Kamis, April 23, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 115

Bupati Lingga Terima Lencana Melati dari Kwarnas

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, yang juga merupakan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga, akan menerima Lencana Melati dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

Penghargaan ini merupakan tanda apresiasi tertinggi dalam Gerakan Pramuka atas jasa dan pengabdiannya yang luar biasa.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga, Drs. Junaidi Adjam, M.Pd, menyampaikan, penganugerahan ini berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 132 Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Melati.

Drs. Junaidi Adjam, M.Pd., Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga. (Foto: Istimewa).

“Lencana Melati diberikan kepada anggota atau orang dewasa yang telah memberikan jasa dan pengabdian besar bagi kepentingan Gerakan Pramuka,” kata Junaidi kepada media, Selasa (12/8).

Junaidi menjelaskan, Lencana Melati ini menjadi bentuk apresiasi Kwarnas atas dedikasi dan kontribusi luar biasa Bupati Lingga dalam pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka di daerah.

Junaidi melanjutkan, rencananya penyerahan penghargaan akan dilakukan pada Jumat, 15 Agustus 2025 di Kwartir Daerah (Kwarda) Kepulauan Riau. Bupati Lingga akan hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut.

“Beliau adalah satu-satunya Kamabicab se-Kepri yang menerima penghargaan ini tahun 2025,” ungkap Junaidi.

Junaidi berharap, dengan penganugerahan Lencana Melati ini, semangat pembinaan Pramuka di Kabupaten Lingga semakin meningkat.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi tinggi bagi anggota maupun lembaga pendidikan untuk terus memajukan Gerakan Pramuka Lingga,” tutup Junaidi.

Puspan

Jadi Tersangka Korupsi Kredit Bank, Dirut Sritex Sebut Tak Pernah Terlibat

0

RASIO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank. Iwan membantah terlibat dalam perkara tersebut.

Dikutip dari detikcom, di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/8), Iwan keluar sekitar pukul 20.47 WIB setelah Kejagung mengumumkan status tersangkanya. Mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tangan terborgol, Iwan digiring petugas menuju mobil tahanan.

“Saya menandatangani dokumen atas perintah presdir dan saya tidak terlibat dalam kasus ini,” kata Iwan kepada wartawan. Namun, saat ditanya siapa presiden direktur yang dimaksud, Iwan enggan menjawab dan hanya menegaskan, “Saya tidak terlibat.”

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menjelaskan peran Iwan dalam perkara tersebut.

Sebagai Wakil Direktur Utama Sritex periode 2012–2023, Iwan diduga menandatangani permohonan kredit modal kerja dan investasi kepada Bank Jateng pada 2019 yang sudah dikondisikan agar disetujui Direktur Utama Bank Jateng.

Selain itu, Iwan diduga menandatangani akta perjanjian pemberian kredit dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) pada 2020, meski mengetahui kredit tersebut tidak digunakan sesuai peruntukannya. Ia juga diduga menandatangani beberapa surat permohonan pencairan kredit ke Bank BJB dengan melampirkan bukti invoice atau faktur yang diduga fiktif.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Iwan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. Ia dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Iwan menjadi tersangka ke-12 dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex Tbk, setelah sebelumnya Kejagung menetapkan 11 tersangka lain dari jajaran petinggi Sritex, Bank DKI, Bank Jateng, hingga BJB. Salah satunya adalah Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (ISL), kakak kandung Iwan Kurniawan.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian hingga Rp1,08 triliun dari kredit yang diberikan bank kepada Sritex.

***

KPK Sita Uang 1,5 Juta Dolar dan 18 Properti Terkait Dugaan Korupsi PGN

0

RASIO.CO, Jakarta – Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar US\$1.556.000 atau sekitar Rp25 miliar serta 18 bidang tanah dan/atau bangunan dengan luas total lebih dari 10 hektare dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT IAE.

“Dalam perkara dengan nilai kerugian negara mencapai US\$15 juta, penyidik juga telah melakukan penyitaan uang sebesar US\$1.556.000 dan beberapa aset terkait, di antaranya 18 bidang tanah dan/atau bangunan seluas lebih dari 10 hektare di wilayah Cianjur dan Bogor,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu (13/8).

Dikutip CNNIndonesia, Budi menjelaskan, penyitaan aset tersebut merupakan langkah awal untuk memulihkan aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Pada akhir Juli 2025, penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dua mantan Direktur Utama PT PGN di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, serta rumah salah satu anggota Board of Director (BoD) di Jakarta Selatan yang diduga terlibat dalam keputusan pembayaran *advance payment*.

Selain itu, penyidik juga menggeledah rumah Direktur Keuangan PT IAE di Kota Tangerang Selatan, yang diduga ikut terlibat dalam kesepakatan pembayaran *advance payment* dari PT PGN kepada PT IAE.

“Dari rangkaian penggeledahan ini, penyidik berhasil mendapatkan barang bukti elektronik dan dokumen yang kemudian disita untuk pembuktian tindak pidana korupsi penjualan gas (TPK PJBG) antara PT PGN dan PT IAE, sekaligus menelusuri peran pihak lain yang terlibat,” jelasnya.

Budi menambahkan, penyidik telah merampungkan proses penyidikan terhadap Direktur Komersial PT PGN periode 2016–Agustus 2019, Danny Praditya, dan Direktur Utama PT Isargas 2011–22 Januari 2024 yang juga Komisaris PT IAE 2006–22 Januari 2024, Iswan Ibrahim.

Sejak 8 Agustus 2025, KPK telah menyerahkan kedua tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk tahap II.

“Atas hal tersebut, perkara TPK dengan tersangka DP dan II ini segera disidangkan,” pungkasnya.

***

Pelantikan Pengurus BWI Batam, Amsakar Ajak Masyarakat Berinvestasi untuk Akhirat

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2025–2028, yang digelar di Aula Engku Hamidah Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Rabu (13/8).

Dalam sambutannya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pengurus BWI Perwakilan Kota Batam yang baru dilantik. Ia menilai keberadaan BWI memiliki peran strategis dalam mengelola potensi wakaf yang begitu besar, sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.

“Selamat atas pelantikan pengurus BWI. Saya mendoakan semoga kepemimpinan BWI masa bakti 2025–2028 solid dan mampu memobilisasi dana umat dengan baik,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional dan transparan akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Kalau pengelolaannya optimal, wakaf bisa menjadi instrumen luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan dan menguatkan ekonomi masyarakat. Jadi mari kita kelola dengan niat yang tulus dan manajemen yang rapi,” imbuhnya

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut memberikan dukungan nyata terhadap program dan kegiatan BWI. “Saya harapkan kita semua bisa berkontribusi terhadap BWI ini, sebab investasi akhirat bisa berawal dari sini,” tutur Amsakar.

Wakil Ketua BWI Pusat, Tatang Astarudin, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa secara yuridis wakaf memiliki dasar hukum yang kuat dan dilindungi oleh undang-undang. Hal ini, menurutnya, menjadi landasan penting agar pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

“Bila berbicara tentang wakaf, berarti kita bicara tentang memperkuat pilar peradaban,” ungkap Tatang.

Redaksi@www.rasio.co//

BP Batam Bangun Sistem MANTAB, Wadah Terintegrasi Bagi SDM dan Dunia Usaha

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan inovasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam mewujudkan Batam sebagai pusat investasi global yang berdaya saing.

Peluncuran MANTAB dilakukan di Politeknik Negeri Batam, Selasa (12/8), dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis, Direktur Pengembangan KPBPB & KEK Irfan Syakir Widyasa, serta Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan.

Program ini merupakan sistem manajemen talenta terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang bertujuan menekan angka pengangguran serta mempercepat penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka di Batam pada 2024 mencapai 7,68%, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 4,82%. Dari 33.795 lamaran kerja yang masuk, hanya 5,56% yang diterima, sebagian besar berasal dari pencari kerja tanpa keterampilan memadai.

Fary Francis menegaskan, MANTAB menjadi langkah konkret BP Batam dalam mengatasi kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

 “Batam memiliki potensi industri yang besar, namun daya serap tenaga kerja sering terhambat karena mismatch keterampilan. MANTAB hadir sebagai jembatan antara talenta lokal dan kebutuhan riil industri, sehingga pencari kerja memiliki kompetensi sesuai permintaan pasar,” ujarnya.

MANTAB memanfaatkan teknologi digital untuk mengintegrasikan data tenaga kerja dan keterampilan dengan kebutuhan industri secara real-time. Program ini juga memperkuat ekosistem pelatihan berbasis link and match antara kawasan industri, pemerintah, BUMN, dan dunia pendidikan.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menilai inisiatif ini akan berdampak langsung pada mutu lulusan vokasi.

“Dengan MANTAB, mahasiswa dan lulusan akan mendapat akses pelatihan relevan, sertifikasi kompetensi terjangkau, dan peluang kerja yang lebih terbuka,” jelasnya.

Selain itu, MANTAB terhubung dengan Batam Creative Hub, pusat inovasi dan kolaborasi yang menjadi wadah pengembangan talenta di sektor ekonomi kreatif, manufaktur presisi, otomasi, hingga quality control.

Direktur Pengembangan Kawasan KPBPB & KEK, Irfan Syakir Widyasa, menambahkan bahwa MANTAB bukan sekadar platform digital.

“Ini adalah ekosistem berkelanjutan untuk memastikan setiap talenta Batam siap kerja, siap bersaing, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

BP Batam optimistis, dengan dukungan industri dan lembaga pendidikan, MANTAB akan menjadi model nasional pengelolaan talenta terintegrasi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi@www.rasio.co//

Ratusan Unggas Impor Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Langsa dan Karantina Sumut

0

RASIO.CO, Kualanamu – Bea Cukai Langsa bersama sejumlah instansi terkait melakukan penindakan dan pemusnahan barang hasil penindakan di bidang kepabeanan sebagai bagian dari fungsi Bea Cukai sebagai community protector.

Penindakan bermula pada Sabtu (9/8) oleh Satgas Penyelundupan Kanwil DJBC Aceh, Bea Cukai Langsa, Karantina Aceh dan Sumut, Polri, serta BAIS TNI. Berdasarkan informasi, akan ada pemasukan dan pembongkaran barang impor ilegal dari Thailand tujuan Aceh Tamiang yang diangkut menggunakan mobil minibus hitam menuju Medan.

Tim satgas kemudian melakukan patroli darat di wilayah Aceh Tamiang. Di Jalan Lintas Seumadam, sebuah minibus hitam yang mencurigakan melintas menuju Medan. Tim segera melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kendaraan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua orang berinisial RY (42) dan RN (39) beserta muatan yang diduga hasil impor ilegal.

Kendaraan, kedua terduga pelaku, dan muatan dibawa ke KPPBC TMP C Langsa untuk pemeriksaan lanjutan. Petugas menemukan tujuh koli berisi unggas hidup, diduga burung poksay hongkong dan cica daun dahi emas, dengan perkiraan nilai barang Rp528,3 juta dan potensi kerugian negara Rp134,58 juta.

Kasus ini kemudian dilimpahkan kepada Tim Gakkum Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara pada Senin (11/8) untuk penelitian lebih lanjut.

Sehari setelahnya, Selasa (12/8), dilakukan pemusnahan di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Satuan Pelayanan Kualanamu, sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. 

Pemusnahan mencakup lima koli berisi total 138 ekor burung poksay hongkong dan dua koli berisi total 141 ekor burung cica daun dahi emas, sebagian besar dalam kondisi sakit atau mati.

Kepala KPPBC TMP C Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas dan membangun sinergi Bea Cukai.


“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan barang ilegal dalam mewujudkan astacita Presiden sebagai salah satu unit taskforce ekonomi, dengan harapan masyarakat semakin sadar untuk tidak melakukan transaksi barang ilegal,” ujarnya.

(r)

KPK Tangkap 9 Orang dalam OTT BUMN Inhutani V

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sembilan orang, termasuk direksi PT Industri Hutan V (Inhutani V), dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diumumkan pada Rabu (13/8).

“Sembilan (orang),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, dikutip CNNIndonesia, Rabu (13/8).

Fitroh menjelaskan OTT dilakukan di Jakarta. Selain direksi Inhutani V, turut diamankan pihak swasta. “Direksi salah satu BUMN dan swasta,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum membeberkan barang bukti maupun detail kasus yang sedang ditangani. Pihak Inhutani V juga belum memberikan keterangan terkait penangkapan tersebut.

Ini merupakan OTT kedua yang dilakukan KPK dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, KPK menggelar OTT di Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, terkait dugaan suap pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dalam kasus itu, lima orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Bupati Kolaka Timur, Abd Azis.

***

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Karimun Transfer Uang ke Istri

0

RASIO.CO, Karimun – Kepala Desa (Kades) Perayu, Kecamatan Kundur, Kepulauan Riau (Kepri) berinisial TM ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara lebih dari Rp500 juta.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Karimun di Tanjung Batu, Hengky Fransiscus Munte, Selasa (12/8), mengatakan TM diduga melakukan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2024 sebesar Rp515.212.000.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup terkait dugaan korupsi penyimpangan dana desa dan alokasi dana desa tahun 2024,” ujar Hengky, dikutip CNNIndonesia.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, TM dijemput menggunakan speedboat, diborgol, dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda.

Modus yang digunakan tersangka, kata Hengky, yakni mencairkan anggaran DD dan ADD tanpa prosedur resmi. TM mengambil alih akun Cash Management System (CMS) desa yang seharusnya dipegang bersama bendahara dan operator CMS. Dengan penguasaan penuh CMS tersebut, pencairan dana dapat dilakukan tanpa melibatkan perangkat desa lainnya.

Selain itu, TM juga mentransfer ratusan juta rupiah ke rekening pribadi istrinya berinisial UH untuk kepentingan pribadi. “Anggaran tersebut dinikmati secara pribadi dengan cara mentransfer langsung dari rekening desa ke rekening pribadi istri,” jelas Hengky.

Akibat perbuatan itu, sejumlah program pembangunan di Desa Perayu mangkrak, terdapat pengeluaran tanpa bukti sah, dan terjadi penyimpangan kegiatan. Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 37 saksi dan satu saksi ahli, serta menyita barang bukti terkait kasus tersebut.

TM dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Tersangka akan ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas II B Tanjung Balai Karimun.

***

Pemprov Kepri Bersama Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Pulau Penyengat Tahap 3

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri melanjutkan program penataan kawasan Pulau Penyengat yang kini memasuki tahap tiga pada 2025.

Pekerjaan meliputi pembangunan plaza penyambut, penataan halaman Balai Adat, lanskap, ruang cerita dan galeri seni (storytelling & artwork), serta lanjutan penataan jalan lingkungan. Kementerian PUPR juga akan membangun enam ruas jalan dengan total panjang sekitar 2 kilometer.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan rencana tersebut saat sosialisasi di Halaman Balai Kelurahan Penyengat, Senin (11/8) malam, setibanya dari kunjungan kerja di Kabupaten Natuna. Ia menegaskan, seluruh bangunan di Pulau Penyengat ke depan akan diarahkan bernuansa pariwisata dan budaya, termasuk fasilitas umum seperti mushola dan puskesmas.

“Pelan-pelan semua bangunan yang ada di Pulau Penyengat akan bernuansa pariwisata dan budaya. Ini penting untuk menjaga kekhasan pulau sejarah kita sekaligus menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Ansar juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, rumah-rumah warga yang bersih menjadi modal besar pengembangan pariwisata. Ke depan, rumah penduduk akan dicat dengan warna dan ornamen yang selaras dengan konsep wisata budaya agar menciptakan kesan harmonis dan pengalaman visual yang khas bagi wisatawan.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri, Rocky Adam, mengatakan penataan kawasan dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Pulau Penyengat.

“Program ini melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai sejak 2022 dan 2023, yang berfokus pada peningkatan kualitas permukiman. Kami berharap seluruh pekerjaan selesai tepat waktu dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Dengan penataan tahap tiga ini, Pulau Penyengat diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Redaksi@www.rasio.co//

Wakil Bupati Karimun Tutup Turnamen Kompi Cup 1

0

RASIO.CO, Karimun – Wakil Bupati Karimun, Rocky M. Bawole, menutup secara resmi Turnamen Kompi Cup 1 di Lapangan Bola Asmil Kipan B Yonif 136/TS, Selasa (12/8).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah tim sepak bola dari berbagai daerah di Kabupaten Karimun. Turnamen ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus pembinaan prestasi olahraga di lingkungan TNI dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rocky menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman dan meriah. Ia berharap turnamen serupa dapat menjadi agenda rutin untuk mendorong minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para juara, disaksikan oleh unsur TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Redaksi@www.rasio.co//