Sabtu, April 25, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 130

Jaga Ketahanan Air Baku, BP Batam Sambut Baik Penanaman Ribuan Mahoni

0

RASIO.CO, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait menyambut baik rencana penanaman 1.000 pohon jenis mahoni di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk oleh Keluaga Besar Banjarnahor Kota Batam pada akhir Juli mendatang.

Hal itu diungkapkan Ariastuty saat menerima audiensi dan silaturahmi Banjarnahor Kota Batam di ruang rapat nya pada Selasa, (15/7/) pagi.

“Kami sangat apresiasi inisiatif masyarakat khususnya kepada keluarga besar Banjarnahor hari ini, karena program penghijauan ini sangat penting untuk menjaga ketahanan daerah tangkapan air,” kata Tuty sapaan akrabnya.

Terlebih, Kota Batam, kata Tuty, saat ini masih mengandalkan air hujan sebagai sumber air baku. Air baku tersebut kemudian di tampung di waduk dan diolah menjadi air bersih hingga dialirkan ke masyarakat dan industri untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Untuk itu, kami selalu mendorong kepada pihak-pihak yang ingin menjalin kerja sama dalam program penghijauan dan menghimbau agar masyarakat tidak beraktifitas di catchment area (DTA) untuk tetap menjaga kualitas air baku di waduk,” seru Tuty.

Pihaknya, dalam kesempatan itu menyarankan agar penanaman pohon dapat dilakukan di Waduk Duriangkang. Mengingat, Waduk Duriangkang memiliki luas DTA sebesar 7,259.10 Ha dan menjadi penopang hingga 70 persen kebutuhan air bersih masyarakat Batam.

Sementara, Ketua Umum Banjarnahor Kota Batam, Ridon Marbun mengapresiasi dukungan BP Batam atas program penghijauan tersebut.

Ia menyebut kegiatan tersebut akan melibatkan 200 peserta dan mengundang para pimpinan baik tingkat pusat maupun daerah. Sehingga, ia berharap melalui upaya tersebut pihaknya dapat turut memberikan kontribusi bagi kelestarian waduk di Kota Batam.

Redaksi@www.rasio.co//

Dräger Rilis X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E, Perkuat Keselamatan di Area Risiko Tinggi

0

RASIO.CO, Jakarta — Keselamatan kerja masih menjadi perhatian utama di berbagai sektor industri, terutama ketika tantangan tidak hanya datang dari kelalaian manusia, tetapi juga dari lingkungan kerja yang berisiko tinggi.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, sebanyak 462.241 kasus kecelakaan kerja tercatat sepanjang Januari hingga Desember 2024. Angka ini menjadi pengingat bahwa isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih menjadi tantangan besar di dunia industri Indonesia.

Penyebab kecelakaan kerja umumnya berasal dari faktor internal seperti kelalaian prosedur keselamatan, kurangnya pelatihan dan edukasi, kondisi fisik pekerja yang tidak fit, serta penggunaan peralatan yang tidak aman. Namun, tantangan tak hanya datang dari sisi internal. Faktor eksternal seperti paparan gas berbahaya, kekurangan oksigen, suhu ekstrem, atau partikel beracun, terutama di area kerja terbatas (confined space), juga kerap menjadi penyebab utama kecelakaan kerja.

Situasi ini membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari perencanaan kerja, peralatan pelindung, hingga sistem deteksi yang mumpuni.

Sejalan dengan misi untuk melindungi para pekerja di Area Berisiko Tinggi, Dräger Indonesia meluncurkan dua solusi inovatif: Detektor multigas X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E (Self-Contained Breathing Apparatus) yang dirancang untuk melindungi pekerja dari paparan gas beracun dan kekurangan oksigen.

Peluncuran ini dilakukan dalam workshop bertajuk “Managing Risks: Confined Space Entry & Health and Safety at the Workplace” yang digelar di kantor pusat Dräger Indonesia, Jakarta, pada Selasa (15/07). Acara ini turut mengedukasi peserta dari berbagai sektor industri tentang risiko kerja di ruang terbatas dan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap K3.

Managing Director Dräger Indonesia, Ratna Kurniawati, mengatakan melalui peluncuran X-am 2600 dan PSS 3000E—perangkat dengan standar kualitas Jerman—Dräger menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan kerja di Indonesia, khususnya bagi para pekerja di lingkungan berisiko tinggi.

“Perlindungan yang efektif tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada ketersediaan perangkat andal di situasi darurat. Kami terus memperkuat peran sebagai mitra industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Produk Detektor multigas X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan industri terhadap perangkat yang andal, praktis, dan ekonomis, tanpa mengurangi kualitas yang telah menjadi ciri khas Dräger sejak 1889. Kedua produk ini melengkapi lini portabel Dräger, menawarkan solusi bagi berbagai sektor industri—dari manufaktur, minyak dan gas, industri kimia, hingga tambang dan konstruksi.

Head of Safety Dräger Indonesia, Siva Salitoray, menjelaskan bahwa keduanya merupakan pengembangan dari dua produk andalan sebelumnya, yakni X-am 2800 dan PSS 3000.

“Peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan teknologi berkualitas tinggi khas Dräger, Technology For Life, yang telah dipercaya sejak 1889, guna menjangkau lebih banyak sektor sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi industri dalam menerapkan standar keselamatan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Regulasi nasional seperti UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, serta standar internasional seperti ISO 45001:2018, menekankan perlunya pendekatan sistematis terhadap keselamatan kerja. Inovasi seperti yang ditawarkan Dräger berperan penting dalam menjembatani praktik industri dengan regulasi yang ada.

Melalui peluncuran ini, Dräger tidak sekadar menghadirkan produk, tetapi juga memperkuat ekosistem keselamatan kerja melalui edukasi, pelatihan, dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para mitra industri.

Ratna pun menambahkan bahwa komitmen Dräger juga tercermin dalam keberlanjutan layanan after-sales, yakni dengan menyediakan pelatihan penggunaan serta layanan teknis bersertifikasi untuk memastikan perangkat bekerja optimal setiap saat. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang mereka untuk menurunkan angka kecelakaan kerja dan membangun budaya keselamatan di Indonesia.

“Sebagai mitra industri global, Dräger percaya bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang. Dengan menghadirkan inovasi seperti X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E, Dräger mengajak seluruh pelaku industri untuk tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga aktif menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(RL)

Perdagangan Bayi ke Singapura Terbongkar, Polisi Tetapkan 12 Tersangka

0

RASIO.CO, Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat membongkar jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang memperdagangkan bayi ke luar negeri. Dalam pengungkapan ini, sebanyak enam balita berhasil diselamatkan dan 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Jumlah tersangkanya cukup banyak yaitu 12 tersangka. Dan kita pada malam hari ini juga telah mendapatkan informasi dari Ditreskrimum bahwa kita telah mengamankan enam korban balita,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dikutip CNNIndonesia, Senin (14/7) malam.

Menurut Hendra, para tersangka memiliki peran masing-masing dalam sindikat ini, mulai dari perekrut awal, perawat bayi, hingga penampung dan pembuat dokumen palsu.

“Bahkan dari sebelum lahir, yaitu dari kandungan, sudah ada penampungnya. Juga ada yang membuat surat-surat, serta pengirim yang merencanakan pengiriman ke Singapura,” jelasnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, identitas, paspor, hingga data kepemilikan identitas korban. Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan mengungkapkan bahwa lima dari enam bayi berhasil diamankan di Pontianak, Kalimantan Barat, dan satu lainnya di Tangerang.

“Jadi dari para tersangka ini, kita berhasil mengamankan lima bayi di Pontianak yang rencananya akan dikirimkan ke Singapura dan sudah dilengkapi dengan dokumen-dokumen. Satu bayi lainnya kita amankan dari Tangerang beberapa hari lalu,” ujar Surawan.

Polda Jabar saat ini tengah berkoordinasi dengan Interpol untuk menelusuri lebih lanjut kemungkinan adanya bayi lain yang sudah berada di luar negeri.

“Kami masih melakukan pengembangan terhadap bayi-bayi yang diduga sudah dikirim ke Singapura. Nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Interpol,” katanya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan salah satu orang tua yang melaporkan anaknya diculik oleh orang tak dikenal.

“Kebanyakan korban berasal dari daerah Jawa Barat. Kasus ini bermula dari laporan penculikan anak, kemudian kita kembangkan dari keterangan tersangka yang diamankan,” jelas Surawan.

Enam bayi yang berhasil diselamatkan saat ini berusia antara dua hingga tiga bulan. Diduga kuat mereka akan diadopsi secara ilegal di Singapura.

“Menurut keterangan tersangka, bayi-bayi tersebut rencananya akan diadopsi di Singapura. Namun, hal ini masih terus kami dalami,” pungkasnya.

***

Ditpolairud Polda Kepri Tangkap 10 Perompak Spesialis Kapal Melintas

0

RASIO.CO, Batam – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau berhasil membekuk 10 pelaku perompakan kapal yang selama ini beraksi di perairan sibuk Kepri sejak tahun 2017.

Berbeda dari perompak pada umumnya, komplotan ini hanya mengincar kapal-kapal yang sedang bergerak, bukan kapal yang tengah lego jangkar.

“Para pelaku ini sudah tahu kapal mana saja yang akan dijadikan target. Mereka memantau melalui aplikasi pelayaran, dan begitu kapal memasuki area rawan seperti Selat Nipah atau Selat Philip dekat Karimun, di mana kapal asing wajib melambat, mereka langsung naik dan beraksi,” ujar Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono, dikutip dari Tribunbatam, Senin (14/7).

Aksi perompakan berlangsung cepat, berkisar antara 30 hingga 60 menit. Para pelaku membagi peran secara sistematis: ada yang berjaga di kapal, ada yang bertugas memegang tali saat menaiki kapal, dan sebagian lainnya bertugas mencuri barang.

“Yang dicuri pun bukan barang biasa, melainkan suku cadang penting yang memang disiapkan sebagai cadangan oleh kapal,” terang Kasubdit Gakkum Polairud Polda Kepri, Kompol Badawi.

Badawi menambahkan, pelaku telah memahami dengan baik letak penyimpanan suku cadang di kapal-kapal besar. Jika tidak menemukan barang yang dicari, mereka langsung turun kembali ke kapal pancung dan menunggu kapal berikutnya.

“Target mereka hanya kapal yang sedang melintas. Mereka tidak pernah menyasar kapal yang berhenti atau lego jangkar,” tegas Handono.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan sejumlah tersangka dalam jaringan ini, yakni S (30), I (30), R (32), RH (33), Z (33), S, M, R, serta P, F, dan A. Beberapa di antaranya dikenal sebagai ‘pemetik’ atau spesialis pencuri barang di atas kapal.

Kini, seluruh pelaku harus mempertanggungjawabkan aksinya di hadapan hukum setelah bertahun-tahun melancarkan aksi dengan modus cepat dan terencana.

***

Kepala BP Batam Pimpin Harkopnas ke-78, Soroti Pentingnya Peran Koperasi

0

RASIO.CO, Batam – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad, memimpin upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Senin (14/7).

Dalam amanatnya, Amsakar mengapresiasi peran koperasi sebagai soko guru perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki kontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan semangat gotong royong.

Peringatan ini, lanjut Amsakar, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi koperasi di tengah tantangan transformasi digital dan dinamika ekonomi global.

“Kita sedang menapaki jalan menuju Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, ekonomi rakyat harus terus maju dan berdaulat,” ujar Amsakar.

Selepas memimpin upacara, Amsakar juga berkesempatan untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia kepada 64 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di tiap kelurahan.

Ia berharap, program nasional ini dapat memperkuat ekonomi masyarakat Batam melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan. Di samping itu, berdirinya Koperasi Merah Putih ini pun bisa memberikan dampak terhadap untuk kemandirian ekonomi desa/kelurahan serta memberdayakan potensi lokal.

“Saya berharap koperasi terus tumbuh dan mengakar sehingga masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya,” tambah Amsakar.

Turut hadir dalam kegiatan ini pejabat di lingkungan BP Batam, Pemko Batam serta unsur Forkopimda Kota Batam.

Redaksi@www.rasio.co//

Eks CEO GoTo Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi Laptop Pendidikan

0

RASIO.CO, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan CEO GoTo, Andre Soelistyo, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan berupa pengadaan laptop di Kemendikbudristek pada periode 2019–2022.

“Sudah datang sejak pagi tadi. Sedang diperiksa,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, di Jakarta, Senin (14/7), dikutip dari CNNIndonesia.

Sebelumnya, penyidik Kejagung juga telah menggeledah kantor GoTo, perusahaan yang dirintis eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, pada Selasa (8/7) lalu.

“Benar telah melakukan serangkaian upaya penggeledahan di salah satu tempat,” ujar Harli kepada wartawan, Jumat (11/7).

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti. Namun, Harli tidak merinci barang bukti yang dimaksud. Saat ini, penyidik disebut masih mendalami berbagai temuan dari hasil penyitaan itu.

Penyidikan kasus ini berfokus pada pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk laptop Chromebook. Harli menyebut telah ditemukan indikasi pemufakatan jahat dalam bentuk pengarahan tim teknis untuk menyusun kajian yang mengarahkan penggunaan perangkat berbasis Chrome OS.

“Padahal, hasil uji coba penggunaan 1.000 unit Chromebook pada 2019 menyimpulkan bahwa perangkat tersebut tidak efektif sebagai sarana pembelajaran,” ungkap Harli.

Sementara itu, pihak GoTo menyatakan akan menghormati dan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami bersikap kooperatif dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Sebagai perusahaan publik, kami selalu mengedepankan asas tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, dan transparan,” kata Direktur Public Affairs dan Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Ade Mulya, dalam keterangan resminya, Jumat (11/7).

***

Semester I 2025, Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 4,5 Ton Narkotika

0

RASIO.CO, Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatatkan capaian signifikan selama Januari hingga Juni 2025, dengan keberhasilan melakukan 60 penindakan terhadap Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) seberat 4,5 ton. Jumlah ini mewakili 50 persen dari total penindakan NPP nasional oleh Bea Cukai dalam periode yang sama.

Menurut Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, angka tersebut merupakan hasil dari kewaspadaan tinggi dan kerja sama lintas sektor yang konsisten di wilayah rawan penyelundupan.

“Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan kerja sama yang baik dengan aparat penegak hukum lainnya, kita mampu membendung masuknya barang terlarang tersebut,” kata Leni, Jumat (13/7).

Ia menjelaskan, posisi strategis Aceh yang berada di antara dua kawasan penghasil narkotika terbesar dunia—Golden Crescent (Iran, Afghanistan, Pakistan) dan Golden Triangle (Myanmar, Laos, Thailand)—membuat wilayah ini rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba.

Tren penindakan NPP di Aceh pun menunjukkan peningkatan signifikan: 1,45 ton (2022), 2,35 ton (2023), 1,66 ton (2024), dan melonjak menjadi 4,5 ton hanya dalam enam bulan pertama tahun ini.

Pemberantasan Rokok Ilegal Meningkat

Selain pengawasan terhadap NPP, Bea Cukai Aceh juga memperkuat peran strategisnya dalam menjaga penerimaan negara dari sektor cukai, khususnya hasil tembakau. Saat ini, terdapat 16 perusahaan rokok yang berada di bawah asistensi dan pengawasan, tersebar di empat wilayah utama: Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Meulaboh.

Selama Semester I 2025, Bea Cukai Aceh berhasil menyita 7,3 juta batang rokok ilegal. Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dari tahun ke tahun: 3,5 juta batang (2022), 14,3 juta (2023), dan 21,9 juta batang (2024).

Dalam aspek penegakan hukum, delapan kasus telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sementara 12 kasus lainnya diselesaikan melalui pendekatan ultimum remidium dengan nilai penyelesaian mencapai Rp787 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan penegakan hukum yang tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Beragam Barang Ilegal Turut Ditindak

Tidak hanya fokus pada narkotika dan rokok, Bea Cukai Aceh juga berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal lainnya seperti pakaian bekas, kendaraan roda dua, suku cadang kendaraan, satwa dilindungi, bawang merah, hingga teh hijau.

Menjawab tantangan geografis, Bea Cukai Aceh telah membentuk Satgas Interdiksi di Bandara Sultan Iskandar Muda, melaksanakan operasi gabungan, bimbingan teknis, hingga optimalisasi data intelijen (crawling).

“Generasi muda kita perlu diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, Bea Cukai sebagai garda terdepan akan terus bersinergi menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat,” tutup Leni.

***

Amsakar: 64 Koperasi Merah Putih Telah Berdiri, Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmennya memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Hingga saat ini, sebanyak 64 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih telah terbentuk di berbagai wilayah Batam.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (14/7).

“Pembentukan koperasi ini bukan hanya sekadar menjalankan instruksi, tetapi menjadi jalan tumbuh kembang ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan dapat mengelola potensi lokal, termasuk distribusi BBM bagi nelayan, serta membangun jaringan kerja sama lintas sektor.

Tak hanya itu, Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra juga menjalankan program pinjaman modal usaha tanpa jaminan dan bunga untuk mendukung pelaku UMKM dan koperasi.

“Dengan koperasi Merah Putih yang terus bertambah, kami optimistis dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan desa/kelurahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga membacakan pidato Menteri Koperasi dan UKM RI Budi Arie Setiadi. Dalam pidato tersebut, disebutkan bahwa koperasi adalah simbol semangat gotong royong dan bentuk nyata demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.

“Menuju Indonesia Emas 2045, koperasi diharapkan menjadi pilar ekonomi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga mengakar di hati masyarakat,” kata Amsakar mengutip pidato menteri.

Data terkini menunjukkan hingga 2024 terdapat 131.617 koperasi aktif dengan 30 juta anggota dan volume usaha mencapai Rp214 triliun, menyumbang hampir 1 persen terhadap PDB nasional.

Salah satu program prioritas yang disoroti adalah pembentukan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi desa dan kelurahan. Koperasi ini akan melayani beragam sektor, mulai simpan pinjam, distribusi barang subsidi, layanan kesehatan, hingga logistik dan energi.

“Seluruh Kopdes/Kel Merah Putih ditargetkan beroperasi penuh pada Oktober 2025. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat membantu petani kecil, menjaga stabilitas harga panen, dan memperkuat ekonomi desa,” ungkapnya.

Ia juga mengajak generasi muda agar terlibat dalam gerakan koperasi.

“Koperasi bukan lagi milik generasi terdahulu semata. Ini adalah ruang bagi anak muda untuk belajar, berinovasi, dan ikut menentukan arah perekonomian bangsa,” tutur Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengajak koperasi untuk terus memperkuat sektor riil, meningkatkan inovasi, memperluas jaringan usaha, dan memperkuat tata kelola.

“Dengan semangat Harkopnas ke-78 ini, mari kita jadikan koperasi sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan daya saing Batam di kancah nasional dan global,” tegasnya.

Upacara Harkopnas di Batam juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada koperasi berprestasi oleh Wali Kota Batam.

Redaksi@www.rasio.co//

BP Batam Teken MoU Rehabilitasi Hutan Duriangkang, Jaga Sumber Air Baku

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di Hutan Lindung Duriangkang, seluas 10 hektare. Penandatanganan dilakukan di Gedung Mall Pelayanan Publik, Batam Centre, Jumat (11/7).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo, dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Inisiatif ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai bentuk kolaborasi menjaga kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.

Waduk Duriangkang diketahui memiliki volume tampungan 101,2 juta m³ dan kapasitas distribusi air baku hingga 3.000 liter per detik.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis menjaga kualitas air baku untuk mendukung pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam.

“Melalui MoU dengan instansi terkait, BP Batam terus mengajak semua pihak bersinergi menjaga kualitas air baku agar pelayanan air bersih semakin baik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar dalam keterangan terpisah.

Dalam sambutannya, Hadjad Widagdo menekankan pentingnya peran hutan sekitar DTA mengingat Batam tidak memiliki sungai yang mengalir sepanjang tahun.

“Kita hanya mengandalkan curah hujan yang tertampung di waduk. Jika hutan di sekitar DTA rusak, maka kualitas air baku dapat terganggu akibat erosi yang menimbulkan sedimentasi,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen BPDAS Sei Jang Duriangkang dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Terima kasih kepada BPDAS atas kolaborasi ini. Semoga seluruh proses di lapangan berjalan lancar tanpa kendala,” tambahnya.

Senada, Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto, menyambut baik sinergi tersebut dan berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.

“Harapan kami, melalui MoU ini kita dapat bersama-sama menjaga kelestarian hutan di Batam. Kami akan terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan,” kata Haris.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah; Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita; serta sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan BP Batam.

Redaksi@www.rasio.co//

H. Sutardi Resmi Jadi Ketua Punokawan Batam, Prosesi Budaya Meriahkan Pengukuhan

0

RASIO.CO, Batam – Komunitas sosial pelestari budaya Jawa di Batam, Punokawan, resmi menetapkan H. Sutardi, SE sebagai Ki Demang atau Ketua baru untuk masa bakti 2025–2028.

Penetapan dilakukan dalam acara bertajuk Rembug Ageng Pilihan Ki Demang Punokawan 2025 yang digelar di Erbi Cafe and Resto, Golden City Bengkong, Minggu (13/7).

Acara berlangsung khidmat dengan nuansa kental budaya Jawa. Para tamu hadir mengenakan busana adat, diiringi prosesi kirab pengukuhan yang dipandu tarian cucuk lampah dan gamelan Jawa. Iring-iringan ketua baru menuju panggung pengukuhan didampingi para sesepuh dan anggota Punokawan, diiringi narasi pranatacara.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari berbagai wilayah di Batam, seperti Batam Kota, Batuaji, Bengkong, Batuampar, hingga Nongsa. Hadir pula Irwanto Daud dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepri, mewakili Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua Panitia Pengarah (SC), Mulyono, menyampaikan bahwa H. Sutardi terpilih secara aklamasi karena memperoleh 77 persen suara saat proses penjaringan calon.

“Bakal calon yang berhak maju adalah mereka yang memperoleh suara di atas 20 persen. Karena hanya H. Sutardi yang memenuhi syarat tersebut, maka ditetapkan secara aklamasi,” ujar Mulyono saat membacakan berita acara sidang.

Sementara itu, Ki Demang sebelumnya, Sukatno, menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan seluruh pengurus selama masa kepemimpinannya.

“Perjalanan Punokawan tidak mudah, penuh tantangan dan keterbatasan. Saya berharap kepemimpinan yang baru bisa membawa organisasi ini semakin maju, dan program-program yang belum sempat terlaksana bisa diwujudkan,” katanya.

Dalam sambutannya, H. Sutardi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan mengajak seluruh anggota untuk terus mendukung.

“Prioritas awal saya adalah memperjuangkan legalitas organisasi agar keberadaan Punokawan lebih diakui oleh pemerintah dan masyarakat. Seni dan budaya Jawa akan kami kembangkan agar bisa mendukung sektor pariwisata Batam,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan akan melibatkan semua pihak dalam menyusun dan merealisasikan program kerja Punokawan ke depan. “Insyaallah, kita akan pikirkan bersama agar organisasi ini semakin eksis dan berkontribusi dalam pelestarian budaya,” tegasnya.

Ketua Panitia, Indrawati, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menyukseskan acara, termasuk sponsor seperti Sahabat Insurance, SS Skylink Tour & Travel, anggota DPRD Kepri Aman, Bakso Arema 89, dan Bapak Marjono.

“Alhamdulillah acara ini dapat terlaksana dengan baik, meskipun mungkin ada kekurangan di sana sini,” ucapnya.

Pembina Punokawan, Dr. Indrawati Sugiatiningsih, SE, MM, M.Pd., berharap kepengurusan baru bisa membawa organisasi semakin jaya dan menjadi pelopor pelestarian budaya Jawa di Batam.

“Saya berharap Punokawan bisa menjadi wadah budaya bagi masyarakat dari Jawa Timur, Tengah, dan Barat yang tinggal di Batam,” tuturnya.

Sesepuh Punokawan, Eli Setiono atau Pakdhe Yono, juga berharap Ki Demang terpilih dapat menjalankan amanah dan menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi organisasi.

Sementara itu, Irwanto Daud menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia berharap Punokawan bisa terus menjadi pengayom dan mitra pemerintah dalam pelestarian budaya.

“Punokawan melengkapi organisasi kebudayaan yang ada. Kami harap silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Kepri tidak berhenti di sini, dan bisa terus berkolaborasi dalam misi pelestarian budaya,” ujarnya.

 (RL)