Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 76

Amsakar Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Tekankan Kerukunan Umat Beragama

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Perayaan Dharma Santi Nyepi Tingkat Kota Batam Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Harmoni One Hotel, Minggu (12/4) kemarin.

Kehadiran Amsakar disambut antusias oleh ratusan umat Hindu yang memenuhi aula kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi umat Hindu dalam menjaga keharmonisan dan kondusivitas kehidupan beragama di Kota Batam.

“Dharma Santi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Harmonisasi ini merupakan modal utama dalam pembangunan Kota Batam,” ujarnya.

Amsakar menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Hari Raya Nyepi, khususnya pengendalian diri, sangat relevan dengan upaya membangun karakter masyarakat yang disiplin, toleran, dan berintegritas.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan semangat Vasudhaiva Kutumbakam dalam kehidupan sehari-hari, yang mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga.

“Pemerintah Kota Batam berkomitmen hadir untuk semua golongan. Kami ingin Batam menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pemeluk agama, di mana perbedaan menjadi kekuatan, bukan pemisah,” tegasnya.

Kegiatan Dharma Santi ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antarumat beragama serta menjaga stabilitas sosial di Kota Batam yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman tinggi.

YD

Li Claudia Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Nongsa, Empat Lokasi Ditemukan

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung menindak aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Minggu (12/4).

Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap potensi kerusakan lingkungan sekaligus untuk memastikan kawasan tersebut tidak mengganggu Bandara Internasional Hang Nadim yang masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).Dalam operasi tersebut, tim gabungan dari BP Batam bersama Polda Kepulauan Riau menemukan sedikitnya empat titik yang terindikasi melakukan penambangan pasir tanpa izin resmi.

“Setop tambang pasir ilegal yang ada. Aktivitas ini membahayakan dan menimbulkan dampak lingkungan. Selain itu, kegiatan ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Li Claudia di lokasi.

Li Claudia menekankan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem dan keseimbangan alam. Ia menyebut, dampak yang ditimbulkan bisa meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor, serta berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.

“Penindakan harus langsung dan tegas. Jika terbukti melanggar, harus diproses secara pidana agar memberikan efek jera,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BP Batam akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait guna memastikan penertiban berjalan efektif. Pengawasan di wilayah rawan juga akan ditingkatkan melalui patroli rutin, sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas ilegal.

Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal.

“Langkah tegas ini diharapkan tidak hanya menghentikan aktivitas di Kampung Jabi, tetapi juga menjadi peringatan bagi pelaku lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa,” pungkasnya.

Website: bpbatam.go.id

Email: humas@bpbatam.go.id

X: @bp_batam

Facebook: BIFZA

Instagram: BPBatam

Youtube: BPBatam

YD

BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih

0

RASIO.CO, Batam – Semangat kebangkitan dan kasih menyelimuti keluarga besar Persekutuan Doa BP Batam, dalam peringatan Paskah yang digelar di Graha Lansia Titian Kasih, Pulau Rempang, Sabtu (11/4).

Dalam kegiatan tersebut, selain melaksanakan ibadah bersama, kegiatan ini juga disejalankan dengan pemberian santunan, pemeriksaan kesehatan, hingga permainan mencari telur Paskah. Sekitar 13 oma dan opa, menyambut antusias kehadiran keluarga besar Persekutuan Doa BP Batam, yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ditemui usai kegiatan, Ariastuty mengatakan, perayaan Paskah bersama lansia ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang selalu digelar Persukutuan Doa BP Batam, pada momen hari besar keagamaan.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Suster yang telah bertanggung jawab di tempat ini, dan membuka pintu bagi kami untuk dapat memberikan berkat kepada oma dan opa disini,” ujar Ariastuty.

Ariastuty menambahkan, dirinya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Persekutuan Doa BP Batam yang telah menginisiasi kegiatan bakti sosial ini.

“Sehingga dengan kunjungan ini, BP Batam dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi oma dan opa yang ada disini,” tutupnya.

Sementara itu, perwakilan Graha Lansia Titian Kasih, Suster Sepriani menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Persekutuan Doa BP Batam.

“Kami tentunya sangat berterima kasih dan mendoakan yang terbaik, atas semua kebaikan hati bapak ibu yang diberikan kepada kami terlebih khusus untuk seluruh jajaran di BP Batam,” ujarnya.

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan

0

RASIO.CO, Batam – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang didampingi Wakil Wali Kota Serena C. Francis, di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jumat (10/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan posisi Batam sebagai percontohan (pilot project) pelayanan publik dan perizinan investasi berbasis digital di Indonesia.

Dalam pemaparan, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi utama BP Batam, yakni Dashboard Investasi sebagai command center pemantauan real-time, MANTAB (Manajemen Talenta Batam) untuk integrasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi, serta Duta Investasi sebagai penguat promosi dan daya tarik investasi Batam.

Kunjungan diawali dengan peninjauan Dashboard Investasi di ruang Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Francis, yang memungkinkan pemantauan langsung serta percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha, kemudian dilanjutkan ke layanan PTSP di Mall Pelayanan Publik.

Amsakar menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antar daerah dalam memperkuat daya saing.

“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi, penyederhanaan standar, serta percepatan waktu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan birokrasi harus berorientasi pada kemudahan layanan.

“Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memudahkan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terukur.

“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” ujar Christian.

Ia menilai, Batam telah berhasil menjadi lokomotif kemajuan kawasan strategis sekaligus model pelayanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di daerah lain.

Kunjungan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis, Anggota Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat Eselon II.

Melalui kolaborasi ini, Batam dan Kupang diharapkan dapat memperkuat sinergi sebagai kota jasa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan SDM dan pertukaran tenaga kerja di masa mendatang.

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Dukung Ketahanan Pangan, Pemuda Pancasila Lingga Panen Perdana Cabai Rawit di Singkep

0

RASIO.CO, Lingga – Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lingga menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan dengan menggelar panen perdana cabai rawit di halaman Sekretariat MPC PP Lingga, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Rabu (8/4).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua MPC PP Lingga, Armanto Arayad, serta dihadiri Camat Singkep Agustiar dan lurah setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan kemandirian pangan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemuda Pancasila Lingga. Ia menilai program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lingga melalui PKK yang mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar konsisten menanam minimal lima pohon cabai di setiap rumah tangga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengurangi pengeluaran.

“Ini merupakan motivasi luar biasa yang ada di Kecamatan Singkep. Saya berharap ke depannya PP tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat mensuplai bibit lada hingga ke ranting-ranting di masing-masing kecamatan,” ujar Agustiar.

Armanto Arayad menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kesadaran pentingnya kemandirian pangan di tingkat lokal. Ia mengungkapkan bahwa gerakan penanaman telah lebih dulu dilakukan oleh jajaran organisasi.

Ketua PAC PP disebut telah menanam sekitar 1.200 pohon cabai, sementara Ketua Ranting PP Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, telah menanam 150 pohon.

Selain itu, Armanto menyoroti harga cabai di pasar Dabo yang masih relatif stabil di kisaran Rp50.000 per kilogram. Ia berharap harga tersebut tetap terjaga agar tidak memberatkan masyarakat.

“Jadi saya ingin cabai harus digalakkan. Ke depan, Insya Allah, kami dari PP Lingga akan membagikan 100 polibag kepada setiap ranting. Ini sebagai langkah belajar bersama untuk ketahanan pangan agar kita tidak selalu bergantung pada pasokan cabai dari luar daerah,” ujarnya.

Puspan

Pengukuran Langsung Buka Fakta Baru di Sidang Jembatan Marok Kecil Lingga

0

RASIO.CO, Lingga – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung Laboh di Desa Marok Kecil, Kabupaten Lingga, memasuki tahap pemeriksaan lapangan, Kamis (9/4).

Sidang setempat ini dipimpin oleh Rahmat Sanjaya selaku Ketua Majelis Hakim, dengan menghadirkan jaksa penuntut umum (JPU), penasihat hukum terdakwa, ahli konstruksi, serta pihak terkait lainnya.

Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi proyek berdasarkan tahapan pekerjaan yang berlangsung sejak 2022 hingga 2024. Dalam proses ini, ditemukan sejumlah perbedaan signifikan antara laporan ahli dengan kondisi riil di lapangan.

Pada proyek tahun 2022, pemeriksaan difokuskan pada bagian abutmen, sayap abutmen, dan pasangan batu. Hasil pengukuran menunjukkan adanya ketidaksesuaian, salah satunya pada tinggi sayap abutmen yang dalam laporan hanya dihitung 2,5 meter, sementara kondisi sebenarnya mencakup keseluruhan struktur dari pondasi hingga dudukan gelagar.

Selain itu, jumlah titik uji core drill juga berbeda. Dalam laporan hanya disebutkan enam titik, sedangkan di lapangan ditemukan 13 titik, yang dinilai dapat memengaruhi analisis kekuatan beton.

Memasuki proyek tahun 2023, pemeriksaan kembali menemukan perbedaan data. Ketebalan abutmen yang dalam laporan tercatat 20 cm, ternyata mencapai 40 cm di lapangan. Sementara panjang box culvert yang dilaporkan 6 meter, justru mencapai 9 meter sehingga volume riil lebih besar.

Tak hanya itu, pekerjaan pasangan batu miring di sisi jalan juga disebut tidak masuk dalam perhitungan ahli.

Pada proyek tahun 2024, perbedaan kembali ditemukan pada tinggi pasangan batu. Laporan menyebutkan tinggi 1 meter, namun hasil pengukuran menunjukkan variasi antara 1 hingga 2 meter, dengan rata-rata sekitar 1,5 meter.

Temuan-temuan tersebut memunculkan dugaan adanya kekeliruan dalam metode perhitungan yang digunakan dalam laporan sebelumnya. Penasihat hukum terdakwa, Rian Hidayat, menilai hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan adanya kejanggalan dalam laporan ahli.

“Ya, berdasarkan fakta persidangan banyak kejanggalan dalam hasil laporan dari ahli Lhokseumawe Aceh dan BPKP. Apalagi ketua tim ahli telah meninggal sehingga tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil yang dikeluarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Lingga, Bambang Wiratdany, menjelaskan bahwa sidang setempat dilakukan untuk menindaklanjuti perbedaan pendapat antar ahli dalam persidangan sebelumnya.

“Tujuannya hari ini karena pada saat persidangan terjadi perbedaan pendapat antara ahli, maka dilakukan perhitungan kembali di lapangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan ini masih menunggu laporan resmi dari tim ahli dan akan menjadi bagian penting dalam berkas tuntutan.

Perkara ini menjerat empat terdakwa, yakni Wahyudi Pratama selaku Direktur CV Firman Jaya, Diky sebagai pelaksana lapangan, Yulizar selaku Direktur PT Bentan Sondong sekaligus konsultan pengawas, serta Jeki Amanda sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Majelis hakim meminta seluruh pihak segera menyiapkan pembelaan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan guna mempercepat proses menuju putusan.

Puspan

BPOM Bongkar Distribusi Laughing Gas Ilegal ‘Baby Whip’

0

RASIO.CO, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) membongkar praktik distribusi ilegal dinitrogen monoksida (N2O) atau gas tertawa dengan merek ‘Baby Whip’ yang diduga menyasar kalangan anak muda, khususnya generasi Z.

Pengungkapan ini membuka sisi gelap rantai distribusi produk farmasi yang disalahgunakan di luar peruntukannya. Gas N2O yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan medis dan industri makanan, justru dipasarkan bebas secara ilegal.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan ekosistem digital untuk menjalankan bisnisnya. Produk ‘Baby Whip’ dijual secara individu melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Strategi penjualan daring tersebut dinilai sebagai upaya menghindari pengawasan ketat dalam jalur distribusi resmi alat kesehatan dan sediaan farmasi.

“Penyalahgunaan gas medis ini tidak bisa ditoleransi. Penegakan hukum ini adalah komitmen negara untuk menjamin keselamatan masyarakat dari peredaran produk farmasi tanpa izin,” tegas Taruna dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Dalam operasi gabungan bersama Bareskrim Polri, BPOM menggerebek sebuah rumah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai ukuran tabung gas ‘Baby Whip’, mulai dari 640 gram hingga 7 kilogram. Selain itu, turut diamankan sejumlah peralatan pendukung seperti plastik segel, karton kemasan, dan nozzle.

Temuan ini mengindikasikan adanya aktivitas pengemasan ulang (re-packing) serta sistem distribusi yang terorganisir sebelum produk dikirim ke konsumen melalui jasa ekspedisi.

Meningkatnya tren penggunaan gas tertawa di kalangan Gen Z menjadi perhatian serius pemerintah. Penyalahgunaan N2O berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Karena itu, pengawasan terhadap distribusi gas ini kini menjadi prioritas nasional guna mencegah kebocoran ke pasar ilegal yang dapat membahayakan masyarakat luas.

BPOM menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku distribusi ilegal demi menjaga keamanan produk farmasi di Indonesia.

***

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp886 Juta

0

RASIO.CO, Aceh – Bea Cukai Langsa memusnahkan sebanyak 545.452 batang rokok ilegal di lingkungan kantornya, Kamis (9/4). Pemusnahan ini merupakan hasil penindakan terhadap Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) ilegal dalam periode Mei 2025 hingga Februari 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus optimalisasi penerimaan negara di sektor cukai. Barang yang dimusnahkan berasal dari 63 Surat Bukti Penindakan (SBP) dengan total nilai mencapai Rp1,29 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp886,7 juta.

Pemusnahan dilakukan untuk memastikan barang hasil penindakan tidak kembali beredar di masyarakat dan tidak lagi memiliki nilai ekonomis.

Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga menggencarkan pengawasan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum serta instansi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja. Upaya ini dilakukan melalui operasi pasar hingga sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepatuhan serta menekan peredaran rokok ilegal di wilayah kerja Bea Cukai Langsa.

Pemusnahan Sesuai Regulasi

Proses pemusnahan telah mendapatkan persetujuan dari pejabat berwenang, termasuk dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe.

Secara regulasi, kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2024 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150 Tahun 2023 yang mengatur tata cara penyelesaian barang kena cukai dan pengelolaan barang milik negara.

Berbagai merek rokok ilegal yang dimusnahkan antara lain H&D, Manchester, Englishman, Luffman, IB, Mer-C, Oris Pulse, Platinum Seven, hingga Luckyman. Keragaman merek ini menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal masih berlangsung dengan berbagai modus.

Dilakukan Terbuka dan Akuntabel

Pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan cara memotong rokok untuk menghilangkan bentuk fisiknya, lalu dibakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Metode ini dilakukan agar barang tidak dapat digunakan kembali maupun beredar di masyarakat.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen dalam penegakan hukum di bidang cukai.

“Pemusnahan ini bukan sekadar tahapan administratif, melainkan bagian dari penegakan hukum untuk memastikan rokok ilegal tidak kembali beredar di masyarakat. Bea Cukai Langsa akan terus memperkuat pengawasan, bersinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, melindungi masyarakat, dan menjaga penerimaan negara dari sektor cukai,” ujarnya.

Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai dinilai merugikan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Oleh karena itu, pemusnahan menjadi langkah penting dalam menutup rangkaian penindakan.

Bea Cukai Langsa juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau mengedarkan rokok ilegal serta aktif melaporkan jika menemukan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.

AD

KPK Dorong Akselerasi Kawasan Industri Batam, Cegah Korupsi dan Perkuat Investasi

0

RASIO.CO, Batam – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi (Korsup) mendorong percepatan pengembangan kawasan industri bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai langkah strategis dalam mencegah praktik korupsi di sektor investasi.

Langkah ini menegaskan bahwa kemudahan berusaha harus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

Kepala Satuan Tugas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan KPK berfokus pada pemetaan risiko serta penguatan koordinasi lintas lembaga.

“Jangan sampai fasilitas yang diberikan justru membuka ruang moral hazard dalam pengelolaan kawasan strategis ini,” tegas Dian saat berada di Kantor BP Batam, Rabu (8/4).

Sebelumnya, KPK bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian telah melakukan koordinasi intensif terkait tata kelola kawasan industri. Dari hasil pembahasan tersebut, ditemukan setidaknya 13 isu strategis yang berpotensi memengaruhi pengembangan kawasan industri nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tahun 2025, terdapat 175 kawasan industri di Indonesia dengan total investasi mencapai Rp6.744,5 triliun. Sementara itu, BP Batam mencatat 31 kawasan industri di Batam dengan nilai investasi sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025.

“Besarnya nilai investasi ini menunjukkan pentingnya memastikan setiap proses berjalan transparan serta memastikan kepentingan semua pihak terlindungi,” ujarnya.

KPK juga menilai bahwa upaya ini sejalan dengan perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang mengalami penurunan dari 38 poin pada 2024 menjadi 34 poin pada 2025. Transparansi dalam iklim investasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.

Selain itu, pengelolaan kawasan industri yang mencakup perizinan, penanaman modal, hingga pengembangan kawasan dinilai masih memiliki potensi risiko jika tidak diawasi secara ketat.

“Kondisi negara yang tidak mudah dan turbulensi, ini menjadi momen mendorong sektor ini sampai ke ujung. Sejauh mana sektor ini bisa menjadi nilai tambah untuk negara,” tambah Dian.

Tumpang Tindih Regulasi Jadi Tantangan

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa harmonisasi regulasi masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan kawasan industri di Batam. Menurutnya, status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas (FTZ) yang juga bersinggungan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyebabkan tumpang tindih kebijakan.

“Ada empat Peraturan Pemerintah terbaru yang berdampak terhadap Batam, termasuk pengaturan kelembagaan dan perizinan berusaha. Kondisi ini turut memengaruhi daya tarik investasi,” jelas Amsakar.

Ia berharap kehadiran KPK dapat membantu menyelaraskan regulasi tersebut guna meningkatkan kepastian hukum bagi investor.

Saat ini, BP Batam juga tengah melakukan pembenahan layanan investasi, termasuk menangani 1.416 aduan dari 16 sektor serta memperkuat sistem manajemen lahan (Land Management System).

“Ada mekanisme final yang dialas dengan peraturan kepala. Kami juga menggaet stakeholder, baik notaris hingga perbankan, untuk mempercepat penyelesaian aduan,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menambahkan bahwa optimalisasi sistem Online Single Submission (OSS) perlu diperkuat, khususnya dalam integrasi data perizinan ruang dengan Kementerian Investasi/BKPM.

Ke depan, KPK bersama pemangku kepentingan akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kawasan industri di Batam dan Bintan untuk memastikan implementasi berjalan efektif.

Melalui sinergi ini, diharapkan kawasan industri Indonesia tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi kuat dalam transparansi, akuntabilitas, dan integritas menuju daya saing global.

Website: bpbatam.go.id

Email: humas@bpbatam.go.id

X: @bp_batam

Facebook: BIFZA

Instagram: BPBatam

Youtube: BPBatam

YD

Tragedi Ibu dan Bayi Tewas di Kos Batu Aji, Polisi Dalami Dugaan Persalinan Tanpa Bantuan Medis

0

RASIO.CO, Batam – Peristiwa tragis menggemparkan warga Perumahan Pendawa Asri, Kecamatan Batu Aji, Batam, setelah seorang perempuan muda berinisial JPZ (21) ditemukan meninggal dunia bersama bayinya di dalam kamar kos.

Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian yang bergerak cepat mengungkap kronologi kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk kakak korban, tetangga kos, serta pacarnya berinisial FJ.

Kapolsek Batu Aji, Bayu Rizki, mengungkapkan bahwa korban diduga menyembunyikan kehamilannya dari orang-orang terdekat, termasuk sang pacar yang telah menjalin hubungan sejak Agustus 2025. Menurutnya, meskipun perubahan fisik mulai terlihat, korban tetap menyangkal kondisi tersebut. Bahkan saat diminta melakukan tes kehamilan pada Februari lalu, korban terus menghindar dengan berbagai alasan.

“Diduga korban memang berupaya menyembunyikan kelahiran itu. Namun, hal ini masih kami dalami,” ujar Bayu.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah bukti yang menunjukkan kondisi darurat saat peristiwa terjadi. Bercak darah ditemukan di tempat tidur dan lantai kamar, serta ember berisi air bercampur darah dengan bau menyengat. Selain itu, ditemukan kain yang diduga digunakan korban untuk membersihkan diri.

Polisi menduga korban melahirkan seorang diri tanpa bantuan tenaga medis maupun pendamping. Sebelum kejadian, korban sempat mencoba menghubungi FJ pada Selasa (7/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak terjawab karena FJ tengah bekerja.

Upaya penyelamatan sebenarnya sempat ada, ketika tetangga kos menawarkan bantuan untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh korban.

“Untuk sementara, belum ada indikasi tindak pidana. Pacar korban juga bekerja dari siang hingga malam,” jelas Bayu.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat FJ tiba di kos sekitar pukul 22.29 WIB. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat serta luka di bagian vital yang diduga akibat proses persalinan tanpa penanganan medis.

Dalam pengembangan lebih lanjut, polisi kembali melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan jasad bayi laki-laki yang disimpan di dalam lemari kamar korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan kondisi bayi saat dilahirkan serta penyebab pasti kematian ibu dan anak tersebut.

YD