Minggu, November 8, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 130

Tidak Teridentifikasi, 17 Jenazah Korban Banjir Agam Dikubur Secara Massal

0

RASIO.CO, Jakarta – Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan dimakamkan secara massal bersama tujuh jenazah lainnya di TPU Bungus, Kota Padang, pada Rabu (10/12) siang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam, Villa Erdi, mengatakan bahwa 17 jenazah tersebut tidak memiliki klaim dari pihak keluarga dan hasil tes DNA juga tidak cocok dengan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga.

“Tidak ada yang mengklaim dan DNA yang diambil tidak cocok dengan jenazah, sehingga jasad dimakamkan. Ke-17 jenazah ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” ujarnya mengutip Antara.

Seluruh jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi setelah Zuhur, sebelum kemudian dibawa ke TPU Bungus untuk dimakamkan secara massal.

Villa Erdi merinci bahwa dari 17 jenazah tersebut, sembilan berjenis kelamin laki-laki, lima perempuan, dan tiga lainnya berupa bagian tubuh.

Sebelumnya, Dinas Sosial Agam juga telah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Dari jumlah tersebut, dua jenazah tidak memiliki keluarga, sedangkan delapan lainnya dimakamkan berdasarkan permintaan keluarga.

“Pihak keluarga meminta korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang,” katanya.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam menyebabkan dampak besar dengan 188 korban meninggal dunia dan 72 orang masih hilang. Sebanyak 13 orang masih dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 warga terdampak atau terisolir.

Kerusakan yang ditimbulkan meliputi 493 rumah rusak ringan, 359 rusak sedang, 600 rusak berat, 11 tempat ibadah rusak, 67 jembatan rusak, serta 49 titik jalan rusak.

Selain itu, 99 fasilitas pendidikan, 125 irigasi, dan 18 bendungan turut mengalami kerusakan. Bencana juga mengakibatkan 6.025 ternak mati, serta 1.813,70 hektare lahan pertanian rusak.

AD

Operasi di Sagulung: Polisi Amankan Kontainer dan Truk, 25 Saksi Diperiksa

0

RASIO.CO, Batam – Penyidik Satuan Reskrim Polresta Barelang terus mendalami kasus penindakan bongkar muat di kawasan Sagulung yang mengamankan barang bekas serta sejumlah kendaraan, termasuk tiga truk pelangsir milik PT PLS Ekspress — perusahaan yang disebut-sebut milik Asiong. Polisi belum mengambil langkah penetapan tersangka; penyelidikan masih berlangsung intensif.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengatakan pengungkapan kasus ini tidak dilakukan tergesa-gesa.

Timnya menangkap langsung aktivitas bongkar muat di sebuah gudang di Sagulung dan mengamankan lima kendaraan roda empat, dua kontainer yang diduga tengah memindahkan barang impor bekas, serta tiga truk pengangkut. Selain itu, 25 orang yang berada di lokasi juga diperiksa sebagai saksi dan terduga keterlibatan dalam aktivitas tersebut.

Pemeriksaan saksi menjadi bagian penting untuk menelusuri kepemilikan barang, asal muatan, serta keabsahan dokumen pengirimannya. Meski proses hukum telah berjalan hampir satu bulan, penyidik belum menarik kesimpulan akhir.

Semua prosedur pemeriksaan dan verifikasi dokumen dilakukan agar penyelidikan dapat menentukan apakah perkara ini merupakan pelanggaran administratif atau mengarah pada tindak penyelundupan yang lebih serius.

“Penyelidikan masih terus berlanjut,” ujar Zaenal dikutip Batamnews, Rabu (10/12) pagi.

Pantauan di Mapolresta Barelang memperlihatkan dua kontainer dan tiga truk masih terparkir di halaman depan sebagai barang bukti. Kondisi ini menunjukkan kasus tersebut belum dilimpahkan ke Bea dan Cukai Batam untuk tahap selanjutnya.

Zaenal menyampaikan bahwa fokus utama penyidik saat ini tertuju pada status dua kontainer sebagai bukti. Pemeriksaan dokumen terus dikebut termasuk penelusuran jalur masuk barang ke wilayah Batam dan dugaan kelalaian pengawasan. “Puluhan saksi sudah kita periksa termasuk beberapa instansi,” tambahnya.

Dalam penanganan perkara ini, Zaenal menegaskan penyidik berhati-hati agar tidak terjadi kekeliruan dalam penegakan hukum. Di tengah sorotan publik atas maraknya isu masuknya barang bekas impor melalui jalur tidak resmi, kasus di Sagulung menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan masyarakat.

YD

Bupati Karimun Pimpin Rapat Evaluasi dan Pemantauan Pembangunan Daerah

0

RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memimpin Rapat Evaluasi Prestasi dan Pemantauan Pembangunan Daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Cempaka Putih, Senin (08/12).

Rapat ini digelar sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memastikan capaian kinerja daerah berjalan sesuai target. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengevaluasi progres pembangunan pada berbagai sektor yang tengah dijalankan.

Dalam arahannya, Bupati Iskandarsyah menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat realisasi program-program strategis daerah.

Ia menegaskan bahwa sinergi antarorganisasi perangkat daerah menjadi kunci agar seluruh agenda pembangunan dapat terlaksana secara optimal, tepat waktu, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat Karimun.

AM

Firmansyah: Dendang Melayu Harus Jadi Wajah Baru Pariwisata Barelang

0

RASIO.CO, Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Dendang Melayu harus dirancang sebagai wajah baru pariwisata Barelang.

Hal itu disampaikannya saat menerima paparan rencana investasi dari PT Vendoor Mebelia Indonesia yang berminat mengembangkan kawasan budaya dan wisata di Jembatan I Barelang, Selasa (9/12).

Dalam pertemuan tersebut, Firmansyah mendengar langsung berbagai gagasan pengembangan dari manajemen PT Vendoor Mebelia Indonesia. Konsep yang ditawarkan meliputi penataan ruang budaya, pusat kuliner, area rekreasi, hingga penguatan ruang UMKM, dengan tetap menjadikan identitas Melayu sebagai daya tarik utama kawasan.

Sekda Batam mengapresiasi rencana tersebut, namun menegaskan bahwa setiap pengembangan harus mengacu pada perencanaan yang matang dan dapat dilihat secara menyeluruh sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.

“Sebelum pengembangan dilakukan, kami minta disiapkan masterplan yang jelas. Model kawasan harus tergambar lengkap dengan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan. Dengan begitu, arah transformasi bisa terlihat konkret dan sesuai ketentuan tata ruang,” tegas Firmansyah.

Ia juga meminta agar rencana pengembangan memasukkan fasilitas mini pelabuhan sebagai penunjang aksesibilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Mini pelabuhan ini penting sebagai pintu masuk alternatif. Barelang memiliki karakter perairan yang kuat, sehingga akses laut perlu diperhitungkan sejak awal,” ujarnya.

Firmansyah menambahkan bahwa Pemko Batam terbuka terhadap investasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, setiap langkah pengembangan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta daya saing pariwisata Batam secara regional maupun internasional. Pemerintah, kata dia, siap memberikan dukungan teknis dan pendampingan sesuai prosedur agar kerja sama berjalan transparan dan berkualitas.

Sementara itu, pihak PT Vendoor Mebelia Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Langkah yang akan dilakukan meliputi penyusunan masterplan, penyelarasan skema kerja sama, revitalisasi area pantai, pembangunan fasilitas publik, integrasi ruang seni budaya, serta penerapan konsep pengelolaan berbasis smart tourism.

Pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan menjadi langkah awal menuju kajian lanjutan. Firmansyah berharap rencana ini dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan Barelang, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Barelang adalah wajah Batam. Kami ingin pengembangan Dendang Melayu memberi kebanggaan dan manfaat sebesar-besarnya. Transformasinya harus terlihat, terukur, dan membawa dampak nyata,” tutupnya.

YD

Peringati Hari Ibu, PIKORI BP Batam Gelar Bakti Sosial

0

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tingkat Kota Batam, Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI BP Batam) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial pada Selasa (9/12).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan dan lembaga pendidikan di Batam.

Rangkaian bakti sosial tersebut dilaksanakan di dua panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Syamsul Huda Tiban 1 dan Panti Asuhan Al-Muhiddin Sagulung. Pada kesempatan itu, PIKORI BP Batam menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada pengurus dan anak-anak panti sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Selain menyalurkan bantuan ke panti asuhan, PIKORI BP Batam juga memberikan bantuan sosial pendidikan kepada sejumlah sekolah. Bantuan tersebut diserahkan kepada SMK dan SMA Al-Azhar, SMAS IT Jabal Rahmah Batam, serta SMK Teladan Batam. Langkah ini merupakan bentuk dukungan PIKORI BP Batam terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kenyamanan proses belajar mengajar di Kota Batam.

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Melalui bantuan yang disalurkan, kami berharap dapat meringankan kebutuhan adik-adik di panti asuhan serta mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah binaan,” ujar Erlita.

Ia menegaskan bahwa PIKORI BP Batam tetap berkomitmen untuk menghadirkan program sosial berkelanjutan, khususnya yang mendukung pendidikan, kesejahteraan anak, dan pemberdayaan perempuan di Kota Batam.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pengurus panti dan kepala sekolah. Ketua Yayasan Panti Asuhan Syamsul Huda, Taufiq Ariyanto, menyampaikan apresiasinya kepada PIKORI BP Batam.

“Terima kasih kepada Bu Erlita Amsakar Achmad atas bantuan kepada kami. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membawa keberkahan dan bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan,” harapnya.

Rangkaian kegiatan bakti sosial ini ditutup dengan sesi interaksi bersama pengurus panti dan para siswa penerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkuat lingkungan sosial yang lebih baik.

YD

Kasus Tiga Tersangka Pemain Rokok Ilegal Siap di Sidang

0

RASIO.CO, – Berkas Kasus dugaan pemain rokok ilegal alias non cukai berinisial  MS, W, dan JF. Tahap II dan ketiga tersangka dan barang bukti telah diserahkan Beacukai Lhokseumawe ke Kejari Aceh. Selasa(09/12).

Penyerahan ini merupakan tindak lanjut penanganan perkara atas 3,87 juta batang rokok ilegal yang ditindak pada 23 Oktober 2025 di wilayah Aceh Utara.

Pelaksanaan Tahap II dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Aceh Utara menyatakan berkas perkara lengkap (P-21) pada 2 Desember 2025, sehingga para tersangka beserta barang bukti dapat dilimpahkan untuk proses penuntutan lebih lanjut.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan bahwa penyerahan Tahap II merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, Bea Cukai berkewajiban menyerahkan seluruh tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan. Ini menjadi bagian penting dari penegakan hukum atas pelanggaran di bidang cukai,” ujar Vicky.

Vicky menambahkan bahwa upaya pemberantasan rokok ilegal bukan hanya terkait aspek penerimaan negara, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan masyarakat.

“Peredaran rokok ilegal merugikan negara dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Kami berharap proses hukum ini memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan cukai,” tambahnya.

Barang bukti dalam perkara ini berupa 3,87 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai, yang sebelumnya berhasil diamankan bersama para tersangka dalam operasi penindakan di Aceh Utara. Seluruh barang bukti dan tersangka kini resmi berada di bawah kewenangan Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan bahwa penanganan perkara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga penerimaan negara dan melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal.

Redaksi@www.rasio.co //

Gerak Cepat, Tim.Beacukai  Perluas Titik Distribusi Bantuan di Aceh

0

RASIO.CO, Lhokseumawe — Bea Cukai Lhokseumawe kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Pengiriman bantuan tahap lanjutan ini dilakukan menyusul kondisi lapangan yang hingga kini masih memprihatinkan, baik dari sisi infrastruktur, logistik, maupun ketersediaan energi.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, mengatakan bahwa situasi di Kecamatan Permata dan sekitarnya masih jauh dari pulih.

“Akses menuju lokasi masih sulit. Jembatan di Gampong Seni Antara belum bisa dilewati, sehingga warga maupun relawan harus menyeberangi sungai di bawah jembatan.”

Alat berat untuk pemasangan jembatan bailey sudah disiagakan, namun operasionalnya terhambat oleh keterbatasan BBM,” ujar Agus dalam laporan lapangan, Selasa (9/12).

Hingga kini, kendaraan roda empat belum dapat menjangkau beberapa titik terdampak. Motor hanya bisa melintas melalui jalur alternatif atau jalan tikus dari Simpang Buntul Putri menuju Takengon.

Kondisi ini membuat distribusi logistik berlangsung lebih lambat dan mengandalkan tenaga warga serta relawan di lapangan.

Di sektor energi, kelangkaan BBM menjadi tantangan utama. Kekurangan pasokan BBM tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga menghambat operasional alat berat yang diperlukan untuk membersihkan material longsor.

Sementara itu, suplai listrik hanya hidup dalam durasi singkat dan terbatas pada beberapa wilayah, mengandalkan mesin diesel darurat. Situasi ini memperburuk kondisi warga yang membutuhkan penerangan dan akses komunikasi.

Saat ini tersedia cadangan bantuan beras yang didistribusikan melalui mekanisme penjemputan di gudang logistik sebelum diserahkan kepada camat. Warga pun mulai membentuk posko-posko swadaya sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi antar kampung.

Tidak hanya akses, tekanan ekonomi juga dirasakan masyarakat. Harga beras di Simpang Uling kini mencapai Rp235.000 per 15 kg, bahkan lebih mahal di area dekat jembatan runtuh, yakni Rp250.000 per 15 kg.

Sementara itu, beras Bulog dijual pada harga Rp56.000 per 5 kg, namun ketersediaannya terbatas.

“Kondisi ini membuat warga terpaksa berjalan kaki hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Banyak dari mereka membawa anak dan barang seadanya,” tutur Agus.

Melihat kondisi tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe merencanakan penggeseran titik penurunan bantuan Kementerian Keuangan agar lebih dekat dengan wilayah terdampak longsor. Harapannya, warga tidak lagi harus berjalan jauh melewati medan berat hanya untuk menerima bantuan.

“Kami berupaya memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mengurangi risiko mereka menempuh perjalanan berbahaya,” kata Agus.

Bea Cukai Lhokseumawe memastikan bahwa penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan selama kondisi darurat belum berakhir, bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan komunitas masyarakat setempat.

Redaksi@www.rasio.co //

Pasca Banjir, Beacukai Gelar Pengobatan Gratis di Langsa

0

RASIO.CO, Aceh – Mulai normalnya wilayah korban banjir sumatra khususnya sebagian wilayah aceh, Beacukai Langsa mengandeng  RSU Putri Bidadari menyelenggarakan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban banjir.

Sebanyak 444 warga dari Langsa dan Aceh Tamiang memanfaatkan layanan ini di lobi Kantor Bea Cukai Langsa.

Tim medis menangani berbagai keluhan kesehatan pascabanjir seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, sakit perut, dan diare.

Masyarakat juga mendapat pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat secara gratis.

“Program ini sangat membantu kami yang terdampak banjir. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat dan mendapatkan pelayanan yang baik dari tim medis” ujar salah satu warga.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa Dwi Harmawanto menyatakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian instansi terhadap masyarakat.

“Kami berharap dapat meringankan beban masyarakat di tengah musibah banjir. Kesehatan masyarakat adalah prioritas,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co //

Pemilik WO Ayu Puspita Ditahan, Polisi Tetapkan 5 Tersangka Penipuan dan Penggelapan

0

RASIO.CO, Jakarta – Polisi menjerat pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

“(Dijerat) Pasal 372 dan 378 KUHP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip CNNIndonesia, Selasa (9/12).

Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan Ayu dan empat orang lainnya sebagai tersangka. Ayu bersama tersangka berinisial D kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Utara.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya akan menjalani gelar perkara di Polda Metro Jaya karena lokasi kejadian berada di luar wilayah Jakarta Utara. “Tersangka A dan D ditahan di Jakut (Jakarta Utara) dan tiga tersangka lainnya digelarkan di Wasidik Polda Metro Jaya. Untuk proses penanganannya karena tiga tersangka lainnya TKP di luar Jakut,” tutur Budi.

Sebelumnya, pemilik WO Ayu Puspita dan empat orang terlapor lainnya ditangkap untuk dimintai keterangan terkait dugaan penipuan. “Kita sudah menerima laporan dari para korban WO itu. Saat ini dari semalam, ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, Senin (8/12).

Onkoseno mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima total 87 laporan dari korban. Jumlah kerugian masih dihitung, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pada Minggu (7/12), sekitar 200 korban penipuan sempat menggeruduk kediaman Ayu di Jakarta Timur. Situasi sempat memanas sebelum polisi tiba untuk melakukan mediasi. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyampaikan bahwa pelaku kemudian langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara.

“Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” ujar Alfian.

***

Disperindagkop Lingga Gelar Pembinaan Kualitas Mutu Pengrajin Tudung Manto

0

RASIO.CO, Lingga – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga, Hj. Feby Sarianty, menghadiri kegiatan Pembinaan Kualitas Mutu Pengrajin Tudung Manto yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Lingga. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Daerah Daik Lingga, Senin (8/12).

Kegiatan dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha, yang menegaskan pentingnya pembinaan bagi para pengrajin Tudung Manto untuk menjaga kesinambungan warisan budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.

“Melalui kegiatan ini, para pengrajin diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, memahami standar mutu produksi, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas Tudung Manto,” ujar Maratusholiha dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Lingga, Hj. Feby Sarianty, menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas, nilai seni, dan identitas budaya daerah.

“Tudung Manto tidak hanya menjadi karya kerajinan tangan, tetapi juga simbol warisan leluhur yang harus terus dilestarikan. Dengan adanya pembinaan ini, para pengrajin diharapkan semakin terampil, inovatif, dan mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi serta berdaya saing,” ujar Hj. Feby.

Kegiatan pembinaan turut dihadiri oleh Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Lingga yang juga Ketua Harian Dekranasda, Febrizal Taupik, S.Pi, beserta jajaran bidang terkait. Hadir pula Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Susi Yenty, S.ST., instruktur pengrajin Ibu Djamisah A.R, serta para pengrajin Tudung Manto.

Puspan