Kuansing AKP Riand Samudro menjelaskan, masalah radikalisme dan anti pancasila dapat mengancam stabilitas dan persatuan bangsa.

Dia menjelaskan, paham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang di anggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis.

Bahayanya, sikap ektrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan – tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara, aparat, serta masyarakat yang memiliki pemahaman berseberangan.

Dari hasil penelitian, kata dia, bahwa kemiskinan dan kesenjangan sosial memang merupakan salah satu faktor pemicu utama gerakan radikal.

Dia juga menjelaskan, penyebaran paham-paham radikal dan anti Pancasila saat ini juga mengalami pergeseran metode dalam pergerakannya.

Jika semula dilakukan dengan tatap muka dan membentuk kelompok-kelompok ekslusif (tertutup), maka saat pandemi mereka memanfaatkan platfrom digital dan media sosial.

Penyebaran paham radikal melalui media sosial dinilai sangat efektif dalam membentuk para pelaku teror Lone Wolf

Bahaya Radikalisme negatif dan sikap anti pancasila, termasuk  dapat menimbulkan konflik horizontal, memunculkan kebencian dan tindak kekerasan, bahkan bisa memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia.

Sementara itu Pimpinan Gerakan pemuda Ansor Kuansing 

melalui sekjen GP.Ansor kuansing yaitu M.Fajrin Kholil menyampaikan kepada media Rasio.co sasaran utama aliran radikalisme negatif adalah adek-adek mahasiswa baru tamat SMA dan baru memasuki bangku kuliah serta  pengetahuannya minim tentang agama ataupun yang sedang mencari jati diri.

Mahasiswa sekarang lebih mudah untuk mendapatkan ilmu secara akademisi dan aktualisasi dari sosmed dan media online lainnya.

Sesuai dgn yg disampaikan oleh ust. Azizi dan kasat intel polres, sebaiknya mahasiswa mengkaji ulang dan mencari kebenaran berita dari sosmed dan media online lainnya.

Kepada Dosen, kyai atau ustadz yang mumpuni, agar mahasiswa tidak terjerumus kedalam radikalisasi negatif dan anti pacasila.

Dan sebagai mahasiswa harus selektif dalam memilih organisasi keagamaan, Terang sekjen Gp Ansor Kuansing

M.Fajrin Kholil berpesan kepada adek-adek agar waspada dalam mencari guru untuk mengetahui tentang agama agar tidak terpapar aliran radikalisme dan Anti pancasila yaitu menanamkan perasaan yang cinta tanah air sebagai mana yang disampaikan sesepuh kami di NU yaitu hadratus syech KH.hasyim ashari “hubbul waton minal iman” yang artinya mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

Ia berharap agar pihak kepolisian terutama polres Kuansing melibatkan serta mengajak seluruh jajaran masyarakat untuk meminimalisir radikalisasi negatif dan anti pancasila di desa atau daerahnya masing-masing Demi terciptanya NKRI harga mati. Tutup M.Fajrin Kholil Sekjen Gp.Ansor Kuansing

Sementara itu kasatkorcab Banser Kuansing Agus Rianto juga menyarankan Harus ada pihak yang memastikan setiap kelembagaan kemahasiswaan tidak membawa masuk faham radikalisme negatif dan Anti Pancasila dalam organisasi kemahasiswaan terutama pihak kampus semacam rektorat ataupun senat fakultas harus bekerja sama dengan penegak hukum dan ulama demi memastikan setiap kegiatan mahasiswa dikampus tidak berbau Radikalisme negatif atau anti Pancasila.

Harapan saya sebagai kasatkorcab banser kuansing dalam kegiatan fgd ini tidak hanya sebagai acara seremonial belaka, namun bisa menjadi titik awak pergerakan kepada seluruh elemen masyarakat dalam mensosialisasikan tentang bahayanya faham radikal di negri tercinta ini. Pungkas agus Rianto kasatkorcab Banser Kuansing.

rusmanto@www.rasio.co //