RASIO.CO – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian meminpin langsung
upacara Penutupan Pembinaan Tradisi Bintara Diktuk Polri TA. 2016/2017
dilaksanakan di Lapangan Palm Spring, Nongsa, Batam.Kamis(06/04/2017)
sekira pukul 15.30.
Kapolda dalam amanat nya menyampaikan Perlu kita sadari bahwa
masyarakat sangat mengharapkan sosok anggota polri yang selalu hadir dan
memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Diantara upaya yang telah dilakukan oleh Polri adalah dengan melakukan
Reformasi yang sudah dimulai sejak tahun 1999 yang lalu melalui perubahan
pada paradigma Polri sebagai Polisi sipil atau Civilian Police yang meliputi tiga
aspek yaitu struktural, instrumental dan kultural.
“Reformasi pada aspek struktural dan instrumental telah mengalami perubahan
yang signifikan, namun pada aspek kultural masih belum sesuai dengan
harapan.”ujarnya.
Kata dia, hal ini ditandai dengan masih banyaknya perilaku dan pelayanan
polri yang tidak sesuai dengan ketentuan, baik peraturan disiplin maupun kode
etik profesi polri, serta masih kurang mencerminkan jati diri sebagai Insan
Bhayangkara.
Kegiatan pembinaan tradisi yang telah dilaksanakan selama 18 hari
merupakan salah satu upaya Polda Kepri untuk meningkatkan kemampuan dan
kualitas para Brigadir Polda Kepri sebagai Laskar Bhayangkara Fisabilillah 2
guna mendukung pelaksanaan tugas kedepan nantinya.
Kegiatan pembinaan tradisi yang meliputi aspek peningkatan kemampuan fisik,
mental dan Teknis Kepolisian diharapkan dapat mendukung terciptanya sosok
Brigadir Polri yang paham terhadap tugasnya, mampu melaksanakan tugas
dengan baik dan memberikan keteladanan di ruang publik secara umum serta
dalam kesehariannya.
Oleh karenanya kegiatan pembinaan anggota polri yang telah dilaksanakan
oleh Polda Kepri ini adalah salah satu kegiatan yang telah melalui suatu proses
perencanaan yang matang guna membentuk karakter dan jati diri anggota polri
seutuhnya dalam rangka mengembangkan pengetahuan.
Sikap serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan Brigadir Polri agar
memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, moralitas yang di harapkan sesuai
dengan kompetensi dan Profesionalisme dalam rangka pelaksanaan tugas
sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegak hukum
yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Dengan harapan, pada pelaksanaan tugas nantinya, para Brigadir Polda Kepri
yang mengikuti kegiatan pembinaan tradisi dapat memberikan perubahan yang
signifikan bagi Polda Kepri dalam upaya memberikan perlindungan,
pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat Kepri.
APRI @www.rasio.co |


Sementara itu, Kasubdit Tipikor Krimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman menggatakan adekgan rekontruksi secara menyeluruh lebih kurang adan 39 yang akan diperagakan tersangka, namun yang paling intinya ada 9.
“Pada tanggal 29 Oktober 2016, Fadlul Haq telah mendapat perintah dari seseorang yang dipanggil Jhony, untuk pergi ke laut dengan menggunakan speedboat mengambil Narkoba. Kemudian setelah mendapatkan Narkoba yang dikemas dalam sebuah Tas punggung berwarna orange yang berisi 7 bungkus plastik yang masing-masing berisi kristal warna putih dengan berat keseluurhan sejumlah 6.800 gram. Setelah itu terdakwa (Fadlul Haq-red) menyerahkan ke Angga Wynanda alias Ayi di Samping UNNIBA Batam Center Kota Batam,”baca JPU Zia.
Kata dia, dilokasi anggota langsung mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.400.000 dan kartu kuota warna hijau. Selanjutnya terlapor dan barang bukti sebagaimana tersebut diatas dibawa ke Ditreskrimum Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebihlanjut.Tersangka yang diamankan berinisial A, P, N, A, E, A, N, R, A.
Selain itu, kata dia, Tempat Kejadian Perkara berlokasi di Simpang Dam, Kampung Aceh, Kelurahan Muka Kuning, KecamatanSei Beduk, Kota Batam anggota Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari Masyarakat, ada judi Gelper, dan dilakukan penangkapan.