Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 32

Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Tumbuh

0

RASIO.CO, Batam – Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi atas perjalanan Batam yang terus bergerak maju.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, dan kemudahan berusaha terus diarahkan untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin nyata bagi masyarakat.

Kinerja investasi Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga Semester I 2026.

Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Batam hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan kuatnya aktivitas investasi Batam sekaligus semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian investasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor sekaligus konsistensi BP Batam dalam membangun iklim investasi yang kompetitif.

Menurut Amsakar, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kawasan dalam memberikan kepastian, mempercepat proses, serta memastikan investasi dapat direalisasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Sebelumnya, pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen. Batam juga berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.

Momentum Pertumbuhan Terus Dijaga
 
Amsakar menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum investasi hingga akhir 2026.

Dengan target investasi Batam tahun ini sebesar Rp70 triliun, realisasi Semester I berdasarkan LKPM sebesar Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari target.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi sebesar Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan serta pembangunan infrastruktur untuk menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi strategis.

Li Claudia: Pelayanan Menjadi Kunci

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, tingginya realisasi investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang memberikan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek dapat beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan bahwa BP Baam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus membangun koordinasi yang lebih efektif agar berbagai kebutuhan investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.

Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi pada akhirnya harus tercermin pada manfaat yang dirasakan masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi maupun peningkatan daya saing Ba

 Investasi Tumbuh, Kesempatan Kerja Terbuka

Pertumbuhan investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Artinya, terjadi penambahan sekitar 9.964 tenaga kerja, dengan pertumbuhan mencapai 32,16 persen.

Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa investasi yang masuk ke Batam semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi riil. Ketika proyek berkembang, industri memasuki tahap produksi dan kegiatan usaha meningkat, kebutuhan terhadap tenaga kerja juga ikut bertambah.

Semester I: Rp29,89 Triliun LKPM dan Rp38,97 Triliun Bottom-Up

Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp17,48 triliun, sedangkan Triwulan II memberikan tambahan sebesar Rp12,41 triliun. Dengan demikian, total realisasi Semester I mencapai Rp29,89 triliun.

Komposisinya terdiri dari PMA sebesar Rp17,80 triliun dan PMDN sebesar Rp12,09 triliun. Dibandingkan Semester I 2025, capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara year-on-year, sementara pertumbuhan secara kumulatif tercatat 62,75 persen.

Sementara itu, berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I mencapai Rp38,97 triliun, yang terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Capaian tersebut tumbuh 36,03 persen secara year-on-year dan 57,01 persen secara kumulatif.

Perbedaan angka antara LKPM dan metode bottom-up merupakan konsekuensi dari perbedaan basis pengukuran. Keduanya digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan dan realisasi aktivitas investasi di Batam.

Fary: Perkuat Investasi Bernilai Tambah Tinggi

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, penguatan investasi Batam ke depan akan diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada kualitas dan nilai tambahnya.

Menurutnya, Batam memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan investasi pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik, serta industri hilir.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus mengawal implementasi berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera memberikan dampak terhadap perekonomian.
 

Optimistis Menembus Target 2026

Dengan capaian Semester I yang telah mencapai lebih dari separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis momentum pertumbuhan investasi dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026.

Bagi Amsakar, capaian tersebut bukan sekadar indikator kinerja investasi, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan ekonomi Batam.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan, Batam terus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia menuju Asia Tenggara.

AD

Dikabarkan Polisi Obok-obok Diskotek Planet dan Sita Belasan Mobil BI

0

RASIO.CO, Batam – dikabarkan Jajaran Dittiresnarkoba Bareskrim Polri mengobok-obok diskotik Pĺanet Batam dan mengamankan belasan mobil mewah diduga milik Bos BI di Batam. Sabtu(15/08) dini hari.

Pantauan lapangan, diduga THM alias Diskotik Planet dan THM HH 2 batam tutup tidak seperti biasanya beroperasi hingga dinihari.

Dua THM tersebut terpantau para pengunjung meninggalkan lokasi sekira pukul 12.30 wib.

Menurut salah seorang pengunjung dilokasi mengatakan, malam ini diskotik tutup.cepat, namun tidak tahu apa yang terjadi.

“Tiba-tiba tutup bang ada informasi mau razia,”ujar pengunjung dilokasi.

Selain itu, dikabarkan pihak kepolisian telah melakukan pengamanan puluhan mobil mewah milik bos BI.

“Y benar tadi polisi mengamankan mobil si sini,” ujar salah seorang warga diperumahan batamcentre.

Sementaraitu, dilansir media FR, Belasan kendaraan disita diduga milik BI tersebut terdiri dari Toyota Hummer nomor polisi DK 1 JD, Daihatsu Rocky BP 1357 CC, Jeep Rubicon B 2374 SXI, Mitsubishi BP 1497 IS, Mitsubishi Pajero Sport BM 1655 UE, Honda Brio BP 1814 QR, Jeep Rubicon BP 378 VB, Toyota Fortuner BP 1745 RI, Toyota Avanza BP 1223 GF, Toyota Fortuner BK 1862 AD, serta Toyota Kijang Innova B 2736 UKP

Hingga berita ini diunggah awak media belum berhasil mengkonfirmasi terhadap pihak berwenang.

Redaksi@www.rasio.co //

Lestarikan Lingkungan, Pemkab Bersinergi denhan Pelindo Tanam 600 Pohon

0

RASIO.CO, Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun terus berkomitmen untuk mempercantik dan membenahi kawasan Coastal Area sebagai salah satu pusat aktivitas publik sekaligus ikon kebanggaan daerah.

Komitmen ini diwujudkan melalui sinergi penanaman 600 bibit pohon bersama PT Pelindo (Persero) Regional I Tanjung Balai Karimun, yang diselenggarakan pada Jumat (14/8) pagi.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian serta kontribusi nyata PT Pelindo melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung penataan lingkungan dan peningkatan kualitas udara bersih di Karimun.

“Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan Coastal Area ini memang sedang kita rancang agar dipenuhi pepohonan dan taman bunga yang menarik, asri, serta nyaman bagi masyarakat,” ujar Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa keberlanjutan dari aksi penanaman ini menjadi perhatian utama. Pihaknya akan menginstruksikan dinas teknis terkait bersama elemen masyarakat untuk melakukan perawatan rutin dan penyiraman berkala, guna memastikan bibit pohon yang telah ditanam dapat tumbuh secara optimal.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo Regional I Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menjelaskan bahwa 600 bibit tanaman yang diserahkan terdiri dari empat jenis pohon, yakni Palem Ekor Tupai, Tabebuya, Ketapang Kencana, dan Mahoni.

“Seluruh jenis pohon tersebut telah melalui proses kajian teknis terkait kecocokan struktur tanah di kawasan Coastal Area agar kelak dapat tumbuh subur dan memberikan dampak ekologis yang nyata,” jelasnya.

Aksi penghijauan ini juga merupakan bagian dari langkah strategis holding PT Pelindo dalam mendukung implementasi Green Port serta pencapaian target Net Zero Emission. Hal ini sejalan dengan upaya menyelaraskan potensi kemajuan maritim dan kawasan industri di Karimun dengan prinsip keberlanjutan lingkungan hidup.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Karimun berharap penataan dan penghijauan di Coastal Area dapat mewujudkan Karimun sebagai beranda terdepan perbatasan yang hijau, bernilai estetika tinggi, serta memberikan warisan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Tips PS Perdata! Hasil Terekam dengan Baik, Amar Putusan Mudah Dieksekusi

0

Sobat Fellas! Kalau lagi agenda Pemeriksaan Setempat (PS), apa sih yang harus dipersiapkan dan apa saja yang wajib diperiksa di lokasi objek pemeriksaan? Kelihatannya memang simpel ya, cuma datang, lihat lokasi, catat, terus pulang. Namun, semua yang ditemui selama PS harus terekam utuh dalam Beita Acara Sidang (BAS) PS untuk memastikan objek sengketa itu nyata, jelas, dan nggak berakhir “kabur” pada saat akan dieksekusi.

Bukan hanya PS nya yang harus dipastikan berkualitas, tetapi juga hasil pelaksanaan PS harus mampu diuraikan dan tergambar di dalam BAS PS, hal ini tidak hanya membantu Hakim tingkat pertama, tetapi juga membantu hakim tingkat banding atau bahkan kasasi dalam memeriksa objek sengketa ketika perkara diajukan upaya hukum.

Dalam sengketa benda tidak bergerak, PS pada hakikatnya merupakan bagian dari proses persidangan, hanya saja ruang persidangannya dipindahkan dari gedung pengadilan ke lokasi objek sengketa(lihat Pasal 153 HIR, 180 RBG, 211-214 RV dan SEMA 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat).

M. Yahya Harahap (880) memetakan variabel nilai kekuatan mengikatnya PS dalam putusan peradilan, yaitu: 1) dapat dijadikan dasar pertimbangan hakim dalam putusan, 2) dapat dijadikan dasar mengabulkan gugatan 3) dapat dipergunakan untuk menentukan luas objek terperkara.

Selain itu, dalam praktik peradilan PS memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan tahap akhir penanganan perkara, mulai konstatering sampai eksekusi. Objek yang akan dieksekusi akan lebih mudah dilaksanakan apabila sejak awal telah diidentifikasi secara jelas dan terang melalui PS, sehingga dapat dituangkan secara tepat dalam amar putusan.

Jika objek yang disengketakan telah memiliki data yuridis, seperti sertifikat atau Akta Jual Beli (AJB), pelaksanaan PS akan lebih mudah karena dokumen tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai identitas, letak, luas, dan batas-batas objek sengketa.

Namun, apabila data yuridis tersebut tidak tersedia, Hakim perlu mencermati dan merekam secara akurat seluruh kondisi faktual yang ditemukan di lapangan, sehingga hasil PS dapat menjadi dasar yang jelas dalam mengidentifikasi objek sengketa dan merumuskan putusan tidak hanya ditingkat pertama, tetapi dapat dipergunakan di tingkat banding bahkan di MA.

Oleh karena itu, kejelasan dan keberlanjutan amar putusan dalam perkara perdata seharusnya mampu dibangun sejak pemeriksaan setempat, dengan menggali dan memastikan secara cermat, letak, batas, luas, serta kondisi objek sengketa.

Nah, biar agenda PS tidak sekedar formalitas, penulis mau berbagi checklist tips kekinian yang wajib banget sobat Fellas bawa ke lapangan nih sehingga memudahkan Hakim dalam memeriksa objek PS yang selanjutnya digambarkan dan dijelaskan dalam BAS.

Meminta peta gambar. Sebelum agenda persidangan pemeriksaan setempat, Hakim dapat meminta masing-masing pihak untuk menyiapkan peta atau gambar objek sengketa berdasarkan versinya masing-masing, yang sekurang-kurangnya memuat bentuk dan batas objek, arah mata angin, ukuran atau perkiraan luas, serta penunjuk lokasi dan objek-objek yang berbatasan. Hakim juga dapat mencocokan peta gambar tersebut berdasarkan gugatan, jawab jinawab dan bukti surat. Dengan adanya peta gambar dari masing-masing pihak, Hakim dapat memperoleh pemahaman mengenai posisi dan perbedaan pandangan para pihak sebelum turun ke lapangan, sekaligus memiliki bahan pembanding dengan kondisi fisik yang akan ditemukan pada saat pemeriksaan setempat. Panitera sidang juga akan lebih mudah menuangkannya ke dalam BAS PS.

Identifikasi objek yang disengketakan. Hakim harus memastikan secara cermat bahwa objek yang diperiksa dalam pemeriksaan setempat benar-benar merupakan objek yang disengketakan. Hal ini menjadi semakin penting apabila dalam gugatan para pihak hanya menggambarkan atau menyebutkan keseluruhan bidang tanah, sedangkan sesungguhnya bagian yang disengketakan hanya merupakan sebagian dari bidang tanah tersebut. Dalam keadaan demikian, Hakim perlu menentukan secara jelas bagian mana dari keseluruhan bidang tanah yang benar-benar menjadi objek sengketa.

Pemeriksaan identitasdan letak objekyang dilakukan terhadap lokasi objek, alamat, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan apakah lokasi sesuai dengan yang disebut dalam gugatan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa objek yang secara nyata dilihat dan diperiksa di lapangan adalah objek yang sama dengan yang didalilkan dalam gugatan, sehingga tidak terjadi kekeliruan mengenai objek sengketa. Tujuannya agar menjamin kejelasan serta amar putusan non-eksekutabel. Namun hal yang penting juga diperhatikan, bisa juga telah terjadi pemekaran wilayah administrasi lokasi objek sengketa. Adanya perbedaan ini harus tergambarkan secara jelas dalam BAS PS.

Memeriksa batas-batas objek. Dalam praktik peradilan penentuan batas objek pada umumnya mengikuti arah mata angin, yaitu utara, selatan, timur, barat serta siapa atau apa yang berbatasan dengan objek tersebut. Penggunaan arah mata angin bukan sekadar kebiasaan yang berkembang dalam praktik peradilan, melainkan memiliki relevansi dengan sistem administrasi pertanahan (lihat Juknis Pendaftaran Tanah Lengkap Untuk Kota/Kabupaten Nomor: 003/JUKNIS-300.UK.01.01/II/2019). Tujuannya agar batas objek dapat diidentifikasi dan mudah diverifikasi di lapangan, dengan menyebutkan secara jelas apa atau siapa yang berbatasan pada masing-masing sisi objek. Cara ini juga sekaligus membantu memastikan objek sengketa dapat digambarkan secara tepat dalam pertimbangan dan amar putusan sehingga dapat mencegah potensi kesalahan pada saat eksekusi dilakukan.

Mengidentifikasi luas dan bentuk objek. Identifikasi ini dapat dilakukan berdasarkan surat atau dokumen (bukti surat) maupun berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi:
• luas menurut surat atau dokumen (bukti surat)yang menjadi dasar penguasaan atau kepemilikan, luas dan bentuk fisik objekberdasarkan hasil nyata pada saat pemeriksaan setempat;
• kesesuaian antara data dokumen dengan kondisi di lapangan, termasuk apabila terdapat perbedaan mengenai luas, bentuk, atau bagian objek. Dalam hal apabila terdapat perbedaan, perbedaan tersebut harus dicatat secara jelas, termasuk kondisi yang menjelaskan perbedaan tersebut sepanjang dapat diketahui dari pemeriksaan setempat.
Dengan demikian hakim dapat menyesuaikan luas dan bentuk objek sengketa di dalam putusannya. Hal ini sebagaimana dalam Putusan MA No. 1777 K/Sip/1983 yang pada pokoknya menyatakan hasil PS dapat dijadikan dasar untuk memperjelas letak, luas dan batas objek sengketa. Sehubungan dengan itu judex facti berwenang untuk menjadikan hasil PS tersebut menentukan luas objek tanah terperkara.

Penguasaan fisik. Dalam praktik, penguasaan fisik dapat berupa menempati, menggunakan, mengelola, mengusahai, memasang batas, mendirikan bangunan, atau bentuk penguasaan nyata lainnya. Jika relevan dengan pokok perkara, perlu pula digali sejak kapan objek tersebut dikuasai dan dalam kapasitas apa, misalnya sebagai pemilik, penyewa, penggarap, pemegang hak, atau berdasarkan hubungan hukum lainnya. Hakim dapat memastikan apakah penguasaan fisik berada pada Penggugat, Tergugat, atau pihak ketiga. Apabila terdapat pihak ketiga yang menguasai sebagian atau seluruh objek, keberadaannya perlu dicatat secara jelas karena dapat berkaitan dengan subjek yang akan terkena dampak putusan dan pelaksanaan eksekusi. Khusus terhadap penguasaan yang dilakukan oleh pihak ketiga, MA telah menegaskan dalam SEMA No. 10/2020 “Dalam gugatan kepemilikan tanah, penggugat yang tidak menarik pihak atau pihak-pihak yang berdasarkan hasil pemeriksaan setempat secara nyata menguasai objek sengketa sedangkan penggugat mengetahui atau sepatutnya mengetahui bahwa pihak atau pihak-pihak tersebut secara nyata menguasai objek sengketa secara permanen atau dengan alas hak, merupakan gugatan kurang pihak.”

Kondisi fisik objek. Kondisi ini dapat dilihat antara lain apakah objek berupa tanah kosong atau telah terdapat bangunan maupun fasilitas lain yang berada di atas atau melekat pada objek tersebut. Kondisi itu harus dicatat dalam BAS PS, termasuk perubahan atau keadaan tertentu yang dapat memengaruhi identitas dan kondisi fisik objek. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai keadaan objek pada saat perkara diperiksa, sehingga Hakim tidak hanya berpedoman pada uraian dalam surat gugatan, jawab jinawab maupun bukti surat, tetapi juga memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi objek. Hasil tersebut yang menjadi dasar dalam menyusun pertimbangan dan merumuskan amar putusan. Hakim berdasarkan hasil pemeriksaan setempat juga dapat menyempurnakan kondisi fisik objek sengketa dalam pertimbangan dan amar putusannya.

Kesesuaian dengan surat atau dokumen bukti surat (jika ada). Hakim membandingkan dan mencocokkan keadaan fisik objek di lapangan dengan data dan keterangan yang tercantum dalam bukti surat. Antara lain, sertifikat hak atas tanah, surat ukur, gambar situasi, peta bidang, selanjutnya di verifikasi berdasarkan dalil gugatan maupun jawaban/bantahan para pihak. Hasil pencocokan tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran yang utuh mengenai objek sengketa dan membantu Hakim menilai kebenaran fakta yang didalilkan serta keterkaitannya dengan alat bukti yang diajukan dalam persidangan.

Melibatkan BPN atau Kantor Administrasi lainnya jika perlu. Hakim dapat menyarankan kepada para pihak untuk melibatkan instansi yang memiliki kompetensi untuk membantu memperoleh informasi mengenai identitas, letak, batas, luas, riwayat, dan data yuridis maupun data fisik objek, khususnya Kementerian ATR/BPN. Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 16/2021 menjelaskan: Pasal 74 huruf f “Permohonan pengukuran bidang tanah diajukan dalam rangka pengukuran untuk objek yang menjadi perkara di pengadilan dan/atau melaksanakan putusan pengadilan;” dan Pasal 74A ayat (1) “Dalam hal tanah menjadi objek perkara di pengadilan, pengukuran dapat dilakukan atas permintaan hakim yang memeriksa perkara untuk memastikan letak dan batas tanah objek gugatan yang sedang diperkarakan.” Berdasarkan ketentuan tersebut, Hakim dapat mengeluarkan penetapan untuk melibatkan Kantor ATR/BPN dalam proses pemeriksaan setempat, serta menetapkan pembebenan biaya administrasi yang dikeluarkan dibebankan kepada pihak yang bermohon.

Membawa alat ukur sendiri. Untuk objek yang tidak terlalu luas, pengadilan dapat membawa dan menggunakan alat ukur sederhana yang dimiliki untuk membantu memastikan ukuran dan batas objek sengketa secara langsung di lapangan. Praktik ini lazim dilaksanakan, sehingga PS dapat memberikan gambaran kondisi riil. Selain itu, di era digitalisasi pengadilan juga dapat memanfaatkan TI yang tersedia secara gratis seperti aplikasi Running dan Strava sebagai alat bantu pemetaan guna mengukur dan memastikan bentuk gambar tanah objek sengketa serta batas-batas tanah objek sengketa. Penggunaan alat ukur sendiri harus disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kompleksitas objek sengketa.

Tanya jawab yang sifatnya penting “wajib” di muat dalam BAS PS. Hakikatnya PS merupakan pemindahan ruangan persidangan, sehingga tanya jawab yang sifatnya penting menyangkut perkara wajib di catat dalam BAS PS. M. Yahya Harahap (877) berpendapat dalam PS para pihak juga dibolehkan mengajukan saksi yang mereka anggap dapat memperkuat dalil gugatan. Dengan demikian, PS harus dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembuktian dan pemeriksaan perkara, sehingga setiap fakta penting yang ditemukan maupun hal-hal yang disampaikan para pihak di lokasi harus terekam dengan baik di dalam BAS PS.
Sobat Fellas, jangan sampai PS hanya berhenti pada kegiatan “datang, lihat, catat, lalu pulang.” Pastikan setiap fakta penting yang ditemukan di lapangan tergambar secara jelas dalam BAS PS, sehingga menjadi dasar Hakim dalam menyusun pertimbangan dan merumuskan amar putusan yang dapat dieksekusi. (asn)

Penulis: Dr. Muhammad Luthfan HD Darus, S.H., M.H., M.Kn adalah Hakim PN Sei Rampah.

Refrensi:
• Pasal 153 HIR, Pasal 180 RBG dan Pasal 211-214 RV;
• SEMA 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat;
• SEMA Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Tahun 2020;
• Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah.
• Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Lengkap Untuk Kota/Kabupaten Nomor: 003/JUKNIS-300.UK.01.01/II/2019 Tanggal: 1 Februari 2019: Dirjen Infrastruktur Keagriaraan Kemen ATR/BPN
• M. Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan, Jakarta: Sinar Grafika.

“Unik! Lemper Raksasa dalam Ritual Rebo Wekasan Punokawan 2026”

0

RASIO.CO, BATAM – Perkumpulan Sosial Pelestari Budaya Jawa Punokawan Batam, kembali menggelar kegiatan budaya meneruskan visi misinya melaksanakan Pelestarian Budaya Jawa di tanah perantauan.

Kegiatan budaya yang dilaksanakan kali ini adalah ritual Rebo Wekasan, yakni tradisi ritual tolak bala untuk menandai berakhirnya bulan Safar, yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa sejak jaman dahulu.

Ada keunikan dalam ritual tradis budaya ini, yakni dengan disajikannya jajanan lemper dalam ukuran yang sangat besar atau raksasa.

Pelaksana Acara, Indrawati mengatakan bahwa lemper yang disajikan dalam acara ini, merupakan lemper terbesar pertama kali di Batam.

“Lemper yang berukuran panjang 1,5 meter dan berdiameter 30 sentimeter ini, dibuat dari 15 kilogram tepung ketan dan 8 kilogram daging ayam dan ikan untuk isiannya,” ungkapnya.

Kegiatan yang dihadiri segenap anggota Punokawan dan masyarakat umum tersebut, digelar pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. di Pasar Setu Punokawan, Kavling sei tering Tanjung sengkuang Batuampar Batam.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Walikota Batam yang diwakili oleh Imam Tohari, S.H, M.H., sejumlah tokoh masyarakat diantaranya, M.Jasrul RW Pesona Mantang, Ketua PWP Batuampar serta para pinisepuh masayrakat jawa dari Bengkong dan Batuampar.

Tradisi Ritual Rebo Wekasan ini diisi dengan lantunan doa tolak bala dalam bahasa arab dan Jawa, yang dipimpin langsung oleh spritulalis Punokawan, Mbah Mulyono dan Eyang Sugeng.

Kemudian dilanjutkan dengan ritual pembagian air doa untuk para peserta, dimana air yang telah ditiupkan doa di dalamnya ini nantinya akan diminum dan dipakai untuk mandi dirumah masing-masing.

Imam Tohari mendapatkan kesempatan pertama untuk mengambil air tersebut, yang kemudian disusul berikutnya oleh para peserta yang lain.

Selanjutnya rangkaian acara berikutnya adalah pemotongan lemper raksasa oleh Imam Tohari, lalu secara simbolis diserahkan kepada Ki Demang Punikawan, H. Sutardi, SE., untuk kemudian dibagikan kepada seluruh peserta dan warga masyarakat sekitar.

Makan Lemper Raksasa dan bubur Safar bersama, menjadi rangkaian penutup dari acara tradisi rirltual Rebo Wekasan Punokawan 2026 ini.(YD)

BP Batam Apresiasi Kesadaran Penerima Alokasi Tanah: 66 Pelaku Usaha Lakukan Pelaporan Mandiri

0

RASIO.CO, Batam – Upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat tata kelola lahan terus mendapat dukungan dari penerima alokasi tanah.

Sejak pengumuman pelaporan dimulai pada 11 Agustus 2026 hingga 13 Agustus 2026, sebanyak 66 penerima alokasi tanah telah menyampaikan laporan secara mandiri melalui Land Management System (LMS) BP Batam. Respons tersebut menunjukkan partisipasi aktif dari penerima alokasi dalam mendukung upaya penguatan tata kelola lahan di Batam.

Selain pelaporan mandiri melalui LMS, BP Batam juga telah menyampaikan surat panggilan reguler kepada 75 penerima alokasi tanah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 penerima alokasi tanah telah memenuhi panggilan. Seluruh proses ini juga masih terus berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan BP Batam, Syarlin Joyo, mengatakan pelaporan mandiri yang dilakukan penerima alokasi tanah menjadi bagian penting dalam membangun basis data pemanfaatan lahan yang lebih akurat dan terukur.

Ia menjelaskan bahwa data yang disampaikan penerima alokasi tanah selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi BP Batam dalam melihat kesesuaian pemanfaatan lahan dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi penerima alokasi tanah yang telah melakukan pelaporan secara mandiri. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mendukung tata kelola lahan yang lebih baik. Data yang disampaikan juga menjadi bagian penting bagi BP Batam dalam melakukan evaluasi pemanfaatan lahan secara objektif,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, langkah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pengawasan. Pelaporan mandiri juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara BP Batam dengan penerima alokasi tanah.

BP Batam, lanjut Syarlin Joyo, ingin memastikan pemanfaatan lahan dapat berlangsung secara optimal, sesuai peruntukan, serta mendukung iklim investasi dan rencana pembangunan di Kota Batam.

“Prinsipnya adalah bagaimana lahan yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara baik dan optimal serta sesuai peruntukannya. Oleh karena itu, kami terus membuka ruang komunikasi dan mengajak penerima alokasi tanah untuk melakukan pelaporan secara mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelengkapan data pemanfaatan lahan akan membantu BP Batam dalam melakukan evaluasi pemanfaatan alokasi tanah. Dengan demikian, proses penataan dapat dilakukan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap partisipasi ini terus meningkat. Semakin lengkap data yang kami terima, semakin baik pula proses evaluasi dan penataan pemanfaatan lahan yang dapat dilakukan. Tujuannya tentu untuk menciptakan tata kelola lahan yang tertib, memberikan kepastian proses, sekaligus mendukung kegiatan investasi di Batam,” tambahnya.

Melalui penguatan pelaporan dan evaluasi tersebut, BP Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lahan dengan mengedepankan akurasi data, kepastian proses, komunikasi yang baik, serta kepatuhan terhadap regulasi.

BP Batam juga masih membuka kesempatan bagi seluruh penerima alokasi tanah untuk menyampaikan pelaporan secara mandiri melalui Land Management System (LMS) hingga 31 Agustus 2026.

“Jumlah penerima alokasi tanah yang menyampaikan laporan maupun yang memenuhi panggilan diperkirakan akan terus bertambah hingga batas waktu yang telah ditentukan. Kami mengimbau agar penerima alokasi tanah yang belum menyampaikan laporan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat basis data dan tata kelola pemanfaatan lahan,” tutup Syarlin Joyo.

AD

Youke Mantan Marketing Manager PT. Fantastis Asia Internasional Duduk di Bangku Pesakitan PN Batam

0

RASIO.CO, Batam – Mantan Manager Marketing PT. Fantastis Asia Internasional atau Asia Link Hotel, Youke Dwi Oktora duduk dibangku pesakitan PN Batam terkait kasus dugaan pengelepan dalam perusahaan.

Terdakwa Youke Dwi Oktora merupakan karyawan tetap Anwar bos Asia Link Hotel Batam dan diduga menggelapkan uang Rp.106 juta.

Sidang digelar, Kamis(13/08),  pembacaan dakwaan dan PH terdakwa melakukan langsung esepsi, namun hakim mengatakan ada wacana RJ tapi akhirnya menunggu dulu tiha majelis hakim bermusyawarah.

Youke didakwa Primair JPU, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 488 KUHP. Subsidair Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 492 KUHP.

Terdakwa Youke Dwi OktaraI merupakan Sales Marketing Manager di Department Sales & Marketing pada PT. Fantastis Asia Internasional
Dan sejak tanggal  02 Januari 2020 dan diangkat menjadi karyawan permanent/tetap  sebagaimana Surat Keputusan No. 34/VII/SK/ASIALINKHR/2025 tanggal 11 Juli 2025 dengan upah sebesar Rp 13.353.600/bulan.

Adapun tugas dan tanggungjawab Terdakwa adalah mencari tamu hotel yang menginap dan membuat kegiatan di Hotel Asialink dengan melakukan kegiatan promosi terkait Hotel Asialnk.

Dan melakukan penagihan invoice terhadap tamu yang menginap dan yang mengadakan kegiatan di Hotel Asialink, mengajukan pembayaran-pembayaran komisi untuk para tamu yang membuat kegiatan di Hotel Asialink.

Tahun 2020, Terdakwa mendatangi PT. MY Trip Indonesia bergerak dibidang biro perjalanan wisata dan menawarkan paket penginapan serta event yang difasilitasi oleh Hotel Asialink dengan harga khusus.

Disetujui dibuat Contract Rate Agreement antara MY Trip  Indonesia dengan Hotel Asialink yang diperbaharui setiap tahunnya.

Mekanismenya PT. MY Trip Indonesia  melakukan pemesanan untuk pemesanan kamar atau pengunaan fasilitas Hotel Asialink yaitu dengan cara menginfokan melalui group whatsapp (AsialinkMy Trip).

Waktu yang tidak dapat diingat lagi namun beberapa waktu dalam tahun 2024 sampai dengan beberapa waktu dalam tahun 2025.

Diduga Terdakwa memasukkan dan mengalihkan beberapa nama tamu yang seharusnya masuk dalam daftar tamu umum  akan tetapi Terdakwa masukkan kedalam tamu My Trip Indonesia.

Diduga tanpa sepengetahuan pihak MY Trip Indonesia,  guna mendapatkan keuntungan dari tamutamu tersebut dengan cara tamu yang sudah melakukan pembayaran kepada Terdakwa atau melalui Rekening Bank BCA Nomor 1392-4382-67 tidak disetorkan oleh Terdakwa ke pihak Hotel Asialink lalu terhadap tamu-tamu tersebut Terdakwa masukkan ke dalam daftar tamu My Trip Indonesia.

Setelah dilakukan dilakukan kordinasi dengan pihak My Trip Indonesia pihak asia link hotel melaui Anwar Direktur PT. Fantastis Internasional mengalami kerugian Rp 105.906.000 .

Redaksi@www.rasio.co //

Pemeriksaan Terdakwa Masri Kasus Pencucian Uang Ratusan Miliar  Narkoba 40 Kilo

0

RASIO.CO, Batam – Terduga pelaku alias terdakwa Masri bin Syammaun kasus pencuciam uang(TPPU) uang narkoba bernilai ratusan miliar masuk tahap pemeriksaan terdakwa di Pengadilan PN Batam dengan majelis hakim Watimena didampnfi dua hakim anggota. Kamis(13/08).

Pemeriksaan terdakwa Masri tangkapan 40 narkoba berjalan sanatai bahkan terdakwa tertawa riang dipersidangan PN Batam, bahkan terlihat tanpa beban karena mendapat korting hukuman dari mati jadi 18 tahun oleh hakim yang sama dan bahkan di kasasi mendapat korting lagi tiga tahun menjadi 15 tahun untuk bandar perusak anak bang ini.

Narapidan Masri Bin Syamaun dikasus narkiba 40 kilogram sabu lolos dari hukuman mati sesuai tuntutan JPU karena divonis majelis hakim batam 18 tahun penjara, namun di kasasi Masri sebagai  bandar kembali dapat korting yakni 15 tahun penjara. Tetapi dalam kasus TPPU narkoba Terdakwa Masri kembali di sidang di PN Batam.

Ironisnya, Terdakwa Masri Bin Syamaun dalam.kasus 40 sabu divonis 18 tahun dan dikasasi menjadi 15 tahun penjara, namun kasus aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) di PN Batam. Aliran dana terdakwa Masri bahkan sampai Trilyunan bersama rekannya Fakjri alias Jeri alias Panjang DPO (Daftar Pencarian Orang).

Majelis Hakim kembali mengagendakan terdakwa Masri bin Syamaun.Kamis(13/08), Pemeriksaan  terdakwa  dalam agenda sidang. Namun dalam kasus narkiba 40 kilo dituntut hukuman mati, 4 Agustus 2025, Divonis Hakim PN Batam 18 Tahun Penjara, 20 Agustus 2025 dan di kasasi jadi 15 tahun, 19 Februari 2026.

Kronologid dakwaan terdakwa Masri bin Syamaun bersama rekannya Fahkri alias Heri alias Panjang(DPO) kurun 2014 sampai 2024 diduga dana transaksi di benk dan memakai rekening orang transaksi diduga TPPU.
269/Pid.Sus/2026/PN Btm.

Terdakwa dalam menjalankan bisnis narkotika bersama jaringan narkotikanya yaitu Sdr. Fakhri(DPO).  terdakwa menggunakan rekening pribadi dan rekening orang lain dengan maksud untuk tidak dapat di lacak oleh pihak aparat penegak hukum, rekening yang terdakwa gunakan  yaitu :
• Rekening BNI Taplus Bisnis No. 1551115553 an. Masri dibuka tahun 2013;
• Rekening BNI Taplus Bisnis No. 3111211110 an. Masri dibuka tahun 2014;
• Rekening BNI Taplus No. 7111611119 an. Masri dibuka tahun 2018;
• Rekening BNI No. 8611161116 an. PT Masri Zayn Utama dibuka tahun 2017;
• Rekening BCA No. 3262045550 an. Masri dibuka tahun 2013;
• Rekening BRI No. 033101000774563 an. Masri dibuka tahun 2015;
• Rekening BNI Taplus Bisnis Premium No. 0309150718 an. Andi Saputra;
• Rekening BNI No. 1796566073 an. Andri Saputra dibuka tahun 2023;
• Rekening BCA No. 2960322340 an. Andi Saputra dibuka tahun 2016;
• Rekening BNI Taplus Bisnis Premium No. 0913111115 an. Ariani Rukmana dibuka tahun 2015;
• Rekening BNI No. 0913999991 an. Ariani Rukmana dibuka tahun 2017;
• Rekening BCA No. 8210336231 an. Ariani Rukmana dibuka tahun 2013;

Rekening-rekening tersebut diatas untuk menerima, mentransfer dan sebagai sarana pembayaran  uang  jual beli transaksi narkotika dengan para pelaku narkotika dengan jumlah uang dengan transaksi D/K diantaranya :

rekening Bank BNI 1551115553 an. Masri (DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening Bank BNI 1551115553 atas nama MASRI telah melakukan pentransferan ke rekening BNI 2041975000 atas nama MUZAKKIR periode tanggal 27/02/2014 s.d 10/03/2014 sebesar Rp1.010.000.000,- (satu miliar sepuluh juta rupiah).

rekening Bank BNI 3111211110 an. Masri (DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BNI 3111211110 atas nama Masri telah mentransfer dana sebanyak 5 kali periode tanggal 01/10/2014 ke rekening BNI 6666000067 atas nama MUZAKKIR sebesar Rp. 100.000.000,- (serratus juta rupiah).

rekening Bank BNI 3111211110 an. Masri(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 3111211110 atas nama Masri telah menempatkan dana sebanyak 20 kali periode 16/06/2014 s.d 24/10/2023 sebesar Rp2.160.900.000,- (dua miliar seratus enam puluh juta sembilan ratus ribu rupiah).
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 3111211110 atas nama Masri telah menerima pentransferan uang masuk sebanyak 6 kali dari pengirim rekening BNI 0309150718 atas nama ANDI SAHPUTRA periode tanggal 25/08/2014 s.d 06/09/2022 sebesar Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah);
• Transaksi Kredit (K) dan Debet (D) rekening BNI 3111211110 atas nama Masri terdapat kegiatan mentransfer dana dan menerima pentransferan dana sebanyak 70 kali dari rekening BNI 1551115553 atas nama Masri periode tanggal 14/04/2014 s.d 13 Juni 2015 sebesar Rp.1.590.000.000,-.

rekening Bank BNI 0309150718 an. Andi Sahputra(DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BNI 0309150718 atas nama Andi Sahputra telah mentransfer dana sebanyak 28 kali ke rekening BNI 2041975000 atas nama Muzakkir periode tanggal 11/10/2013 s.d 12/03/2014 sebesar Rp6.020.000.000,- (enam miliar dua puluh juta rupiah).
• Transaksi Debet (D) rekening Bank BNI 0309150718 atas nama Andi Sahputra telah mentransfer ke rekening atas nama Ariani Rukmana  periode tanggal 13/04/2015 sebesar Rp190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah).

rekening Bank BNI 0309150718 an. Andi Sahputra(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening Bank BNI 0309150718 atas nama Andi Sahputra telah menempatkan uang ke dalam rekening sebanyak 338 kali periode tanggal 12/09/2013 s.d 18/05/2021 sebesar Rp26.497.881.000,- (dua puluh enam miliar empat ratus sembilan puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh satu ribu rupiah).
• Transaksi Kredit (K) rekening Bank BNI 0309150718 atas nama Andi Sahputra telah menerima penempatan uang masuk dari pengirim PT. IKA BINA AGRO WISESA sebanyak 814 kali periode tanggal 25/02/2019 s.d 03/01/2024 sebesar Rp30.234.078.698,- (tiga puluh miliar dua ratus tiga puluh empat juta tujuh puluh delapan ribu enam ratus sembilan puluh delapan rupiah).



rekening Bank BNI BNI 7111611119 an. Masri(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 7111611119 atas nama Masri telah menempatkan uang ke dalam rekening sebanyak 6 kali periode tanggal 30/07/2018 s.d 01/03/2023 sebesar Rp679.700.000,- (enam ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah).
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 7111611119 atas nama Masri telah menerima penempatan uang masuk berupa pentransferan dari pengirim dana rekening BNI 0309150718 atas nama andi Sahputra SAHPUTRA periode tanggal 04/06/2022 s.d 08/11/2023 sebesar Rp1.729.076.000,- (satu miliar tujuh ratus dua puluh sembilan juta tujuh puluh enam ribu rupiah).
• Transaksi Kredit (K) rekening Bank BNI 7111611119 atas nama Masri telah menerima penempatan uang masuk berupa pentransferan dari pengirim rekening Bank Syariah Indonesia 7251182552 atas nama Nurmala periode tanggal 26/01/2024 s.d 24/09/2024 sebesar Rp146.000.000,- (seratus empat puluh enam juta rupiah).

rekening Bank BNI BNI 7111611119 an. Masri (DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BNI 7111611119 atas nama Masri telah melakukan pentransferan dana ke rekening BNI Syariah 0604195539 atas nama Yayasan Rahmania Fortuna periode tanggal 18/09/2018 sebesar Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

rekening Bank BNI 0913111115 an. Ariani Rukmana(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening Bank BNI 0913111115 atas nama Ariani Rukmana telah menerima pentransferan uang masuk dari pengirim rekening BNI 0309150718 atas nama ANDI SAHPUTRA periode tanggal 07/01/2022 s.d 09/03/2022 sebesar Rp67.943.000,- (enam puluh tujuh juta sembilan ratus empat puluh tiga ribu rupiah).

rekening BNI 0913999991 atas nama Ariana  Rukmana(KREDIT (K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 0913999991 atas nama Ariani Rukmana telah melakukan Setoran Tunai sebanyak 3 kali periode tanggal 20/01/2017 s.d 18/12/2024 sebesar Rp35.100.000,- (tiga puluh lima juta seratus ribu rupiah).

rekening BNI 8611161116 an. PT MASRI ZAYN UTAMA(Transaksi Setor dan Tarik Tunai)
• Transaksi SETOR TUNAI DI BANK sebanyak 5 kali dari periode tanggal 23/11/2017 s.d 10/07/2018 sebesar Rp1.500.000.000,- dan berdasarkan sistem perbankan di Bank BNI KC Medan nama penyetor adalah Sdr. MASRI.
• Transaksi penarikan uang sebanyak 11 kali dari periode tanggal 05/07/2018 s.d 17/04/2023 sebesar Rp1.778.000.000,- dengan cara penarikan tunai dilakukan menggunakan buku cek nomor TARIK CHQ CZ634876 sebesar Rp20.000.000,- TARIK CHQ CZ634878 sebesar Rp650.000.000,- TARIK CHQ CZ634879 sebesar Rp300.000.000,- TARIK CHQ CZ634880 sebesar Rp200.000.000,- TARIK CHQ CZ634881 sebesar Rp168.000.000,- TARIK CHQ CZ634885 sebesar Rp50.000.000,- TARIK CH QCZ634886 sebesar Rp30.000.000,- TARIK CH QCZ634889 sebesar Rp10.000.000,- TARIK CH QCZ634888 sebesar Rp25.000.000,- TARIK CH QCZ634890 sebesar Rp10.000.000,- TARIK CH QCZ634891 sebesar Rp15.000.000,- dan berdasarkan pengajuan nasabah rekening PT. MASRI ZAYN UTAMA yang berhak menandantangani cek perusahaan adalah MASRI selaku Direktur Perusahaan.

rekening BNI 1796566073 atas nama Andi Sahputra(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BNI 8611161116 atas nama PT MASRI ZAYN UTAMA telah menempatkan uang ke dalam rekening berupa SETORAN TUNAI periode tanggal 23/11/2017 s.d 10/07/2018, sebanyak 5 kali sebesar Rp1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah);
• Transaksi Kredit (L) rekening BNI 1796566073 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 22 kali periode tanggal 04/01/2024 s.d 25/09/2024 telah menerima pentransferan uang masuk dari pengirim BSI 7251182552 atas nama NURMALA sebesar Rp242.700.000,- (dua ratus empat puluh dua juta tujuh ratus ribu rupiah).

rekening BNI 1796566073 atas nama Andi Sahputra(DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BNI 8611161116 atas nama PT MASRI ZAYN UTAMA terdapat transaksi uang keluar berupa Tarikan Tunai sebanyak 12 kali periode tanggal 05/07/2018 s.d 17/04/2023 sebesar Rp1.778.000.000,- (satu miliar tujuh ratus tujuh puluh delapan juta rupiah).
• Transaksi Debet (D) rekening BNI 1796566073 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 34 kali periode tanggal 24/10/2023 s.d 06/05/2024 telah melakukan Tarikan Tunai sebesar Rp438.000.000,- (empat ratus tiga puluh delapan juta rupiah).


REKENING BRI No. 033101000774563 an. Masri(DEBET (D) DAN KREDIT (K)
• Transaksi Debet (D) rekening BRI No. 033101000774563 an. MASRI sebanyak 45 kali Periode 20 Januari 2022 s.d 20 Juli 2024 sebesar Rp.27.691.971,- dan
• Transaksi Kredit (K) rekening BRI No. 033101000774563 an. MASRI sebanyak 6 kali Periode 20 Januari 2022 s.d 20 Juli 2024 sebesar Rp.59.854,-.
• Transaksi penarikan tunai rekening BRI No. 033101000774563 an. MASRI terdapat 6 kali transaksi yang terjadi pada periode Juni 2022 dengan total Rp.15.000.000,-.


REKENING Bank BCA 8210336231 an. ARIANI RUKMANA (Istri Terdakwa) (KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 8210336231 atas nama ARIANI RUKMANA, periode 13/04/2015 sebesar Rp190.000.000,- dari pengirim atas nama ANDI SAHPUTRA.

REKENING Bank BCA 8210336231 an. ARIANI RUKMANA (DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8210336231 atas nama ARIANI RUKMANA, periode 16/04/2015 sebanyak 2 kali sebesar Rp570.000.000,- ke BCA 3403393394 atas nama ROBIN SANTANA.
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8210336231 atas nama ARIANI RUKMANA, periode 10/06/2023 s.d 18/06/2023 sebanyak 2 kali sebesar Rp70.000.000,- ke rekening BCA 8210555316 atas nama ISKANDAR.
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8210336231 atas nama ARIANI RUKMANA, periode 02/12/2014 s.d 21/04/2017 sebanyak 5 kali sebesar Rp.604.200.000,- dengan transaksi “Setoran Tunai TNP Buku.
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8210336231 atas nama ARIANI RUKMANA, periode 26/11/2018 sebanyak 1 kali, Tarikan Pemindahan Tahapan Dengan Buku sebesar Rp215.000.000.

Bahwa terdakwa juga menerima dan mentransfer uang dari akun rekening pihak lain atau pelaku narkotika yang kuasai atau dikendalikan oleh Sdr. FAKHRI alias HERI alias PANJANG  (DPO) diantaranya :
REKENING Bank BCA 8070731810 an. MUSLEM(DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8070731810 atas nama MUSLEM sebanyak 4 kali periode 18/08/2024 s.d 31/08/2024sebesar Rp. 94.000.000,- ke rekening BCA 7780025128 atas nama NURUL FADILAH.

REKENING Bank BCA 8070731810 an. MUSLEM(KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekeningBCA 8070731810 atas nama MUSLEM sebanyak 4 kali periode 21/01/2024 s/d 21/11/2024 sebesar Rp550.000.000,- dari BCA 8460279870 atas nama HAMRIANI HJ.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 8070731810 atas nama MUSLEM sebanyak 1x tanggal 01/02/2024 sebesar Rp. 150,000,000,-dari pengirim rekening BRI 362901000833507 atas nama HAMRIANI.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 8070731810 atas nama MUSLEM sebanyak 2x periode 21/03/2024 s/d 22/03/2024 sebesar Rp50.000.000,- dari pengirim BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA.

REKENING BCA No. 0431073110 an. TEGUH REZALDI  (KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 0431073110 atas nama TEGUH REZALDI uang sebanyak 5 kali periode 22/08/2023 s.d 15/09/2023 sebanyak Rp400.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460279870 atas nama HAMRIANI.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 0431073110 atas nama TEGUH REZALDI uang periode tanggal 19/09/2016 sebanyak Rp300.000.000,- menerima penempatan berupa SETORAN TUNAI DENGAN BERITA dari pengirim atas nama RUSDI THAMRIN.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 0431073110 atas nama TEGUH REZALDI uang sebanyak 4 kali periode tanggal 01/09/2016 s.d 13/09/2016 sebesar Rp165.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN.


rekening BCA No. 8550225884 an. SRI WAHYUNI (KREDIT/K)
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 8550225884 atas nama SRI WAHYUNI sebanyak 3 kali periode tanggal 11/04/2017 s.d 25/09/2017 sebesar Rp140.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN.

rekeningBCA 8906143912 an. IDRIS (DEBET /D)
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8906143912 atas nama IDRIS sebanyak 7 kali periode tanggal 06/05/2024 s.d 22/10/2024 sebesar Rp.170.500.000,- ke rekening BCA 7780025128 atas nama NURUL FADILAH.
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8906143912 atas nama IDRIS sebanyak 7 kali periode 27/04/2024 s.d 11/07/2024 sebesar Rp202.000.000,- ke rekening BCA 8430753798 atas nama NURUL FADILAH (Pacar terdakwa).
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8906143912 atas nama IDRIS sebanyak 12 kali periode tanggal 08/04/2024 s.d 07/08/2024 sebesar Rp615.000.000,- ke rekening BCA 8070731810 atas nama MUSLEM.

rekeningBCA 8445457708 an. IDRIS (DEBET/D)
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 8445457708 atas nama IDRIS sebanyak 1 kali periode tanggal 04/03/2024 sebesar Rp15.000.000,- ke rekening BCA 7780025128 atas nama NURUL FADILAH (Pacar terdakwa).

Bahwa selain itu terdakwa juga menerima dan mentransfer uang dari pelaku narkotika dengan menggunakan akun rekening yang dikendalikan terdakwa (Putusan Pengadilan) diantaranya :
• REKENING Bank BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN KREDIT (K) (Putusan pengadilan negeri makassar nomor : 64/pid.sus/2017/pn.mksr) yaitu :
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 4 kali periode tanggal 28/11/2016 s.d 19/06/2017 sebesar Rp190.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 0431073110 atas nama TEGUH REZALDI sebanyak 4 kali periode tanggal 01/09/2016 s.d 13/09/2016 sebesar Rp165.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN.
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 8550225884 atas nama SRI WAHYUNI sebanyak 3 kali periode tanggal 11/04/2017 s.d 25/09/2017 sebesar Rp140.000.000,- dari pengirim rekening BCA 8460114731 atas nama RUSDI THAMRIN.

• REKENING Bank BCA No. 8461002102 an. TAHANG bin LATIF (KREDIT) (Putusan Mahkamah Agung No. 271 K/Pid.Sus/2020 tanggal 17 Maret 2020) yaitu :
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 3262045550 atas nama MASRI pada periode tanggal 29/06/2015 s.d 05/10/2015 sebanyak 14 kali sebesar Rp570.000.000,-dari BCA 8461002102 atas nama TAHANG bin LATIF.

• REKENING Bank BCA BCA 4050318694 an. IRWANTO (DEBET (D) (Putusan PN MAKASSAR Nomor 501/Pid.Sus/2019/PN Mks) yaitu :
• Transaksi Kredit (K) rekening  BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 6 kali periode tanggal 15/05/2017 s.d 11/10/2017 sebesar Rp2.080.000.000,- dari pengirim rekening BCA 4050318694 atas nama IRWANTO.
• Transaksi Kredit (K) rekening  BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 7 kaliperiode tanggal 19/06/2017 s.d 22/02/2018 sebesar Rp1.085.000.000,- dari pengirim rekening BCA 4050318694 atas nama IRWANTO.

• REKENING Bank BCA 7875068181 an. I LUKMANUL HAKIM (DEBET (D) – (PUTUSAN PN BIREUN Nomor 1/P-TPPU/2021 atas nama Terdakwa LUKMANUL HAKIM)yaitu :
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA sebanyak 2 kali periode tanggal 23/05/2016 dan 25/05/2016 sebesar Rp474.000.000,- ke rekening BCA 7875068181 atas nama LUKMANUL HAKIM.

• REKENING Bank BCA 2902943383 atas nama VERAWATY (KREDIT(K) (Dikuasai an. Terdakwa WEMPI WIJAYA)  – (Putusan Mahkamah Agung Nomor : 7816 K/Pid.Sus/2024 tanggal 13 November 2024) yaitu :
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA, periode tanggal 08/09/2017 dan 11/09/2017 sebesar Rp300.000.000,- dari pengirim BCA 2902943383 atas nama VERAWATY (rekening yang dikuasai atas nama Terdakwa WEMPI WIJAYA).
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA, periode tanggal 10/10/2017 s.d 31/10/2017 sebanyak 7 kali sebesar Rp465.000.000,- dari pengirim BCA 2900215854  atas nama VERAWATY (rekening yang dikuasai atas nama Terdakwa WEMPI WIJAYA).
• Transaksi Kredit (K) rekening BCA 2960322340 atas nama ANDI SAHPUTRA, periode tanggal 10/10/2017 s.d 23/02/2018 sebanyak 12 kali sebesar Rp1.520.000.000,- dari pengirim BCA 3653233333 atas nama WEMPI WIJAYA(rekening yang dikuasai napi narkotika atas nama WEMPI WIJAYA).

• REKENING  BCA  0342063711 an. Terdakwa TJEUW ANTON(Putusan PN PEKANBARU No :258/Pid.Sus/2014/PN.Pbr tanggal 09 Juni 2014)yaitu :
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 3262045550 atas nama MASRI telah melakukan pentransferan sebanyak 3 kali Periode tanggal 04/07/2013 s.d 09/07/2013 sebesar Rp630.000.000,- ke rekening BCA  0342063711 atas nama TJEUW ANTON.

• REKENING Bank BCA No. 8000463842 an. Terdakwa  drh. MUZAKKIR (DEBET/D) (Putusan Pengadilan Negeri Medan No : 06/Pid.Sus/2016/PN.Mdn tanggal 23 Mei 2016) yaitu :
• Transaksi Debet (D) rekening BCA 3262045550 atas nama MASRI, Periode tanggal 17/03/2013 s.d 27/02/2014 sebanyak 28 kali sebesarRp1.680.010.000,- ke rekening pihak lain BCA 8000463842 atas nama drh. MUZAKKIR.

Bahwa barang bukti yang telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang yang dilakukan terdakwa yaitu :
• Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 639/PenPid.B-SITA/2025/PN Jkt.Tim, Penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti yang ada kaitannya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari Tindak Pidana Narkotika berupa :
• Fotocopy identitas pemesan 1 (satu) unit Apartemen di Podomoro City Deli Medan, Blok : Lexington, Tower : Lex, Lantai : 16, Unit : DF berupa KTP, NPWP, Kartu Keluarga, Akta Nikah, Akta Kelahiran, atas nama ARIANI RUKMANA (istri) dan MASRI (suami).
• Fotocopy laporan ke PPATK atas pembelian properti 1 (satu) unit Apartemen di Podomoro City Deli Medan, Blok : Lexington, Tower : Lex, Lantai : 16, Unit : DF. Nomor Laporan Transaksi : TREM 130000862 001921 130117, tanggal pelaporan 13 Januari 2017 berikut Resi Pengiriman tangal 20 Januari 2017.
• Fotocopy 1 (satu) set Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Satuan Rumah Susun Di Podomoro City Deli-Medan, nomor : 00001492 yang dibuat tanggal 09 Agustus 2017 beserta seluruh lampiran (1,2,3,4 dan 5).
• Fotocopy tanda terima Dokumen Asli Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) beserta seluruh lampiran (1,2,3,4 dan 5), tanggal 11 Oktober 2017 yang diterima oleh ARIANI RUKMANA.
• Fotocopy dokumen Rincian Pembayaran Harga Unit LEX/16/DF atas nama ARIANI RUKMANA.
• Fotocopy Berita Acara Serah Terima Lanjutan (“BAST LANJUTAN”) Di Podomoro City Deli Medan No. 1350/CS/EA/XII/22 tangal 15 Desember 2022.

• Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Lhokseumawe Nomor : 85/PenPid.B-SITA/2025/PN Lsm. Penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti yang ada kaitannya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari Tindak Pidana Narkotika berupa :
• Foto Copy Mutasi Rekening Tahapan BCA a.n FAUZAN HANIF No. Rekening 2960315084 periode Agustus s/d September 2017.
• Foto Copy tangkapan layar percakapan Whatsapp antara Fauzan Hanif dengan Masri terkait pembelian lahan kebun sawit.

• Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 1078/PenPid.B SITA/2025/PN Jkt. Tim. Penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti yang ada kaitannya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari Tindak Pidana Narkotika berupa :
• 3 (tiga) lembar Salinan Rekening Koran Bank Mandiri Syariah atas nama nasabah Yayasan Rahmania Fortuna dengan nomor rekening 7037647971-Giro BSM periode September s.d. November 2018;
• 4 (empat) lembar Salinan Rekening Koran BNI Syariah atas nama nasabah Yayasan Rahmania Fortuna dengan nomor rekening 0604195539-BNI Giro Ib Prsh Wad.IDR periode 01/09/2018 s.d. 31/12/2018;
• 2 (dua) lembar Salinan Rekening Koran Bank Mandiri atas nama nasabah Yayasan Rahmania Fortuna dengan nomor rekening 1220006018991-Giro Rupiah IDR Cor periode 1/09/18 s.d. 31/12/18;
• 1 (satu) bundel Salinan Dokumen Bukti Pembelian Lahan Kebun Sawit oleh Abdul Rahman Abbas yang bertindak untuk dan atas nama Yayasan Rahmania Fortuna yang terletak di Bukit Agung, Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara.

Bahwa maksud dan tujuan terdakwa menggunakan rekening dari kurun wakktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2024 untuk melakukan transaksi menerima dan menampung uang hasil penjualan dan pembelian narkotika baik dari para pelaku tindak pidana narkotika dengan menggunakan nama terdakwa dan nama orang lain adalah untuk membeli beberapa asset benda tidak bergerak, Adapun asset-asset tersebut berupa :

• Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Lhokseumawe Nomor : 150/PenPid.B SITA/2025/PN Lsk. Penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti yang ada kaitannya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari Tindak Pidana Narkotika berupa :
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 91/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 10.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 92/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 27.352 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 93/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 22.639 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 94/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 33.517 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 95/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 45.743 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 96/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 23.400 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 97/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 40.500 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 98/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 22.500 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 99/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 19.800 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 100/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 11.550 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 101/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 17.675 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 102/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 5.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 103/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 8.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 104/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 10.535 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 105/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 17.775 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 106/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 18.922 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 107/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 10.958,50 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 108/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 10.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 109/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 22.687,50 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 110/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 25.500 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 111/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 24.337,50 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 112/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 25.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 113/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 21.627,50 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 114/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 15.767 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 115/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 12.735 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 116/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 28.800 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 117/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 15.985 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 118/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 18.306 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 119/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 32.702 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 120/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 14.960 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 121/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 20.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 122/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 10.062 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 123/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 20.700 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 124/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 20.000 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 125/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 17.887,50 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 126/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 41.760 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 127/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 40.945 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 128/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 35.856 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 129/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 44.660 m2;
• Sebidang tanah lahan kebun sawit sesuai Akta Jual Beli/Nomor: 130/SPK/2018 di Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kec. Simpang Keuramat, Kab. Aceh Utara, seluas 24.000 m2.

• Aset tidak bergerak lainnya :
• Periode tahun 2015 membeli rumah di Komplek Perumahan Palm Beach Blok A No. 20 dengan luas tanah 102M2 dengan alas hak SHM atas nama MASRI.
• Periode tahun 2016 membeli satu unit Apartemen Podomoro City Deli Medan, Blok Lexington, Tower  Lex, Lantai : 16, Unit : DF dengan alas hak Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) masih atas nama PT. SINAR MENARA DELI dan Perikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) atas nama ARIANI RUKMANA.
• Periode tahun 2018 membeli rumah di Komplek Bukit Indah Sukajadi Jl. Cemara Mas No. 10 dengan luas tanah 523M2 seharga Rp1.300.000.000,- alas hak atas nama ARIANI RUKMANA.
• Periode tahun 2017 membeli satu unit Ruko King Business Centre Blok B1-05 dengan luas tanah 72 M2 dengan alas hak Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama ARIANI RUKMANA.
• Periode tahun 2017 membeli sebidang lahan kebun sawit terletak di Jalan Dusun Jambu, Desa Gampong Kilometer VIII, Kec Simpang Keuramat, Kab Aceh Utara seluas  324.624 m2 dengan alas hak Akta Jual Beli Nomor : 956/SPK/2017 tanggal 09 Agustus 2017 atas nama MASRI.
• Periode tahun 2018 membeli sebidang lahan kebun sawit yang berada Jalan/Dusun Bukit Agung, Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara dengan alas hak Akta Jual Beli No. 91/SPK/2018 s.d Akta Jual Beli No. 130/SPK/2018 (sebanyak 40 AJB) atas nama MASRI.
• Periode tahun 2018 membeli sebidang lahan kebun sawit yang berada di Jalan Dusun Bukit Agung, Desa Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara dengan alas hak Akta Jual Beli No. 132/SPK/2018 dan Akta Jual Beli No. 133/SPK/2018 atas nama MASRI seluas 46.446,5 m2 .
• Periode tahun 2018 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik No. 00872 atas nama MASRI dan alas Hak Milik No. 00876  atas nama  MASRI seluas 1615 m?2; .
• Periode tahun 2021 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Jurong Ara, Kecamatan Jangka Buya, Kab. Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik No. 00914 atas nama MASRI.
• Periode tahun 2021 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik No. 00865  atas nama  MASRI seluas 1383M2 .
• Periode tahun 2021 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Mesjid Ulim Baroh, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik No. 1018  atas nama  MASRI.
• Periode tahun 2021 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Gampong Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik No. 622  atas nama  MASRI.
• Periode tahun 2024 membeli sebidang tanah yang berada di Kelurahan Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya sesuai alas Hak Milik  No. 00980 atas nama  MASRI.

• Aset/harta kekayaan bergerak yaitu :
• Periode tahun 2017 membeli mobil BMW nopol BK-171-ZYN atas nama ANEKE FITRI.
• Periode tahun 2019 membeli mobil Toyota Alphard Velfire nopol BP-1265-VO atas nama LINA.
• Periode tahun 2024 membeli mobil Toyota Fortuner 2.8 GR 4×2 AT nopol BK-74-RA atas nama HASRIAH.
• Periode tahun 2020 membeli mobil innova venturer nopol BK-618-RAN atas nama SUSMIATI, namun mobil tersebut sudah diserahkan kepada orang bernama SIMON karena Tersangka punya hutang dengannya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 137 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Redaksi@www.rasio.co //

Jaksa Hadirkan 5 Saksi Ungkap Pembunuhan Bripda  Natanael Simanungkalit

0

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) dalam sidang lanjutan menghadirkan 5 saksi polisi aktif dalam kasus dugaan pembunuhan Bripda Natanael Simanungkalit di PN Batam.

Kelima saksi,  Abi, Gorthan, Muhammad Gunther, Timotenase dan Rahma Setiawan. Pemeriksaan kelima saksi dilakukan satu persatu dan pimpin majelis hakim ketua Monalisa didampingi dua hakim anggota. Kamis(13/08).
Dalam pemeriksaan saksi pertama, Abi, pihak jaksa mencerca dengan pertanyaan pokok manggali kenapa dan bagaimana tewasnya Bripda Natanael usai membersihkan Rumah Dinas(Rumdin) Danton korban.

“Kami berdua membersihkan rumah danton atas printah terdakwa Arawna dan saya mengantikan jonathan yang mendapat tugas bersihkan gudang,” ujar saksi.

Berapa lama saudara membersihkan rumdin danton tersebut?

Lebih kurang 15 menit, menyapu, cuci baju dll, lalu berlanjut kembali rusun lantai dua.
Apakah saudara melihat korban dihukum sikap tobat oleh terdakwa?

Saya melihat lebih kurang 10 menit melalui jendela, namun kembali tidur,” ujarnya.

Majelis hakim sempat memperingatkan saksi agar tidak berbohong karena sudah disumpah dan jika memberikan keterangan palsu ancaman hukuman 7 tahun. Karena diduga dipersidangan saksi memberikan kesaksian berbelit-berbelit.

“Ini sudah memakan korban lho, apa kamu ada yang intervensi atau di intimidasi bersaksi dipersidangan? Dan ancaman hukuman 7 tahun jika memberi keterangan palsu?,” kata hakim.

“Siap tidak ada yang mulia,” ujar saksi.

Selain itu dipersidangan juga jaksa memperlihatkan baju korban, yang dipakai terakhir, apakah benar itu karena keluarga korban ketika bersaksi tidak yakin baju tersebut milik anaknya melainkan milik orang lain.

“Keluarha korban ketika bersaksi bahwa baju ini bukan baju Natanael, saksi menjawab iya itu baju korban.

Sementara itu, Saksi Muhammad Gunther Rizky Ananda Pastika sebagai Pawas Baja( Perwira Pengawas Bintara Remaja) menyampaikan) tidak ada memerintahkan Arwna untuk melakukan sikap Tobat.

“Saya memanggil terdakwa karena selalu tidak menghiraukan printah atasan serta tidak merepon ketika dihubungi,”

“Selain itu juga saya mendapat laporan terdakwa Arwna sebagai Bamin bermain judi online dan saya sudah ingatkan juga,” kata Gunther yang mulai bertugas pawas baja Januari 2026.

Namun, Sebagai pawas baja, saksi tidak mengetahui adanya peristiwa pengganiayaan yang menyebabkan tewasnya Bripda Natanael Simanungkalit dan baru menghetahui saat di telpon terdakwa Arwna dari rumah sakit Bhayangkara.

“Terdakwa menelpon saya pukul 00.50 wib, izin komandan mohon berkenan datang kerumah sakit, kenapa? Izin komandan satu baja tiba-tiba meninggal?,” ujarnya dipersidangan.

Lanjutny, Kok kamu tiba-tiba bawa kerumah sakit tanpa beritahu komandan tetapi tadi buru-buru komandan, siapa yang meninggal?, Natanael dan kata terdakwa sesak nafas lalu di bawa kerumah sakit.

Kemudian JPU bertanya, Jam berapa saudara sampai sirumah sakit dan siapa saja?

Saya bersama Nasrul keruang isolasi dan melihat kondisi Korban Bripda Natanael dibagaian dada sebelah kiri membiru lalu saya selimuti lagi tubuh korban.

Selanjutnya, saya bertemu dr diruang UGD  berdua bahwa mengatakan korban sudah meninggal sebelum sampai kerumah sakit dan dibawa dari kamar 303 rusun.

Lalu saya menghubung Direktur dan menyampaikan” izin komamdan satu baja gugur dikarenakan dipukul oleh saudara Arwna”

Ketika Dirsamapta datang, dir bersama terdakwa , saya tidak ikut lagi melihat korban diruang isolasi dan setelah itu Dirsamapta ketemu saya lagi dan memerintahkan saya untuk menghubungi keluarga.

“Saya kesulitan menghubungi keluarga dan tidak tahu lagi,  dan saya sampai sekira pukul 4 dinihari berada dirumah sakit bhayangkara,” kata saksi.

Salah seorang sanksi juga mengungkapkan, ketika korban sudah dalam kondisi sekarat terdakwa mengajak mereka untuk membawa kerumah sakit bhayangkara mengunakan mobil avanza

Namun, belum sampai kerumah sakit bhayangkara minyak mobil habis dan diberi uang 100 ribu tuk beli bensin dan dilanjutkan kembali membawa korban kerumah sakit bhayangkara oleh terdakwa.
“Sempat mobil kehabisan nensin dijalan, lalu terdakwa beri 100 ribu tuk beli bensin.

Hal berbeda keterangan sedikit saksi Timotie, dugaan adanya perencanaan pembunuhan bermula dari penyiksaan terhadap bintara dipersidangan.

“Saya beberapa kali mengigatkan terdakwa agar jangan menyiksa bintara, dan terdakwa sering tidak menjalankan tugas serta mangkir,” ujar saksi.

Majelis Hakim Monalisa usah memeriksa para saksi kembali menegaskan akan kembali memanggil saksi untuk diperiksa kembali dipersidangan, dimana ada saksi berbelit-belit dalam memberikan kesaksian.

“Pak Jaksa nanti saya panggil lagi saksi y” ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan lagi dengan kembali menhhadirkan saksi berikutnya yang akan dihadirkan jaksa.

Terdakwa Arawna Sihombing, Guntur Sakti Pamungkas, Asrul Prasetia dan Muhammad Alfarizi( empat terdakwa pasal sama).

pasal 458 ayat(1) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan biasa dgn ancaman hukuman paling lama 15 Tahun.

Atau kedua, Pasal 468 ayat (2) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian  dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun.

Atau ketiga, Pasal 466 ayat (3) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP. Penganiayaan ringan hingga berat, ayat(1) penganiayaan biasa 2 tahun, 6 Bulan, ayat(2) mengakibatkan luka berat paling lama 5 tahun. ayat(3)  mengakibatkan kematian pidana penjara paling lama 7 Tahun.

Sebelumnya, Kasus dugaan pembunuhan Bripda Natanael Simanungkalit  masuk tahap pemeriksaan saksi dipersidangan PN Batam. Kamis(06/08).

Dipersidangamln Ayah korban, Roy Simanungkalit, membeberkan dugaan pemerasan yang dialami putranya sebelum meninggal dunia, sekaligus mengungkap informasi yang diterimanya mengenai rangkaian kekerasan pada malam nahas tersebut.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Monalisa, Roy menceritakan, dirinya menerima telepon sekitar pukul 04.00 WIB pada 14 April 2026 dari seorang anggota kepolisian yang memintanya segera datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Setibanya di rumah sakit, ia mendapat kabar bahwa putranya telah meninggal dunia.

Merasa ada kejanggalan, Roy mengaku langsung meminta autopsi dilakukan. “Saya minta dilakukan autopsi karena saya tidak yakin pelakunya hanya satu,” ujar Roy di persidangan.

Menurut Roy, hasil autopsi menunjukkan adanya patah tulang dada serta cedera pada bagian punggung korban.

Dalam kesaksiannya, Roy juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu sebelum meninggal, Natanael sempat menghubungi ibunya dan mengaku kerap dimintai uang oleh seniornya.

Uang tersebut, menurut pengakuan korban kepada keluarga, digunakan untuk bermain judi online.

“Uang saya habis diperas Arawna untuk judi online. Saya cek rekeningnya, memang ada transfer ke rekening itu,” kata Roy.

Roy mengatakan dirinya kemudian memeriksa rekening bank milik putranya dan menemukan adanya transaksi sekitar Rp2 juta ke rekening yang disebut milik terdakwa Arawna Sihombing.

Ia menduga permintaan uang itu terjadi lebih dari satu kali.
Saat dimintai tanggapan oleh majelis hakim, Arawna mengakui pernah menerima transfer uang dari korban.
Hakim:

“Menurutmu benar itu ada?”
Arawna: “Iya benar, cuma satu kali.”

Roy juga mengaku sempat kembali menanyakan persoalan tersebut kepada Natanael dalam percakapan terakhir mereka. Korban disebut menyampaikan bahwa permintaan uang dari senior telah terjadi berulang kali.

Pada malam sebelum kejadian, Roy mencoba menghubungi putranya. Namun teleponnya tidak diangkat. Beberapa jam kemudian, keluarga menerima kabar bahwa Natanael telah meninggal dunia.

Selain itu, Roy menyampaikan informasi yang diperolehnya dari sejumlah rekan korban mengenai dugaan peristiwa yang terjadi di Rusunawa Polda Kepri. Ia menegaskan seluruh cerita tersebut bukan berdasarkan apa yang dilihatnya sendiri, melainkan informasi yang disampaikan oleh anggota lain.

Menurut Roy, ia mendapat informasi bahwa sebelum kejadian, terdakwa Arawna sempat diperingatkan agar tidak melampiaskan kemarahan kepada junior setelah menerima tindakan disiplin dari atasannya.

Ia juga memperoleh informasi bahwa mata korban sempat ditutup menggunakan kaus sebelum mengalami serangkaian pemukulan dan tendangan. Bahkan, korban disebut masih mendapat kekerasan meski tubuhnya telah kejang-kejang.
Roy turut mempertanyakan dugaan pergantian celana yang dikenakan putranya saat berada di rumah sakit.

Menurutnya, informasi tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya bagi keluarga.

Perkara ini bermula dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang menyebut Arawna Sihombing bersama tiga anggota lainnya diduga melakukan penganiayaan terhadap Bripda Natanael di kamar 303 Rusunawa Polda Kepri pada 13 April 2026 sekitar pukul 23.45 WIB.

Jaksa mendalilkan, kekerasan bermula setelah Arawna menerima tindakan disiplin dari atasannya. Kemarahan itu diduga kemudian dilampiaskan kepada korban melalui serangkaian tindakan fisik, mulai dari memerintahkan korban melakukan sikap tobat, menyuruh anggota lain memukul korban, hingga ikut melakukan pemukulan dan tendangan ke bagian dada serta perut korban.

Berdasarkan hasil visum dan autopsi, korban mengalami memar di sejumlah bagian tubuh, patah tulang belakang ruas dada pertama, perdarahan akibat kekerasan benda tumpul, serta gangguan jantung akut yang berujung pada mati lemas. Bripda Natanael dinyatakan meninggal dunia pada 14 April 2026 pukul 00.27 WIB.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Seluruh keterangan yang terungkap di persidangan, baik dari saksi maupun terdakwa, masih menjadi bagian dari proses pembuktian yang akan dipertimbangkan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

redaksi@www.rasio.co //

JPU Nilai Esepsi PH Tiga Terdakwa  Keliru

0

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) menilai dalam jawaban esepsi untuk ketiga terdakwa, Guntur Pamungkas Sakti, Asrul Prasetia dan Muhammad Alfarizi , bukanlah
Obscuur libel atau dakwaan kabur atau tidak jelas, dan meminta majelis hakim melanjutkan pemeriksaan perkara.

Menurut JPU,  Apa yanh di sampaikan PH terdakwa terhadap dakwaan jaksa kabur tidaklah benar, bahkan esepsi ketiga terdakwa sudah masuk ke pokok perkara.
Obscuur libel adalah istilah hukum yang merujuk pada surat gugatan atau dakwaan yang kabur, tidak jelas, atau isinya gelap (onduidelijk

“Dakwaan kami audah sssuai BAP Penyidik tanpa ada niat buruk dan menurut kami esepsi sudah masuk pokok perkara,” ujar JPU diruamg sidang Prof. Soebakti PN Batam. Selasa(13/08).

Untuk putusan sela ketua majelis hakim Monalisa didampngi dua hakim anggota ditunda dua pekan kedepan karena bersimpena HUT RI dan HUT Mahkamah Agung.

Sebelumnya, Penasihat hukum keluarga almarhum Bripda Natanael menanggapi keras eksepsi dan narasi pembelaan tim penasihat hukum terdakwa GSP, AP, dan MA yang menyebut ketiga kliennya sebagai “korban situasi”, berada di bawah tekanan senior, serta mengaitkannya dengan kondisi overmacht atau daya paksa.

Pihak keluarga menegaskan, hak terdakwa mendapatkan pembelaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses peradilan yang adil. Demikian pula hak penasihat hukum untuk menguji surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum melalui eksepsi harus dihormati.

Namun hak membela jangan berubah menjadi hak untuk membangun pembenaran sebelum fakta diuji.

Yang tidak boleh dilupakan adalah satu kenyataan paling mendasar dalam perkara ini: Bripda Natanael meninggal dunia.

Karena itu, keluarga mempertanyakan keras narasi yang seolah-olah hendak menggeser pusat perkara dari kematian Bripda Natanael menjadi penderitaan tiga orang yang saat ini duduk sebagai terdakwa.

“Silakan bela klien saudara sekuat-kuatnya. Itu hak dan tugas penasihat hukum. Tetapi jangan ubah yang salah menjadi benar, dan jangan pula yang benar dibuat seolah-olah salah. Katakan benar kalau memang benar dan katakan salah kalau memang salah. Pembelaan jangan berubah menjadi pembenaran,”ujar Sudirman Situmeang.SH., disela sosialisasi Batam,Sabtu (8/8).

Kata dia, Eksepsi Jangan Dijadikan Jalan Pintas Mengadili Pokok Perkara

Pihak keluarga menilai, ketika eksepsi sudah berbicara panjang mengenai tidak adanya niat, kondisi psikologis terdakwa, tekanan senior, hasil rekonstruksi, posisi masing-masing terdakwa hingga overmacht, maka muncul pertanyaan serius:

Apakah yang sedang dipersoalkan benar-benar kecacatan surat dakwaan, atau justru fakta pokok perkara yang semestinya dibuktikan dalam pemeriksaan persidangan?

Kalau persoalannya adalah apakah terdakwa mempunyai niat atau tidak, uji dalam pembuktian.

Kalau persoalannya apakah terdakwa berada di bawah tekanan, buktikan dalam persidangan.

Kalau persoalannya apakah hasil rekonstruksi menunjukkan seseorang melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan, uji rekonstruksi tersebut.

Kalau persoalannya siapa yang paling dominan, siapa yang memberikan perintah, siapa yang mengikuti, dan siapa yang mencoba mencegah, hadirkan seluruh fakta di hadapan majelis hakim.

Jangan sampai eksepsi justru menjadi semacam “persidangan pendahuluan” untuk meminta hakim menerima kesimpulan pembela sebelum saksi dan alat bukti diperiksa secara utuh.

“Jangan gunakan pintu eksepsi untuk meminta kesimpulan terhadap perkara yang pembuktiannya bahkan belum selesai. Kalau yang diperdebatkan sudah menyangkut siapa melakukan apa, siapa mempunyai niat, siapa terpaksa dan siapa berkontribusi terhadap akibat yang terjadi, bukalah semuanya di meja pembuktian.”

Disebut “Korban Situasi”? Korban yang Kehilangan Nyawa Jangan Digeser

Keluarga secara khusus menyoroti penggunaan istilah “korban situasi” terhadap GSP, AP, dan MA.

Pihak keluarga mempertanyakan dasar untuk memberi label tersebut sebelum seluruh bukti diperiksa dan hakim memberikan penilaian.

“Atas dasar apa mereka sudah disebut korban situasi? Siapa yang telah memutuskan bahwa mereka korban? Apakah hakim sudah memutus? Belum. Itu masih klaim pembelaan.”

Keluarga mengingatkan jangan sampai bahasa pembelaan perlahan menggeser posisi Bripda Natanael dari pusat perkara.

Natanael adalah orang yang kehilangan nyawa.

Natanael tidak lagi dapat berdiri di ruang sidang.

Natanael tidak dapat memberikan versinya sendiri.

Natanael tidak dapat menjawab pernyataan siapa pun.

Karena itu, bukti, saksi, rekonstruksi dan fakta persidanganlah yang harus berbicara untuk dirinya.

“Jangan sampai orang yang sudah meninggal justru menjadi catatan kaki dalam perkara kematiannya sendiri, sementara terdakwa lebih dahulu dibangun sebagai korban melalui narasi di luar pembuktian.”

Junior Bukan Kartu Bebas Tanggung Jawab

Tim pembela menyampaikan bahwa ketiga terdakwa merupakan bintara remaja, baru sekitar tiga bulan berdinas, berbeda dua letting dengan terdakwa AS, dan masih kuat berada dalam budaya kepatuhan terhadap senior.

Pihak keluarga menilai dalil tersebut wajib diuji secara sangat ketat.

Menjadi junior bukan berarti kehilangan akal sehat.

Menjadi junior bukan berarti kehilangan kemampuan membedakan benar dan salah.

Dan menjadi bawahan tidak dengan sendirinya berarti setiap tindakan senior wajib diikuti tanpa batas.

Apalagi mereka merupakan anggota institusi penegak hukum yang telah mendapatkan pendidikan, pembentukan disiplin dan pemahaman mengenai aturan.

Karena itu, apabila pembelaan mendalilkan bahwa ketiga terdakwa benar-benar tidak mempunyai pilihan karena takut kepada senior, keluarga meminta dalil tersebut dibuktikan secara konkret.

Siapa yang mengancam?

Apa bentuk ancamannya?

Kapan ancaman diberikan?

Apa konsekuensi nyata apabila mereka menolak?

Apakah ancaman itu sedemikian kuat sehingga tidak mungkin dihindari?

Apakah benar tidak ada sedikit pun kesempatan meminta pertolongan?

Apakah tidak ada kesempatan memanggil anggota lain atau atasan?

Apakah tidak ada kesempatan menjauhkan korban dari keadaan berbahaya?

Dan ketika tekanan yang disebut-sebut itu sudah berakhir, apa yang mereka lakukan untuk menyelamatkan Natanael?

Inilah pertanyaan yang harus dijawab dengan bukti.

Bukan dengan slogan “junior”.

Bukan cukup dengan perbedaan letting.

Bukan hanya dengan kalimat “baru tiga bulan berdinas”.

Kalau Overmacht, Buktikan — Jangan Sekadar Ucapkan

Penasihat hukum keluarga menegaskan bahwa overmacht merupakan konsep hukum, bukan kata ajaib yang otomatis menghapus pertanggungjawaban seseorang hanya karena dirinya merasa berada di bawah tekanan.

“Kalau mengatakan overmacht, jangan hanya mengucapkan istilah hukumnya. Buktikan faktanya.” ujarnya.

Apakah benar tekanan tersebut sedemikian berat sehingga para terdakwa sama sekali tidak dapat berbuat lain?

Apakah benar tidak tersedia pilihan yang masuk akal?

Apakah benar keselamatan mereka sendiri berada dalam ancaman nyata apabila menolak?

Semua itu harus diuji oleh majelis hakim.

Jika dalil daya paksa hanya dibangun atas dasar senioritas tanpa dapat menjelaskan bentuk ancaman yang nyata dan tidak dapat dihindari, maka keluarga menilai argumentasi tersebut patut dipertanyakan secara serius.

Sebab apabila setiap junior dapat begitu saja mengatakan, “saya takut senior,” lalu semua perbuatannya otomatis terhapus, maka akan tercipta preseden berbahaya dalam setiap institusi yang memiliki struktur hierarki.

Hukum tidak boleh sesederhana itu.

Pertanyaan Besarnya: Mengapa Natanael Tidak Diselamatkan?

Di tengah panjangnya argumentasi mengenai tekanan psikologis, junioritas dan kepatuhan kepada senior, keluarga justru meminta satu pertanyaan sederhana jangan ditenggelamkan:

Mengapa Bripda Natanael tidak diselamatkan?

Jika ketiga terdakwa benar-benar tidak mempunyai niat menyakiti korban, apa tindakan mereka untuk mencegah kekerasan?

Jika mereka tidak setuju dengan tindakan senior, bagaimana bentuk penolakan mereka?

Jika mereka takut melawan secara langsung, apakah mereka mencari bantuan?

Jika mereka menyadari keadaan korban memburuk, siapa yang mengambil tindakan penyelamatan?

Jika mereka disebut sama-sama korban, apa yang mereka lakukan untuk menyelamatkan orang yang akhirnya kehilangan nyawa?

“Jangan sibuk menjelaskan mengapa terdakwa takut kepada senior sampai lupa menjelaskan apa yang mereka lakukan ketika Natanael membutuhkan pertolongan.”

Pertanyaan itu, menurut keluarga, jauh lebih penting dibandingkan perang istilah yang dibangun di ruang publik.

Silakan Bela Klien, Tetapi Advokat Juga Penegak Hukum

Pihak keluarga menegaskan tidak pernah mempersoalkan profesi advokat dalam membela terdakwa.

Justru karena advokat merupakan bagian dari penegakan hukum, keluarga berharap pembelaan dilaksanakan secara profesional, jujur dan bertanggung jawab.

“Kami memahami penasihat hukum wajib memperjuangkan kepentingan kliennya. Tetapi advokat bukan sekadar corong pembenaran. Profesi advokat memiliki kehormatan. Karena itu silakan bela klien saudara, tetapi jangan korbankan kebenaran.”

Menurut keluarga, terdapat garis yang jelas antara pembelaan dan pembenaran.

Pembelaan berarti memastikan hak terdakwa dihormati, prosedur hukum berjalan benar, dakwaan diuji, bukti diperiksa, dan kesalahan penegak hukum dipersoalkan apabila memang ada.

Namun pembelaan tidak seharusnya dipahami bahwa setiap tindakan klien harus dikonstruksikan sebagai sesuatu yang benar.

“Katakan benar apabila benar. Katakan salah apabila salah. Jangan karena seseorang adalah klien lalu semua yang melekat kepadanya harus dibenarkan.”

Fair Trial Jangan Hanya Diingat Ketika Membicarakan Terdakwa

Pihak keluarga juga menanggapi penggunaan prinsip fair trial oleh tim pembela.

Keluarga sepakat bahwa terdakwa mempunyai hak memperoleh proses peradilan yang adil.

Tetapi keadilan tidak hanya mempunyai satu wajah.

Ada hak terdakwa.

Ada hak korban.

Ada hak keluarga korban.

Dan ada kepentingan masyarakat agar kematian seorang manusia dijelaskan secara terang.

Fair trial bukan berarti dakwaan otomatis salah karena dibantah.

Fair trial juga bukan berarti setiap narasi pembela harus diterima sebelum diperiksa.

Proses yang adil berarti JPU diberikan kesempatan membuktikan dakwaan, terdakwa memperoleh ruang seluas-luasnya melakukan pembelaan, bukti diuji secara terbuka, dan majelis hakim memberikan putusan berdasarkan hukum serta fakta persidangan.

Kalau AS Dianggap Paling Dominan, Itu Tidak Otomatis Menghapus Peran Orang Lain

Keluarga juga meminta agar argumentasi tentang dominasi terdakwa AS tidak digunakan untuk secara otomatis meniadakan pemeriksaan terhadap peran GSP, AP, dan MA.

Jika AS memang terbukti menjadi pihak yang paling dominan, pertanggungjawabannya harus ditegakkan sesuai perbuatannya.

Tetapi keberadaan satu orang yang dianggap dominan tidak serta-merta menjawab pertanyaan mengenai tindakan orang lain yang berada dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Masing-masing harus diuji berdasarkan perannya.

Tidak boleh ada generalisasi.

Tidak boleh ada orang dihukum atas perbuatan orang lain.

Namun sebaliknya, tidak boleh pula seseorang dilepaskan hanya dengan menunjuk orang lain sebagai pihak yang lebih dominan.

Buka BAP, Rekonstruksi dan Seluruh Rangkaian Peristiwa

Jika tim pembela menyatakan terdapat fakta dalam BAP dan rekonstruksi yang menguntungkan terdakwa, keluarga meminta seluruhnya diuji secara terbuka di persidangan.

Uji BAP.

Uji rekonstruksi.

Uji keterangan para saksi.

Uji keterangan para terdakwa.

Uji komunikasi sebelum dan sesudah kejadian.

Uji siapa berada di mana.

Uji siapa melakukan apa.

Uji siapa mengetahui apa.

Uji siapa mencoba menghentikan.

Uji siapa meminta pertolongan.

Uji siapa mempunyai kesempatan bertindak.

Dan uji bagaimana korban akhirnya kehilangan nyawa.

Jangan memilih hanya potongan fakta yang menguntungkan satu pihak. Buka seluruh rangkaiannya.

Jangan Mendahului Hakim dengan Menobatkan Terdakwa sebagai Korban

Penasihat hukum keluarga meminta semua pihak berhati-hati membentuk opini publik.

Kuasa hukum mempunyai hak menyatakan kliennya tidak bersalah.

Namun mengatakan seseorang tidak bersalah merupakan posisi pembelaan, bukan putusan pengadilan.

Demikian pula menyebut tiga terdakwa sebagai “korban situasi” adalah argumentasi pihak pembela yang masih harus dibuktikan.

“Jangan mendahului majelis hakim. Kalau memang mereka korban situasi, buktikan. Kalau benar tidak mempunyai peran, buktikan. Kalau benar berada dalam daya paksa yang tidak mungkin dilawan, buktikan. Tetapi jangan minta publik menerima kesimpulan sebelum persidangan selesai.”

Jangan Jadikan Eksepsi Tirai untuk Menutup Pokok Kematian Natanael

Keluarga berharap majelis hakim melihat secara jernih batas antara persoalan formil surat dakwaan dan materi yang seharusnya diperiksa melalui pembuktian.

Eksepsi merupakan hak terdakwa.

Namun keluarga meminta eksepsi jangan berubah menjadi tirai besar yang menutup pertanyaan utama perkara ini: bagaimana Bripda Natanael kehilangan nyawanya dan siapa yang secara hukum bertanggung jawab.

Jika surat dakwaan memang memiliki cacat hukum, hakim tentu mempunyai kewenangan menilainya.

Tetapi apabila dalil yang diajukan sebenarnya menyangkut benar-tidaknya fakta, peran terdakwa, niat, tekanan, daya paksa, serta hubungan perbuatan dengan akibat, keluarga berharap semua itu dibuka dan diuji sampai tuntas dalam persidangan.

Pengadilan bukan arena memenangkan narasi. Pengadilan adalah tempat membuktikan narasi.

“Natanael Sudah Tidak Bisa Membela Dirinya”

Pada akhirnya, keluarga mengingatkan bahwa orang yang paling tidak mempunyai kesempatan berbicara dalam perkara ini adalah Bripda Natanael sendiri.

Ia sudah meninggal dunia.

Karena itu, jangan biarkan suaranya hilang di antara argumentasi hukum yang saling berhadapan.

“Natanael sudah tidak bisa berdiri dan mengatakan apa yang terjadi terhadap dirinya. Maka saksi, bukti, rekonstruksi dan fakta persidangan harus berbicara untuk Natanael.”

Keluarga menegaskan tidak meminta siapa pun dihukum tanpa bukti.

Jika ketiga terdakwa memang tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana yang didakwakan, hukum harus memberikan perlindungan kepada mereka.

Tetapi jika JPU berhasil membuktikan adanya perbuatan dan pertanggungjawaban pidana masing-masing terdakwa, jangan ada upaya mengaburkan tanggung jawab dengan berlindung di balik junioritas, masa dinas, senioritas ataupun istilah “korban situasi”.

“Silakan bela klien saudara. Kami menghormati itu. Tetapi jangan ubah yang salah menjadi benar. Jangan jadikan pembelaan sebagai pembenaran. Dan yang paling penting, jangan sampai kematian Natanael dikubur untuk kedua kalinya oleh perang narasi.”

Nyawa Bripda Natanael terlalu mahal untuk disederhanakan sebagai sekadar akibat sebuah ‘situasi’.

Kebenaran harus dibuka. Peran setiap orang harus diuji. Dan hukum harus menentukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab.

KUHP Pasal 458 ayat (1) memang mengatur pembunuhan sebagai perbuatan merampas nyawa orang lain. Sementara UU Advokat menegaskan advokat adalah penegak hukum yang bebas dan mandiri, dengan sumpah untuk bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab berdasarkan hukum dan keadilan; Kode Etik Advokat juga menempatkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan sebagai prinsip profesi.

Redaksi@www.rasio.co //