Minggu, November 8, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1527

Aturan PHK Suami-Istri Bekerja dalam Satu Perusahaan Inkonstitusional

0

RASIO.CO, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan para pekerja perseorangan yang melakukan uji materiil atas aturan PHK bagi para pekerja yang berstatus suami-istri.

dalam satu perusahaan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), Kamis (14/12) di Ruang Sidng Pleno MK.

“Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk seluruhnya dan menyatakan frasa ‘kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama’ dalam Pasal 153 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” ucap Ketua MK Arief Hidayat saat pembacaan amar putusan.

Dalam permohonannya, Pemohon mendalilkan Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Ketenagakerjaan melanggar hak konstitusional para pemohon. Pasal 153 ayat (1) huruf f menyatakan

“Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan: (f) pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama”.

Para Pemohon menilai berpotensi kehilangan pekerjaannya akibat perkawinan sesama pegawai dalam satu perusahaan apabila hal tersebut diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Selain itu, Pemohon mendalilkan Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Ketenagakerjaan bertentangan dengan Pasal 27 ayat (2), Pasal 28D ayat (1), Pasal 28C ayat (1), Pasal 28D ayat (2) dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 karena membatasi hak asasi manusia.

Tak hanya itu, ketentuan Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Ketenagakerjaan mengenai pelarangan perkawinan sesama pegawai dalam satu perusahaan pada kenyataannya bertentangan dengan ketentuan pasal lain dalam UU yang sama juga UU lainnya, seperti UU Perkawinan dan juga UU Hak Asasi Manusia.

Adanya pembatasan sebagaimana termuat dalam Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Ketenagakerjaan dinilai tidak memenuhi syarat penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain karena tidak ada hak atau kebebasan orang lain yang terganggu oleh adanya pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dimaksud.

Demikian diucapkan Hakim Konstitusi Aswanto saat pembacaan pertimbangan hukum Perkara Nomor 13/PUU-XV/2017 yang dimohonkan Serikat Pekerja PLN tersebut.

Aswanto juga menyebut tidak ada norma-norma moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis yang terganggu oleh adanya fakta bahwa pekerja/buruh dalam satu perusahaan memiliki pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan.

Terkait dalil Pemerintah, DPR dan APINDO sebagai Pihak Terkait, bahwa pemberlakuan pasal tersebut untuk mencegah hal-hal negatif yang terjadi di lingkungan perusahaan dan membangun kondisi kerja yang baik dan profesional seperti yang didalilkan Pihak Terkait (APINDO), Mahkamah berpendapat alasan demikian tidak memenuhi syarat pembatasan konstitusional sebagaimana termuat dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

Adapun kekahawatiran atas hal tersebut, perusahan dapat mencegah dengan merumuskan aturan perusahaan yang ketat sehingga memungkinkan terbangunnya integritas pekerja yang tinggi.

Mahkamah juga menilai argumentasi demikian tidak selalu relevan untuk diterapkan tanpa memperhatikan keseimbangan kedudukan para pihak yang membuat persetujuan tersebut ketika persetujuan itu dibuat.

Dalam kaitan ini, antara Pengusaha dengan pekerja/buruh berada dalam posisi yang tidak seimbang sebab pekerja/buruh adalah pihak yang berada dalam posisi yang lebih lemah karena sebagai pihak yang membutuhkan pekerjaan.

“Dengan adanya posisi yang tidak seimbang tersebut, maka dalam hal ini filosofi kebebasan berkontrak yang merupakan salah satu syarat sahnya perjanjian menjadi tidak sepenuhnya terpenuhi. Berdasarkan pertimbangan demikian maka kata “telah” yang terdapat dalam rumusan Pasal 153 ayat (1) huruf f UU 13/2003 tidak dengan sendirinya berarti telah terpenuhinya filosofi prinsip kebebasan berkontrak. Menimbang bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan di atas, Mahkamah berpendapat dalil permohonan para Pemohon beralasan menurut hukum,” tandas Aswanto.

Ahli: Ada Pembalikan Kewajiban dan Hak Negara dalam Pemungutan PPJ

0

RASIO.CO, Jakarta – Ketidakjelasan filosofi pemungutan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan kesalahan berpikir dalam menentukan kausalitas justifikasi pemungutan PPJ menyebabkan pembalikan antara kewajiban dengan hak negara yang memunculkan ketidakadilan.

Hal ini disampaikan Ahli Perpajakan FISIP UI Haula Rosdiana yang menjadi Ahli Pemohon uji materiil Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD). Dalam sidang yang digelar pada Rabu (13/12) beragedakan mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon (APINDO).

Dalam hal ini, Haula menilai adanya kesalahan sehingga terdapat unsur membalikkan kewajiban negara menjadi kewenangan negara. Apabila berbicara mengenai listrik, Haula berpendapat hal tersebut merupakan barang yang harus disediakan negara karena syarat utama dalam infrastruktur negara sehingga negara berkewajiban untuk menyediakannya.

Haula melanjutkan dalam teori perpajakan terdapat fungsi fiskal Pemerintah dalam penyediaan public goods untuk menghindari market failure. Apabila pemenuhannya diserahkan pada swasta—termasuk penerangan jalan karena investasinya sangat besar sehingga swasta akan mengambil keuntungan atas hal tersebut.

“Maka, negara harus turun tangan untuk pengadaan listrik karena listrik pengaruhnya sangat besar terhadap daya beli dan produktivitas,” jelas Haula di hadapan sidang yang dipimpin Ketua MK Arief Hidayat.

Selain itu, PPJ dinilai secara filosofis tidak memiliki legal character yang jelas sehingga akhirnya ketika menentukan objek pun terlihat ketidakjelasan dan ketidakadilannya. Pemerintah menyampaikan bahwa pada penarikan PPJ ini sesuai dengan prinsip benefit reserves, sedangkan dalam pajak ada pula prinsip ability to pay yang harus diperhatikan, maka seharusnya penggunaan listrik yang dihasilkan sendiri tersebut bukanlah objek pajak.

“Karena tidak ada benefit reserves yang diberikan negara, bahkan kebalikannya di manan negara yang mendapatkan keuntungan dari warga negaranya. Inilah posisi falasi yang dimaksudkan dalam PPJ,” terang Haula terhadap perkara yang teregistrasi Nomor 80/PUU-XV/2017 ini.

Tarif Minimum Pajak

Terhadap PPJ yang ditetapkan Pemerintah yang dinilai sudah mengandung asas keadilan, Haula menjelaskan bahwa terhadap beban pajak 1,5% merupakan tarif yang ada pada undang-undang.

Ketika berbicara beban pajak bukan hanya dihitung atas biaya yang dibayar, tetapi juga berapa biaya sebenarnya yang dikeluarkan wajib pajak. “Jadi, disinilah terjadi over tax session,” terang Haula.

Dalam kasus PPJ ini, Haula melihat bahwa tidak ada manfaat yang diterima pengusaha dari listrik, sedangkan mereka memberikan keuntungan pada negara. Justru, lanjut Haula, pengusaha dibebankan PPJ sehingga dirinya melihat bukan hanya masalah tax rate, tetapi juga ada masalah tax based.

Sebelum mengakhiri persidangan, Ketua MK Arief menyampaikan sidang selanjutnya akan diagendakan pada Rabu, 20 Desember 2017 pukul 11.00 dengan agenda terakhir berupa mendengarkan keterangan Ahli/Saksi dari Pemerintah.

Dalam permohonan sebelumnya, Pemohon menilai dengan berlakunya UU a quo telah menimbulkan ketidakpastian hukum dan menyebabkan Pemohon tidak mendapat perlindungan yang adil sesuai dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Pemohon menilai, seharusnya dalam menjalankan usahanya, Pemohon tidak dikenakan pajak penerangan jalan. Jika harus dikenakan pajak, hanya terbatas pada tenaga listrik yang bersumber dari negara dan digunakan untuk kegiatan nonproduksi.(red/mk).

Apri@www.rasio.co

12 Manfaat Pisang Bagi Kesehatan

0

RASIO.CO, Batam – Tahukah Anda pisang sebenarnya adalah salah satu makanan super yang membantu menurunkan berat badan? Ya, Anda membacanya dengan benar! Dan Anda menjauhkan diri dari buah ini dalam diet penurunan berat badan Anda, bukan?

Buah sederhana ini memiliki nutrisi kuat yang berdampak pada tubuh Anda. Pisang adalah salah satu buah yang paling diminati di dunia dengan beragam manfaat kesehatan. Mereka mengandung potasium, serat, magnesium, vitamin B6 dan vitamin C.

Buah yang paling dicintai diketahui mengurangi pembengkakan di tubuh, membantu penurunan berat badan, menguatkan sistem saraf dan membantu produksi sel darah putih karena vitamin B6 hadir di dalamnya.

Pisang juga kaya akan antioksidan yang memiliki kemampuan mencegah kerusakan radikal bebas di tubuh. Pisang adalah makanan biasa di menu sarapan pagi di seluruh dunia. Ini memberi Anda energi instan untuk memulai hari Anda.

Banyak pengobatan alami di seputar pisang saat Anda menderita sakit perut. Pisang tunggal dikatakan mengandung 90 kalori, yang juga menjadikannya camilan sehat yang bagus untuk dikunyah daripada makanan yang digoreng.

1. Pisang Bisa Meningkatkan Performa Athletic Anda. Jika Anda aktif dan telah berolahraga, pisang adalah pilihan yang bagus dan efektif untuk memberi bahan bakar pada otot Anda dan memberi antioksidan dan nutrisi yang tidak dimiliki oleh minuman olahraga.

2. Pisang Cure Hangover. Apakah Anda dalam mode mabuk dari minuman alkohol semalam? Khawatir tidak! Makanlah pisang yang akan menyembuhkan mabuk Anda karena kandungan kaliumnya, mineral yang hilang saat Anda minum alkohol dan kekurangannya memberi kontribusi pada dehidrasi karena mabuk.

3. Pisang Apakah Diet-friendly. Pisang mengandung pati tahan, sejenis karbohidrat yang membuat Anda kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama. Pisang juga membuat camilan sore hari yang menyenangkan.

4. Pisang yang serbaguna. Pisang adalah buah serbaguna yang menakjubkan yang bisa dimakan saat dalam perjalanan dan bisa digunakan dalam membuat resep makanan penutup yang lezat. Untuk makanan penutup yang sehat, pisang adalah pilihan yang tepat.

5. Pisang Sediakan Vitamin C. Pisang mengandung vitamin C, antioksidan penting yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan membantu menjaga peradangan di tubuh. Dan Anda pikir buah sitrus mengandung vitamin C, bukan?

6. Pisang Bagus untuk Depresi. Tahukah Anda pisang luar biasa dalam menyembuhkan stres dan depresi? Mereka membantu mengatasi depresi karena triptofan tingkat tinggi, yang diubah menjadi serotonin yang membantu dalam memperbaiki mood Anda.

7. Pisang Membantu Berat Badan. Pisang kaya akan pektin, yang membantu dalam mendetoksifikasi tubuh dengan membuang racun dari tubuh yang membantu menurunkan berat badan lebih cepat.

8. Meningkatkan penglihatan. Pisang mengandung vitamin C dan A, yang memberi cahaya bagus pada kulit. Mereka juga mengandung nutrisi penting seperti vitamin E dan lutein, yang keduanya sehat untuk mata.

9. Pisang Untuk Mengurangi Perut Belut. Perut perut umum terjadi di antara semua orang. Minta pisang untuk melawan tekanan gas dan air di perut Anda yang akan membantu mengurangi kembung.

10. Pisang Bantu Bangun Massa Otot Lean. Pisang adalah sumber magnesium yang baik yang membantu kontraksi otot, relaksasi dan sintesis protein, yang pada gilirannya meningkatkan massa otot tanpa lemak di tubuh.

11. Pisang untuk Pencernaan . Apakah Anda merasa tidak nyaman karena sensasi terbakar di saluran pencernaan Anda? Makan pisang karena mudah dicerna dan dianggap tidak mengiritasi perut.

12. Pisang Membantu Menurunkan Tekanan Darah. Pisang mengandung potassium dan sodium rendah, yang diketahui menurunkan tekanan darah dan melindungi terhadap serangan jantung dan stroke.

Sumber:boldsky

Bawa Sabu 1,7 Kilo , Penumpang Lion Diamankan di Bandara Batam

0

RASIO.CO, Batam – Bandara Hang Nadim kembali dimanfaatkan para bandar maupun kurir untuk bawa sabu keluar Batam, dimana dua calon penumpang Lion Air jt948 tujuan Jakarta berhasil diamankan petugas Avsec dengan barang bukti 1,708 gram. Rabu(13/12) 18.20 WIB.

Kedua terdakwa bernama Fadly(35) asal Bima ditemukan narkotika diduga jenis sabu seberat 827 gram yang disembunyikan dalam tas ransel, sedangkan Yud Fauzi(44) 881 gram juga dalam tas ranselnya dan uang tunai Rp4,5 juta.

” Petugas Avsec curiga gelagat Fadly ketika melewati SCP-2 membawa 2 tas plastik dan 1 ransel warna hitam, saat dilakukan X-ray terindentifikasi kejanggalan dalam ransel,: Kata Suwarso Kepala Bubu Bandara Hang Nadim Batam melalui sambungan selularnya.

Lanjut Dia, petugas Avsec melakukan penggeledahan terhadap tas ransel Fadly dan menemukan 6 bungkus serbuk kasar putih yang diduga sabu seberat 827 gram serta uang tunai Rp4,16 juta. selanjutnya digelandang kekantor Avsec.

” Diintograsi teryata pelaku tidak sendirian, ada rekannya yang sudah berada diruang tungggu,” ujarnya.

Kata dia, dilakukan terhadap rekan pelaku bernama Yud Fauzy sedang duduk diruang tunggu di gate 7, saat ditangkap pelaku tas ransel diletakkan diseberang tempat duduknya, lalu diboyong keruang Avsec kembali , ditemukan sabu seberat 881 gram dan uang tunai Rp307 ribu.

Akhirnya , petugas Avsec Segera berkoordinasi Polsek Hang Nadim , dimana kedua pelaku diboyong ke Polda Kepri untuk menyelidikan lebih lanjut.

” Peristiwa ini sempat mendapat perhatian Gubernur Kepri dan Wakapolda Kepri serta Kapolresta Barelang,” tutupnya.

Apri@www.rasio.co

JPU Yakin Syafrizal Oknum Polisi Terlibat Narkoba, Dituntut 12 Tahun Penjara

0

RASIO.CO, Batam – Setelah dua pekan ditunda akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam yakin terdakwa Syafrizal alias Ijal alias Jogal Bin Syarif terlibat jaringan narkoba dan dituntut 12 tahun penjara serta denda 1 Milyar.

Syafrizal alias Ijal alias Jogal Bin Syarif merupakan oknum polisi yang pernah bertugas mantan Ajudan Wakapolda Kepri dan terakhir ditempatkan di Karo SDM Polda Kepri dengan barang bukti 312 gram narkotika jenis sabu.

” Perbuatan terdakwa terbukti terlibat jaringan narkoba yang terlihat di CCTv gerai Alfamast dan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang R.I. nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dituntut 12 tahun penjara,” kata Sigit di PN Batam. Rabu(13/12).

Usai mendegarkan tuntutan JPU, majlis hakim ketua Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota menunda sidang dua tiga pekan kedepan dengan agenda mendegarkan putusan.

Diberitakan sebelumnya, Institusi Polri kembali tercoreng ulah terdakwa oknum polisi Syafrizal alias Ijal alias Jogal Bin Syarif yang duduk dibangku pesakitan PN Batam karena diduga terlibat jaringan narkoba sebagai kurir dengan barang bukti 321 gram sabu.

Ironisnya, sebelum persidagan digelar, majlis hakim Endi Nurindra Putra sempat mempertanyakan status terdakwa yang pernah jadi mantan ajudan Kapolda Kepri .

” Benar Saudara terdakwa mantan ajudan kapolda,” kata hakim Endi dipersidangan PN Batam. Kamis(19/10/2017).

” Siap pak hakim,”ungkap terdakwa Syafrijal.

Sidang yang digelar kali ini, agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Sigit Muharram dibacakan jaksa penganti Andi Akbar.

Dalam pembacaan dakwaannya, terdakwa Syafrizal pada juni 2017 saat berada di nagoya Hill menerima telpon serta diarahkan mengambil sebungkus plastik warna hitan berisi Narkotika yang diletakkan disemak-semak pinggir jalan dekat rumah makan Budi Mulia.

Setelah diambil terdakwa mengunakan mobil Daihatsu Taruna warna hitam BP 1982 asli BM 171 AN atas perintah Tanasseelan Balu alias Seelan dan selanjutnya diarahkan untuk mengantarkan terhadap seseorang di Citywalk, namun belum diberitahu identitas penerima.

Ditunggu terdakwa calon penerima belum datang, akhirnya terdakwa kembali pulang kerumahnya perumahan Kurnia Djaya (KDA) Cluster Nuri Kepodang, Batam. lalu terdakwa makan nasi goreng didepan Alfamart mendapat panggilan pukul 00.15 WIB.

Tanasseelan Balu alias Seelan menelpon Terdakwa menanyakan keberadaan Terdakwa dan Terdakwa jelaskan bahwa ia sedang makan nasi goreng di depan alfamart di depan Uniba. Dan saksi Tanasseelan Balu alias Seelan mengatakan “Ok tunggu sebentar” .

Tanasseelan Balu alias Seelan menelpon lagi dan mengarahkan agar Terdakwa bertemu dengan seorang perempuan yang sedang duduk di depan Alfamart. Namun Terdakwa katakan bahwa Terdakwa tak kenal perempuan itu.

lalu saksi Tanasseelan Balu alias Seelan menyuruh Terdakwa untuk matikan handphone dan ketika terdakwa melihat ke depan alfamart, terdakwa melihat seorang perempuan Endang Kartini Alias Endang Binit Legimen (sebagai terdakwa dalam Berkas perkara terpisah)) pakai Jaket warna hitam orange yang sedang duduk sendirian sambil menelpon.

Selanjutnya Terdakwa datangi perempuan tersebut dan bersalaman, kemudian Terdakwa bertanya kepada perempuan “mau ambil titipan ya” dijawabnya “ya”, . Lalu Terdakwa mengajak saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen menuju ke mobil Terdakwa dan ketika berada disamping mobil milik Terdakwa.

Terdakwa langsung memberikan bungkusan plastic warna hitam yang berisikan Narkotika Jenis sabu seberat 321 gram. Setelah memberikan bungkusan sabu kemudian Terdakwa bersama istri Terdakwa pulang ke rumah kontrakan Terdakwa di Perumahan KDA Cluster Nuri Kepodang Jalan Nuri 5 Nomor 21 Kel. Belian Kec. Batam Kota Kota Batam untuk beristirahat.

Sedangkan saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen setelah menerima bungkusan sabu dari Terdakwa dengan menggunakan nomor HP merk Nokia warna hitam Model 106 type RM-962 nomor 081372196893 kemudian menelpon saksi Ahmad Hudri alias Ahmad Bin Hayat Efendi (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) ke HP Samsung Warna putih Model GT-E1205T HP nomor 081374682299 untuk minta di jemput di Alfamart tersebut.

Bahwa tidak lama kemudian saksi Ahmad Hudri alias Ahmad Bin Hayat Efendi dengan menggunakan mobil Ertiga GL warna Merah nomor Polisi BP 1786 FA menjemput saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen di depan Alfamart lalu saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen naik ke Mobil tersebut sambil memegang bungkusan yang berisi sabu dan duduk didepan di samping saksi Ahmad Hudri alias Ahmad Bin Hayat Efendi yang mengemudikan mobil.

Kemudian bungkusan yang berisi sabu, di letakkan oleh saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen di celah supir dan penumpang sambil di pegang. Namun sekira pukul 00.25 ketika mobil sedang berhenti di lampu merah Perumahan Kurnia Djaya Alam (KDA) Kel. Belian Kec. Batam Kota – Kota Batam.

Datang anggota Polisi Polda Kepulauan Riau menyuruh saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen dan saksi Ahmad Hudri alias Ahmad Bin Hayat Efendi keluar dari dalam mobil. Ketika hendak keluar, saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen melepaskan bungkusan yang berisi sabu lalu dan kemudian polisi menanyakan apa yang mereka bawa, karena saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen ketakutan dijawabnya “gak tau pak“,

Kemudian Polisi melakukan penggeledahan dan menemukan bungkusan plastic warna hitam yang berisikan Narkotika Jenis sabu di celah kursi supir dan kursi penumpang mobil Ertiga GL warna Merah nomor Polisi BP 1786 FA antara tersebut lalu Saksi dan sdr AHMAD beserta barang bukti diamankan oleh polisi.

Selanjutnya saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen dan saksi Ahmad Hudri alias Ahmad Bin Hayat Efendi ditangkap dan di bawa ke kantor Polda Kepulauan Riau untuk dip roses lebih lanjut.

Bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen dan rekaman CCTV di Alfamart depan Uniba Kota Batam, selanjutnya pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2017 sekira pukul 22.25 wib, terdakwa ditangkap oleh Polisi Polda Kepulaua Riau di Perumahan KDA Cluster Nuri Kepodang Jalan Nuri 5 Nomor 21 Kel. Belian Kec. Batam Kota – Kota Batam.

Perbuatan Terdakwa tersebut tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang R.I. nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

APRI@www.rasio.co

MK Tolak Permohonan Uji Aturan Tindak Pidana Penggelapan Jabatan

0

RASIO.CO, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak permohonan pengujian Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diajukan oleh Sugihartoyo seorang dosen asal Banyuwangi.

“Amar putusan mengadili, menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua Pleno Arief Hidayat didampingi para hakim konstitusi lainnya dalam sidang pengucapan Putusan Perkara Nomor 83/PUU-XV/2017 tersebut.

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan Hakim Konstitusi Saldi Isra, Mahkamah berpendapat penempatan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagai delik biasa merupakan suatu bentuk perlindungan hukum oleh negara terhadap warga negara dari segala kemungkinan penyalahgunaan jabatan.

“Dengan menentukannya sebagai bukan delik aduan, maka KUHP sesungguhnya memperkecil ruang orang untuk melakukan penggelapan dalam jabatan yang sedang diembannya. Oleh karena itu, Pasal 374 KUHP tidak bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945,” kata Hakim Konstitusi Saldi Isra yang membacakan pendapat Mahkamah.

Menurut Mahkamah, lanjut Saldi, pada saat yang sama, penempatan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagai delik biasa sangat tidak beralasan untuk dinilai atau ditempatkan sebagai norma yang bersifat diskriminatif.

“Sebab, kualifikasi tindak pidana tersebut hanyalah berhubungan dengan penentuan kelompoknya, tidak berhubungan dengan pembedaan pemberlakuannya terhadap orang tertentu yang didasarkan atas perbedaan ras, suku, jenis kelamin, warna kulit, agama dan sebagainya sebagaimana pengertian diskriminasi dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” kata Saldi.

Saldi menjelaskan lebih jauh Mahkamah mempertimbangkan, apabila dasar argumentasi dalil Pemohon diikuti bahkan dikabulkan, maka justru yang akan terjadi adalah sebaliknya yaitu akan semakin menjauh dari kepastian hukum.

Hal demikian didasarkan kepada pertimbangan bahwa mengingat apabila setiap tindak pidana diisyaratkan pelapornya harus dilakukan oleh korban yang mengalami kerugian materiil. Maka, lanjutnya, hal demikian hampir setiap tindak pidana berdimensi dengan kerugian materiil bagi korban.

Sehingga hal inilah yang kemudian akan merusak kualifikasi delik aduan dan delik biasa, karena semua tindak pidana akan menjadi delik aduan. Sehingga bilamana diletakkan dalam konteks tindak pidana korupsi, misalnya syarat bahwa yang dapat melapor adalah pihak yang dirugikan secara materiil, hal itu berpotensi menghambat masyarakat untuk melaporkan adanya indikasi telah terjadinya praktik tindak pidana korupsi.

“Menimbang bahwa berdasarkan seluruh uraian pertimbangan di atas, permohonan Pemohon agar Pasal 374 KUHP dinyatakan bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 tidak beralasan menurut hukum,” tandas Saldi. (red/mk).

Apri@www.rasio.co

Seorang Ibu Diusir Dari Pesawat Gegara Menyusui

0

RASIO.CO, jakarta – Seorang ibu amat gusar setelah diusir dari sebuah pesawat setelah sebelumnya diminta berhenti menyusui bayinya.

Mei Rui, seorang pakar kanker, dipaksa meninggalkan pesawat milik maskapai Spirit Airlines setelah pramugari memintanya berhenti menyusui putranya yang berusia dua tahun.

Perempuan asal kota Houston, Texas itu sedang dalam penerbangan menuju ke New York untuk melakukan riset terkait kanker di kota tersebut.

Mei tak sendirian diusir dari pesawat itu. Kedua orangtuanya yang sudah uzur juga ikut diturunkan dari penerbangan pada Jumat (8/12/2017).

Rekaman yang diambilnya dengan menggunakan telepon pintar memperlihatkan bayinya menangis saat Mei mencoba berhenti menyusuinya.

Kepada harian The Washington Post, Mei mengatakan, dia menyusui bayinya saat pintu pesawat masih terbuka dan para penumpang masih berdatangan masuk ke dalam kabin.

Lalu seorang awak kabin mendekati dan meminta Mei menaruh bayinya di kursi khusus karena pesawat akan tinggal landas.

“Saya hanya meminta beberapa menit lagi karena jika anak saya bangun saat lepas landas maka dia akan membuat kegaduhan,” ujar Mei.

“Saya katakan kepada pramugari itu bahwa saya akan selesai menyusui saat pintu pesawat ditutup,” tambah dia.

Para pramugari lalu membicarakan masalah ini dan Mei kemudian berhenti menyusui. Tak lama kemudian bayi itu menangis keras yang disusul perintah awak kabin agar Mei meninggalkan pesawat.

Mei merekam saat-saat ketika dia menanyakan alasan dia harus meninggalkan pesawat. Namun, tak satu pun awak kabin yang memberikan jawaban.

Mei hanya menerima jawaban bahwa dia tak mengikuti aturan tetapi mereka tak menjelaskan aturan penerbangan mana yang dilanggarnya.

Dalam video lain terlihat Mei mencoba bertanya kepada salah seorang awak kabin.

“Jika ini terjadi kepada anggota keluargamu apa yang akan Anda lakukan?” tanyanya.

Mei mengatakan, dia merasa amat dipermalukan digiring keluar dari pesawat di hadapan ratusan penumpang.

“Kami belum pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya. Kalian seharusnya tak memperlakukan orang seperti ini,” kata dia.

Mei juga menuliskan permintaan maaf kepada para penumpang karena masalah yang timbul.

“Saya meminta maaf atas sebuah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh semua penumpang pesawat,” kata Mei.

“Kami sudah berusaha untuk menghentikan tangisan bayi saya yang mengganggu penumpang lain. Tapi dia lima kali terbangun karena penundaan penerbangan hingga tiga jam membuat banyak suara pengumuman yang mengagetkan dia,” tambah Mei.

“Akibatnya dia menjadi tak nyaman, tetapi bayi menangis bukan pelanggaran hukum. Apalagi jika kalian membiarkan saya melakukan tugas sebagai ibu, tak ada yang akan menyadari kehadiran bayi saya di pesawat,” lanjut Mei.

Perilaku awak kabin Spirit Airlines ternyata mendapat perhatian para penumpang dan salah seorang dari mereka, Holly Barton, menumpahkan kekesalannya lewat media sosial.

“Sungguh menjijikkan melihat apa yang dilakukan awak pesawat kepada seorang perempuan di penerbangan saya,” ujar Holly.

“Setelah 3,5 jam penundaan dan kami terjebak di dalam pesawat lalu harus turun dan boarding kembali, anak perempuan itu kemudian menangis dan tak mau duduk di kursinya,” tambah Holly.

“Apakah Spirit tak memahami jika anak berusia dua tahun tak bisa duduk diam diikat sabuk pengaman selama tiga jam? Dia berperilaku baik di dua jam pertama. Apakah memanggil polisi memang diperlukan?” tanyanya.

Sementara itu manajemen Spirit Airlines bersikukuh bahwa Mei diturunkan dari pesawat setelah melanggar aturan saat pesawat sedang bergerak menuju landasan pacu.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebagai kompensasi, kami mengembalikan penuh semua biaya yang sudah dikeluarkan penumpang bersangkutan,” demikian Spirit Airlines.

Sumber:airmagz

 

10 Cara Alami Pengobatan Impotensi Pria

0

RASIO.CO, Batam – Bukan hanya para wanita, tapi bahkan pria juga menderita disfungsi seksual. Impotensi laki-laki, atau disfungsi ereksi, adalah salah satu masalah kesehatan utama laki-laki. 

Impotensi pria adalah kondisi dimana seseorang gagal melakukan ereksi, atau dalam istilah sederhana – dorongan seksual. Karena kondisi ini, berkali-kali, pria cenderung memiliki harga diri yang rendah dan memiliki masalah ini untuk waktu yang lama seringkali dapat menyebabkan orang-orang depresi juga.

Impotensi pria bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Perubahan hormon dan penuaan adalah 2 dari faktor utama yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes dan obesitas juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Stres, kegelisahan dan depresi adalah beberapa penyebab psikologis lainnya yang dapat menyerang pria dan menyebabkan disfungsi ereksi. Namun, pria tidak perlu khawatir dan tidak ada alasan untuk menjadi panik.

Ada beberapa pengobatan di rumah yang mudah didapat yang membantu mengobati impotensi pria secara efektif. Kami telah mencantumkan beberapa obat alami terbaik untuk mengobati impotensi pria. Periksa mereka.

1. Jahe
Jahe dikenal karena sifat afrodisiak. Selain itu, jahe mengandung senyawa penting yang disebut gingerol. Semua sifat ini membantu jahe dalam menstimulasi gula darah dan dalam mengobati impotensi dan ejakulasi dini.

2. Bawang putih
Bawang putih adalah salah satu makanan yang paling terkenal yang dikenal dengan kandungan antioksidan dan anti-inflamasinya yang kaya. Ambil sekitar 2-3 siung bawang putih dan kunyahnya. Ini membantu dalam mengobati impotensi pria dan juga membantu dalam produksi sperma sehat juga.

3. Tongkat Drum
Drumsticks adalah salah satu sayuran terbaik yang dikenal dengan khasiat afrodisiak kaya. Ambil beberapa bunga paha, rebus dengan segelas susu lalu konsumsilah 1-2 kali dalam sehari. Ini membantu dalam mengobati impotensi pria dan disfungsi ereksi secara efektif.

4. Kurma
Kurma sangat menguatkan makanan. Pria yang mengkonsumsi kurma secara teratur ditemukan memiliki daya tahan dan dorongan seksual yang meningkat. Tanggal kering telah ditemukan untuk menjadi yang terbaik. Semua yang perlu Anda lakukan adalah pound 3-4 kurma beserta almond dan pistachio dalam jumlah yang sama dan mengkonsumsinya.

5. Wortel
Wortel dikenal karena khasiat afrodisiak kaya dan mengandung beta-karoten. Kedua sifat ini paling dikenal untuk mengobati disfungsi ereksi. Wortel dapat ditambahkan ke makanan sehari-hari Anda sebagai salad atau Anda dapat mengambil dua sendok makan wortel parut dan mencampurnya dengan segelas susu hangat dan meminumnya.

6. Saffron
Saffron digunakan sejak zaman kuno untuk mengobati ketidaksuburan. Saffron membantu membangkitkan gairah seksual dan juga memberikan efek relaksasi pada saraf. Bagi mereka yang menderita disfungsi ereksi, menambahkan sejumput kunyit pada makanan membantu.

7. Bawang
Bawang adalah salah satu makanan yang paling dikenal yang membantu dalam mengobati impotensi seksual pada pria. Bawang mengandung afrodisiak alami yang meningkatkan libido pada pria. Jadi, semua yang perlu Anda lakukan adalah, ambil bawang merah, kupas, hancurkan lalu goreng. Campur ini dengan satu sendok teh madu dan konsumsilah. Pastikan perut Anda kosong setidaknya dua jam. Ini membantu dalam mengobati ejakulasi dini dan impotensi secara efektif.

8. Asparagus
Asparagus adalah produk tanaman lain yang dikenal dengan khasiat afrodisiak kaya dan pilihan pengobatan ampuh untuk impotensi pria. Asparagus digunakan sejak zaman kuno untuk mengobati disfungsi ereksi. Ambil sedikit akar asparagus kering. Rebus akar dengan segelas susu dan konsumsi dua kali sehari ini untuk hasil terbaik.

9. Almond
Kaya akan vitamin E, mineral penting dan lemak sehat, kacang almond dianggap sebagai salah satu afrodisiak terbaik. Almond membantu mempermudah sirkulasi darah.

Ambil satu sendok makan bubuk almond dan campurkan bersama dengan segelas susu hangat dan diminum sebelum tidur. Anda juga bisa merendam segenggam kacang almond dalam air selama beberapa jam dan mengkonsumsi ini sebelum tidur.

10. Jus Delima

Delima adalah salah satu buah terbaik yang dikenal dengan khasiat antioksidannya yang kaya. Ini membantu dalam mengatur sirkulasi darah dan mengurangi stres, sehingga mengurangi risiko disfungsi ereksi pada pria. Yang perlu Anda lakukan adalah minum segelas jus delima secara teratur.

Sumber:boldsky

KBRI Singapura Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2017

0

RASIO.CO, – Singapura, Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura mendapat penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2017.

Penghargaan ini diraih KBRI Siangpura bersama dengan 76 unit kerja dari berbagai Kementerian/Lembaga/dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Penghargaan ini menjadi yang pertama diterima oleh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Penghargaan tersebut merupakan tindak lanjut dari pencanangan zona integritas di lingkungan Kemenlu dan Perwakilan RI tahun 2014, yang mewajibkan realisasi perluasan WBK dan Wilayah Birokrat Bersih dan Melayani (WBBM).

Dubes KBRI Singapura I Gede Ngurah Swajaya berharap capaian KBRI Singapura dapat menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, pelayanan prima dan berkinerja optimal.

“Melalui inisiatif “Smart Embassy” kami berharap bisa meningkatkan kinerja pelayanan publik KBRI yang lebih baik, cepat dan transparan dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya dalam siaran pers melalui Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Singapura, Selasa (12/12/2017).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi telah dipergunakan untuk pelayanan publik yang efisien, transparan dan bersih khususnya dalam perlindungan TKI dan diplomasi ekonomi, disamping untuk operasionalisasi perwakilan.

Pemberian penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur didampingi Komisioner KPK La Ode M Syarief kepada Dubes RI Singapura I Gede Ngurah Swajaya di Menara Bidakara, Jakarta.(red/r).

Apri@www.rasio.co

Amin Hanya Diupah Lima Juta Menjemput Ekstasi Bernilai Rp17 Milyar

0

RASIIO.CO, Batam – Kasus kepemilikan ekstasi 42 ribu butir dengan terdakwa Muhammad Amin alias Amin dapat dikatakan misterius, pasalnya ekstasi bernilai Rp17 milyar tersebut, terdakwa hanya mendapat upah Rp5 juta.

Ironisnya, Arwan (DPO) yang diduga merupakan bandar dan meyuruh terdakwa menjemput barang haram diperbatasan perairan internasional (OPL) mengunakan speed pancung belum berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Hal ini terungkap dipersidangan PN Batam. Selasa(12/12). dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penangkap Ari Putra, Al Amin Finansius Siahaan dan Nofri Edi. sedangkan sidang dipimpin majlis hakim ketua Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota dengan JPU Imanuel Pangaribua.

” Terdakwa Amin dari pengakuannya hanya mendapat upah Rp5 juta dan menjemput ke tengah laut mengunakan pancung,” kata salah satu saksi penangkap.

Namun, Majlis hakim ketua Renni kembali mempertanyakan terhadap saksi, apakah terdakwa penyidik tidak mengembangkan sampai tahap pemilik barang atau bandarnya? atau terdakwa sudah sering terlibat dalam jaringan ini.

” Dikembangkan tetapi Awan(DPO) saat dihunbungi hanphone sudah tidak aftif yang mulia,” kata penyidik menjawab.

” Lingkaran setan narkoba luar biasa ya, dalam sekejab bandar berhasil menghilang,” kata hakim Renni lagi.

Usai mendegarkan keterangan ketiga saksi penangkap, majlis hakim menunda sidang dua pekan kedepan dengan agenda mendegarkan keterangan dua saksi warga yang ada dilokasi dimana tertangkap terdakwa Amin.

Terdakwa Muhammad Amin alias Amin merupakan kurir narkotika lintas negara Malaysia dengan barang bukti pil ektasi berjumlah 42.382 butir terancam hukuman maksimal mati.

Sebelumnya, Dalam pembacaan dakwaanny JPU menyampaikan, Bahwa awalnya pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017 sekitar jam 16.00 Wib pada saat Terdakwa selesai makan di warung pinggir jalan yang berada di seberang jalan Hotel Planet Holiday Sei Jodoh Kota Batam dan berjalan menuju parkiran tempat sepeda motornya diparkir, tiba-tiba datang seorang laki-laki menghapirinya yang mengaku bernama Arwan (DPO).

Dan menawarkan pekerjaan kepada Terdakwa dengan mengatakan “Mau Ngak Kerja” lalu
ditanya Terdakwa “Kerja apa Bang ?” kemudian Arwan menjawab “ Kerja jemput barang
Narkoba (Ekstasi) ke tengah laut, nanti saya kasi upah Rp.5.000.000.- ,.

Sambil mengajak Terdakwa jalan dengan menggunakan sepeda motor Terdakwa ke arah
pelabuhan rakyat yang berada di belakang rumah makan bundo kandung Sei Jodoh, “kalau
mau nanti subuh saya tunggu di tempat ini” lalu dijawab Tersangka “Ya, saya mau”
kemudian Arwan(DPO) meminta nomor Handphone Terdakwa sambil mengatakan “Nanti
saya hubungi kamu” .

Setelah adanya kesepakatan tersebut lalu terdakwa pulang ke rumahnya di Batu Besar, lalu
keesokan harinya pada hari Minggu tanggal 17 September 2017 sekira jam 04.00 Wib,
Terdakwa dihubungi Awan(DPO) dan menanyakan kembali kepada Terdakwa “Mau
ngak, kalau mau saya tunggu sekarang di tempat yang tadi sore” lalu dijawab Terdakwa
“Oke Bang, saya datang”, .

lalu Terdakwa langsung berangkat dari rumahnya menuju Pelabuhan Rakyat di belakang Rumah Makan Bundo Kandung Sei Jodoh sesuai yang diperjanjikan sebelumnya dengan menggunakan sepeda motor dan setibanya ditempat yang diperjanjikan ternyata Arman(DPO) telah menunggu Terdakwa dan menyerahkan 1 buah tas ransel warna hitam merk Polo dan mengatakan “Nanti Barangnya taruh di dalam tas ini”.

Sambil meminta handphone milik Terdakwa untuk dipegangnya dan menyerahkan 1 unit handphone beserta kartunya kepada Terdakwa dan mengatakan “Nanti kau kuhubungi lewat Handphone ini” lalu Terdakwa disuruh naik boat pancung yang sudah disiapkan bersama tekongnya dan langsung berangkat ketengah laut antara Indonesia dengan Malaysia.

Sekitar setengah jam perjalanan tekong Boat pancung tersebut menghubungi seseorang dan memperlambat laju boat pancung tersebut dan tak lama kemudian datang 2 orang laki-laki dari arah perairan Malaysia dengan menggunakan speed boat fiber bermesin tempel 40 PK .

Lalu merapatkan speed boat tersebut ke boat pancung yang dinaiki Terdakwa, kemudian salah seorang dari laki-laki di speed boat tersebut berbicara sebentar dengan tekong lalu menghampiri Terdakwa dan menyerahkan 2 buah kantong plastik warna merah yang berisi pil ekstasi dan langsung diterima Terdakwa.

Setelah menerima 2 kantong plastik tersebut lalu boat pancung yang membawa terdakwa langsung jalan kembali menuju ke pelabuhan rakyat di belakang rumah makan bundo kandung sei jodoh, dan di dalam perjalanan tersebut Terdakwa memindahkan dari salah satu kantong plastik warna merah tersebut ke dalam tas ransel warna hitam merk polo yang dibawa terdakwa.

Dan memeriksa isi kantong plastik warna merah tersebut dan memastikan isinya adalah benar pil ekstasi, dan sekitar jam 06.15 Wib Terdakwa sampai di Pelabuhan Rakyat belakang rumah makan bundo kandung sei jodoh dan turun dari Boat pancung.

Terdakwa menuju ke parkiran sepeda motornya, dan pada saat Terdakwa akan menaiki sepeda motornya tiba-tiba datang beberapa orang yang tidak dikenal dan mendekati Terdakwa yang ternyata Polisi dari Ditres Narkoba Polda Kepri lalu Terdakwa digeledah berikut barang bawaannya dan ditemukan.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Penimbangan barang bukti yang diduga Pil Ekstasi oleh
PT. Pegadaian (Persero) Cabang Batam nomor : 208/02400/2017 tanggal 18 September 2017
diperoleh jumlah Pil ekstasi sebanyak 42.382 butir dengan berat penimbangan barang bukti
yang diduga Pil ekstasi seberat 11,851 Gram.

Primair, Bahwa perbuatan terdakwa Muhammad Amin Alias Amin Bin Hamid sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dan Subsidair Bahwa perbuatan terdakwa Muhammad Amin Alias Amin Bin Hamid sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

APRI@www.rasio.co