Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 81

Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jembatan Bengkong, Ditargetkan 2027

0

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam memprioritaskan pelebaran jembatan di Jalan Golden Prawn, Bengkong, guna mengurai kemacetan, dengan target pengerjaan pada 2027.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri halalbihalal bersama masyarakat Kecamatan Bengkong di Ballroom Golden Prawn 933, Rabu (1/4) malam, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

“Untuk jembatan di Bengkong, kami minta menjadi perhatian. Insyaallah pada 2027 dapat dilakukan pelebaran sehingga mampu mengurai kemacetan,” ujar Amsakar.

Menurutnya, jembatan yang berada dekat Kantor Camat Bengkong itu menjadi titik krusial seiring meningkatnya mobilitas warga, sehingga perlu segera menjadi prioritas pembangunan. Rencana tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang juga mengusulkan pembangunan SMK negeri di wilayah Bengkong.

“Terkait pembangunan SMK di Tanjung Buntung, silakan tokoh masyarakat berkoordinasi langsung dengan Pemko Batam agar dapat dibahas lebih lanjut,” katanya.

Amsakar menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pembangunan.

“Tidak mungkin dalam waktu singkat semua persoalan selesai. Namun, jika kita bergerak bersama, yang berat akan menjadi ringan,” ujarnya.

Kegiatan halalbihalal ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Batam.

YD

DPRD Lingga Rapat Paripurna LKPJ Bupati Lingga Tahun Anggaran 2025

0

RASIO.CO, Lingga – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP pimpin Rapat Paripurna yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Lingga. Selasa (31/3/2026).

Dalam Rapat Paripurna tersebut ketua DPRD Lingga, didampingi oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lingga. Serta dihadiri Wakil Bupati Lingga, H. Novrizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kades dan BPD Se kabupaten Lingga.

Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah serta pembahasan kebijakan strategis guna meningkatkan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Lingga.

Diharapkan, melalui forum ini terjalin sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Rapat Paripurna dengan agenda :

  1. Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Lingga Tahun Anggaran 2025, serta Penyampaian Ranperda tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan.
  2. Pandangan Umum Fraksi – fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Lingga, Tahun Anggaran 2025 dan ranperda tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan.
  3. Tanggapan/Jawaban Bupati Lingga terhadap Pandangan Umum Fraksi – fraksi terhadap ranperda.

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp620 Juta, Pelaku Ditangkap di Hotel

0

RASIO.CO, Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran uang palsu senilai sekitar Rp620 juta di sebuah hotel kawasan Kemang, Kabupaten Bogor.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial MP yang ditangkap di kamar hotel pada Senin (30/3). Dari lokasi, petugas menyita uang palsu pecahan Rp100 ribu yang disimpan dalam peti dan kardus.

“Benar, kami telah mengamankan uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai sekitar Rp620 juta di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor. Sejauh ini, satu orang pelaku berinisial MP telah diamankan,” ujar AKBP Robby Syahfery, Selasa (31/3).

Selain uang palsu, polisi juga menyita sejumlah peralatan produksi seperti printer, tinta, alat potong kertas, serta kertas A4 yang diduga digunakan untuk mencetak uang. Polisi menyatakan kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang terlibat.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap sindikat uang palsu tersebut terkait perencana dan jejaring peredarannya,” tambahnya.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menerima uang tunai dan segera melapor jika menemukan uang yang diduga palsu.

***

Filosofi Rasa: Internalisasi Nilai Luhur dari Dapur hingga ke Batin

0

RASIO.CO, Batam – Pernahkah kita benar-benar menyadari apa yang sedang kita kunyah? Di tengah hiruk-pikuk gaya hidup modern, makan sering kali hanya menjadi aktivitas mekanis untuk menggugurkan rasa lapar atau sekadar mengikuti tren kuliner.

Kita rela mengantrI panjang di booth makanan mall yang penuh sesak, namun sering kali kehilangan momen untuk benar-benar “hadir” bersama apa yang kita santap. Padahal, jika kita menengok kembali pada kearifan leluhur, meja makan sebenarnya adalah laboratorium terkecil untuk melatih kesadaran diri dan kedaulatan jiwa.

Jika sebelumnya saya pernah mengulas bagaimana pakaian menjadi cermin jiwa yang tampak dari luar, maka makanan adalah “nutrisi batin” yang dirancang untuk membersihkan apa yang ada di dalam.

Para Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, adalah sosok-sosok yang sangat memahami psikologi ini. Beliau tidak hanya menyebarkan ajaran melalui lisan, tetapi melalui “bahasa budaya” yang bisa disentuh, dicium, dan dirasakan: makanan. Namun, di tengah keberlimpahan opsi makanan hari ini, sering kali kita hanya kenyang secara fisik, tetapi hampa secara makna.

Dalam hasil penelitian Ahmad Buhori mengenai simbolisme pangan di Godean, Yogyakarta, kita menemukan bahwa setiap elemen di atas piring tradisional adalah instrumen internalisasi nilai. Ambil contoh Ketupat.

Anyaman janurnya yang rumit adalah representasi dari kompleksitas kesalahan dan nafsu manusia. Namun, di balik anyaman itu, terdapat nasi putih bersih yang melambangkan Pancer—inti diri atau fitrah yang harus tetap suci melalui proses ngaku lepat (mengaku salah). Sayangnya, sering kali kita lebih sibuk memotret bentuk luar ketupat demi konten, tanpa sempat membedah maknanya ke dalam sukma.

Proses makan sebenarnya adalah ritual “mengikat yang empat” (Kukut-ing Papat). Empat sudut ketupat mewakili empat nafsu (Amara, Lawamah, Sufiyah, Mutmainah) yang harus ditenangkan agar sang Pancer bisa bersinar.

Begitu pula dengan Apem dan Ketan. Secara filosofis, ketan melambangkan kekhilafan (khotoan), sementara apem melambangkan ampunan (afwan).

Penempatan apem di atas ketan adalah simbol visual tentang harapan bahwa pengampunan harus selalu menutupi kesalahan kita. Di meja makan yang riuh, mampukah kita tetap mengingat bahwa setiap suapan adalah kesempatan untuk memaafkan diri sendiri?

Internalisasi ini meluas menjadi sebuah pemberdayaan diri yang nyata. Kita melihatnya pada simbol Ingkung Ayam yang kakinya terikat—sebuah pengingat untuk mengendalikan gerak nafsu agar kesadaran kita tetap terarah pada tujuan hidup yang lebih mulia. Meja makan adalah ruang di mana kita belajar tentang keseimbangan dan kedaulatan batin. Namun, kedaulatan itu sering kali luruh saat kita membiarkan diri diperbudak oleh keinginan tanpa batas, alih-alih kebutuhan yang sadar.

Napas kearifan ini menemukan relevansinya dalam ruang-ruang transformasi seperti komunitas Banyumili. Dalam beberapa diskusi saya dengan penggagasnya, R. Bagus Herwindro, beliau sering menekankan pentingnya konsep “hadir” (presence) dan kesadaran holistik.

Bagi Pak Bagus, pemberdayaan diri dimulai ketika seseorang mampu hadir utuh di momen saat ini (here and now). Di Banyumili, kebersamaan sering dirayakan di depan rupa-rupa hidangan—dari yang tradisional hingga modern.

Foto-foto makanan yang sering dibagikan kawan-kawan bukan sekadar dokumentasi visual yang menggugah selera, melainkan sebuah pernyataan tentang rasa syukur dan kehadiran jiwa yang utuh di tengah keberagaman.

Hal ini sejalan dengan apa yang diulas oleh Samsul Hidayat dalam bukunya, Food and Religion: Eksplorasi Makanan dalam Tradisi Keagamaan. Makanan adalah fenomena multidimensional yang menghubungkan dimensi fisik dengan spiritual, berfungsi sebagai jembatan yang mempromosikan pemahaman dan kebersamaan.

Melalui setiap suapan yang dinikmati dengan sadar, kita sebenarnya sedang diajak untuk pulang ke rumah diri. Kita belajar bahwa meski “saudara empat” (ego dan nafsu) kita berbeda-beda, kita tetap bisa kembali pada satu pusat yang sama: kemanusiaan yang damai.

Ternyata, di tengah antrean makanan yang panjang itu, esensi pemberdayaan diri bukan terletak pada apa yang kita beli, melainkan pada seberapa sadar jiwa kita saat menikmatinya.

Sepiring rasa, seulas doa,

Mengikat nafsu dalam heningnya jiwa.

Makan adalah cara batin bicara,

Tentang hadir, di tengah hiruk-pikuk dunia.

(Tantri Ida Nursanti, M.Psi – Penggiat Literasi)

Polsek Batam Kota Klarifikasi Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Sertifikat

0

RASIO.CO, Batam – Polsek Batam Kota melalui Unit Reserse Kriminal memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut penanganan kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan pengurusan balik nama sertifikat rumah belum menunjukkan perkembangan.

Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur. Kasus ini bermula dari laporan dugaan penipuan yang terjadi pada 31 Januari 2025 di Ruko Grand Niaga Mas, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Dalam penanganannya, penyidik telah memeriksa pelapor, saksi, dan terlapor, serta memfasilitasi mediasi pada 10 Juni 2025. Perkembangan perkara juga secara berkala disampaikan kepada pelapor melalui SP2HP.

Meski demikian, penyelidikan menghadapi kendala, di antaranya terlapor yang belum kooperatif serta belum lengkapnya keterangan dari instansi terkait seperti BP Batam dan BPN.

Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menegaskan komitmen pihaknya dalam menangani perkara ini.

“Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara serius. Proses penyelidikan masih berjalan dan kami terus mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.

Ke depan, penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan serta gelar perkara lanjutan untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Polsek Batam Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.

YD

Halalbihalal Seibeduk, Amsakar Ajak Warga Dukung Program Prioritas

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menghadiri kegiatan halalbihalal tingkat Kecamatan Seibeduk di Puri Agung IV Tahap 2, Kelurahan Mangsang, Selasa (31/3) malam.

Dalam kesempatan itu, Amsakar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Syawal untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

“Selama Ramadan kita dilatih menahan diri. Di bulan Syawal ini saatnya saling memaafkan. Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemko Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ia juga menyadari bahwa memimpin Batam dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa tidaklah mudah, sehingga tidak semua kebijakan dapat memenuhi harapan masyarakat.

“Jika ada kebijakan atau pernyataan yang belum sesuai harapan masyarakat, kami mohon maaf. Namun, kami memilih untuk tetap fokus bekerja dan menjaga suasana tetap kondusif,” katanya.

Amsakar turut memaparkan sejumlah program prioritas yang telah berjalan, seperti seragam sekolah gratis, insentif lansia, pinjaman usaha tanpa bunga hingga Rp20 juta, serta beasiswa bagi lebih dari 2.000 pelajar. Ia juga menyebut capaian Universal Health Coverage (UHC) Batam telah mencapai 98 persen.

Terkait persoalan air bersih dan sampah, khususnya di TPA Punggur, Amsakar menegaskan pemerintah terus berupaya mencari solusi.

“Masalah air dan sampah tidak bisa diselesaikan secara instan. Kami terus berupaya bersama pihak terkait dan membutuhkan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mendukung pembangunan Batam.

“Mari kita jaga kebersamaan dan mohon doa agar kami mampu menjalankan amanah untuk membangun Batam yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat RT dan RW se-Kecamatan Seibeduk.

YD

Pansus DPRD Batam Bahas Lanjutan Ranperda LAM, Perkuat Payung Hukum Budaya

0

RASIO.CO, Batam – Pansus DPRD Kota Batam kembali menggelar rapat lanjutan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam bersama Tim Hukum Pemko Batam dan pengurus LAM, Selasa (31/3) kemarin.

Rapat dipimpin Ketua Pansus Muhammad Yunus SPi didampingi Wakil Ketua Drs H Surya Makmur Nasution MHum, dengan fokus pada penyempurnaan redaksional pasal-pasal dalam draf Ranperda.

Berbagai masukan disampaikan oleh peserta rapat guna memperkuat substansi regulasi, baik dari aspek hukum maupun pelestarian nilai budaya Melayu.

“Kita membahas legal drafting Ranperda ini, dan terus menerima masukan agar dapat mengakomodir berbagai ketentuan, terutama terkait posisi LAM dan pelestarian budaya daerah,” ujar Surya Makmur Nasution.

Pansus berharap Ranperda LAM ini nantinya menjadi payung hukum yang kuat dalam menjaga eksistensi lembaga adat sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di Kota Batam.

YD

Amsakar–Li Claudia Tinjau Layanan Pelabuhan Internasional, Pastikan Pelayanan Optimal

0

RASIO.CO, Batam – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung layanan penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Centre dan Harbour Bay, Selasa (31/3).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan optimal, mulai dari alur kedatangan hingga pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang.

Amsakar menegaskan bahwa kelengkapan dokumen perjalanan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus penumpang, terutama saat periode kunjungan tinggi seperti libur sekolah, akhir tahun, maupun hari besar keagamaan.

“Kami hadir di sini ingin memastikan dari dekat bagaimana tata kelola pelayanan keimigrasian di kedua pelabuhan ini,” ujar Amsakar.

Ia juga menekankan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi agar tidak ada lagi praktik yang dapat mencoreng pelayanan di pelabuhan internasional.

“Saya ingin tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencoreng wajah Batam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menyebut peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami bersungguh-sungguh untuk terus membenahi kualitas layanan di pelabuhan internasional dan mengingatkan seluruh petugas agar kejadian yang merugikan nama baik Batam tidak terulang,” ujarnya.

Pemerintah berharap, perbaikan layanan ini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan mancanegara dan investor terhadap Batam sebagai destinasi unggulan.

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

YD

DPRD Lingga Gelar Rapat Paripurna Dengan Agenda Penyampaian Laporan LKPJ Bupati Lingga Tahun Anggaran 2025

0

RASIO.CO, Lingga – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP pimpin Rapat Paripurna dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lingga Tahun Anggaran 2025. Rapat strategis ini berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Lingga. Selasa, (31/3/2026).

foto: HumPro DPRD Lingga

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Lingga, Maya Sari menjelaskan bahwa rapat paripurna ini membawa sejumlah agenda krusial bagi pemerintahan daerah.

Foto:Humpro DPRD Lingga

“Agenda rapat paripurna meliputi penyampaian LKPJ Bupati Lingga Tahun Anggaran 2025, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, pandangan umum fraksi, serta tanggapan bupati terhadap pandangan fraksi,” ujar Maya Sari.

foto: HumPro DPRD Lingga

Sementara itu, Bupati Lingga Muhammad Nizar yang diwakili oleh Wakil Bupati Novrizal, menekankan bahwa momen ini bukan sekadar ritual tahunan. Novrizal menyebutnya sebagai momentum evaluasi dan kejujuran bersama.

“Hari ini bukan sekadar agenda formal. Hari ini adalah momentum pertanggungjawaban, momentum evaluasi, dan yang paling penting momentum kejujuran kita bersama dalam melihat sejauh mana amanah rakyat telah kita tunaikan,” tegas Novrizal.

Foto:HumPro DPRD Lingga

Ia menambahkan bahwa LKPJ yang disampaikan merupakan cerminan dari kerja keras dan komitmen pemerintah daerah, bukan sekadar tumpukan dokumen administratif.

Foto:Humpro DPRD Lingga

Dalam pemaparannya, Novrizal mengungkapkan data realisasi anggaran tahun 2025. Target pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp923,8 miliar, dengan realisasi mencapai Rp770,5 miliar atau setara 83,41 persen. Namun, terdapat catatan serius pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya terealisasi sebesar 26,69 persen dari target.

Foto:HumPro DPRD Lingga

“Pendapatan Asli Daerah hanya terealisasi sebesar 26,69 persen dari target. Ini adalah catatan serius, ini adalah pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.

Di sisi lain, pendapatan transfer dari pemerintah pusat masih mendominasi struktur keuangan daerah dengan capaian 97,32 persen. Kondisi ini menyoroti ketergantungan fiskal Lingga terhadap pusat.

Foto:HumPro DPRD Lingga
“Artinya, struktur fiskal kita masih sangat bergantung pada pemerintah pusat. Ini bukan sekadar angka, ini adalah pesan bahwa kemandirian fiskal daerah masih harus kita perjuangkan,” lanjut Novrizal.

Foto:HumPro DPRD Lingga

Terkait belanja daerah, Pemkab Lingga menganggarkan Rp934,5 miliar dengan realisasi Rp776,9 miliar (83,13 persen). Sebagian besar anggaran terserap untuk belanja operasional pemerintahan. Sayangnya, belanja modal yang menjadi motor penggerak pembangunan fisik hanya terealisasi sebesar 55,34 persen.

Foto:Humpro DPRD Lingga

“Ini bukan sekadar angka rendah. Ini adalah sinyal bahwa percepatan pembangunan fisik masih perlu kita dorong lebih kuat,” imbuhnya.

Novrizal juga menyinggung tantangan geografis Lingga sebagai daerah kepulauan yang menghadapi masalah klasik seperti konektivitas antarpulau, keterbatasan fiskal, dan tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat. Meski demikian, ia optimis potensi sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata dapat menjadi kunci kemajuan daerah.

Menutup paparannya, Pemkab Lingga berharap DPRD dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif.

“Kami mengharapkan rekomendasi DPRD yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar strategis. Yang kita perjuangkan bukan sekadar angka, bukan sekadar laporan, tetapi kesejahteraan masyarakat Lingga,” pungkas Novrizal.

Puspandito

Penangkapan Buron Interpol, Steven Lyons Diduga Pemimpin Lyons Crime Family

0

RASIO.CO, Jakarta – Aparat kepolisian Indonesia berhasil menangkap buronan Interpol asal Skotlandia, Steven Lyons (45), di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (28/3).

Lyons diketahui merupakan pimpinan tertinggi organisasi kejahatan transnasional ‘Lyons Crime Family’ yang terlibat dalam jaringan pencucian uang dan perdagangan narkotika lintas negara.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari Red Notice Interpol yang diterbitkan pada 26 Maret 2026, serta bagian dari operasi gabungan internasional “Operasi ARMORUM” yang melibatkan otoritas Spanyol dan Skotlandia. Sehari sebelum penangkapan Lyons, aparat Eropa telah lebih dulu mengamankan puluhan anggota sindikatnya, masing-masing 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.

Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widiyatmoko, mengatakan keberhasilan ini berkat pertukaran informasi intelijen yang cepat dan akurat antarnegara.

“NCB Interpol Indonesia menerima notifikasi bahwa subjek Red Notice sedang menuju Indonesia, sehingga langsung dilakukan pencegatan,” ujarnya, Selasa (31/3).

Lyons ditangkap tanpa perlawanan melalui koordinasi antara Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi. Polri menegaskan Indonesia tidak akan menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan internasional.

“Tidak ada zona aman di Indonesia bagi buronan Interpol,” tegas Untung.

Saat ini, Lyons akan segera dideportasi ke Eropa untuk menjalani proses hukum. Dua perwira Guardia Civil Spanyol juga telah tiba di Bali untuk mengawal proses pemulangan tersangka.

***