Jumat, April 24, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 129

Geledah Kantor GoTo, Kejagung Sita Dokumen Terkait Investasi

0

RASIO.CO, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan telah menemukan dokumen terkait investasi saat menggeledah kantor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada 8 Juli 2025 lalu.

“Informasi yang kami dapat bahwa sudah diambil beberapa dokumen yang terkait dengan investasi yang diterima oleh GoTo,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (17/7).

Anang tidak memerinci isi dokumen tersebut, namun menegaskan bahwa dokumen itu berkaitan dengan investasi yang akan dikaitkan dengan perkara yang tengah ditangani Kejagung.

“Tentunya yang terkait dengan investasi yang diterima oleh GoTo yang nantinya terkait dengan perkara yang kami tangani,” katanya.

Dari penggeledahan tersebut, Kejagung menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, surat-surat, dan alat elektronik seperti flashdisk.

Sebelumnya, dalam konferensi pers pada 15 Juli 2025, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar menyampaikan adanya dugaan perjanjian co-investment sebesar 30 persen dari Google sebagai imbalan karena mendapat proyek Program Digitalisasi Pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook.

Menurut Qohar, perjanjian itu terjadi setelah Nadiem Makarim (NAM) menemui pihak Google terkait rencana pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kemendikbudristek, setelah dilantik sebagai menteri.

“Pada bulan Februari dan April 2020, NAM bertemu dengan pihak Google yaitu WKM dan PRA membicarakan pengadaan TIK di Kemendikbudristek,” ujarnya.

Pertemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Staf Khusus Nadiem, yakni Jurist Tan (JT), yang menemui Google untuk membahas teknis pengadaan Chromebook dengan sistem operasi Chrome OS.

Dalam pembahasan itulah, kata Qohar, disinggung mengenai co-investment senilai 30 persen dari nilai proyek yang diberikan oleh Google untuk Kemendikbudristek.

Qohar juga menyebut Kejagung sedang mendalami dugaan keterkaitan antara investasi dari Google kepada PT Gojek.

“Apa keuntungan yang diperoleh oleh NAM, ini yang sedang kami dalami. Penyidik fokus ke sana, termasuk tadi disampaikan adanya investasi dari Google ke Gojek. Kami sedang masuk ke sana,” ujar Qohar.

Pendalaman tersebut akan diteliti lebih lanjut guna mengetahui apakah ada kaitannya dengan pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

Dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan periode 2019–2022 ini, Kejagung telah menetapkan empat tersangka:

  1. JT (Jurist Tan), Staf Khusus Mendikbudristek 2020–2024.
  2. IBAM (Ibrahim Arief), mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek.
  3. SW (Sri Wahyuningsih), Direktur Sekolah Dasar Direktorat PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran pada Direktorat SD.
  4. MUL (Mulyatsyah), Direktur Sekolah Menengah Pertama pada Direktorat PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat SMP.

“Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut, SW, MUL, JT, dan IBAM telah melakukan perbuatan melawan hukum menyalahgunakan kewenangan dengan membuat petunjuk pelaksanaan yang mengarah ke produk tertentu, yaitu Chrome OS untuk pengadaan TIK pada tahun anggaran 2020–2021,” jelas Qohar.

Akibat perbuatan para tersangka, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,9 triliun.

GoTo Tegaskan Tak Punya Hubungan dengan Nadiem Sejak 2019

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) akhirnya buka suara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek yang turut menyeret nama mantan pendirinya, Nadiem Makarim, dan Andre Soelistyo.

“GoTo menghormati proses hukum yang sedang berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung penegakan hukum. Kami bersikap kooperatif dan mengikuti arahan dari pihak berwenang,” kata Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, dalam keterangan resminya, Selasa (15/7).

Ade menegaskan, Nadiem Makarim sudah tidak memiliki keterkaitan dengan GoTo sejak 2019. Ia mengundurkan diri dari jabatan Presiden Komisaris PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada Oktober 2019, dan sejak itu tidak lagi terlibat dalam operasional maupun manajemen perusahaan.

“Selama masa jabatan beliau sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, perseroan tidak memiliki keterlibatan atau hubungan apa pun dengan tugas beliau sebagai menteri, termasuk terkait dengan pengadaan yang sedang diselidiki,” tegas Ade.

Selain Nadiem, Ade juga menjelaskan bahwa Andre Soelistyo telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Utama GoTo sejak 30 Juni 2023. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Juni 2024 juga telah menyetujui pengunduran diri Andre dari jabatan Komisaris GoTo.

“Yang bersangkutan sudah tidak menjabat sebagai Komisaris maupun anggota Direksi atau karyawan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk,” kata Ade.

Ia menyatakan perusahaan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang tengah berlangsung.

Sebagai perusahaan publik, GoTo berkomitmen menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, dan transparan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

***

Pemko Batam Setujui 30 Proposal Kesesuaian Ruang, Dorong Investasi dan Pengembangan Wilayah

0

RASIO.CO, Batam – Forum Penataan Ruang Daerah (FPRD) Kota Batam menyetujui 30 Permohonan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) di Kota Batam.

Persetujuan tersebut diberikan melalui rapat pertimbangan FPRD yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. di ruang rapat Hang Nadim Kantor Walikota, Rabu (16/07).

Rapat pertimbangan FPRD dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto serta anggota Forum Penataan Ruang Daerah Kota Batam baik dari Pemerintah Kota Batam maupun Badan Pengusahaan Batam.

“Pada rapat pertimbangan FPRD hari ini, Forum Penataan Ruang Daerah Kota Batam membahas 57 permohonan PKKPR baik permohonan berusaha, non berusaha dan UMKM. Terdapat Permohonan yang sebelumnya dipending, setelah perusahaan melakukan presentasi dan sudah menandatangani berita acara dan surat pernyataan. Pada pagi ini kita bahas kembali agar diketahui oleh anggota FPRD lainnya untuk dapat disetujui permohonan yang diusulkan,” ujar Jefridin.

Selebihnya sebanyak 15 permohonan ditunda dan 12 ditolak Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang. Terhadap permohonan yang ditunda, pihak pemohon diminta untuk melakukan prsentasi kepada *OPD teknis untuk mendapatkan arahan teknis dalam lahan yang akan dibangun*. Sementara terkait permohonan PKKPR yang ditolak, pihak pemohon diminta untuk melakukan revisi terhadap dokumen yang diusulkan.

“Untuk permohonan PKKPR yang disetujui ada juga yang kita berikan dengan catatan, nanti akan disampaikan kepada pemohon. Kenapa ada permohonan yang dipending, karena dalam dokumen yang disampaikan tidak dijelaskan kegiatan berusaha yang akan dilakukan. Untuk permohonan yang ditolak diantaranya dengan alasan ketidak sesuaian antara RTRW dengan usaha yang akan dilakukan,” tuturnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Peringatan Harganas ke-32 Provinsi Kepri, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, secara resmi membuka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tingkat Provinsi Kepri yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (16/7).

Mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, peringatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi dasar pembentukan karakter generasi penerus yang berkualitas. Ia menyebut, dari keluargalah akan lahir anak-anak bangsa yang berakhlak dan bermoral, yang kelak menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa yang besar dan beragam.

“Keluarga adalah pilar penting untuk membentuk generasi berakhlak baik dan bermoral. Pembentukan sifat dan karakter dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Pada momentum HARGANAS ini, Gubernur mengajak seluruh keluarga di Kepulauan Riau untuk mempererat komunikasi antar anggota keluarga, antara lain dengan meluangkan waktu bersama tanpa gangguan digital. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan reproduksi dan membangun ketahanan keluarga.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembinaan keluarga yang berkelanjutan sangat diperlukan demi menciptakan peradaban yang maju dan sejahtera. “Kalau ingin membangun bangsa yang besar, kita harus mulai dari keluarga yang kuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara BKKBN, Tim Penggerak PKK, pemerintah daerah, dan berbagai instansi lainnya dalam upaya mewujudkan Kepri yang sejahtera. Ia menyoroti pentingnya pembaruan data keluarga, terutama untuk keluarga berisiko stunting, agar program-program pemerintah bisa tepat sasaran.

“Tahun 2025 adalah momentum penting untuk memperbarui data keluarga di seluruh Kepri. Ini akan jadi dasar untuk program penurunan stunting, peningkatan kesejahteraan, dan ketahanan keluarga,” katanya.

Gubernur juga memberikan penghargaan kepada para Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader pendata yang telah bekerja keras di lapangan. Ia berharap seluruh pemangku kebijakan di daerah mendukung penuh proses pendataan ini melalui alokasi anggaran, kebijakan, dan koordinasi lintas sektor. “Sinergi semua pihak adalah kunci keberhasilan kita bersama,” tutupnya.

Peringatan HARGANAS ke-32 ini diikuti oleh sekitar 1.416 peserta, baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom. Mereka terdiri dari unsur Forkopimda Kepri, mitra kerja lintas sektor, kader PKK, kader TPK, kader KB, kader Posyandu, dan kader pendata.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ansar bersama Ketua TP-PKK Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar, melakukan pemasangan selempang kepada Ayah dan Ibu GenRe dari seluruh kabupaten/kota di Kepri sebagai bentuk apresiasi atas peran keluarga dalam mewujudkan generasi berencana.

Peringatan HARGANAS juga diisi dengan penyerahan bantuan GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) senilai Rp67.500.000 dari Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada BKKBN Kepri. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui Rumah Zakat kepada keluarga berisiko stunting.

Selain itu, diluncurkan Kader Pendataan Keluarga 2025 dan diberikan berbagai bantuan, seperti bantuan untuk peserta Sekolah Lansia, bantuan GENTING, serta pemberian Makanan Bergizi (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Di penghujung acara, Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar juga meluncurkan buku karyanya berjudul “Generasi Bebas Stunting” sebagai bentuk nyata komitmen dalam mendukung penurunan angka stunting di Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Bupati dan Wakil Bupati Karimun Hadiri Penunjukan Pejabat Baru di PT Pelabuhan Karimun

0

RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, H. Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Karimun, Rocky M. Bawole, S.Sos, menghadiri sekaligus menunjuk jajaran baru dalam struktur manajemen PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang digelar di rumah dinas Bupati Karimun, Rabu (16/7).

Agenda tersebut mencakup penunjukan Komisaris, Kepala Sekolah Pelatihan, serta Direktur Operasi PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) strategis di bidang jasa kepelabuhanan.

Penunjukan ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan daerah agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor transportasi laut dan logistik.

Dengan penyegaran struktur manajemen ini, diharapkan PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) dapat menjalankan fungsinya secara profesional, akuntabel, serta mampu bersaing di tengah dinamika industri kepelabuhanan yang terus berkembang.

Redaksi@www.rasio.co//

Bea Cukai Batam Tunjukkan Kinerja Positif Semester I, Dorong Akselerasi Layanan dan Pengawasan

0

RASIO.CO, Batam – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mencatat kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2025 dengan capaian signifikan pada aspek penerimaan negara, pelayanan, dan pengawasan.

Capaian ini menjadi wujud nyata dari komitmen Bea Cukai Batam dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator, dan industrial assistance secara profesional dan akuntabel.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2025, total penerimaan negara dari komponen Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai mencapai Rp459,4 miliar atau 101,5 persen dari target tahunan sebesar Rp452,3 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 125,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan Rp203 miliar.

Dari penerimaan tersebut, Bea Masuk menyumbang sebesar Rp190,7 miliar atau 56,7 persen dari target Rp335,5 miliar, tumbuh 41,5 persen dibandingkan semester sebelumnya.

Penerimaan ini didominasi dari penjualan barang ke wilayah Indonesia lainnya, terutama dari komoditi elektronik, industri shipyard, olahan kakao, produk kimia dan farmasi, serta hasil pengolahan industri daur ulang.

Selain itu, Bea Cukai Batam juga mencatatkan tambahan penerimaan melalui upaya maksimalisasi seperti SPTNP sebesar Rp27 miliar dan Bea Masuk dari registrasi IMEI sebesar Rp1,1 miliar.

Bea Keluar menyumbang sebesar Rp241,9 miliar atau 285,5 persen dari target Rp84,7 miliar, meningkat drastis sebesar 833 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh melonjaknya ekspor komoditas unggulan seperti CPO serta tingginya permintaan global dan kenaikan harga di pasar internasional.

Sementara itu, penerimaan dari sektor cukai tercatat sebesar Rp26,7 miliar atau 84,2 persen dari target Rp31,7 miliar, naik sebesar 43 persen dibandingkan Semester I tahun 2024. Zaky menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh komunikasi aktif dengan pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) melalui percepatan realisasi pelunasan pita cukai (CK-1) dari pemesanan pita cukai (P3C).

Selain itu, maksimalisasi penerimaan cukai juga diperoleh dari 25 kasus pelanggaran cukai yang diselesaikan melalui mekanisme ultimum remedium dengan total nilai Rp5,1 miliar, meningkat dari 16 kasus pada tahun 2024 senilai Rp2,2 miliar.

Dari sisi pelayanan, Bea Cukai Batam mencatat peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 92,96 poin atau masuk kategori “Sangat Baik”, meningkat 4,89 poin dibandingkan Semester I tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didukung oleh pelaksanaan program EPIC 100 (Excellence Partners in Customs 100), yakni layanan prioritas bagi 100 perusahaan di Batam. Program ini memberikan asistensi kepabeanan secara menyeluruh, mempercepat proses pelayanan, serta mempererat kemitraan strategis antara Bea Cukai dan pelaku usaha dalam rangka mendukung ekosistem perdagangan yang lebih sehat dan kompetitif.

Dalam bidang pengawasan, Bea Cukai Batam menunjukkan performa signifikan dengan menerbitkan 143 Nota Hasil Intelijen (NHI) pada Semester I 2025, meningkat 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57 NHI, dan telah melampaui capaian tahunan 2024 yang hanya 103 NHI.

Selain itu, jumlah Surat Bukti Penindakan (SBP) juga meningkat tajam menjadi 861 kasus, naik 220 persen dibandingkan 269 SBP tahun lalu dan telah mencakup 92 persen dari total SBP sepanjang tahun 2024.

Hingga pertengahan tahun ini, Bea Cukai Batam telah melakukan 12 penyidikan, meningkat 71 persen dibandingkan Semester I tahun lalu dan telah mencapai 85 persen dari capaian penyidikan tahun 2024.

Peningkatan jumlah penindakan ini merupakan hasil dari strategi pengawasan yang lebih efektif melalui sinergi antar lini, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi seperti radar untuk mendeteksi setiap upaya pelanggaran.

Untuk memperkuat langkah pengawasan, Bea Cukai Batam juga membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Penyelundupan yang bertugas mempercepat penanganan pelanggaran dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Komitmen Bea Cukai Batam terhadap pemberantasan narkotika juga ditunjukkan melalui keberhasilan menggagalkan 37 kasus penyelundupan narkoba sepanjang Semester I 2025.

Barang bukti yang diamankan berupa 2,1 ton methamphetamine, 1.527 gram ganja, 59 butir obat terlarang, dan 26 liter prekursor (butanox-aseton). Penindakan ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 10,67 juta jiwa dan mengamankan potensi biaya rehabilitasi sebesar Rp10,22 triliun.

Dalam pengawasan BKC ilegal, Bea Cukai Batam menerapkan strategi berbasis intelijen dan operasi pasar menggunakan metode geotagging. Selama Semester I 2025, telah diamankan 19 juta batang hasil tembakau, 1,4 juta gram HPTL, dan 2.050 liter MMEA tanpa pita cukai.

Nilai barang yang diamankan mencapai Rp45,6 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp23 miliar. Operasi geotagging tersebut telah mencakup 9 kecamatan dan 1.984 entitas BKC yang bertujuan mendorong kepatuhan, menekan peredaran barang ilegal, serta memberikan edukasi kepada pelaku usaha.

Memasuki Semester II, Bea Cukai Batam langsung mencatatkan capaian pengawasan signifikan. Dalam 12 hari pertama bulan Juli, berhasil digagalkan enam upaya penyelundupan narkotika dengan barang bukti berupa 159 gram methamphetamine, 1,8 gram ganja, dan 1,5 butir ekstasi. Modus yang digunakan pelaku sangat beragam, mulai dari penyembunyian dalam dubur, selangkangan, tas, hingga pengiriman lewat barang kiriman. Keberhasilan ini mencerminkan kesiapsiagaan tim Bea Cukai, khususnya unit K-9 dan tim penindakan.

Selain itu, Bea Cukai Batam juga berhasil menggagalkan penyelundupan 327 unit handphone berbagai merek di Bandara Hang Nadim. Pelaku menyelundupkan barang melalui modus koper kosong yang kemudian diisi oleh pelangsir di area boarding dan dibawa dengan rompi khusus yang dimodifikasi.

Nilai barang yang diamankan mencapai Rp1,85 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp406,8 juta. Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

“Seluruh capaian di Semester I Tahun 2025 ini menjadi modal penting bagi Bea Cukai Batam untuk terus memperkuat kinerja di Semester II. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan stakeholder, aparat penegak hukum, dan rekan-rekan media dapat semakin ditingkatkan sehingga pengawasan, pelayanan, dan penerimaan negara dapat berjalan lebih optimal,” tutup Zaky.

***

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Kemendikbud

0

RASIO.CO, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019–2022, pada era Menteri Nadiem Makarim.

“Terhadap keempat orang tersebut, berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan sebagai tersangka. Pertama MUL, kedua SW, ketiga IBAM, keempat JS,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, dikutip CNNIndonesia, Selasa (15/7).

Empat tersangka tersebut yaitu:

  • Sri Wahyuningsih: Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen 2020–2021 serta Kuasa Pengguna Anggaran.
  • Mulyatsyah: Direktur SMP Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen.
  • Jurist Tan: Staf Khusus Menteri Nadiem Makarim.
  • Ibrahim Arief: Konsultan Menteri Nadiem periode Maret–September 2020.

Qohar menyebut, keempatnya diduga menyalahgunakan kewenangan dengan membuat petunjuk pelaksanaan yang mengarah pada penggunaan produk tertentu, yaitu Chromebook OS, dalam pengadaan perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) pada tahun anggaran 2020–2022.

“Sehingga merugikan keuangan negara serta tujuan pengadaan TIK untuk siswa sekolah tidak tercapai karena Chromebook OS banyak kelemahan untuk daerah 3T,” ujar Qohar.

Perbuatan para tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 KUHP.

“Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian Rp1,980 triliun,” tambahnya.

Sebelumnya, penyidik Kejagung menemukan adanya indikasi pemufakatan jahat melalui pengarahan khusus agar tim teknis menyusun kajian pengadaan perangkat TIK berbasis Chromebook. Padahal, uji coba 1.000 unit Chromebook pada 2019 menunjukkan hasil tidak efektif sebagai sarana pembelajaran, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

***

Arus Peti Kemas Ekspor-Import Semester Pertama Tumbuh 13,65 Persen

0

RASIO.CO, Surabaya – Jumlah arus peti kemas ekspor dan impor melalui terminal di bawah pengelolaan PT Pelindo Terminal Petikemas periode semester 1 tahun 2025 meningkat sebesar 13,64 persen.

Perseroan mencatat terdapat 2,1 juta TEUs peti kemas internasional pada semester 1 sementara pada periode yang sama di tahun 2024 lalu sebanyak 1,8 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut jumlah peti kemas ekspor maupun impor sama-sama mengalami pertumbuhan.

Kata Dia, Sepanjang semester 1 jumlah peti kemas impor sebanyak 998 ribu TEUs dan peti kemas ekspor tercatat sebanyak 1,01 juta TEUs.

“Arus peti kemas dalam negeri juga mengalami pertumbuhan namun tidak sebesar pertumbuhan internasional. Hingga semester 1 tahun 2025 peti kemas domestik tercatat sebanyak 4,2 juta TEUs atau tumbuh sekitar 4,86 persen dari tahun lalu yang sebesar 4 juta TEUs,” jelas Widyaswendra, Selasa (15/07). Melalui presrilisnya ke redaksi rasio.co.

Lanjutnya, pertumbuhan peti kemas internasional di luar prediksi perusahaan mengingat dinamika global saat ini yang penuh ketidakpastian.

Selain peti kemas bermuatan, reposisi peti kemas kosong (empty) ke sejumlah negara juga mempengaruhi peningkatan arus tersebut. Beberapa terminal yang melayani peti kemas internasional mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

TPK Semarang misalnya mengalami pertumbuhan 17,7 persen dari 353 ribu TEUs pada semester 1 tahun 2024 menjadi 415 ribu TEUs pada semester 1 tahun 2025. Selanjutnya ada IPC TPK yang mencatatkan pertumbuhan 43,26 persen dari 307 ribu TEUs menjadi 440 ribu TEUs.

“Secara keseluruhan arus peti kemas (internasional dan domestik-red) di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas sebanyak 6,3 juta TEUs, tumbuh 7,61 persen jika dibandingkan semester 1 tahun lalu,” lanjut Widyaswendra.

Picu Rute Pelayaran Baru

Pertumbuhan arus peti kemas ini sejalan dengan aktivitas sektor pelayaran internasional yang kembali menggeliat, terutama di jalur-jalur strategis seperti Indonesia–China.

Meski pertumbuhan arus peti kemas tidak merata di semua rute perdagangan, namun secara umum menunjukkan peningkatan yang konsisten. Salah satunya dirasakan oleh Ocean Express Network (ONE), perusahaan pelayaran asal Jepang yang melayani beberapa pelabuhan expor impor di Indonesia.

“Pada paruh pertama tahun ini (2025), pertumbuhan kami berkisar antara 3 hingga 5 persen,” ujar Presiden Direktur ONE Indonesia, Keishin Watanabe. Ia yakin untuk sejumlah rute tertentu, angka pertumbuhannya bahkan lebih tinggi. Salah satunya adalah jalur pelayaran antara Indonesia dan China yang menurutnya mencatat lonjakan signifikan.

“Saya menduga pertumbuhan tertinggi terjadi pada rute Indonesia–China. Ini tidak lepas dari peningkatan arus perdagangan antara kedua negara, terutama pasca munculnya kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump. Hal itu mendorong banyak perusahaan mengalihkan rantai pasok mereka ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Watanabe.

Optimisme serupa juga dirasakan oleh Pacific International Lines (PIL), perusahaan pelayaran asal Singapura. Dengan meningkatnya arus perdaganagan, khususnya antara Indonesia dan China, PIL membuka direct service yakni North China Indonesia (NCI). Rute baru ini menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama di China dengan Indonesia, dengan pelayaran perdana yang berlangsung pada awal bulan ini.

Layanan NCI melibatkan dua terminal besar di Indonesia, yakni TPK Koja di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Tanjung Perak (Surabaya). Dengan layanan ini, arus logistik antarnegara diharapkan dapat berlangsung lebih efisien tanpa harus melewati pelabuhan transit di negara ketiga.

“Volume perdagangan antara Indonesia dan China saat ini sangat bagus. Itu menjadi alasan utama kami kembali membuka layanan langsung ini,” kata Presiden Direktur PIL Indonesia Sujeeva Salwatura.

Menurut Sujeeva, dalam lima tahun terakhir PIL sempat menghentikan pelayanannya ke Indonesia. Namun, situasi pasar yang kini membaik menjadi momentum yang tepat untuk kembali masuk. “Kami melihat ada pertumbuhan yang sangat bagus, baik dari sisi ekspor maupun impor,” Sujeeva.

Perdagangan Intra Asia Semakin Dominan

Sejalan dengan pelabuhan dan pelayaran, sektor logistik juga mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan sepanjang paruh pertama 2025. Kinerja sejumlah perusahaan logistik dan forwarder domestik memperlihatkan tren positif, mencerminkan geliat perdagangan internasional dan meningkatnya kebutuhan distribusi dalam negeri.

Salah satu indikatornya terlihat dari kinerja Gateway Container Line (GCL), perusahaan nasional yang dikenal sebagai pemain terbesar dalam layanan konsolidator Less than Container Load (LCL) di Indonesia.

Direktur Utama Gateway Container Line, Hesty Rosmawati, mengatakan perusahaannya mengalami pertumbuhan yang stabil di berbagai lini layanan, baik untuk ekspor maupun impor. “Pertumbuhan tertinggi masih berasal dari China, baik untuk layanan LCL maupun FCL (Full Container Load) impor,” ujar Hesty.

Layanan LCL impor, misalnya, jelas Hesty, tumbuh 8,94 persen, dengan kontribusi volume terbesar berasal dari China. Sementara layanan FCL impor meningkat 5,65 persen, juga ditopang oleh pasar China.

Sementara untuk LCL ekspor tercatat tumbuh 9,2 persen, dengan tujuan terbesar ke Jebel Ali, Uni Emirat Arab, meski pertumbuhan tertinggi justru tercatat pada rute ke Vietnam. FCL ekspor mengalami lonjakan signifikan sebesar 23,4 persen, terutama ke kawasan ASEAN dan Jebel Ali.

Tak hanya perusahaan, secara makro sektor logistik juga menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Data dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) serta Supply Chain Indonesia (SCI) mencatat bahwa sektor transportasi dan pergudangan, yang menjadi tulang punggung logistic, menyumbang 6,08 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada semester pertama tahun ini.

Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 9,01 persen (year-on-year), menjadikannya salah satu sektor dengan laju pertumbuhan tercepat. Supply Chain Indonesia (SCI) memperkirakan sepanjang tahun 2025 sektor ini akan tumbuh 8,56 persen dengan nilai kontribusi sekitar Rp1.517 triliun atau setara 6,49 persen dari total PDB.

CEO SCI, Setijadi, menjelaskan bahwa pertumbuhan logistik tahun ini turut didorong oleh pergerakan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, serta industri pengolahan, terutama makanan dan minuman. “Sektor perdagangan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap lonjakan aktivitas logistik,” ujar Setijadi.(r).

Pemkab Karimun dan Balai Karantina Kepri Perkuat Koordinasi Pengawasan Pangan

0

RASIO.CO, Karimun – Wakil Bupati Karimun, Rocky M. Bawole, melaksanakan audiensi dan koordinasi bersama Kepala Karantina Kepulauan Riau, drh. Herwintarti, M.M, di Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau, Senin (14/7).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan Balai Karantina dalam menjaga keamanan dan kualitas komoditas pertanian, peternakan, serta perikanan yang keluar masuk wilayah Karimun. Koordinasi ini juga membahas peran strategis karantina dalam mendukung ketahanan pangan dan pengawasan lalu lintas hewan serta tumbuhan.

Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan berbagai hal teknis dan kebijakan terkait peningkatan pengawasan, pelayanan karantina, serta perlindungan sumber daya alam hayati dari ancaman hama dan penyakit. Pemerintah daerah memandang penting peran lembaga karantina sebagai mitra dalam mendukung sektor-sektor vital yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor, sekaligus membangun sistem pengawasan komoditas yang lebih efektif dan terpadu di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Karimun.

Redaksi@www.rasio.co//

Dukung Kesehatan Masyarakat, 703 Kader Posyandu Terima Insentif dari Pemko Batam

0

RASiO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyerahan insentif kepada 703 kader Posyandu dan Kader Kelurahan Siaga dari Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Lubukbaja, di Nagoya Citywalk, Selasa (15/7).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta Ketua TP PKK sekaligus Pembina Posyandu Kota Batam, Erlita Amsakar.

Program insentif ini dibagikan kepada total 4.097 kader penerima dari 567 Posyandu seKota Batam. Setiap kader akan menerima insentif sebesar Rp400.000 per bulan selama 12 bulan. Setelah penyerahan di dua kecamatan ini, program serupa akan dilanjutkan secara bertahap di empat titik lainnya.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi para kader yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting.

“Kader Posyandu adalah mitra utama Pemko Batam dalam menjalankan program prioritas di bidang kesehatan. Mereka bekerja dari akar rumput, menjaga masyarakat sejak masa paling dini. Saya ingin setiap kecamatan bergerak serentak seperti mendayung bersama agar kapal bernama Kota Batam ini bisa melaju lebih kencang,” ujar Amsakar.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan bahwa peran kader tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan. Mereka juga berperan aktif dalam menyampaikan aspirasi warga dan mendeteksi permasalahan pembangunan di lingkungan masing-masing, mulai dari banjir, akses air bersih, hingga penerangan jalan.

“Kami mencatat adanya 269 titik banjir di Batam, jauh lebih banyak dari data sebelumnya yang hanya mencatat 103 titik. Ini menunjukkan peran ibu-ibu kader sangat penting. Kalau ada pembangunan yang tidak berizin atau merusak lingkungan, tolong segera laporkan ke lurah atau camat. Ibu-ibu bisa menjadi mata dan telinga pembangunan di lapangan,” tegas Li Claudia.

Program insentif bagi kader ini juga menjadi salah satu dari 15 program prioritas Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, para kader turut menyampaikan apresiasi atas 15 program prioritas Amsakar-Li Claudia yang sangat membantu masyarakat. Di antaranya adalah pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru, pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam, bantuan untuk lansia, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, optimalisasi penanganan banjir dan air bersih, serta dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro (UMKM).

“Sebagai ibu rumah tangga, kami sangat merasakan manfaat dari program-program ini. Semoga kebijakan ini terus dilanjutkan dan kami bisa bekerja lebih maksimal untuk membantu masyarakat,” ungkap salah satu kader.

Redaksi@www.rasio.co//

304 Unit Rumah Relokasi Tanjung Banon Masuki Tahap Finishing

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran dua Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke rumah baru di Tanjung Banon, Selasa (15/7). Proses relokasi dilakukan secara bertahap dan humanis.

Dengan penambahan ini, total warga Rempang yang telah menempati hunian baru mencapai 125 KK atau 436 jiwa.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menegaskan bahwa seluruh proses berjalan dengan mengedepankan pendekatan komunikasi yang konstruktif dan kultural.

“Kami mengikuti arahan Kepala BP Batam, Bapak Amsakar Achmad, untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan pendekatan budaya dalam proses ini,” ujar Taofan.

Menurutnya, pergeseran ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam mendukung percepatan realisasi investasi strategis di kawasan Rempang, sekaligus memastikan hak-hak warga terpenuhi dengan baik.

“Kami berharap warga yang telah menempati hunian baru dapat segera beraktivitas dengan nyaman dan produktif,” imbuhnya.

Taofan juga menjelaskan bahwa pengerjaan 304 unit rumah baru di Tanjung Banon saat ini telah memasuki tahap penyelesaian (finishing), di mana 182 unit di antaranya berstatus siap huni. Ia berharap proyek Rempang Eco-City dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam, dengan proses yang berjalan transparan, adil, dan berdasarkan kesepakatan bersama.

“Mari kita semua berkolaborasi agar investasi ini bisa berjalan dengan lancar dan kondusif,” tutup Taofan.

Redaksi@www.rasio.co//