Selasa, Mei 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1562

BNNP Kaltara Ringkus Jaringan Narkoba International

0

RASIO.CO, Tarakan-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional asal Tawau, Malaysia dengan barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat empat kilogram. Tiga orang yang diamankan yakni Andi Untung, Rendi dan Lukman Makmur.

Kepala BNNP Kaltara, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Raja Haryono dalam keterangan persnya, Minggu (23/4) mengatakan penangkapan sindikat itu berawal dari laporan intelijen yang menyebut adanya transaksi sabu-sabu yang dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur pada Jum’at (21/4) sekitar pukul 11.00 WITA di salah satu hotel di Jalan Mulawarman, Tarakan.

“Setelah melakukan pengintaian, kita meringkus satu tersangka yakni Andi Untung yang akan membawa sabu-sabu ke salah satu hotel di Jl Mulawarman untuk diserahkan kepada pembelinya,”katanya bercerita.

Hasil pemeriksaan terhadap Rendi, kata Raja narkoba tersebut akan diantar ke pembeli dan mau diedarkan di Samarinda, Kaltim. Setelah didapat dua nama masing-masing di Pasar Beringin dan disalah hotel di Jalan Diponegoro, Tarakan. Tim BNNP pun langsung bergerak meringkus keduanya.

“Di pasar Beringin namanya Lukman Makmur yang memiliki tiga kilogram sabu disimpan di kotak mie instan dalam kamar,”kata Raja menerangkan.

Sementara, pelaku lain di Jalan Diponegoro bernama Rendi diringkus setelahnya dan didapati hendak memakai barang haram itu di kamar 226. Ketiganya langsung diperiksa intensif pihak BNNP Kaltara.

Dari pengakuan ketiganya kompak mengaku hanya sebagai kurir. Barang haram itu dibawa langsung dari Tawau, Malaysia menggunakan speed boat oleh pelaku lain berinisial H yang masih dalam pengejaran hingga saat ini. Tiba di Tarakan, titipan berupa sabu itu diserahkan ke Lukman Makmur.

Untuk proses penyidikan akan dilakukan pihak BNNP Tarakan, namun kata Raja mengingat kasus ini merupakan sindikat internasional nanti akan dilaporkan ke BNN Pusat di Jakarta.

“Ketiga tersangka akan kita jerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati. Selain itu, kita juga akan berkomitme untuk memberantas peredaran narkoba di Kaltara,”katanya mengakhiri konferensi pers.

MUHAMMAD IMAN @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

Pengusaha Nakal Gelper dan Judi Bola Pimpong Kangkangi Aturan Pemko Batam

0

RASIO.CO, Batam-Pengusaha nakal yang mengantongi perizinan Gelper sudah mengangkangi aturan pemerintah daerah (Pemko) karena diduga menyelenggarakan permainan ketangkasan berbau judi. Parahnya lagi para pengusaha nakal juga menganggap izin karaoke yang diperoleh sekaligus juga izin untuk penyelenggaraan kegiatan judi bola pimpong dan kasino.

Ada lebih kurang 32 gelanggang permainan (gelper-red) yang ada di Batam, baik yang berizin maupun ilegal. Sedangkan untuk jenis judi bola pimpong terpantau sedikitnya 9 lokasi diduga tak berizin. Ironisnya, para penyelenggara judi tersebut masih didominasi “pemain lama” yang diduga telah berkolaborasi dengan oknum pejabat baik di lingkungan pemerintah daerah maupun oknum aparat penegak hukum.

Tersangka gelper Planet 2 yang sudah jadi tersangka

Jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri-red) dan Kepolisian Resort (Polresta Barelang-red) telah puluhan kali melakukan penggerebekan bahkan berlanjut hingga ke persidangan, anehnya Pemko Batam khususnya Badan Penanaman Modal (BPM) Batam seolah “lepas tangan” serta “tutup mata” lantaran tidak melakukan pengawasan bahkan lebih condong terpaku terhadap pemberian izin yang disinyalir pengurusannya “menelan” biaya hingga ratusan juta untuk satu lokasi.

“Biasalah BPM terima bersih aja maunya, giliran ada unsur judi dan ada pihak kepolisan yang grebek mereka ga mau tau,  yang penting udah terima upeti,” kata salah seorang mantan pengurus gelper yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan Rasio Media hari ini.

Barang bukti gelper berbau judi yang berhasi disita Polisi

Diketahui, tiga minggu lalu (02/04) tepatnya pukul 03.00 WIB dini hari, Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menggrebek gelper di kawasan tempat hiburan Planet 2 Newtown Kecamatan Lubukbaja. Hasilnya, 7 orang berinisial A, P, N, A, E, A, N, R, A telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, jajaran yang sama juga melakukan penggrebekan terhadap gelper yang ada di Kampung Aceh dan Mukakuning sekaligus menetapkan tersangka berinisial SY, R, LO, R, YS, F, AH atas pelanggaran pasal 303 KUHP sekaligus mengamankan barang bukti berupa : 37 Mesin Gelper, Kunci Koin, Uang Rp. 700.000, 2 buah buku catatan.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Planet 2 Newton disinyalir terjadi tindak pidana perjudian jenis Gelanggang Permainan mekanik/elektronik, atas itu kami langsung bergerak melakukan penggrebekan,” kata Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlangga melalui rilis yang diterima Rasio Media, Selasa(04/03/2017).

Dilokasi penggerebekan, kata Kapolda Kepri, anggota langsung mengamankan barang bukti uang sebesar Rp. 400.000 dan kartu kuota warna hijau. Selanjutnya tersangka berikut barang bukti sebagaimana tersebut diatas dibawa ke Ditreskrimum Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan barang bukti diamankan 7 buah buku In Out dikasir, 5 ikat Voucher Kuota warna hijau, 13 Unit HP, Uang sebesar Rp. 9.250.000, uang sebesar Rp. 400.000, 1 Unit Mesin Bola, 1 unitKunci mesin Gelper, 4 Voucher Kuota Warna Hijau.”ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk giat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berlokasi di Simpang Dam, Kampung Aceh, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam anggota Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari Masyarakat, ada judi Gelper, sehingga dilakukan giat untuk selanjutnya berhasil mengamankan orang beserta barang bukti dan dibawa ke Mapolda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan Pantauan lapangan, sampai saat ini dilokasi Gelper yang ada di batam masih terus berlangsung adanya dugaan Gelper dan Bola Pimpong berbau judi di wilayah Batam, walaupun selalu dilakukan penggrebekan oleh pihak Penegak hukum, bahkan seperi main kucing-kucingan dimana saat dirazia ramai-ramai melakukan penutupan lokasi.

ANDRI ARIANTO @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

Afghanistan Berkabung Paska Serangan Taliban

0

RASIO.CO, Afghanistan-Presiden Ashraf Ghani mendeklarasikan hari berkabung nasional setelah sejumlah prajurit dibunuh oleh petempur Taliban yang menyamar sebagai tentara dalam serangan mematikan terhadap pangkalan militer Afghanistan.

Dilansir Antara, Kementerian Pertahanan menyatakan lebih 100 orang gugur atau terluka dalam serangan Jumat di Mazhar-I-Sharif, kota di bagian utara Afghanistan, namun belum menyampaikan data pasti jumlah korban.

Seorang pejabat yang tak mau disebutkan jati dirinya mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 140 prajurit gugur dan banyak lagi yang luka-luka. Pejabat-pejabat lain mengatakan jumlah korban mungkin lebih banyak.

Serangan tersebut menunjukkan kesulitan dalam perjuangan panjang pemerintah Afghanistan dan para pendukung internasionalnya dalam pertempuran untuk memadamkan pemberontakan Taliban.

Setelah tiba di Mazar-i-Sharif untuk mengunjungi pangkalan militer itu pada Sabtu, Ghani memerintahkan bendera-bendera dikibarkan setengah tiang pada Minggu sebagai penghormatan bagi para prajurit yang gugur.

Ghani mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat keamanan senior dan menyerukan investigasi “serius” mengenai serangan itu.

Dalam sebuah pernyataan daring, ia mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya “pengecut” dan aksi itu dilakukan oleh “kaum kafir”.

Sebanyak 10 petempur Taliban yang mengenakan seragam tentara Afghanistan dan mengendarai kendaraan militer bergerak masuk ke pangkalan itu dan melepaskan tembakan ke para prajurit yang sedang makan dan kebanyakan tak bersenjata dan meninggalkan masjid setelah sholat Jumat, menurut para pejabat.

Mereka menggunakan granat-granat berpeluncur roket dan senapan, dan beberapa orang meledakkan rompi bunuh diri penuh bahan-bahan peledak, kata para pejabat.

Para saksi mata melukiskan suasana di pangkalan itu kacau karena para tentara tidak tahu pasti identitas para penyerang yang sebenarnya.

“Suasana kacau dan saya tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ujar seorang prajurit yang luka-luka dalam serangan itu. “Terjadi ledakan dan serangan di mana-mana.”

Pangkalan itu merupakan markas Korps ke-209 Tentara Nasional Afghanistan, yang bertanggung jawab atas kawasan bagian utara Afghanistan, termasuk Kunduz, sebuah provinsi yang menjadi ajang pertempuran sengit.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pada Sabtu bahwa serangan ke pangkalan tersebut merupakan ganjaran atas pembunuhan beberapa pemimpin senior Taliban baru-baru ini di bagian utara Afghanistan.

Komando militer Amerika Serikat di Kabul mengatakan sebuah serangan udara Amerika telah membunuh Quari Tayib, seorang panglima dan delapan orang lainnya pada 17 April.

Mujahid menyatakan serangan di pangkalan itu menewaskan 500 prajurit, termasuk para komandan senior.

Empat di antara penyerang adalah simpatisan Taliban yang menyusup ke tentara dan berdinas selama beberapa waktu, kata Mujahid. Tentara Afghanistan tidak mengonfirmasi hal itu.

Koalisi militer NATO mengerahkan para penasihat ke pangkalan itu untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan. Para pejabat menyatakan tidak ada tentara asing yang terluka menurut warta kantor berita Reuters.

APRI @www.rasio.co

Sumber: ANTARA
Print Friendly, PDF & Email

UNRIKA Bike to Campus Undang 700 Bikers

0

RASIO.CO, Batam-Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan Batam,Dr.Suryo Hartanto, ST.,M.Pd mengatakan, untuk lebih mkegiatan Bike to Campus ini bertujuan lebih mendekatkan kampus kepada masyarakat. Diharapkan Unrika makin dicintai masyarakat. ‘ Perlu ada event-event seperti ini ke depan,” katanya kepada RASIO MEDIA.

Universitas Riau Kepulauan Batam mengundang 700-an biker se-Batam. Ajang silahturahmi biker yang bertema : Bike to Campus ini untuk mempererat komunitas biker sebab disadari dengan bersepeda merupakan langka menuju sehat.

“Supaya sehat sekaligus silahturahmi,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Riau Kepulauan, Yustinus Farid, S.IP., MPD kepada rasio.co, Minggu, 23 April 2017 di Kampus Unrika, Batam.Untuk memeriahkan kegiatan itu, menghadirkan Marching Band dari Raiders Batam, door prize, dan musik yang menampilkan penyanyi andalannya.

Rute Bike to Campus itu adalah ; Kampus-Mata Kucing-Sungai Harapan-Tanjung Riau-Marina-Tanjung Uncang-Base Camp dan kembali ke kampus Unrika. Menurut Ayik-panggilan akrab Yustinus Farid, selain ajang silahturahmi antar biker ( komunitas penggemar bersepeda ), juga promosi kampus Unrika.

“Sayang senang ikut acara ini,” kata Ahmadi,65 yang ikut lomba. Ia ikut lomba karena bukan untuk kalah dan menang, tapi menjaga kesehatan dengan bersepeda.Selama ini-kata dia- bersepeda sendiri, namun sejak adanya UBC ( Unrika Bike Community) banyak teman-teman. “Meski usia mereka lebih muda,” ujarnya.

Awalnya UBC terbatas pada dosen-dosen Unrika kemudian berkembang, mahasiswa pun ikut komunitas ini. Sejalan dengan perkembangan UCB, maka mulai mengajak orang yang gemar bersepeda baik kelompok atau individu. “Yang penting sehat,” kata Rahman Hasibuan kepada.

ALLE KATA @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

Mahasiswa Unrika Bersama RBI Tanam Bakau di Pulau Cicir

0

RASIO.CO, Batam-Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan(Unrika) sangat berkomitmen melestarikan hutan bakau pesisir, untuk itu bersama Rumah Bakau Indonesia kemabli melakukan penanaman di pulau Cicir, Batam. Sabtu (22/04).

Pantauan lapangan, terlihat antusias mahasiswa Unrika yang didampingi Dekan Fakultas Hukum Undrika, Rustam Efendi. SH, HM, Wadekan Rumbadi Dalle. SH MH, Rahmanidar. SH,MH, Tri Artanto.SH,MH dan Alwan Hadiyanto. SH, MH. dimana sebagai wujud Peringati Hari Bumi 2017 dengan tema “Canopy Project untuk Bumi Berseri.

Peringati hari hari bumi ini juga dihadiri Dirjen Lingkungan Hidup, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Batam, Lanal Batam, Ketua RBI,  Pentas Seni Batam, Mahasiswa, Siswa Batam dan tamu undangan lainnya yang menanam ribuan pohon bakau di pulau Cicir batam.

“Hutan bakau sangat perlu dilestarikan untuk keberlansungan masa depan sehingga kami sangat komitmen membantu RBI dan menjadi bagian terdepan,” kata Dekan Fakultas Hukum Unrika di lokasi pulau Cicir.

Kata Dia, Hutan Bakau merupakan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistem serta pemanfaatan lestari sumber daya alam hayati.

“Mari terus kita peduli terhadap keberlangsungan kelestarian hutan bakau di Kepri, Batam khususnya agar hutan bakau tidak punah,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelum agenda penanaman bakau dipulau Cicir yang merupakan dulunya tempat bagi kapal berlabuh tambat, Rumah bakau Indonesia melakukan pentas seni tari, pembacaaan puisi tentang pelestarian hutan bakau dan berlanjut melakukan penanaman.

APRI @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

Kapal Chuan Hong Diduga Curi Harta Karun Diamankan Tim WFQR

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Tarempa mengamankan Kapal Asing Chuan Hong 68 GT 8325 berbendera China yang diduga mencuri harta karun berupa bangkai kapal dan berhasil menggangkat 1000 ton logam berat.

Kapal berbendera China tersebut disinyalir tengah mengangkut bangkai kapal, sebab di area itu dikabarkan terdapat kapal supertanker Seven Skies milik Swedia dan kapal Igara Skies yang karam tahun 1969 silam. namun kapal berbendera china diduga melakukan pencurian diwilayah NKRI tersebut, Tim WFQR berhasil mengamankan 20 Crew kapal, dimana 16 QNA China, 3 WNA India dan 1 WNA Malaysia.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia mengatakan, tangkapan kapal tersebut merupakan tangkapan terbesar yang pernah dilakukan Tim WFQR Lantamal IV yang berada di perairan Kepri.

“Saat dilakukan penggeledahan diatas kapal ditemukan barang-barang berupa besi dan tembaga campuran dari bawah laut seberat 1000 ton,” kata Pangarmabar di Mako Lantamal Tanjung Pinang, jumat (21/04/17).

Lanjut dia, Adapun dugaan pelanggaran yang dilakukan yaitu, kapal tidak dilengkapi dokumen resmi dari pemerintah RI dan dari Kementrian Perhubungan. serta Kementrian KKP utk eksplorasi bawah air dan tidak mengibarkan bendera Indonesia saat bekerja di wilayah perairan Indonesia.

Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut kapal sedang melakukan pengambilan barang-barang berharga dibawah air/BMKT serta pengangkatan kerangka kapal.

Untuk kedepannya ini merupakan tugas baru yang akan dilakukan Komandan Lantamal IV yang baru dilantik Kolonel Eko Ribut Suyatno apalagi beliau bukan orang asing yang sudah pernah bertugas di Batam menjadi Danlanal Batam, ” pungkasnya.

Sementara itu, dilansir katadata.co.id, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan kapal asing itu berhasil meloloskan diri ketika hendak ditarik oleh armada Angkatan Laut Indonesia. Padahal, seluruh Anak Buah Kapal (ABK) kapal tersebut sudah ditahan oleh TNI AL.

Sayangnya, saat tengah menunggu bantuan KRI Angkatan Laut, nakhoda kapal asing itu masih berada di atas kapalnya. Alhasil, kapal itu bisa dilarikan keluar yuridiksi perairan Indonesia. “Kami ingin mengumumkan tangkapan besar namun karena situasinya saat ini, kapal itu belum jelas posisi dan kendalinya. Yang sudah kami lakukan adalah mengevakuasi ABK (anak buah kapal),” kata Susi di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (21/4).

Susi mengaku belum bisa mengidentifikasi nama dan negara asal kapal. Yang jelas, berdasarkan keterangan dari ABK yang sudah ditahan, kapal tersebut tengah mencuri benda berharga muatan kapal tenggelam (BMKT) di Perairan Anambas. Saat ditangkap, kapal tersebut telah berhasil mengangkat sekitar 1.000 ton logam berat.

Disinyalir kapal tersebut tengah mengangkut bangkai kapal, sebab di area itu terdapat kapal supertanker Seven Skies milik Swedia dan kapal Igara Skies yang karam tahun 1969 silam.

Adapun, ABK yang ditangkap berjumlah 20 orang. Di antaranya ada 16 warga negara Tiongkok, 3 warga negara India, dan 1 warga negara Malaysia. Sedangkan lokasi tangkap tangan terjadi di koordinat 02 derajat 38’ 180” N – 150 derajat 13’ 460” E atau di sebelah barat Pos Angkatan Laut Jemaja Letung di sekitar Pulau Damai.

Susi mengatakan, dua pesawat dan empat KRI hingga saat ini mencari dan melacak keberadaan kapal tersebut. Namun, diperkirakan kapal itu sudah kabur dari yuridiksi Indonesia. Saat ini, Kementerian KKP akan segera mengirimkan surat ke Interpol untuk menerbitkan red notice.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal TNI AL) Taufiqoerrochman menjelaskan, penangkapan berdasarkan informasi yang didapatkan dari nelayan sekitar yang curiga pada salah satu aktivitas kapal di perairan sekitar Anambas. Berbekal informasi tersebut, TNI AL mengerahkan kapal patroli dengan 4 awak. Personil TNI AL mengamankan 20 ABK kapal tersebut pada Kamis (20/4), pukul 14.30 siang. Para ABK tersebut dibawa ke Pulau Tarempa dan Jumaja.

Sementara tiga personil TNI AL kembali ke pos meminta bantuan KRI TNI AL untuk menderek kapal pencuri tersebut. Adapun, satu personil lainnya ditugaskan menunggu kapal tersebut di perahu pom pom.

Ketika tengah menunggu itulah, kapal tersebut berhasil meloloskan diri. Sialnya, saat KRI TNI AL tiba pukul 23.30, kapal tersebut sudah tidak ada di lokasi. “Kami ini keterbatasaan armada patroli,” katanya.

Perairan Indonesia diyakini menyimpan banyak barang muatan kapal tenggelam. Sebab, ada banyak jalur pelayaran strategis di perairan Indonesia yang sejak dulu dilalui kapal-kapal besar. (Baca: Menteri Susi Buka Galeri Ribuan Harta Karun Laut di Kantornya)

Berdasarkan hasil kajian Badan Riset Kelautan dan Perikanan tahun 2000, ada 463 lokasi yang menyimpan harta karun muatan kapal tenggelam di perairan Indonesia. Lokasi itu tersebar sebagian besar di perairan Kepulauan Riau, Selat Karimata, Perairan Bangka-Belitung, Laut Jawa.

Sebaran kapal tenggelam tersebut umumnya membawa komoditi dan barang dari Cina, Asia Barat dan Eropa seperti Belanda (VOC), Inggris dan Spanyol.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian KKP Brahmantya Satyamurti mengatakan, muatan kapal tenggelam memiliki nilai yang kompleks, tidak saja secara ekonomi tapi juga sejarah dan ilmu pengetahuan. Teka-teki mengenai perdagangan, teknologi dan hubungan antar bangsa dapat terjawab melalui temuan kapal dan barang-barang yang diangkutnya.

Dari sisi ekonomi, setiap lokasi kapal tenggelam dapat menyimpan harta karun bernilai antara US$ 80 ribu sampai 18 juta. Sementara apabila dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata, bangkai kapal yang dibiarkan utuh dengan muatannya dapat menghasilkan US$ 800 – 126,000 per bulan bulan di tiap lokasi.

IKAWATI RATNA DEWI @www.rasio.co| katadata.co.id

Print Friendly, PDF & Email

Bea Cukai Dikabarkan Amankan Sabu dan Ektasi

0

RASIO.CO, Batam – Aparat bea dan Cukai pelabuhan feri Internasional Batamcentre dikabarkan mengamankan salah seorang RF(31) warga Palembang diduga membawa sabu seberat 709 gram dan 100 butir ektasi asal Malaysia. Jumat(21/04/2017) pukul 10.00 WIB.

Informasi lapangan, RTN berangkat dari pelabuhan Setulang laut Malaysia menggunakan kapal KM Ferry Indo Berlian tujuan pelabuhan fery Internasional Batamcentre dan saat melewati pemeriksaan badan secara manual kedapatan membawa Narkotika yang disimpan dalam korset pinggangnya.

“Saat digeledah ditubuh pelaku ditemukan barang bukti Sabu sebanyak 709 gram dan 100 butir ekstasi,” kata Sumber yang enggan dipublis.

Kata dia, pelaku R kelahiran Palembang, 12 Mei 1986, WNI, perempuan, No. Pasport : B4813625 berlaku s.d 26 Agustus 2016, Tempat pengeluaran pasport, Palembang, yang baru tiba dari Pelabuhan Stulang Laut Johor Bahru Malaysia.

“Tadi petugas curiga terhadap gerak geriknya, dan dari pemeriksaan ditemukan sabu dan extasi yang disembunyikan dalam korset pinggangnya, “paparnya.

Berdasarkan pengakuan, pelaku membawa Narkoba Sabu dan ekstasi dari Malaysia karena tergiur dengan upah Rp 20 juta rupiah.

Pelaku beserta barang bukti saat ini dikabarkan diserahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang Batam guna pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Humas BC Batam R Evi membenarkan adanya pengamanan dan saat ini dalam proses pengembagan lebih lanjut.

“Sedang dikembangkan lebih lanjut,” kata Evi singkat melalui sambungan selularnya.

APRI @www.rasio.co | Ikawati Ratna Dewi

Print Friendly, PDF & Email

Para Dosen Malas, Kemenristekdikti: Penelitian Kita Minim se-ASEAN

0

RASIO.CO, Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengeluhkan banyak dosen dan profesor di Indonesia yang malas melakukan penelitian. Hal itu terlihat dari minimnya jumlah jurnal ilmiah yang dikeluarkan universitas di Indonesia.

“Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Jangankan dunia, di ASEAN (Asia Tenggara) saja tertinggal,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Riset Ali Gufron Mukti di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 20 April 2017.

Ia menuturkan jurnal ilmiah internasional universitas di Indonesia yang dipublikasi baru 5.499. Sedangkan negara tetangga Malaysia sudah mencapai 25.350 jurnal ilmiah, universitas di Singapura 17.200 jurnal ilmiah, Thailand 12 ribu jurnal ilmiah, yang dipublikasi secara internasional.

“Jurnal ilmiah Malaysia lebih banyak dari Singapura karena dosennya lebih banyak. Namun kenapa Indonesia yang dosennya jauh lebih banyak dari Malaysia, apalagi Singapura, hasilnya sedikit,” ucapnya.

Untuk mendongkrak kuantitas dan kualitas jurnal ilmiah, kementerian mengeluarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penelitian. Setiap profesor dan rektor kepala diwajibkan menulis jurnal ilmiah yang bisa dipublikasi di tingkat internasional.

“Tujuannya bukan untuk menang-menangan atau untuk ranking-rankingan. Indonesia mempunyai potensi besar, tapi belum dieksplorasi,” ucapnya. “Selama ini, banyak dosen yang dalam tanda kutip ‘masih tidur dan belum bangun’ untuk meneliti dan menulis.”

Menurutnya, selama ini, para dosen malas melakukan penelitian dan hanya mau mengajar. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri tersebut, diharapkan dapat mendorong membangun atmosfer akademik dan iklim ilmiah di universitas.

“Agar profesor meneliti, dengan adanya rumah sakit perguruan tinggi negeri, diharapkan suasana akademik itu terbangun,” ucapnya.

Terutama, kata dia, penelitian di bidang kesehatan yang perlu harus melakukan inovasi. Sebab, di bidang kesehatan, 95 persen alat kesehatan yang digunakan di Indonesia masih impor.

Dengan adanya penelitian, diharapkan banyak alat kesehatan yang bisa dipakai sendiri. “Kalau produksi sendiri biaya bisa lebih murah. Kemudian bisa berkontribusi untuk negara, bahkan kalau bisa diekspor,” ucapnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pratiwi Sudarmono mengatakan peneliti merupakan nyawa suatu negara. “Semua yang dihasilkan di bidang apa pun merupakan hasil penelitian,” katanya.

Mulai tahun ini, pihaknya menerapkan aturan agar setiap dosen di FKUI melakukan penelitian. Tujuannya, agar karya ilmiah dan penemuan di bidang kesehatan semakin banyak ditemukan. “Dosen sekarang sudah diwajibkan melakukan penelitian dan membuat jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

EDITOR APRI @www.rasio.co | Tempo

Print Friendly, PDF & Email

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Vonis 2 Tahun Penjara

0

RASIO.CO, Surabaya – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya divonis dua tahun penjara dalam bentuk tahanan kota, denda Rp100 juta subsider oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Jumat(21/04/2017).

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya hari ini menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dalam bentuk penahanan kota dan denda Rp100 juta subsider dua bulan penjara kepada Dahlan Iskan dalam perkara korupsi terkait pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur.

Majelis hakim yang diketuai oleh M Tahsin menyatakan Dahlan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tertuang dalam dakwaan subsider terkait pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur.

Menurut hakim, terdakwa bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar sewaktu menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha sehingga harga aset terjual di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, dan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Vonis hukuman Dahlan lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Jaksa menuntut hakim menjatuhkan hukuman penjara selama enam tahun, mengenakan denda Rp750 juta subsidair enam bulan kurungan, dan mewajibkan dia membayar uang pengganti sebesar Rp4,1 milyar subsidair tiga tahun penjara.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengusut pelepasan aset PT PWU pada 2015 karena menduga pelepasan 33 aset milik PWU bermasalah. Namun penyidik masih fokus menangani perkara pelepasan dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung.

Penjualan aset itu dilakukan tahun 2003, saat Dahlan menjadi Direktur Utama PT PWU periode 2000-2010.

Dahlan menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan hakim tersebut.

“Ini mungkin kebodohan saya yang bersemangat untuk mengabdi. Sesuai dengan keputusan tim pengacara saya akan melakukan banding,” katanya.

Sementara tim jaksa penuntut umum menyatakan masih akan pikir-pikir mengenai keputusan hakim tersebut.

EDITOR APRI @www.rasio.co | Antara

Print Friendly, PDF & Email

Pangarmabar Pimpin Sertijab Danlantamal IV Tanjungpinang

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI AL Aan Kurnia memimpin jalannya upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Lantamal IV, Jumat (21/04) di lapangan Markas Komando (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/242/lll/2017 tertanggal 31 Maret 2017.Tongkat Komando yang semula dipegang oleh Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, diserah terimakan kepada Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno yang merupakan mantan Danlanal Batam.

Sedangkan Laksma TNI S Irawan yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Lantamal IV sejak (1/2) tahun 2016 lalu, akan menempati jabatan baru sebagai Kadispamal di Mabes TNI AL.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI AL Aan Kurnia Dalam amanatnya, serah terima jabatan di lingkungan organisasi TNI AL merupakan wujud dari dinamika organisasi yang memiliki makna penting bagi kesinambungan kepemimpinan dalam melaksanakan manajemen sesuai peran, tugas dan fungsi yang diemban.

Selain itu, serah terima jabatan adalah proses alamiah dalam rangka pembinaan organisasi dan personel guna terealisasinya kaderisasi untuk mendapatkan penyegaran melalui munculnya ide-ide dan pemikiran baru yang lebih inovatif dan kreatif. Semua itu diharapkan agar roda organisasi dapat terus bergerak maju menuju kondisi yang lebih baik dalam menyongsong tuntutan tugas kedepan yang lebih kompleks.

Menurutnya, sebagai representasi TNI AL di daerah Lantamal mempunyai peranan yang sangat strategis antara lain melaksanakan pembinaan kemampuan dan penyelenggaraan operasi keamanan laut dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut, melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

“Perairan Kepri merupakan daerah strategis sehingga potensi kriminalitas tinggi dan diperlukan pegawasan ektra terutama diselat Malaka, selat Singapore dan Natuna,” kata Pangarmabar.

Kata Dia, Danlantamal IV membawahi 5 pangkalan Angkatan laut dimana satu pangkalan merupakan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan sehingga dibutuhkan pengawasan berupa patroli rutin agar Perairan Kepri selalu aman tampa gangguan.

Selain itu, imbuhnya, Danlantamal IV yang baru mampu melanjutkan tongkat komando lebih berprestasi serta dekat bersama masyarakat dalam pengamankan wilayah perairan dan terhadap pejabat lama Laksma TNI S Irawan selamat menempati tempat yang baru untuk selanjutnya lebih baik,” pungkasnya.

EDITOR APRI @www.rasio.co | Ika

Print Friendly, PDF & Email