Sabtu, November 7, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1595

Dugem Dibilyar Centre Muhajir PNS Kepri Pasrah Dituntut Jaksa 2,6 Tahun

0

RASIO.CO, Batam – Sungguh tragis nasib Amat Muhajir PNS yang bertugas di sekwan DPRD Kepri beserta istrinya Eka Fitriyana berurai airmata saat Jaksa Penuntut Umum(JPU) Akdi Akbar menuntut 2 tahun 6 bulan penjara hanya dengan barang bukti 3 butir pil ekstasi.

Ironisnya, kedua terdakwa terbukti secara sah melanggar melanggarPasal 112 ayat (1) Undang-UndangNomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dimana diketahui pesta narkoba di Biliard Centre KTV & Pub room 309 september 2016.

“Terdakwa terbukti secara melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, untuk dituntut 2,6 tahun penjara,” kata JPU Andi Akbar diruangan utama PN Batam. Rabu(05/07/2017).

Usai mendegarkan tuntutan jaksa, kedua terdakwa dipersilahkan majlis hukim untuk memohon tanggapan atas tuntutan tersebut dan kedua terdakwa meminta keringanan majlis hakim hukuman sedangkan istri terdakwa memohon sambil menangis agar direhap dan tidak akan mengulangi lagi.

“Mohon keringanan yang mulia serta untuk direhabilitasi,” ujarnya sambil berurai air mata.

Sementara itu, JPU Andi Akbar tetap pada tuntutanya sehingga majlis hakim Agus Rusianto didampingi hakim anggota Taufik Abdul Halim nainggolan dan Muhammad Chandra menunda sidang pekan depan dengan agenda putusan.

Diluar persidangan Amat Muhajir sangat kecewa dengan tuntutan yang diberikannya karena hukum sulit ditegakkan dan ia berharap majlis hakim dapat memutus dengan baik.

“Bagaimana lagi bang udah sulit hukum ini,” ujarnya singkat.

Sedangkan JPU Andi Akbar saat berupaya dikonfirmasi awak mengatakan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dan adanya tuntutan 2,6 tahun sudah sesuai aturan.

“Saya hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan kedua terdakwa sudah pernah direhap, namun berbuat lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Amat Muhajir dan Eka Fitriyana merupaka istri terdakwa mendatangi Biliard Center KTV & Pub Room 309 Kota Batam dengan membawa 5 (lima) butir pil ekstasi.

Sesampainya di room 309 Biliard Center KTV & Pub Room tersebut terdakwa kemudian meminum setengah tablet pil ekstasi bewarna pink dengan gambar superman kemudian menyerahkan seperempat tablet kepada saksi Eka Fitriyana.

Dan sekira pukul 02.00 wib, datang anggota polisi yang sedang melakukan kegiatan rutin ke room 309 dan ketika anggota polisi masuk, terdakwa membuang 3 butir pil ekstasy miliknya tersebut ke lantai.

Kemudian saksi Eka menyerahkan 1 butir pil ekstasi yang di kuasainya ke petugas polisi. Kemudian terdakwa bersama dengann terdakwa Amat Muhajir di bawa ke kantor polisi untuk penyidikan lebih lanjut.

APRI@Rasio.co

Hari Bhayankara, Polda Kepri Gelar Upacara Ziarah Makan Pahlawan

0

RASIO.CO, Batam – Maish dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke 71, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian melaksanakan upacara Ziarah Makam Pahlawan serta melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Batuaji.Rabu(05/07/2017).

Selain melaksanakan upacara Ziarah Makam Pahlawan, Polda Kepri juga menggelar Upacara Tabur Bunga di Perairan Provinsi Kepri yang dipimpin langsung Irwasda Polda Kepri Kombes Heru Pranoto. mengunakan kapal KP. BISMA 8001.

Dalam rangkaian kegiatan Upacara Ziarah Makam Pahlawan tersebut, Kapolda Kepri memimpin penghormatan kepada Arwah para pahlawan dan meletakkan karangan Bunga sebagai tanda penghormatan kepada jasa para pahlawan yang berjuang demi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Peserta upacara dan Bhayangkari juga diberi kesempatan untuk menaburkan bunga di pusara untuk para pahlawan yang gugur dan dimakamkan di TMP Bulan Gebang, Batu aji Batam.

Kapolda Kepri menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan adalah untuk mengingatkan kembali atas jasa-jasa pahlawan kepada anggota Polri agar bisa menjadi semangat dalam melaksanakan tugas.

Pada kesempatan yang sama Irwasda Polda Kepri mengawali Ziarah Laut dengan Penghormatan kepada Arwah Pahlawan yang gugur di Perairan Kepri.

mengheningkan cipta mengirim doa dan pengarungan karangan bunga serta tabur bunga ke Perairan Kepri. ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan doa, tampak suasana haru menyelimuti seluruh peserta Upacara.

PUTRA@Rasio.co

Kasus OTT : Diduga Uang 100 Juta untuk Suap Proyek Tenaga Pengamanan

0

RASIO.CO, Batam – Kuat dugaan kasus OTT pejabat BP Batam yang ditangkap team saber internal BP Batam akan di endapkan, pasalnya menyangkut oknum tertentu dimana ung 100 juta tersebut diduga untuk suap proyek tenaga pengamanan dari direktur perusahaan berinisial SF.

Menurut sumber terpercaya media Rasio, Anehnya dalam kasus penangkapan OTT ini tidak melibatkan kepolisian dan uang 100 juta yang diduga diberikan direktur PT.RDS berinisial SF yang disetor melalui koordinator lapangan berinisial AS.

“Kabarnya baru tadi malam melibatkan kepolisian dan ada pertemuan di polsek batamkota tuk gelar perkara,” Kata Sumber yang enggan dipublis namanya. Rabu(05/07/2017).

Ia menambahkan, Direktur perusahaan diduga melakukan suap karena takut tidak mendapat proyek jasa pengaman lagi alias diputus kontrak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga seorang pejabat yang bertugas sebagai PPK Ditpam BP Batam berinisial DS ditangkap Tim Saber Internal BP Batam pada siang hari. Senin(03/07/2017) pukul 11.00 Wib Siang.

Dari penangkapan dikabarkan dilakukan Tim Sabar Internal BP Batam dan diduga berhasil mengamankan barang buktiRp100 juta yang disetorkan oleh saudara AS dari perusahaan PT RDS dan saat ini dalam pemeriksaan internal apakah akan diserahkan terhadap kepolisian.

“Uang tersebut disetorkan terhadap DS diduga berkaitan dengan pengadaan Tenaga pengaman Ditpam BP Batam,” kata salah seorang sumber media Rasio yang enggan dipublis.

Kata Dia, oknum pejabat BP Batam berinisial DS sempat akan diserahkan kekepolisian, namun akhirnya akan diselesaikan melalui kekeluargaan akan mencopot dari jabatannya atas ulah oknum DS tersebut.

“Anehnya penangkapan kok tidak melibatkan kepolisian agar pelaku dijerat hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas BP Batam, Andi Antono melalui WA gruop, mengatakan bahwa tidak ada kejadian OTT tersebut, silahkan cek dengan tim saber pungli,” ujarnya.

APRI@Rasio.co

Oknum Pejabat PPK Ditpam BP Batam Dikabarkan di Tangkap OTT Internal

0

RASIO.CO, Batam – Diduga seorang pejabat yang bertugas sebagai PPK Ditpam BP Batam berinisial DS ditangkap Tim Saber Internal BP Batam pada siang hari. Senin(03/07/2017) pukul 11.00 Wib Siang.

Dari penangkapan dikabarkan dilakukan Tim Sabar Internal BP Batam dan diduga berhasil mengamankan barang buktiRp100 juta yang disetorkan oleh saudara AS dari perusahaan PT RDS dan saat ini dalam pemeriksaan internal apakah akan diserahkan terhadap kepolisian.

“Uang tersebut disetorkan terhadap DS diduga berkaitan dengan pengadaan Tenaga pengaman Ditpam BP Batam,” kata salah seorang sumber media Rasio yang enggan dipublis.

Kata Dia, oknum pejabat BP Batam berinisial DS sempat akan diserahkan kekepolisian, namun akhirnya akan diselesaikan melalui kekeluargaan akan mencopot dari jabatannya atas ulah oknum DS tersebut.

“Anehnya penangkapan kok tidak melibatkan kepolisian agar pelaku dijerat hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas BP Batam, Andi Antono melalui WA gruop, mengatakan bahwa tidak ada kejadian OTT tersebut, silahkan cek dengan tim saber pungli,”

APRI@Rasio.co

Lagi, Warga Malaysia Edarkan Sabu di Batam

0

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Genish Kumar Maheswaren merupakan warga negara Malaysia diduga kurir narkoba bersama rekannya Juriazul mengedarkan barang haram tersebut di Batam, tiga kali berhasil dan saat ini kandas di PN Batam.

dalam persidangan Genish Kumar berbelit-belit bahkan mengatakan dirinya diancam bandar narkoba bernama JO(DPO) warga malaysia untuk mengantarkan sabu 41 gram agar diberikan terhadap Asanawi warga Aceh yang sudah biasa bertransaksi.

“Saya datang ke batam liburan tetapi teman saya JO memaksa melalui via telpon memberikan barang kepada Asnawi yang merupakan jaringannya,” kata Genish Kumar diruang sidang utama PN Batam.Selasa(04/07/2017).

Kata Dia, dirinya datang ke Batam sekitar bulan february 2017 bermaksut liburan bersama rekan-rekannya dan menginap di hotel Travel , namun dirinya diminta menerima paket dari seseorang atas suruhan JO rekannya dan ternyata isinya sabu.

“Saat dibuka dalam kamar teryata isinya sabu untuk diserahkan kepada Juriazul, barulah Juriazul menyerahkan terhadap Asnawi,” ujarnya berkilah.

Sementara itu, keterangan terdakwan sangat berbeda dengan keterangan Saksi penangkap dari kepolisian Eko Leonardo dan Welly menjelaskan, bahwa awalnya penangkapan dilakukan ata informasi warga akan adanya traksaksi narkoba dan setelah di lakukan pengintaian di hotel tersebut dan mengikuti terdakwa Juriazul membawanya ketempat kost Asnawi.

“Juriazul awalnya ditangkap, setelah dikembangkan teryata barang berasal dari Ganish Kumar dan sudah tiga kali berhasil melakukan transaksi narkoba dengan upah narkoba untuk dipakai,” kata Eko dan dibenarkan saksi Welly.

Majlis hakim ketua Agus Rusianto didampingi dua hakim anggota Marta Napituplu dan Yona menunda sidang pekan depan untuk mendegarkan tuntutan JPU Andi Akbar karena masa hukuma terdakwa akan habis.

Apri @www.rasio.co |

Jaksa Gagal Hadirkan Saksi Ekspedisi Pengirim Barang Sabu 26 Kilo

0

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) Samuel Pangaribuan gagal hadirkan saksi pengirim barang bernama Thomas yang tercantum dalam BAP kepolisian dan mendapat keberatan dari Tantimin sebagai PH terdakwa Hung Cheng Ning alisa Toni Lee yang diduga bandar narkoba 26 kilo sembunyikan dalam lukisan Bunda Maria.

“Keberatan yang mulia saksi tidak hadir dengan keterangan saksi hanya melalui tertutulis,” kata Tantimin di ruang sidang PN Batam.(04/07/2017).

Namun, majlis hakim ketua yang dipimpin Endi Nurindra Putra didampingi dua hakim anggota tetap melanjutkan serta memerintahkan JPU untuk membacakan keterangan saksi Thomas melalui tertulis.

Terdakwa Hung Cheng Ning alisa Toni Lee usai dibacakan keterangan saksi melalui penterjemahnya membantah dan tidak mengakui bahwa lukisan miliknya walaupun dalam keterangan saksi tertulis mengatakan terdakwa sebulan tiga kali menerima kiriman paket dan setahun lebih kurang 15 kali dengan berbagai paket.

“Tidak benar yang mulai dan lukisan tersebut bukan milik saya,” ujar Toni.

Sidang kahirnya oleh majlis hakim ditunda pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi meringankan terdakwa, jika tidak ada makaakan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa.

Usai persidangan PH terdakwa Tantimin mengatakan, seharusnya JPU harus menghadirkan saksi dipersidangan sesuai yang di atur dalam KUHAP, selain itu banyak pertanyaan yang akan ditanyakan terhadap saksi secara langsung.

“Intinya kami keberatan atas tidak berhasilnya jaksa menhadirkan saksi secara langsung,” Kata Tantimin.

Kata Tantimin, dalam kasus Toni dalam BAP kepolisian ada 21 orang saksi dan baru hanya 13 orang yang hadir dipersidangan, diantara 7 dari kepolisian sebagai penangkap, Bea Cukai dan 6 dari ekpedisi lainnya.

“Kami akan hadirkan saksi meringan terdakwa dari Taiwan pekan depan,” pungkasnya.

JPU Samuel Pangaribuan dalam membacakan dakwaanya dimana Hung Cheng Ning alias Tony Lee bersama Mike Lin alias Jacky mengirim dua buah lukisan bergambar Bunda maria dengan kode marketing YC-369/IND dimana didalamnya terdapat 33 kotak kecil kecil berisikan serbuk Kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan kertas Alumunium Foil.

Sedangkan gambar kedua dengan kode marketing YC-370/IND didalamnya berisi 31 kotak kecil berisikan serbuk serbuk Kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan kertas Alumunium Foil dari Guang Zhou, Cina melalui perusahaan jasa pengiriman cargo PT. Weisheng di Guang Zhou.

lanjut dia, Salah satu lukisan kode YC-369/IND ditujukan kepada Badrus(DPO) di Jln telaga lapang 2 perumahan Graha Hasrih Permai Blok H no 10, Makasar. dan satu lukisan lagi kepada Raden Novi Prawira Jaya alias Nocidi jln Tipati unusRT03/RW22 no 18perum Duta Asri5 Cobodas, Tenggerang.

Selain itu, pengiriman kedua lukisan tersebut dari cina ke Indonesia adalah melalui beberapa perusahaan kargo yang memiliki rute pengiriman yaitu dari cina dikirim terlebih dahulu ke singapura, kemudian dari singapura dikirim lagi ke batam, dan selanjutnya dari batam dikirim ke Jakarta melalui PT. weisheng cabang Jakarta di Jln. Tiang Bendera 5, Kota Tua, Jakarta Barat.

Setelah itu, lukisan tiba di Batam 29 November 2016 sekitar pukul 05.00 WIB ke dua lukisan tersebut tiba dibatam dari Singapura di gudang PT. Sumber Roma Rasoki di Legenda, Kota Batam. Kemudian keesokan harinya yaitu pada hari Rabu tanggal 30 November 2016, kedua Lukisan tersebut dibawa ke Kargo Bandara Hang Nadim Batam untuk dikirim ke Jakarta.

Pada saatke dua lukisan tersebut melewati pemeriksaan X-ray oleh petugas Bea dan Cukai Batam, ditemukan tampilan tidak wajar dikedua lukisan tersebut, sehingga petugas kargo yang bertugas mengirim ke dua lukisan tersebut kejakarta diperintah oleh petugas Bea dan Cukai Batam untuk melakukan pengecekan terhadap lukisan tersebut dengan cara membuka bagian belakang lukisan.

Disaksikan oleh Petugas Bea dan Cukai Batam, dan pada saat lukisan tersebut terbuka, ditemukan 33 kotak kecil berisikan serbuk Kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan kertas Alumunium Foildi lukisan dengan kode YC-369/IND dan 31 (tiga puluh satu) kotak kecil berisikan serbuk Kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan kertas Alumunium Foil di lukisan dengan kode YC-370/IND tersebut.

Bahwa selanjutnya, petugas Bea dan Cukai Batam menghubungi Sat Resnarkoba Polresta Barelang untuk ditindak lanjuti dan kemudian Anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelang dan Bea dan Cukai Batam melakukan Control Delivery terhadap kedua lukisan yaitu mengirim kedua lukisan ke alamat penerima untuk mengetahui dan menangkap penerima dan pemilik kedua lukisan tersebut dengan diawasi oleh Anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelangdan Bea dan Cukai Batam.

Kemudian malam harinya yaitu pada hari Rabu tanggal 30 November 2016 sekira pukul 19.30 Anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelangdan Bea dan Cukai Batam berangkat ke Jakarta membawa ke dua lukisan.

Bahwa pada hari Kamis tanggal 01 Desember 2016 sekitar pukul 15.00 WIB, Sat Resnarkoba Polresta Barelangdan Bea dan Cukai Batam mengantar ke dua lukisan tersebutke PT. Weisheng Cabang Jakarta yang beralamat di Jln. Tiang Bendera 5, Kota Tua, Jakarta Barat dan diterima oleh karyawan PT. Weisheng Cabang Jakarta tersebut. dan akhirnya menangkap terdakwa.

Apri @www.rasio.co |

Ratusan Driver Grab Demo

0

RASIO.CO, Jakarta – Ratusan sopir taksi online yang tergabung dalam Front Driver Online menggelar unjuk rasa di kantor perwakilan Grab, Gedung Plaza Maspion, Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa, 4 Juli 2017.

Mereka menuntut manajemen Grab memenuhi kewajiban kepada para pengemudi yang menjadi mitra. “Kawan-kawan, kita ini mitra (Grab), driver bukan budak,” kata seorang pengunjuk rasa saat berorasi di mobil komando.

Sejumlah pengunjuk rasa terlihat memegang spanduk yang bertuliskan,

“Tangkap bandit-bandit Grab Indonesia yang telah banyak melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap mitra Grab”. Selain itu, peserta aksi mengusung pamflet yang berisi tuntutan kepada PT Grab Indonesia. Salah satunya berbunyi, “Kembalikan bonus kami!”

Massa pengunjuk rasa mulai berdatangan pada pukul 10.00. Puluhan polisi terlihat berjaga di depan pintu gerbang Plaza Maspion. Beberapa di antaranya mengatur arus lalu lintas di Jalan Gunung Sahari.

Ketua Front Driver Online Aris Nur Adim mengatakan pada 10 Juli nanti akan ada mediasi antara pengemudi dan manajemen Grab yang digelar di Mapolda Metro Jaya. Dia meminta manajemen memenuhi undangan mediasi itu. “Kalau tidak, kami akan mengerahkan massa lebih besar,” katanya.

Aris menegaskan, jika dari mediasi itu tidak ditemukan solusi, para pengemudi mitra Grab siap menempuh jalur hukum. Untuk itu, mereka sudah menunjuk tim kuasa hukum.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan institusinya siap membantu upaya mediasi itu. Langkah ini dinilai paling cocok untuk menghindari kesalahpahaman antara pengemudi dan manajemen Grab. “Minimal polisi sudah membuat pendekatan dulu kira-kira masalahnya apa,” kata Argo.

APRI@www.rasio.co|Tempo

Khasiat Madu Campur Biji Wijen Mengatasi Tulang Rapuh

0

RASIO.CO, Jakarta – Penyakit kadang dapat diobati dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Juga di dapur, Misalnya, madu dan biji wijen. Tahukah Anda jika campuran satu sendok makan madu murni dan satu sendok makan bii wijen yang dikonsumsi setiap pagi sebelum makan dapat mengobati setidaknya tujuh penyakit di bawah ini?

Dilansir Tempo.co, Pertama, kombinasi satu sendok makan madu murni dengan biji wijen dapat memperbaiki tulang yang rapuh. Madu dan biji wijen sama-sama mengandung protein dan kalsium tinggi yang baik untuk kepadatan tulang.

Kedua, campuran madu dan biji wijen juga mengandung anti-oksidan tinggi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Anti-oksidan dalam campuran kedua bahan alami tersebut juga berfungsi untuk melancarkan peredaran darah.

Ketiga, campuran madu dan biji wijen yang kaya akan mineral dan anti-oksidan yang diminum secara rutin setiap pagi saat kondisi perut masih kosong berfungsi sebagai energi sebelum sarapan. Madu dan biji wijen dapat digunakan sebagai camilan sehat pengganti keripik kentang, goreng-gorengan atau camilan lain yang kurang sehat.

Keempat, campuran madu dan biji wijen sangat ideal dikonsumsi oleh perempuan yang sedang haid. Madu dan biji wijen dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada dinding rahim sehingga kram perut dapat dihindari selama haid.

Bagi seseorang yang tengah berjuang menurunkan berat badan, campuran bahan alami tersebut mampu menurunkan selera makan. Saat selera makan berkurang, kemungkinan berat badan bertambah juga berkurang.

Protein dan anti-oksidan dalam madu dan biji wijen juga dapat menstimulasi produksi sel kulit dan rambut.

Terakhir, berbicara mengenai anti-oksidan yang terkandung di dalam madu dan biji wijen dapat memperlancar tekanan darah menuju otak sehingga fungsi otak seperti daya ingat dan kesadaran dapat meningkat.

APRI@www.rasio.co|Tempo

Samsung luncurkan Galaxy Note 7 rekondisi mulai 7 Juli

0
RASIO.CO, Jakarta – Samsung Electronics Co Ltd mengatakan akan mulai menjual smartphone Galaxy Note 7 versi rekondisi di Korea Selatan pada 7 Juli, menggunakan baterai berbeda dibandingkan varian lama yang menyebabkan beberapa perangkat tersebut terbakar tahun lalu.

Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan akan menjual 400.000 unit ponsel dengan nama Galaxy Note 7 Fan Edition di negara tersebut seharga 699,600 won atau setara 611 dolar AS — sekitar 30 persen lebih murah dari pada Note 7 saat pertama kali diluncurkan.

Perangkat-perangkat tersebut merupakan smartphone yang pernah ditarik dari peredaran saat bermasalah.

Baterai untuk perangkat rekondisi memiliki kapasitas lebih rendah dibandingkan Note 7 di awal peluncuran, namun telah melewati serangkaian pengujian keamanan, kata Samsung.

Samsung sebelumnya terpaksa menghentikan penjualan Note 7 pada Oktober, sekira dua bulan setelah peluncuran karena baterai yang rentan terbakar dari dua pemasok berbeda.

Insiden ini merugikan Samsung lebih dari 5 miliar dolar AS dari laba operasional dan merusak reputasi mereka, meskipun perusahaan telah pulih dengan kesuksesan peluncuran Galaxy S8.

Samsung mengatakan awal tahun ini berencana untuk menjual Note 7 rekondisi setelah penyelidikan oleh pihak internal mereka dan perusahaan independen lain guna menyimpulkan penyebab kebakaran itu.

Perusahaan itu juga berencana mengadakan acara peluncuran Galaxy Note 8 pada paruh kedua Agustus, kata seorang sumber kepada Reuters bulan lalu.

Samsung akan memutuskan di kemudian hari apakah menjual Note 7 rekondisi di pasar lain di kemudian hari, namun telah memastikan untuk tidak menawarkan perangkat tersebut di Amerika Serikat atau India, demikian

APRI@www.rasio.co|Antara

Dinkes Akan Tambah Tenaga Kontrak

0

RASIO.CO, Batam – Dinas Kesehatan Kota Batam mengajukan penambahan 64 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Pegawai kontrak ini dibutuhkan untuk dua Puskesmas baru.

“Kita ajukan tambahan tenaga ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Dokter, perawat, bidan, dokter gigi, sanitasi, dan sebagainya. Nanti baru dicampur dengan PNS yang ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi, di Batam Centre beberapa waktu lalu.

Dua Puskesmas baru yang akan dioperasikan yaitu Puskesmas Rempang Cate di Galang dan Puskesmas Kampung Jabi di Kecamatan Nongsa. Operasional dua Puskesmas ini sedang menunggu surat keputusan Unit Pelaksana Teknis (SK UPT) dari Walikota Batam.

“Rencana habis lebaran beroperasi,” kata dia.

Saat ini, kata Didi, jumlah tenaga kesehatan di Pemko Batam sudah mencapai lebih dari 1.000 orang. Jumlah tersebut gabungan antara pegawai negeri dan tenaga kontrak (PNS dan non PNS).

Distribusinya pun sudah cukup bagus. Hanya memang ada tenaga tertentu yang jumlahnya kurang. Seperti sarjana apoteker, dan sopir untuk ambulans.

“Kalau Puskesmas sudah BLUD (badan layanan umum daerah), perekrutan akan lebih gampang,” ujarnya.

APRI@www.rasio.co|MCB