Minggu, November 8, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 128

Kasus Penyelupan Handphone “APPLE” Agus Petugas Absec di Tuntut 42 Bulan

0

RASIO.CO, Batam – Diduga ikut turut serta meloloskan penyeludupan 327 unit hanphone merk “APPLE” kondisi tidak baru, Agus Riyadi petugas Avsec bandara Hangnadim Batam beserta Hendriko dan Mutabik Hasanudin dituntut JPU selama 3,5 tahun penjara.Kamis(20/11).

Selain Terdakwa jika dalam waktu 1 bulan denda tidak dibayarkan maka harta benda dan/atau pendapatan terdakwa dapat disita oleh Jaksa untuk mengganti sejumlah denda yang harus dibayarkan dan jika tidak mencukupi diganti dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan.
Selain Terdakwa Agus Riyadi dua rekannya Hendriko dan Mutabik Hasanudin , juga dituntut 3, 5 tahun penjara sedangkan bos Pank Tek berkeliaran dan bersama Fiki sebagai DPO.

Ketiga terdakwa merupakan jaringan penyeludupan hanphone khusus merek “Iphone” dan bukanlah rahasia umum lagi beroperasi di Bandara Hangnadim Batam. Dan sudah beberapa kasus masuk persidangan PN Batam.

Sementara itu, Modus ketiga terdakwa meloloskan Iphone di bandara Hangnadim Batam,  Fiki  (DPO) menghubungi terdakwa untuk mengirimkan barang berupa 300  unit handphone merek “APPLE” berbagai tipe dari Batam ke Jakarta.

Terdakwa menghubungi Saksi Agus Riyadi (dilakukan penuntutan terpisah) yang merupakan petugas AVSEC yang bertugas di Bandara Hang Nadim, Batam untuk membantu terdakwa agar barang berupa sejumlah handphone tersebut untuk dapat masuk ke ruang tunggu Bandar Udara Hang Nadim.

Terdakwa menghubungi saksi Hendriko (dilakukan penuntutan terpisah) dan menyuruhnya untuk mengambil barang berupa 300 unit handphone merek “APPLE” berbagai tipe di rumah Pank Tek(DPO).

dan menyuruhnya untuk menyediakan dua orang yang akan membawa barang sejumlah 300  unit Handphone merek “APPLE” berbagai tipe dari Batam ke Jakarta.

Terdakwa mengambil “APPLE” berbagai tipe di rumah Pank Tek atas perintah terdakwa. Dan kemudian diamankan petugas Avsex Bandara hang nadim Batam.

Yd@www.rasio.co //

Bea Cukai Batam: Tidak Ada Larangan Barang Lokal Keluar, Distribusi Sembako Aman

0

RASIO.CO, Batam — Bea Cukai Batam menegaskan bahwa pengetatan pengawasan barang konsumsi di kawasan bebas tidak berkaitan langsung dengan kelangkaan bahan pokok yang terjadi di sejumlah wilayah Kepri dalam beberapa pekan terakhir.

Penjelasan ini merespons kekhawatiran pedagang di Bintan, Tanjungpinang, dan Lingga yang mengeluhkan menipisnya pasokan. Kasi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Mujiono, mengatakan pengeluaran barang lokal tetap diizinkan selama pelaku usaha memenuhi persyaratan kawasan bebas, termasuk kepemilikan izin usaha, NIB, akses CEISA 4.0, dan dokumen PPFTZ-01.

“Barang asal dalam negeri masih bisa keluar. Syaratnya dokumen harus lengkap,” kata dia, Jumat (12/12).

Ia menjelaskan barang konsumsi impor memang dilarang keluar dari Batam ke wilayah TLDDP. Aturan itu mengacu pada PMK 34/2021 Pasal 28 ayat (4). “Pembatasan hanya untuk barang konsumsi impor. Barang dalam negeri tetap bisa dikirim,” ujar Mujiono.

Menurut dia, kelangkaan dapat dipicu banyak faktor, mulai dari distribusi tersendat hingga dokumen yang belum memenuhi ketentuan. Di lapangan, sejumlah kendaraan bermuatan sembako disebut tertahan di Pelabuhan Punggur karena masalah administrasi.

Sebagai solusi alternatif, Bea Cukai membuka opsi impor langsung untuk daerah FTZ seperti Bintan dan Karimun atau penggunaan skema angkut lanjut dari Batam, dengan catatan BP masing-masing daerah menetapkan kuota barang yang diperbolehkan.

Sementara itu, Pemprov Kepri menyiapkan pendampingan administrasi kepada pedagang dan berencana mengajukan diskresi pusat untuk memperlancar pasokan.

YD

Kerusuhan di Kalibata, Massa Bakar Kios dan Kendaraan Usai Dua Matel Tewas

0

RASIO.CO, Jakarta – Kericuhan pecah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, setelah dua penagih utang (debt collector) atau mata elang (matel) tewas dikeroyok pada Kamis (11/12).

Insiden tersebut berbuntut pada aksi pembakaran yang menghanguskan sembilan kios, enam sepeda motor, dan satu mobil.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Kamis malam sekitar pukul 23.48 WIB. Petugas berhasil memadamkan api pada Jumat dini hari pukul 01.02 WIB.

“Jumlah objek yang terbakar 9 kios, 6 kendaraan roda dua, 1 kendaraan roda empat,” ujar Asril dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (12/12). Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah penyulutan api menggunakan bensin.

Peristiwa bermula ketika dua mata elang menghentikan seorang pengendara sepeda motor di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan, menurut keterangan saksi, aksi pemberhentian itu mengundang reaksi dari pengendara lain yang tiba-tiba turun dari mobil dan langsung mengeroyok keduanya.

“Pengendara motor distop, baru diberhentikan, lalu dari pengguna jalan lain keluar dari mobil dan memukuli matel itu,” kata Mansur.

Pengeroyokan berlangsung cepat dan menyebabkan kedua mata elang tersebut tewas. Tidak lama setelahnya, situasi berubah semakin panas. Sejumlah tenda pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan di sekitar lokasi dibakar orang-orang yang diduga merupakan rekan para matel korban pengeroyokan. Aksi itu terekam video dan viral di media sosial.

Kapolsek Pancoran menduga pembakaran tersebut merupakan serangan balik karena rekan-rekan para korban tidak terima atas pengeroyokan yang terjadi. “Imbasnya ke lingkungan yang tidak tahu-menahu. Kejadian ini spontanitas, masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, titik api diperkirakan berasal dari enam lokasi berbeda, sehingga menyulitkan petugas melakukan perhitungan kerusakan pada warung dan tenda PKL yang sebagian sudah tutup.

Sementara itu, Kapolrestro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyebut sekitar 80–100 orang datang ke lokasi setelah mengetahui pengeroyokan tersebut. Jumlah massa yang besar membuat situasi sempat tidak terkendali dan menyebabkan perusakan hingga pembakaran fasilitas di sekitar lokasi kejadian.

“Korban punya rekan-rekan sekitar 80 sampai 100 orang. Mereka datang tiba-tiba dan merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini,” katanya.

Untuk meredam situasi yang memanas, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polda Metro Jaya menurunkan personel Brimob pada Kamis malam.

***

Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, KPK Cegah Tiga Pejabat Kemenaker ke Luar Negeri

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah tiga pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Ketenagakerjaan bepergian ke luar negeri selama enam bulan, terhitung sejak 5 Desember 2025.

Upaya paksa tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Dalam perkara sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, penyidik kemudian juga melakukan cegah ke luar negeri atau cekal kepada tiga orang dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Kantornya, dikutip CNNIndonesia, Jakarta, Kamis (11/12) malam.

Budi menjelaskan bahwa para pihak yang dicegah bepergian ke luar negeri ialah CFH, HR, dan SMS. Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka adalah Chairul Fadly Harahap, Haiyani Rumondang, dan Sunardi Manampiar Sinaga.

“Ketiganya merupakan pegawai pada Kementerian Ketenagakerjaan,” ucap Budi.

Ia menambahkan, salah satu bukti kuat yang ditemukan penyidik adalah adanya dugaan aliran dana terkait pengurusan K3 kepada para tersangka tersebut.

“Di antaranya itu (aliran dana). Jadi, dari pengembangan penyidikan yang dilakukan, baik melalui permintaan keterangan kepada para tersangka maupun saksi-saksi lainnya, di sana penyidik menelusuri ke mana saja aliran dari dugaan tindak pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 yang mengalir ke sejumlah oknum di Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk juga alur perintah terkait dugaan pemerasan tersebut, itu dari pihak siapa saja,” terang Budi.

“Oleh karena itu, dalam pengembangan penyidikan ini, KPK kemudian menetapkan ketiga tersangka baru tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu memproses hukum 11 tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan/atau gratifikasi berkaitan pengurusan sertifikasi K3. Para tersangka tersebut ialah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel (Noel) Ebenezer dan Irvian Bobby Mahendro selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3).

Kemudian Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022–sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra; Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 tahun 2020–2025 Subhan; Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021–Februari 2025 Hery Sutanto; Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020–sekarang Anitasari Kusumawati; serta Direktur Jenderal Binwasnaker & K3 pada Maret 2025–sekarang Fahrurozi.

Lalu Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri; Koordinator Supriadi; perwakilan PT Kem Indonesia, Temurila; dan Miki Mahfud yang juga merupakan pihak dari PT Kem Indonesia.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam proses penyidikan yang masih berjalan, KPK telah menggeledah banyak lokasi dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait perkara, mulai dari dokumen, properti, hingga puluhan kendaraan mewah.

***

Terdakwa Kasus 2 Ton Sabu Mengaku Jadi “Boneka” Jacky Tan di Sidang PN Batam

0

RASIO.CO, Batam – Sidang lanjutan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional dengan barang bukti hampir 2 ton sabu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (11/12).

Dua warga negara Thailand yang menjadi terdakwa mengaku hanya menjadi “boneka” dalam operasi besar yang dikendalikan seorang pria bernama Jacky Tan, yang kini berstatus buronan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan hakim anggota Douglas ini mengagendakan pemeriksaan saksi terhadap enam terdakwa. Perkara ini tercatat sebagai salah satu pengungkapan kasus narkotika terbesar sepanjang 2025.

Dua terdakwa asal Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube, memberikan kesaksian menggunakan jasa penerjemah. Keduanya bersikeras tidak mengetahui bahwa barang yang mereka bawa adalah sabu.

“Awalnya kapal membawa minyak. Lalu kami diperintahkan membawa barang, tapi saya tidak tahu bentuknya,” kata Weerapat di hadapan majelis hakim.

Menurutnya, seluruh kegiatan mereka dikendalikan oleh Mr. Tan alias Jacky Tan, mulai dari keberangkatan di Thailand hingga pengaturan logistik. Weerapat juga menyebut empat terdakwa Indonesia — Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir — ikut berangkat ke Thailand atas instruksi yang sama.

Setibanya di Thailand, mereka dijemput orang suruhan Jacky Tan, difasilitasi hotel, dan diberi kebutuhan selama menunggu perintah. “Setelah satu malam, kami diminta naik kapal kembali tanpa pengurusan surat apa pun,” ujarnya.

Weerapat turut menjelaskan adanya perubahan rute pelayaran. Mereka awalnya diperintahkan menuju Filipina via perairan Aceh, namun rute dialihkan ke Selat Malaka dan Malaysia sebelum akhirnya tertangkap saat memasuki wilayah Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan kronologi lengkap operasi sindikat internasional ini:

  • April 2025: Hasiholan menawarkan pekerjaan sebagai ABK kepada Fandi Ramadhan.
  • 1 Mei 2025: Empat WNI berangkat ke Thailand dan bertemu dua WN Thailand.
  • Tinggal 10 hari di Sakura Budget Hotel menunggu instruksi Jacky Tan.
  • 18 Mei 2025: Menggunakan speed boat, para terdakwa diantar ke kapal Sea Dragon.
  • Terjadi transaksi ship-to-ship di tengah laut dengan kapal ikan Thailand.
  • Kode transaksi: Sindikat menggunakan uang Myanmar yang dilaminasi sebagai penanda sahnya muatan antar-kapal.

Sebanyak 67 kardus sabu dipindahkan lalu disembunyikan di haluan dan tangki bahan bakar kapal. Identitas kapal Sea Dragon juga disamarkan dengan melepas bendera Thailand. Weerapat mengaku momen penangkapan terjadi cepat.

“Saya melihat kapal merapat, tidak tahu kapal apa. Lalu datang kapal patroli, saya lihat TNI AL. Setelah itu Bea Cukai naik dan kami diamankan,” ujarnya.

Ia mengklaim baru mengetahui bahwa barang tersebut adalah sabu saat pemeriksaan dilakukan di Dermaga Tanjung Uncang.

Pada 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB, Tim Gabungan BNN dan Bea Cukai menghentikan kapal tersebut di perairan Karimun. Hasil laboratorium memastikan bahwa barang yang dibungkus dalam kemasan teh China itu adalah 1.995.130 gram metamfetamina, hampir dua ton.

Atas tindakan mereka, enam terdakwa didakwa dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35/2009, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, mengacu pada jumlah barang bukti dan keterlibatan jaringan internasional.

Sementara itu, sosok pengendali utama, Jacky Tan, masih diburu aparat penegak hukum Indonesia dan Thailand. Kasus ini kembali menunjukkan kuatnya operasi jaringan narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur laut di kawasan perbatasan.

YD

Perkuat Infrastruktur Persampahan, Li Claudia Pantau Pembangunan TPS BIN Tertutup

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kembali turun ke lapangan untuk meninjau pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) BIN Sampah Tertutup, Kamis (11/12).

Kecamatan Sekupang menjadi lokasi utama peninjauan, dimulai dari Gedung Beringin di Kelurahan Sungai Harapan, kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik lain yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.

Didampingi tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas CKTR, BP Batam, serta jajaran kecamatan dan kelurahan, Li Claudia meninjau berbagai aspek penting, mulai dari kondisi lahan, aksesibilitas jalan, kesiapan utilitas, hingga situasi lingkungan sekitar. Seluruh aspek diverifikasi untuk memastikan TPS tersistem yang dibangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Peninjauan tersebut juga menyoroti rencana alur pemisahan sampah organik dan nonorganik. Standarisasi pengolahan berbasis teknologi menjadi kunci agar TPS BIN Tertutup tidak sekadar menjadi titik pembuangan, tetapi menjadi pusat pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.

“Nanti TPS BIN Tertutup ini bukan hanya tempat pembuangan. Kita siapkan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Sampah organik dan nonorganik akan dipisahkan sejak awal agar proses pengolahannya lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan pentingnya verifikasi langsung di lapangan sebelum pembangunan dimulai. Di Kecamatan Sekupang terdapat 11 titik pembangunan TPS BIN yang tersebar di tujuh kelurahan, masing-masing dengan kondisi berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian teknis.

“Kita ingin Batam semakin bersih. Ini komitmen bersama agar kota ini memiliki sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Li Claudia mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat sekitar.

“Pemilihan lokasi harus memperhatikan jarak dengan permukiman, kenyamanan lingkungan, serta masukan masyarakat. Pembangunan ini harus memberi manfaat, bukan menimbulkan gangguan,” tuturnya.

YD

Komisi II DPRD Batam Bahas Keluhan UMKM Genta I Terkait Penutupan Akses Jalan

0

RASIO.CO, Batam – Komisi II DPRD Kota Batam menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas permasalahan yang dialami pelaku UMKM di Perumahan Genta I, Kecamatan Batu Aji, Rabu (10/12) sore.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, Safari Ramadhan, S.Pd.I, didampingi Wakil Ketua Komisi II Muhammad Syafe’i, ST., MM, serta anggota Komisi II Setia Putra Tarigan, Kamaruddin SE., MM, dan Hj. Umi Kalsum.

Rakor tersebut juga menghadirkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas UMKM, Dinas Perhubungan, DBMSDA, Kasat Lantas Polresta Barelang, Camat Batu Aji, serta Lurah Buliang. Selain itu, hadir pula perwakilan Forum Musyawarah Warga dan Ikatan Masyarakat UMKM Perumahan Genta I.

Rapat digelar menyusul laporan para pedagang kecil di sekitar Perumahan Genta I yang mengaku mengalami penurunan omzet signifikan hingga ada yang menutup usaha sejak adanya penutupan akses jalan di kawasan tersebut. Penutupan akses dinilai menyulitkan warga mencapai lokasi pedagang, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi mereka.

Safari Ramadhan menegaskan bahwa pelaku UMKM ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah, mengingat banyak warga yang menggantungkan penghidupan keluarga pada usaha kecil tersebut. Ia juga mendorong agar ditemukan solusi terkait ketertiban lalu lintas di wilayah tersebut.

Dalam rapat, sempat terjadi perdebatan antara perwakilan pedagang dan instansi terkait. Para pelaku UMKM hanya memiliki satu permintaan kepada pemerintah, yakni membuka kembali akses jalan.

Sementara itu, informasi yang diterima dari Dinas Perhubungan menyebutkan bahwa kawasan dimaksud sebenarnya tidak ideal untuk aktivitas UMKM karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas. Meski demikian, Komisi II bersama instansi teknis sepakat untuk mencari solusi terbaik agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama untuk kembali membuka akses jalan. Namun, karena organisasi perangkat daerah (OPD) terkait—yakni Dinas Perhubungan, Bina Marga, dan Kasat Lantas Polresta Barelang—tidak hadir, keputusan final akan dibawa ke rapat pimpinan DPRD Kota Batam.

YD

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

0

RASIO.CO, Aceh Utara — Tim Relawan Kemenkeu Peduli Bea Cukai Lhokseumawe kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang di Gampong Teugoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, pada Kamis (11/12).

Bantuan ini berasal dari donasi pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat bencana.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh koordinator tim relawan, Vicky Fadian. Bantuan diserahkan kepada tokoh masyarakat Gampong Teugoh, Nazir Abubakar, atau yang akrab disapa Toke Sibok. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar berupa sembako, mukena, sajadah, sarung, obat-obatan, serta logistik harian bagi warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian.

Vicky Fadian mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen pegawai Kemenkeu untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Kami membawa amanah dari seluruh pegawai Kemenkeu. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi penyemangat dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Toke Sibok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Kemenkeu Peduli dan Bea Cukai Lhokseumawe. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat berarti, terutama memasuki masa pemulihan pascabencana.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Di masa awal tanggap bencana dan masa rehabilitasi ke depan, dukungan seperti ini sangat membantu warga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa banjir bandang yang melanda kawasan tersebut telah menyebabkan kerusakan berat pada sekitar 80 persen lahan pertanian dan perkebunan warga. Kondisi ini diperkirakan berdampak serius terhadap penghasilan masyarakat, terlebih banyak lahan pertanian dan tempat tinggal juga mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat.

AD

White Spot Gigi, Ketahui Penyebab dan Penanganannya

0

RASIO.CO, Batam – White spot gigi merupakan bercak putih pada permukaan gigi yang dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kerusakan enamel sehingga perlu diatasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah gigi yang lebih serius.

White spot dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Bercak putih ini muncul akibat proses demineralisasi atau hilangnya mineral dari enamel gigi. Selain mengganggu estetika, white spot juga dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif dan meningkatkan risiko gigi berlubang jika tidak segera ditangani.

Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa penyebab white spot gigi yang umum terjadi:

1. Penumpukan plak gigi
Plak adalah lapisan lengket dari sisa makanan dan bakteri yang menempel di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak akan terus menumpuk dan menghasilkan asam yang mengikis mineral pada enamel. Pengikisan ini dapat menimbulkan white spot. Plak kerap tidak disadari karena terlihat tipis atau kekuningan, dan bila dibiarkan dapat memicu gigi berlubang serta masalah gusi.

2. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat
Menyikat gigi secara asal menyebabkan beberapa area sulit terjangkau, sehingga sisa makanan dan plak menumpuk di bagian tertentu. Penumpukan tersebut lama-kelamaan mengikis enamel dan memicu munculnya white spot.

3. Sering konsumsi makanan atau minuman manis
Makanan dan minuman tinggi gula seperti permen, kue, dan minuman bersoda mempercepat hilangnya mineral enamel. Gula dan asam merangsang pertumbuhan bakteri penghasil asam sehingga gigi rentan mengalami demineralisasi dan memicu white spot.

4. Pemakaian kawat gigi (behel)
Pengguna behel membutuhkan perhatian ekstra terhadap kebersihan gigi. Braket dan kawat membuat area sekitar braket sulit dibersihkan, sehingga sisa makanan mudah terjebak dan membuat enamel lebih rentan terkena white spot. Jika kebersihan tidak dijaga, bercak putih biasanya muncul di sekitar braket setelah behel dilepas.

5. Fluorosis
Fluorosis terjadi akibat paparan fluoride berlebihan saat masa pertumbuhan gigi pada anak. Meski fluoride bermanfaat, kadar berlebih dapat memunculkan bercak putih atau garis coklat pada permukaan gigi. Kondisi ini muncul jika anak sering menelan pasta gigi, mengonsumsi air dengan fluoride tinggi, atau mendapat suplementasi tanpa anjuran dokter.

6. Kurangnya mineral
Enamel gigi membutuhkan mineral seperti kalsium dan fosfat agar tetap kuat. Kekurangan mineral membuat enamel melemah dan rentan mengalami white spot. Kondisi ini dapat terjadi akibat pola makan tidak seimbang atau gangguan penyerapan nutrisi.

Langkah Penanganan White Spot Gigi

White spot sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi karena penyebabnya beragam dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien. Dokter dapat menentukan perawatan paling efektif melalui pemeriksaan langsung.

Beberapa tindakan yang umum dilakukan dokter gigi antara lain:

  • Mengoleskan gel fluoride atau varnish untuk membantu mengembalikan kekuatan dan mineral gigi.
  • Memberikan bahan perbaikan enamel yang mengandung kalsium atau fosfat.
  • Melakukan mikroabrasi untuk menghilangkan lapisan enamel yang terkena bercak putih.
  • Menambal gigi dengan bahan komposit agar warna gigi lebih merata.
  • Memasang veneer jika bercak putih cukup banyak dan tidak hilang dengan perawatan lain.

Untuk mencegah white spot bertambah parah atau muncul kembali, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Menggunakan benang gigi setiap hari, terutama bagi pengguna behel.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau asam.
  • Memastikan asupan mineral penting seperti kalsium dan fosfat melalui pola makan bergizi.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter untuk deteksi dini dan penanganan lebih cepat.

YD

KPK Sita Uang dan Emas dalam OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita uang pecahan rupiah dan logam mulia dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan sejumlah pihak lainnya.

“Bahwa dalam kegiatan tertangkap tangan ini, selain mengamankan lima orang, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk rupiah dan juga logam mulia dalam bentuk emas,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/12).

Budi menjelaskan pihaknya telah melakukan gelar perkara atau ekspose dan menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Identitas para tersangka serta rincian konstruksi perkara akan dijelaskan secara lengkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan sore hari ini.

“Termasuk nanti detail penangkapannya, lokasinya di mana nanti kami akan jelaskan dalam konferensi pers,” imbuhnya.

KPK menangkap total lima orang terkait OTT tersebut, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta. Kelimanya sudah menjalani pemeriksaan intensif sejak dilakukan penangkapan. Namun, Budi belum ingin membuka identitas para pihak yang tertangkap tangan maupun tersangka yang telah ditetapkan.

“Pemeriksaan sudah selesai dilakukan. Nanti kita jelaskan,” tandasnya.

KPK akan menyampaikan kronologi OTT dan konstruksi kasus dugaan suap yang diduga melibatkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya pada hari ini. Dengan demikian, status hukum Ardito akan diketahui setelah penangkapan tersebut.

“Kronologi dan konstruksi perkara secara lengkap akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” ujar Budi.

OTT itu bermula dari permintaan keterangan sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12). Tim KPK kemudian melakukan kegiatan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Lampung Tengah pada keesokan harinya.

***