Rabu, Juni 24, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1564

Peserta KPK Peringati Harkitnas ke 109 di Geladak Kapal Perang

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Puncak pelaksanaan pelayaran KPK (Kapal Pemuda Kepri 2017) 300 pemuda Kepri terpilih melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-109 Thn diatas geladak Kapal Perang KRI Teluk Ende 517 jenis LST Landing Ship Tank yang sedang berlayar di Laut Natuna (Sabtu 20/5/2017).

Kegiatan diprakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau (Dispora Kepri) menyelenggarakan kegiatan bernama Kapal Pemuda Kepri tahun 2017 yang melibatkan 300 pemuda terpilih dengan tujuan untuk mengenal potensi bahari di wilayah tersebut.

Kepala Dispora Kepri Maifrizon, mengatakan Kapal Pemuda Kepri 2017 sebagai bentuk pembinaan mental pemuda melalui peningkatan wawasan 4 pilar kebangsaan dan penguatan pengelolaan potensi kemaritiman.

“Kegiatan ini mewujudkan pemuda Kepri sebagai garda pemuda Indonesia berporos Maritim,” katanya.

Maifrizon menjelaskan Kapal Pemuda Kepri mulai berlayar pada 18 Mei 2017, kemudian selanjutnya kapal berlayar menuju Kabupaten Kepulauan Anambas pada 19 Mei 2017, tepatnya tiba di Tarempa.

“Di Tarempa akan ada Seminar Pemuda Bahari, kuliah umum oleh Gubernur Kepri Dr.Nurdin Basirun, kegiatan gotong royong dan lainnya,” selain itu dalam Seminar Bahari di GSG Kab Anambas mengusung topik “Kembalikan Kedaulatan dan Kejayaan Indonesia di Lautan” ucapnya.

Tampak seluruh peserta KPK Kapal Pemuda Kepri 2017 tak kenal lelah melaksanakan kegiatan padat dan silih berganti tidak lain dan tidak bukan karena para pemuda Kepri bertekad mewujudkan visi Kepri sebagai wilayah maritim, meningkatkan disiplin peserta, menguatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

“Pemuda dibentuk karakternya untuk meningkatkan jiwa korsa sesama pemuda Kepri, dan meningkatkan wawasan pengelolaan potensi kemaritiman di Indonesia, terkhusus Kepri” jelasnya.

Maifrizon menjelaskan 300 pemuda yang mengikuti program ini telah melalui seleksi secara bertahap di tingkat kabupaten dan kota. Para pemuda yang diseleksi tersebut berasal dari berbagai organisasi kepemudaan sebagai perwakilan kabupaten kota Provinsi Kepri.

Warga Kecewa Pelayanan Kantor Pajak KPP Utara Batam Buruk

0

RASIO.CO, Batam – Warga menilai Sistem pelayanan pajak mulai dikeluhkan bahkan dinilai buruk oleh warga Batam. Tidak saja proses administrasi pendaftaran yang berbelit-belit, untuk urusan pelaporan Wajib Pajak (WP) yang berstatus Non Efektif (NE) menjadi Efektif dinilai justru tidak sistematis.

A.Arianto, warga Centra Melati, Batam Center kepada RASIO MEDIA, Selasa (16/5) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mengungkapkan dirinya menjadi korban proses administrasi perubahan status NE menjadi Efektif bagi WP di kantor pajak pelayanan Pajak Batuampar.

“Mau mengaktifkan status WP saja dipersulit begini, bingung saya sama sistem di kantor pajak kita ini,” kata pria kelahiran Prabumulih yang akrab disapa Aan ini.

Awalnya pada tanggal 2 Maret 2017 lalu, Aan menceritakan ia mendapat tugas mengurus pendaftaran wajib pajak badan untuk perusahaan baru ia bersama tiga orang rekannya. Di kantor pajak Kpp Pratama Batuampar.

Aan mendapat penjelasan dari petugas pelayanan di meja satu bahwa syarat untuk mendapatkan WP Badan dengan melampirkan WP Pribadi pemilik perusahaan. Kemudian, kembali dijelaskan petugas status WP Pribadi selaku direktur di perusahaan baru itu NE, jadi harus diaktifkan kembali.

“Saya mengerti terhadap kondisi itu, maka saya pun mengikuti arahannya,” kata Aan lagi.

Sesuai arahan dari petugas pelayanan, Aan pun saat itu juga mengikuti saran untuk menemui Account Officer (AO) atau petugas pelayanan pajak di kantor pajak lain sesuai wilayah timur yakni di Gedung Adhya Tirta Batam (ATB), Sukajadi, Batam.

Setelah melewati mekanisme pelaporan kepada sekuriti, disarankan pula untuk naik ke lantai lima di gedung itu. Di ruangan yang dimaksud, Aan mulai menunggu antrian bertemu AO yang disarankan tadi.

Namun waktu berlalu hingga kurang lebih tiga jam, Aan belum juga dipanggil bahkan ia mengaku menggerutu hingga berakibat nyaris adu pukul dengan sekuriti yang tampaknya tak senang dengan gerutuan Aan. Menghindari terjadinya benturan fisik, Aan mengaku langsung pergi dari ruang tunggu itu.

“Kok pelayanannya begitu sih, saya kan ngomel karena pelayanan. Kenapa justru sekuritinya mengajak saya berkelahi. Saya kira sistem rekrutmen di pajak sendiri juga rusak persis sistem pelayanan administrasinya. Saya siap di konfontir terkait hal ini, jadi bukan mengada-ada,” katanya ketus.

Sejak itu hingga berita ini diturunkan, mekanisme pengurusan pendaftaran WP Badan yang telah dijalani dengan berbagai kemungkinan benturan fisik itu tak kunjung selesai. Padahal, lanjut Aan, biasanya jika proses pendafataran selesai dilakukan dokumen berupa kartu dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) langsung dikirim ke alamat yang tertera pada berkas permohonan.

“Saya berharap pelayanan pajak terhadap publik jangan bertendensi negatif lah,” katanya.

APRI @www.rasio.co

Nurdin: Presiden Akan Ambil langkah Cepat Atasi Kelesuan Ekonomi Kepri

0

RASIO.CO, Natuna – Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah-langkah cepat terkait masalah Kepri. Akan ada keputusan cepat sehingga daerah ini semakin menarik minat investasi.

“Saya sudah lapor Pak Presiden, tentang kelesuan ekonomi Kepri. Akan ada langkah segera untuk memulihkannya,” kata Nurdin usai sholat Jumat berjamaah bersama Jokowi dan ribuan prajurit TNI yang terlibat Latihan PPRC di Tanjungdatuk Natuna, Jumat (19/5).

Usai sholat Jumat, Nurdin memang tampak berbincang dengan Jokowi. Kata Nurdin, di situ dirinya melaporkan banyak hal dan melakukan permintaan untuk mempercepat kembalinya ghairah ekonomi Kepri.

Untuk Batam, Rempang, Galang, Nurdin minta agar dipercepat diputuskan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK juga diminta agar segera diberlakukan di Bintan dan Karimun. Demikian juga dengan Natuna dan Anambas, dipercepat menjadi KEK Pariwisata.

“Jika sudah KEK, ekonomi Kepri akan tumbuh lebih cepat,” kata Nurdin.

Soal pertumbuhan Kepri yang hanya dua persen pada triwulan pertama, juga dilaporkan Nurdin. Termasuk beberapa perusahaan yang mulai “angkat kaki” dari Batam. Seperti disampaikan Jokowi, kata Gubernur, mereka buka tidak jadi berinvestasi, melainkan memindahkan investasinya ke lokasi yang lebih nyaman.

Pada kesempatan itu, Nurdin menyampaikan dia sangat setuju dengan konsep kecepatan yang disampaikan Presiden di depan ribuan prajurit. Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan, ke depan, secara detil bukan lagi yang banyak mengalahkan yang sedikit, yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi, yang cepat mengalahkan yang lambat.

“Negara yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” kata Presiden. Konsep cepat ini kata Nurdin juga harus diterapkan oleh ASN di Kepri. Termasuk dalam melayani investasi. Juga melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus cepat dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan suka menunda-nunda,” kata Nurdin.

Terhadap masalah Kepri yang dilaporkan ke Jokowi, Nurdin yakin Presiden akan mengambil langkah cepat seperti yang dijanjikannya. Karena, makin lama keputusan diambil, akan berakibat pada pelambatan ekonomi di Kepri. Nurdin berharap dalam pekan depan, ada keputusan cepat untuk Kepri.

“Kita tahu yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Kita tak boleh berlambat-lambat menyelesaikan masalah Kepri ini,” kata Nurdin.

Sebelum menyampaikan hal itu pada sholat Jumat, saat menjemput di Bandara Raden Sadjat Nurdin juga menyampaikan beberapa hal untuk pengembangan Natuna. Apalagi ini adalah kunjungan kali ketiga Jokowi ke Natuna.

“Kita yakin Presiden akan memberikan fokus pengembangan pembangunan ke Natuna. Makanya kita minta KEK Pariwisata,” kata Nurdin

APRI @www.rasio.co|Humas Pemrov

Valentino Rossi Berharap Lintasan Sirkuit Kondisi Normal

0

RASIO.CO, Jakarta – Valentino Rossi berharap lintasan di Sirkuit Bugatti, Le Mans dalam kondisi kering saat sesi kualifikasi digelar, Sabtu (20/5/2017).

Setelah sesi latihan bebas pertama dan kedua digelar dalam kondisi lintasan basah, Rossi berharap sesi kualifikasi berlangsung dalam kondisi lintasan kering.

“Setelah sesi latihan bebas kedua, kami kini menunggu sesi hari Sabtu dan saya harap lintasan dalam kondisi kering.”

“Karena bila kondisi lintasan kering maka hal itu merupakan sebuah cerita yang berbeda dan kami ingin memiliki kesempatan untuk menjajal motor dalam kondisi lintasan normal untuk melihat apakah kami bisa tampil lebih baik,” kata Rossi seperti dikutip dari Crash.

Rossi berharap kejutan yang terjadi di Jerez tak lagi berlanjut di GP Perancis. The Doctor bertekad bisa kembali ke performa terbaik seperti yang ia tunjukkan di tiga seri awal.

“Saya harap tak akan ada ulangan kejutan dari kami untuk Honda seperti yang terjadi di Jerez.”

“Sulit untuk memberikan prediksi namun saat ini Honda merupakan tim yang sangat kompetitif. Kami harus konsentrasi pada diri kami sendiri dan berusaha keras mencari pengaturan terbaik untuk sepeda motor kami,” tutur Rossi.

Rossi saat ini menjadi pemuncak klasemen MotoGP dengan nilai 62 poin, unggul dua angka atas rekan setimnya Maverick Vinales. Pebalap Honda, Marc Marquez ada di peringkat ketiga dengan nilai 58 poin.

APRI @www.rasio.co| CNN Indonesia

Mabes Polri Terjunkan Personil Brimob Jaga Keamanan Kalbar

0

RASIO.CO, Jakarta -Mabes Polri menurunkan brigadir mobil (Brimob) untuk ikut mengamankan Kalimantan Barat, pada Sabtu, 20 Mei 2017. Hari ini, dua kegiatan besar yakni Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 dan Aksi Damai Bela Ulama digelar di Pontianak.

“Bantuan ada dari Korps Brimob Polri,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setya Wasisto, saat dikonfirmasi Tempo via pesan elektronik, Sabtu, 20 Mei 2017.

Setyo mengatakan Mabes Polri telah mendengar adanya potensi konflik dari dua kegiatan ini. Namun ia mengatan telah menginstruksikan Polda Kalimantan Barat dan seluruh pemangku kepentingan di sana untuk mencegah terjadinya perpecahan.

“Langkah yang dilakukan adalah pendekatan kepada masing-masing kelompok untuk menahan diri,” ujar Setyo. Ia juga mengatakan saat ini kondisi di Pontianak masih terbilang kondusif.

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, akan mendatangkan sebanyak 400 personel anggota Brimob dari Mabes Kelapa Dua, untuk menjaga Kamtibmas di Kalbar. Kapolda Kalbar, Brigjen Erwin Triwanto mengaku telah mengantisipasi secara maksimal dengan melibatkan semua komponen.

“Kami mendatangkan personel dari Brimob Kelapa Dua, termasuk komponen masyarakat membantu menjaga situasi Kamtibmas di Kalbar,” kata Brigjen Erwin.

Polda Kalbar di Pontianak juga akan menurunkan anggotanya sebanyak 4.033 personel pada aksi 20 Mei, yang terdiri dari 1.400 polisi 933 personel Brimob, 1.300 personel TNI, dan bantuan dari Brimob Kelapa Dua sebanyak 400 personel.

APRI @www.rasio.co| Tempo

Ribuan Personil TNI AL latihan Tempur di Perbatasan Laut China Selatan

0

RASIO.CO, Batam – Lebih kurang 2.085 personil gabungan TNI Al dibawah Komando Armada Barat melakssanakan latihan tempur dilaut perbatasan China Selatan dengan sandi”Nine Dash Line”.

Operasi mulai digelar dengan dilaksanakan upacara pelepasan pasukan yang dipimpin Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia dipelabuhan Batuampar. Sabtu(20/05/2017).

“Latihan tempur ini terbesar diadakan Koarmabar dan sudah direncanakan dengan matang, dimana TNI AL siap amankan laut NKRI,” kata Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia usai memimpin upacara pelepasan pasukan di Batuampar.

Kata Dia, Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei s.d 22 Mei 2017 di perairan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah kerja Koarmabar (Batam, Tanjung Uban dan Laut Natuna).

Dimana pelaksanaannya akan dibagi menjadi 2 tahap yaitu Tahap Pangkalan/Harbour Phase yang meliputi kegiatan symposium tentang penerbangan, kesehatan dan operasi militer.

Berlanjut pelayanan kesehatan, olah raga persahabatan dan interaksi sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan, serta Tahap Laut/Sea Phase yang meliputi kegiatan latihan tempur dan manuver lapangan unsur/kapal di perairan Laut Natuna,” ujarnya.

Pangarmabar mengatakan, Dalam latihan kali ini TNI AL Koarmabar melibatkan 23 kapal perang berbagai jenis, 3 pesawat udara, 2 tim Komando Pasukan Katak Koarmabar, 2 Tim Penyelam Dislambair Koarmabar, Tim Puspenerbal, serta Tim Kesehatan.

Skenario latihan Koarmabar melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut dan Siaga Keamanan Laut. Laut China Selatan (LCS) merupakan daerah operasi yang mengalami kontijensi akibat gelar kekuatan lawan untuk mengklaim kepemilikan suatu wilayah yang disebut sebagai “Nine Dash Line”.

Kontijensi mengalami peningkatan karena intensitas pelanggaran wilayah semakin tinggi oleh pihak lawan. Sehingga Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk melaksanakan operasi tempur di wilayah yang sering dilanggar oleh kekuatan lawan untuk mengamankan wilayah NKRI.

Selanjutnya Panglima TNI perintahkan Pangarmabar selaku Pangkogaslagab (Panglima Komando Tugas Laut Gabungan) untuk melaksanakan operasi penghancuran kekuatan armada laut lawan dalam rangka menegakkan kedaulatan pada wilayah yang dilanggar kekuatan lawan.

“Usai latihan ini, juga akan digelar latihan gabungan seluruh unsur TNI lainnya,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co|

Pangarmabar Pimpin Latihan Tactical Floor Game 2017 di Perairan Kepri

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Panglima Komando Armada Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia,S.Sos memimpin pelaksanaan TFG Tactical Floor Game pada Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 berlangsung di Batam, Kepulauan Riau. Sabtu(20/05/2017).

Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei s.d 22 Mei 2017 di perairan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah kerja Koarmabar (Batam, Tanjung Uban dan Laut Natuna) dimana pelaksanaannya akan dibagi menjadi 2 (dua) tahap.

Tahap Pangkalan/Harbour Phase yang meliputi kegiatan symposium (tentang penerbangan, kesehatan dan operasi militer), pelayanan kesehatan, olah raga persahabatan dan interaksi sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan, serta Tahap Laut/Sea Phase yang meliputi kegiatan latihan tempur dan manuver lapangan unsur/kapal di perairan Laut Natuna.
Dalam latihan kali ini TNI AL Koarmabar melibatkan 23 kapal perang berbagai jenis, 3 pesawat udara, 2 tim Komando Pasukan Katak Koarmabar, 2 Tim Penyelam Dislambair Koarmabar, Tim Puspenerbal, serta Tim Kesehatan, Skenario latihan Koarmabar melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut dan Siaga Keamanan Laut.

Laut China Selatan (LCS) merupakan daerah operasi yang mengalami kontijensi akibat gelar kekuatan lawan untuk mengklaim kepemilikan suatu wilayah yang disebut sebagai “Nine Dash Line”.

Kontijensi mengalami peningkatan karena intensitas pelanggaran wilayah semakin tinggi oleh pihak lawan. Sehingga Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk melaksanakan operasi tempur di wilayah yang sering dilanggar oleh kekuatan lawan untuk mengamankan wilayah NKRI.

Selanjutnya Panglima TNI perintahkan Pangarmabar selaku Pangkogaslagab (Panglima Komando Tugas Laut Gabungan) untuk melaksanakan operasi penghancuran kekuatan armada laut lawan dalam rangka menegakkan kedaulatan pada wilayah yang dilanggar kekuatan lawan.

Latihan kali ini menurut Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia,S.Sos yang diberi sandi “Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017” bertujuan untuk melatih dan menguji kemampuan tempur SSAT Sistim Senjata Armada Terpadu yaitu Pangkalan,Kapal Perang,Marinir dan Pusnerbal hal ini guna memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur secara individu maupun terintegrasi sekaligus melaksanakan pengendalian laut di wilayah operasi Koarmabar.

Dikatakan pula bahwa latihan ini memiliki sasaran yang sangat strategis yaitu : Pertama, tercapainya pemantapan kemampuan unsur-unsur Koarmabar, Kedua, terwujudnya kesiapan unsur-unsur Koarmabar, Ketiga, tercapainya peningkatan kemampuan dan kesiapan tempur jajaran Koarmabar.

Setelah melaksanakan latihan, seluruh unsur-unsur KRI Siaga Tempur Laut menuju Tanjung Uban guna melaksanakan kaji ulang terhadap latihan yang telah dilaksanakan di perairan Natuna sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan yang akan datang dilanjutkan dengan kegiatan kerja bhakti sosial.

serta pemberian paket sembako kepada masyarakat,bersih-bersih kampung nelayan di Mentigi,pengecatan tempat ibadah Mesdjid,pembersian jalan dan pembenahan fasilitas olahraga kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan potensi maritim (Potmar) dan rangkaian dari Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017.
Dalam Tactical Floor Game Pangarmabar didampingi Danguskamlabar Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr. (Han),Danlantamal IV Kolonel Laut (P) R.Eko Suyatno.

APRI @www.rasio.co|

Sekjen ASEACC : Batam Punya Modal Kuat Untuk Diperhitungkan

0

RASIO.CO, Batam – Ditengahpersaingan global diantarawilayah FTZ disejumlah negara, nyatanya Batam masih sangat diperhitungkan sebagai daerah tujuan investasi dengan segala kelebihannya yang strategisdi pasar Asia.

Kesimpulan ini muncul dalam kunjungan Singapore Business Federation ke BP Batam dengan membawa 13 anggota yang terdiridari 7 perusahaan asing, padaJumat (19/5).

Sesuai rilis diterima media Rasio, Sekjen(ASEACC) Africa South East Asia Chamber of Commerce, Mr. Kelvin Tan sebagai ketua rombongan mengatakan letak geografis Batam, dengan kesiapan infrastruktur udara dan laut.

Ketersediaan lahan, fasilitas kegiatan ekspor impor barang, serta sejumlah fasilitasi nvestasi (i23J dan KILK) tidak dapat dipungkiri sebagai modal Batam yang masih sangat menarik bagi pebisnisasing, ditengah persaingan global seperti Myanmar, Filiphina, Vietnam, dll.

Ditambah lagi dengan “easy and low cost of doing business” mampu menjadi pemanisse hingga Batam dinilai masih kompetitif untuk menjadi tujuan investasi. Easy and Low Cost of Doing Business yang dimaksud diantaranya adalah terjangkaunya harga sewa lahan dan upah pekerja bila dibandingkan dengan negara lain.

Kata Kelvin Tan, dalam hal sewa lahan saja Batam dinilai masih sangat menarik dan kompetitif besaing dengan FTZ di Vietnam. Di Batam sistem sewa lahan 80 tahun dengan perpanjangan, sementara di Vietnam tahun sewa lahan maksimal adalah 30 tahun saja.

“Batam punya modal yang cukup kuat untuk diperhitungkan. Bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia, pelabuhandanfasilitas i23J, danhargasewalahantersebut, bagi pengusaha Singapura masih sangat terjangkau, apalagi kita bandingkan dengan diSingapurasendiri”, ungkapKelvin.

Sementara, Anggota 5 / Deputi Bidang Pelayanan Umum Gusmardi Bustami yang menerima kunjungan ini berusaha meyakinkan mereka bahwa Singapura dan Batam merupakan dua partner kerjasama yang saling menguntungkan, ditengahpersaingan global ini maka Singapura dan Batam bukan lagi saling berkompetisi melainkan bekerjasama menghadapi wilayah-wilayah serupa dinegara lain yang mulai pesat berkembang sebagai wilayah FTZ.

Tercatat 24 industrial park masih eksis berproduksi dan menaungi 700 perusahaan.Beberapa perusahaan asing baru yang memanfaatkanfasilitas i23J dan KILK, seperti Perusahaan Blackmagic Design Manufacturing industriperalatan film dan broadcast,sukses berproduksi dengan sangat baik dengan melakukan produksi untuk ekspor kesejumlah negara besar penghasil film.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Batamindo Industrial Park, yang merupakan salah satu dari 4 perusahaan yang mendapatfasilitas KILK.

Sejumlah wacana lainnya yang dibahas adalah terkait pengembangan kualitas SDM atau tenaga kerja Batam yang mereka harapkan lebih kompetitif, berkualitas dan sesuai kebutuhan industri.

Untukitu, BP batam secara serius berkalaborasi dengan Politeknik, EDB Singapura dan Kawasan Industri di Batam dalam merancangkon seppen gembangan kualitas tenaga kerja melalui program training atau program studi yang terkualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri.

APRI @www.rasio.co|

Perbedaan Vonis Pengedar Narkoba Barang Bukti 1 kilo dengan 50 gram

0

RASIO.CO, Batam – Sungguh ironis penegakan hukum terhadap para terdakwa narkotika di Batam, terlihat dari empat terdakwa sabu 1 kilo, Imus alias Mus, Zulkarnaen Lubis alias Anen, Kaharudin dan Sasmita divonis 10 tahun penjara oleh majlis hakim dibandingkan Rahmad Yani bin Abdullah 8 tahun penjara dengan barang bukti 1 paket sabu setara 50,44 gram di PN Batam.

Vonis terhadap kedua kasus dengan barang bukti jauh berbeda ini justru hanya berselang beberapa hari, namun hanya berbeda Majlis hakim ketua berbeda begitu juga JPU dari Kejari Batam.

“Perlu pengawasan kinerja oknum hakim dan jaksa agar selaras dengan program Presiden Jokowi menumpas narkoba yang merusak generasi anak bangsa,” kata Pengamat hukum Rumbadi SH MH.Sabtu.(20/05/2017).

Selain itu, kata dia, pengawasan dapat juga dilakukan masyarakat dan lainnya, agar dapat keadilan juga bagi terdakwa dalam mendapat hukuman sehingga tidak terjadi ketimpangan dan semua itu dilihat dari tuntutan JPU.

Sementara itu, empat terdakwa bandar juga sekaligus bandar dengan barang bukti total berat 1003 gram yakni, Imus alias Mus, Zulkarnaen Lubis alias Anen, Kaharudin dan Sasmita, divonis ringan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam selama 10 tahun hukuman penjara, Rabu (17/5-2017).

Pada persidangan, yang membacakan amar putusan ke empat terdakwa, Agus Rusianto (Wakil Ketua PN Batam-red) yang memimpin sidang, mengatakan, perbuatan keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar hukum sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan hukuman pidana masing-masing terdakwa dengan 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara,” ujar Hakim Agus yang didampingi Redite dan Yona Lamerosa.

Hasil putusan yang sudah dibacakan, ke empat terdakwa ia berikan kesempatan dengan menyatakan pikir-pikir, banding atau terima. “Kami terima yang mulia,”ujar ke empat terdakwa secara bergiliran. Hal serupa disampaikan oleh JPU Romano.

Putusan yang dijatuhkan Hakim, jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Romano, dengan menuntut ke empat terdakwa 13 tahun penjara.

Selama fakta persidangan mulai dari pemeriksaan saksi penangkap dan pemeriksaan terdakwa. Berawal dari informasi yang diterima kepolisian, bahwa ada pengedar sabu (Mus-red). Kemudian Polisi menyamar dengan memesan satu kilogram sabu kepada Mus. Keduanya pun berjanji akan melakukan transaksi di kamar 325 Hotel Citic, Nagoya.

Sedangkan Rahmad Yani bin Abdullah divonis 8 tahun penjara dengan barang bukti 1 paket sabu pada Selasa, 16 Mei 2017 dengan Subsider Denda Rp.1.000.000.000,00 Pidana Penjara Waktu Tertentu (8 Tahun )Subsider Penjara (6 Bulan ). namun majlis hakim yang berbeda.

APRI @www.rasio.co|

Perlu Kebersamaan Menjaga Keutuhan NKRI

0

RASIO.CO, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun meyakinkan bahwa kebersamaan sangat diperlukan dalam menjaga negeri ini. Termasuk di dalamnya kebersamaan para gubernur yang selama dua hari ini berada di Natuna, Kepri sempena silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Panglima TNI.

“Kita negara yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke perlu kebersamaan untuk menjaga keutuhan negeri ini,” kata Nurdin di sela-sela latihan menembak dalam rangkaian aktivitas para gubernur di Natuna.

Sebanyak 23 Gubernur hadir pada kegiatan tersebut. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Maluku Said Assagef, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Sumut T Ery Nurradi.

Gubernur Sultra Nur Alam, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Kaltim Awang Faruk, Gubernur Sumsel Alex Nurdin, Gubernur Kaltara Irianro Lambrie, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Gubernur Sulut Olly Dondonkambey dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Nurdin berterima kasih kepada TNI karena membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Natuna memang berbatasan langsung dengan Republik Rakyat China dan Laut China Selatan bersinggungan langsung dengan daerah ini.

“Harus ada dorongan dan perhatian khusus terhadap kawasan ini, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan pertahanan,” kata Nurdin.

Para gubernur memang mengikuti serangkaian latihan “perang”, seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya. Bahkan Jumat ini ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama Presiden Joko Widodo di Tanjungdatok.

Sebelum ke Natuna, para Gubernur terlebih dahulu berkumpul di Jakarta. Kamis pagi, para Gubernur menjalani serangkaian kegiatan di Halim Perdana Kusuma.

Dari Halim, rombongan terbang ke Natuna untuk serangkaian kegiatan TNI. Di Natuna, para Gubernur tidak didampingi ajudan dan protokoler. Sekitar pukul 09.00 pesawat TNI AU bertolak dari Halim menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai. Pada pukul 10.50, pesawat mendarat di bandara.

Mendagri Tjahjo Kumolo ikut mendampingi para gubernur dalam penerbangan ini. Sebelum mendarat, dua pesawat tempur F-16 menjemput pesawat TNI AU yang membawa rombongan gubernur menuju Natuna. Beberapa menit sebelum mendarat di Pangkalan Udara Ranai, dua F-16 langsung take off dari Ranai melakukan penjemputan.

Setelah menjalankan serangkaian “latihan perang”, para gubernur menginap di KRI. Mereka menginap tanpa didampingi ajudan atau protokol. Mereka hanya membawa satu tas ransel yang sudah disediakan, lengkap dengan pakaian hingga Jumat (19/5) petang untuk kembali lagi ke Jakarta.

Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, kegiatan ini akan berefek kepada sesuatu yang sangat dalam bagi kepentingan dan tugas kenegaraan. Apapun aktivitas, semua muara tetap menjaga keutuhan negara.

“Menjaga keutuhan itu tidak boleh hanya di pikiran, tapi harus di hati dan di batin kita,” kata Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Aktivitas ini juga, kata Syahrul, juga meyakinkan para gubernur begitu pentingnya menjaga negeri ini. Idealisme kenegaraan harus terus dikonsolidasikan. Syahrul juga menyebutkan kebersamaan antara semua pihak sangat penting. Karena dengan kebersamaan, kompleksitas bangsa yang besar ini bisa dijaga.

“Para gubernur harus ada korsa untuk menghadapi tantangan terkini. Juga harus menjaga amanah yang diberikan, sekaligus menjaga rakyat dan melindungi rakyat,” kata Syahrul.

Para gubernur tampak akrab dalam menjalani serangkaian “latihan perang” itu. Tampak kebersamaan terbangun di antara mereka. Apalagi ketika meneriakkan yel-yel penyemangat.(hms).

APRI @www.rasio.co